APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Korban Terakhir yang Digambar Ibu adalah Aku

Sebagai seniman forensik andal, ibu Janice mengabaikan telepon darurat putrinya saat diculik karena mengira itu hanya lelucon perusak ulang tahun sang adik. Janice pun tewas disiksa tanpa pertolongan. Begitu hasil tes DNA keluar, sang ibu yang syok bergegas ke TKP. Menggunakan sisa tulang yang ada, ia mencoba menggambar sketsa korban dengan tangan gemetar. Meski terus menyangkal, setiap goresan pensilnya selalu membentuk wajah Janice saat meregang nyawa, menyisakan tangis penyesalan yang terlambat.
Bab
Bagikan

Bab 3

Jessica menyimpan kado itu ke kamarnya, lalu mengajukan permintaan pada Ibu, “Ibu, boleh temani aku pergi berlibur demi merayakan kelulusanku?”

Jessica membuka sebuah agenda dari ponselnya yang berisi daftar kota-kota yang ingin dikunjunginya. Dia sibuk memperkenalkan setiap kota dengan semangat. Namun, Ibu malah melamun dan menatap ponselnya lekat-lekat dengan kening berkerut.

Jessica memanggilnya beberapa kali, tetapi Ibu tidak merespons. Jessica pun mulai berlinang air mata dan berkata dengan suara tercekat, “Maaf, Ibu. Aku yang kurang pengertian. Kakak masih marah. Mana boleh aku mengajakmu pergi berlibur bersamaku di waktu seperti ini.”

Ibu akhirnya tersadar dari lamunannya. Saat melihat putri bungsunya yang menangis, dia pun merasa sakit hati. Dia buru-buru memeluk Jessica dan berkata, “Ini bukan salahmu. Janice sendiri yang terlalu keras kepala. Tapi, aku baru terima pemberitahuan ....”

Ibu lanjut berkata dengan agak ragu, “Katanya, ada mayat wanita yang ditemukan di tong sampah 10 kilometer dari sini. Dari pemeriksaan awal, dia sepertinya diculik dan disiksa sebelum dibunuh. Menurutmu, apa mungkin itu kakakmu ....”

Jessica menggenggam tangan Ibu, lalu bertanya dengan agak ragu, “Gimana kalau kita telepon Kakak?”

Sebelum Jessica selesai berbicara, Ibu sudah meneleponku. Setelah berdering beberapa detik, panggilan itu langsung ditolak. Ibu pun berseru marah, “Ternyata dia memang bohong soal dia diculik!”

Jessica tersenyum sinis untuk sesaat, lalu menghibur, “Ibu, jangan marah. Mungkin Kakak masih marah.”

“Jangan pedulikan dia lagi! Meski dia mati di luar sana, itu juga nggak ada hubungannya dengan kita.”

Aku menoleh ke arah Ibu dan mengamati ekspresinya dengan cermat. Aku mencoba untuk menemukan sedikit perhatian dari raut wajahnya, tetapi tidak menemukan apa-apa.

Aku yang tiba-tiba tidak bisa dihubungi hanya membuatnya marah dan benci. Dia merasa aku sengaja mau merusak hari ulang tahun Jessica dengan segala cara dan menganggapku orang yang suka berbohong.

Aku jelas-jelas hanyalah arwah, tetapi ternyata masih bisa menangis. Aku berkata sembari tersenyum getir, “Ibu, kamu benar-benar nggak pernah menyayangiku? Kalau begitu membenciku, kenapa kamu melahirkanku?”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku dan Cinta Pertamanya
9.2
Saat hamil sembilan bulan, seorang wanita disandera di atap gedung. Di kehidupan lalu, ia memohon suaminya yang merupakan kepala penyelamat untuk datang. Meski selamat, cinta pertama suaminya tewas terbakar, memicu dendam sang suami yang tega menusuknya dan bayi mereka hingga tewas saat melahirkan. Begitu terbangun kembali di hari penyanderaan maut tersebut, ia memilih tidak memohon bantuan lagi. Kali ini, ia membiarkan suaminya pergi menyelamatkan cinta pertamanya tanpa menahan mereka.
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Terlahir dari keluarga miskin yang dikutuk iblis, Bima tumbuh di dekat Gunung Pengantin yang angker. Akibat melanggar pantangan di sana, ia kehilangan Alif, sahabatnya yang diculik menjadi budak gaib. Beranjak dewasa, Bima berjuang mematahkan kutukan leluhur bermodalkan kekuatan khodam warisan. Meski misi mistis itu berhasil, ia harus membayar harga mahal. Orang tuanya tewas mengenaskan dalam ritual gaib, meninggalkan Bima sendirian dalam kepedihan mendalam.
Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
9.0
Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Sampul Novel Misteri Desa Purnama
8.8
Niat Aldi melepas penat kuliah di Desa Purnama yang sunyi berujung petaka. Kedatangannya di sana justru membangkitkan kekuatan supranatural misterius dari dalam dirinya. Kini, ia terjebak di tengah rentetan teror gaib mencekam yang berada di luar nalar manusia. Akankah Aldi berhasil selamat dari ancaman mistis di desa terpencil tersebut, ataukah perjalanan liburan ini akan selamanya menjadi mimpi buruk yang tiada akhir?
Sampul Novel RAHASIA IBU MERTUAKU
8.6
Keluarga suamiku menyimpan misteri kelam yang sangat menakutkan. Aku selalu merasa terancam setiap kali berhadapan dengan ibu mertua. Tatapan matanya yang liar serta bunyi kecapan aneh dari mulutnya selalu membuatku bergidik ngeri. Ketakutanku kian memuncak saat ia menyadari bahwa waktu persalinanku sudah sangat dekat. Di tengah kondisi fisikku yang rapuh, aku merasa keselamatanku terancam oleh rahasia besar yang ia sembunyikan dariku selama ini.
Sampul Novel Tabir Misteri di Sekolah
8.4
Setahun pascatragedi memilukan yang merenggut nyawa seorang siswi di SMA Permadani Putih, kasus pemerkosaan serta pembunuhan kejam itu masih mandek tanpa titik terang. Di tengah kemerosotan disiplin sekolah dan sikap masa bodoh pihak berwenang yang sengaja bungkam, Gara tak tinggal diam. Demi menuntut keadilan bagi mendiang adiknya, ia bertekad membongkar misteri kelam ini. Sanggupkah Gara menguak konspirasi besar tersebut dan menyeret pelaku ke pengadilan?