APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jangan Main Api Denganku, Mas

Jangan Main Api Denganku, Mas

Lima tahun menikah, aku mengira Mas Bambang adalah suami yang setia. Namun, semua ilusi itu sirna saat perselingkuhannya terungkap. Menghadapi pengkhianatan ini, aku memilih tidak gegabah. Kubiarkan dia terus bersandiwara dengan dustanya, sementara aku diam-diam menyusun taktik matang untuk merampas seluruh hartanya. Aku akan bermain rapi hingga dia jatuh miskin dan mengemis maaf. Pengkhianatan perih ini akan kubalas dengan penyesalan seumur hidup yang takkan pernah bisa dia lupakan.
Bab
Bagikan

Bab 1

SEBELUM BACA KLIK BERLANGGANAN DULU YA

**************** ****************

"Jadi kamu, yang namanya Vivin?!"

Seorang wanita berpakaian serba minim dan berambut pirang, menghampiriku yang sedang menyapu halaman pagi itu, tepatnya petang setelah subuh. Kulihat sebuah mobil kecil berwarna merah di depan gerbang. Memang biasanya sepagi ini, gerbang tak pernah kukunci setelah aku pulang dari berjamaah di mushola kompleks, jadi siapapun bisa masuk.

"Iya benar, aku Vivin. Ada apa, ya?" kataku sambil menghentikan sejenak kegiatan menyapuku itu.

Kucoba seramah mungkin pada gadis muda, yang kukira umurnya belum genap dua puluh tahun itu, sementara dari tadi tatapan matanya seolah jijik memandangku.

"Kuno dan nggak berkelas banget sih! Malah kayak pembantu penampilannya," katanya sambil membuang muka dariku.

"Eh, maksudnya apa ya? Siapa yang kamu bilang kayak pembantu itu?" tanyaku penasaran.

"Ya kamulah! Masak setan! Di sini 'kan cuma ada kita berdua!" ucapnya ketus.

"Dijaga ya mulutnya kalau ngomong sama yang lebih tua! Menurut kamu kalau lagi bersih-bersih harus pakai pakaian seperti apa? Pakai baju serba mini kayak kamu?! Haduh bisa gatal-gatal semua badanku, Dek!" ucapku sambil tertawa.

"Eh, enak banget kamu panggil aku 'Adek', sok akrab! Nggak mau lah aku punya kakak seperti kamu!" ucapnya ketus.

"Terus...aku harus panggil apa!? Ya ampun, ngimpi apa semalam sampai pagi-pagi ketemu gadis lucu kayak kamu ini?!" Aku kembali tertawa melihat tingkahnya yang makin lucu, "sebenarnya kamu ini siapa sih?"

"Kamu nggak perlu tahu siapa aku! Yang penting, aku sudah tahu kalau kamu yang namanya V I V I N!" ucapnya sembari melotot.

Hemmm...makin tidak jelas saja nih anak, mungkin dia agak kurang sedikit atau gimana gitu ya?

Datang tiba-tiba di rumah orang, ngomongnya sambil ngegas, giliran ditanya siapa? malah jawabnya nggak boleh tahu. Akhirnya, kuputuskan lagi untuk meneruskan menyapu halaman.

"Kamu kok malah balik nyapu lagi sih?!" gerutunya kesal.

"Lha terus aku harus gimana?"

"Dengerin ya, mulai sekarang jauhi Mas Bambang, karena kamu itu tidak selevel dengannya!" ucapnya sambil berkacak pinggang.

"Mas Bambang siapa yang kamu maksud?" Saat nama suamiku disebut, tentu aku langsung bereaksi.

"Ya Bambang Wijaya, yang sekarang jadi suamimu itu!" jawabnya enteng.

Kuhentikan segera kegiatan menyapuku, aku kembali fokus menatap gadis itu.

"Kenapa kamu menyuruhku menjauhi suamiku sendiri?!"

"Karena kamu tidak pantas dengannya! Dan untuk kebaikanmu sendiri, lebih baik kamu secepatnya mundur! Nggak punya malu banget sih kamu itu, suami sudah nggak suka sama kamu, tapi kamu ngemis-ngemis nggak mau pisah?!" Dia makin sok berani menatapku.

"Kamu ini makin nggak jelas deh!" Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang dikatakannya.

"Pantas saja, Mas Bambang berpaling darimu! Penampilanmu sudah kayak pembantu gitu kok! Pasti bau ikan asin! Mana mandul lagi, nikah bertahun-tahun tak bisa punya anak!"

"Jaga ucapanmu! Aku bukan wanita mandul!" ucapku yang mulai emosi.

"Oke begini saja ya.. .secepatnya kamu harus meninggalkan Mas Bambang! Karena dia lebih cocok denganku! Dan asal kamu tahu, kami sudah menjalin hubungan asmara lebih dari enam bulan loh! Hahaha" katanya dengan senyum mengejek.

Sebenarnya aku sudah sangat emosi, namun aku tahan. Setahuku Mas Bambang selama ini adalah suami yang setia, jika tiba-tiba datang wanita yang mengaku selingkuhannya, bisa jadi 'kan itu hanya tipuan belaka. Jadi aku tak boleh gegabah, nanti aku harus selidiki dulu.

