APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kecelakaan dan Penyesalan

Kecelakaan dan Penyesalan

Pasca-kecelakaan mobil bersama adiknya, sang protagonis mengalami luka fatal berupa robekan pada jantung yang membutuhkan bedah darurat. Ironisnya, sang ibu yang menjabat sebagai direktur rumah sakit justru mengerahkan seluruh tim medis demi memeriksa goresan kecil pada tubuh sang adik. Meski telah memohon pertolongan, ia malah dituduh mencari perhatian di tengah situasi kritis tersebut. Tanpa penanganan medis yang semestinya, ia mengembuskan napas terakhir dalam kesendirian yang tragis.
Bab
Bagikan

Bab 3

Melihat itu nomor asing, Ayah segera mematikannya.

Beberapa hari kemudian, setelah dirawat sepenuh hati oleh segenap anggota keluarga, Lusvira pun keluar dari rumah sakit.

Ibu sibuk mondar-mandir membereskan barang, sementara Ayah sudah lebih dulu menyiapkan mobil di depan pintu rumah sakit, takut adik berjalan satu langkah pun terlalu jauh, dan Kak Ruitoni bahkan tak rela membiarkan adik memakai sepatu sendiri.

Di perjalanan pulang, Ibu mengomel dengan kesal, "Si Esmerina itu benar-benar nggak berguna, adiknya keluar dari rumah sakit saja, dia nggak pernah datang menjenguk, apalagi minta maaf. Lihat saja nanti di rumah, kuhajar dia!"

Ayah melirik Ibu. "Sudah kubilang, biarkan dia tinggal di rumah itu bawa bencana, cepat atau lambat pasti terjadi masalah."

Mendengar kata "hajar", suasana hatiku terasa campur aduk.

...

Saat SD dulu, hanya karena aku dan adikku Lusvira, berebut boneka Barbie, aku dipukuli Ayah sampai tiga hari tidak bisa turun dari tempat tidur.

Itu adalah mainan yang paling kusukai.

Meski itu hanya hadiah tambahan yang Ayah beli untukku saat dirinya pulang dari dinas luar kota, dengan membawa hadiah utama untuk Lusvira, boneka itu tetap favoritku.

Meskipun Lusvira punya berkotak-kotak boneka dan mainan, dia tetap dengan sengaja maksa merebut milikku.

Saat tarik-menarik itu, dia tiba-tiba menjerit dan menangis keras.

Ibu segera memeluk adik dengan panik, sambil memarahiku, "Esmerina, adikmu sudah menderita begitu banyak karenamu, kamu masih mau menyakitinya lagi?"

"Bukan aku ...."

Belum sempat aku menjelaskan, Lusvira buru-buru meneteskan air mata dan berkata, "Ibu jangan marah, ini salahku, aku nggak seharusnya buat Ibu repot dengan rebut mainan Kakak ...."

Saat Ayah baru pulang melihat adegan itu, dia segera menyeretku dan memukulku.

"Anak sekejam kamu lebih baik dibuang, tinggal di rumah saja sudah jadi bahaya."

Aku menangis memohon agar Ayah berhenti. Namun makin aku menangis, Ayah makin yakin aku hanya berpura-pura, dan pukulan itu makin keras.

Seolah aku ini musuh besar, dan hanya dengan membunuhku baru dia puas!

Sejak hari itu, setiap kali aku buat adik nangis, pasti aku akan dimarahi dan dipukuli.

Lama-kelamaan, aku tidak berani lagi berebut kasih sayang, tidak berani membela diri, bahkan tidak berani mendekat.

Sampai sekarang ... mereka bahkan tega membiarkanku mati di atas meja operasi yang dingin.

...

Begitu sampai di rumah, Lusvira segera merebahkan diri di sofa. Baru berkata dirinya lapar, Ruitoni buru-buru berlari ke dapur, berkata ingin menunjukkan kemampuan memasak barunya.

Kakak yang selalu menyombongkan diri sebagai pria sejati dan tak pernah menyentuh pekerjaan rumah, kini sibuk membuka resep di ponsel, takut ada satu hal pun yang membuat Lusvira tidak nyaman.

Ayah mengeluarkan konsol game mewah keluaran terbaru, katanya itu hadiah untuk merayakan adik yang berhasil lolos dari maut.

Ibu membersihkan kamar adik secara menyeluruh, menaruh berbagai tanaman herbal dan bunga, mengatakan kalau menghirup udara segar akan membantu pemulihannya.

Lusvira hanya berbaring santai di sofa sambil bermain game, tetapi seluruh keluarga dibuat sibuk karenanya.

Dan yang ikut pulang bersama mereka adalah rohku. Namun tempat yang sangat kukenal ini selalu terasa begitu dingin bagiku.

Tiba-tiba, bel rumah berbunyi. Aku melihat sosok yang sangat kukenal: pacarku, Chardion Wendra.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asmara Mendendam
9.5
Demi pekerjaan, Nezza nekat tinggal di kos angker dan jatuh hati pada Ari, anak pemilik kos yang bersikap dingin. Walau harus bersaing dengan Adelina dan Putri yang agresif mendekati Ari, kekaguman Nezza tak luntur. Situasi mencekam saat teror mistis melanda, namun Ari curiga ada dalang manusia di baliknya. Ketegangan memuncak ketika Rahma menuduh Jessy sebagai pelaku teror sekaligus pembunuh mahasiswi dua tahun lalu. Akankah misteri kelam ini terpecahkan?
Sampul Novel Bermula Dari Casing Berminyak
9.4
Sebuah benda biasa membawa petaka dalam novel misteri Bermula Dari Casing Berminyak. Sang protagonis menyadari casing ponselnya selalu terasa berminyak secara aneh. Keluhan tersebut hanya dianggap angin lalu, hingga sang sahabat melontarkan gurauan mengerikan bahwa wadah ponsel itu terbuat dari kulit manusia. Ketakutan itu menjadi nyata saat malam tiba, ketika ia terbangun dan merasakan sensasi mengerikan seolah wajahnya sedang dikuliti secara perlahan disertai bisikan dingin yang menuntut kulitnya sendiri.
Sampul Novel Cermin
8.7
Pasca-kecelakaan, Inestia Rossi bisa melihat hantu dan mendeteksi kematian. Baginya, cermin adalah satu-satunya media yang jujur mengungkap wujud asli mereka. Di tengah trauma cinta, ia bertemu Rangga, pria skeptis yang memberinya keberanian. Meski kerap terancam kasus mengerikan di apartemennya, Ines pantang menyerah. Walau konflik keluarga sempat memisahkan mereka, takdir mempertemukan keduanya kembali untuk berjuang dalam status hubungan yang baru.
Sampul Novel Dark in Antares City
9.3
Dunia kini dicekam teror Eaters, predator mirip manusia yang berubah jadi monster pemangsa daging saat malam tiba. Di tengah situasi mengerikan ini, Rio Rosswel harus menyaksikan ibunya tewas mengenaskan oleh makhluk bercakar tajam tersebut. Sambil bersembunyi di dalam lemari, ia terpaksa menahan tangis serta amarahnya. Kejadian traumatis itu memicu dendam mendalam, hingga Rio bersumpah akan membasmi seluruh Eaters dari muka bumi.
Sampul Novel Hamil Anak Genderuwo
8.5
Kehidupan Esmeralda berubah drastis setelah suaminya kehilangan pekerjaan, memaksa mereka pindah ke desa asal sang suami. Di tempat baru ini, ia terus diteror oleh penampakan mengerikan sesosok Genderuwo. Di tengah ketakutan itu, penantian mereka akan keturunan akhirnya terwujud saat Esmeralda dinyatakan hamil. Namun, kegembiraan tersebut seketika sirna ketika ia mulai merasakan keanehan yang sangat janggal dan misterius pada bayi yang sedang dikandungnya.
Sampul Novel Hari Ketika Aku Mati dan Bangkit Kembali
9.8
Nindi hampir meregang nyawa akibat syok anafilaksis karena diabaikan oleh suaminya, Bram, yang lebih mementingkan Clara. Penderitaannya kian mendalam saat putra mereka, Leo, tewas tertabrak ketika berusaha mencari pertolongan. Ajaibnya, takdir membawa Nindi kembali ke masa lalu sebelum tragedi itu terjadi. Berbekal memori kelam tentang pengkhianatan suami dan kematian tragis anaknya, ia bertekad melindungi Leo sekaligus membalas dendam kepada semua pihak yang telah menghancurkan hidupnya.