"Kamu kira, aku percaya dengan semua omonganmu?! Gadis nggak jelas!" ucapku sambari menunjuk padanya.

"Jadi wanita jangan polos banget dong, Buk! Jadinya mudah banget dibohongi sama suami! Penampilan dijaga, biar suamimu nggak sepet lihat ginian mulu di rumah! Hahaha."

"Pergi kamu dari sini! Jangan buat aku emosi!" teriakku.

"Ini peringatan terakhir ya, buat kamu! Kalau kamu nggak segera mau di cerai dan ninggalin Mas Bambang, maka aku akan buat kamu menyesal!" Mata gadis itu kembali melotot kearahku.

"Pergi nggak kamu sekarang juga?!" kataku sambil mengacungkan sapu lidi ke arahnya.

Ternyata caraku ini berhasil membuatnya pergi dan langsung masuk ke mobilnya.

"Ketahuilah jika suamimu di luar itu, seorang buaya darat yang ulung! Dan wanita simpanannya bukan hanya aku saja!" teriaknya dari dalam mobil, dan kemudian berlalu.

Setelah kepergiannya, aku mulai berpikir, apa mungkin yang dikatakan gadis tak jelas itu benar? Sedangkan di depanku, Mas Bambang sangat alim dan penyayang?

Ah aku harus segera mencari tahu kebenarannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Derita Suami Mandul
8.2
Rumah tangga Jaka dan Fatimah berada di ambang kehancuran akibat belum hadirnya buah hati. Desakan dari keluarga Fatimah akhirnya membongkar fakta bahwa Jaka mandul. Di tengah ujian ini, Fatimah goyah lalu berselingkuh dengan mantannya sampai mengandung. Jaka yang terkhianati memilih untuk menggugat cerai. Setelah perpisahan resmi terjadi, kini keduanya harus menjalani kehidupan baru yang diwarnai kepedihan serta penyesalan mendalam.
Sampul Novel DIBUANG MANTAN, DIKEJAR CEO SULTAN
9.8
Aruna terpaksa mengasuh Maira, anak bosnya yang bernama Brahmana, demi menolong sang ayah dari ibu tirinya. Namun, bekerja di rumah CEO itu justru menjebak Aruna dalam konflik batin antara luka lama dan perasaan cinta yang baru tumbuh. Walau ia berusaha menjauh, ketulusan sang bocah dan kejujuran Brahmana terus menahannya. Kini, Aruna bimbang untuk terus menyimpan dendam demi ayahnya atau luluh dalam pelukan sang sultan.
Sampul Novel Istri Kontrak CEO Galak!
9.8
Kehidupan ceria Leora Adhisti, putri Prayoga Alexander, hancur setelah bisnis keluarganya di New York bangkrut. Demi membiayai operasi sang ayah, gadis berusia 20 tahun yang ceroboh ini terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Adnan Nicholas. Adnan adalah seorang miliarder tampan, dingin, dan angkuh yang dijuluki Mr. Devil. Di tengah kesulitan hidupnya, mampukah Leora bertahan menghadapi sikap kejam dari suami kontraknya tersebut?
Sampul Novel Mantan Yang Sempurna
8.9
Malam sebelum pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi awal dari misteri yang kelam. Sang istri pulang dalam kondisi mabuk berat dengan pakaian berantakan, diantar oleh mantan kekasihnya, Dylan Wiguna. Dalam kondisi setengah sadar, ia meracau dan memanggil nama Dylan. Kebenaran menyakitkan pun terungkap bahwa pernikahan ini hanyalah alat demi memenuhi fantasi menyimpang sang mantan yang menyukai wanita bersuami. Ia bahkan memohon agar Dylan tidak meninggalkannya.
Sampul Novel Menukar Putri yang Ditukar
9.3
Suami dan ibu mertuaku bersekongkol menukar putriku dengan adik iparku demi menyelamatkan anak mereka dari penderitaan. Tanpa mereka sadari, aku telah menukar kembali kedua bayi itu secara rahasia. Bertahun-tahun berlalu, putriku tumbuh dalam gelimang kasih sayang, sementara adik iparku melarikan diri karena tersiksa. Saat ibu mertuaku divonis kanker dan melakukan tes DNA demi menuntut bakti, kebenaran yang sesungguhnya siap kukembalikan ke hadapan mereka yang telah berkhianat.
Sampul Novel Musuh Tapi Menikah
7.9
Jihan Aiyana Abimanyu dan Septian Erlangga Wijaya selalu berseteru layaknya Tom and Jerry setiap kali bersua. Padahal, orang tua mereka telah menjalin persahabatan erat sejak masa SMA. Situasi kian memanas ketika kedua keluarga tiba-tiba memutuskan untuk menjodohkan mereka. Apakah keduanya akan menentang keputusan tersebut, atau justru terpaksa menerimanya? Saksikan lika-liku hubungan penuh perselisihan ini saat mereka dipaksa menikah dan mencoba menjadi pasangan yang normal.