APKDock Logo
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

9.6 / 10.0
Seorang gadis diculik dan disiksa oleh musuh ayahnya yang ingin balas dendam. Saat pembunuh menghubungi sang ayah yang merupakan kapten polisi, panggilan itu diabaikan demi menemani sang adik di sebuah lomba. Korban pun tewas mengenaskan setelah lidahnya dipotong. Ketika sang ayah dan ibu yang seorang ahli forensik tiba di TKP untuk menyelidiki kasus ini, mereka mengutuk kekejaman pelaku. Tragisnya, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa jasad hancur yang sedang mereka periksa adalah putri kandung mereka sendiri.

Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku Bab 1

Saat aku disiksa dan dibunuh dengan kejam oleh seorang penjahat, ayahku yang merupakan seorang kapten tim investigasi kriminal dan ibuku yang merupakan seorang ahli forensik, sedang menemani adikku yang berkompetisi dalam sebuah perlombaan.

Penjahat yang pernah ditangkap oleh ayahku melakukan pembalasan dendam. Setelah memotong lidahku, dia menggunakan ponselku untuk menelepon Ayah. Namun, Ayah hanya mengucapkan satu kalimat sebelum menutup telepon, "Aku nggak peduli apa yang sedang kamu lakukan, pokoknya perlombaan adikmu paling penting hari ini!"

Penjahat itu tertawa sinis. "Sepertinya aku salah orang. Kukira mereka lebih cinta sama putri kandungnya!"

Saat Ayah dan Ibu tiba di TKP, mereka terkejut melihat kondisi mayat yang mengenaskan dan mengutuk kekejaman sang pelaku. Namun, mereka tidak menyadari bahwa korban yang begitu mengenaskan itu adalah putri kandung mereka sendiri.

Tubuhku ditemukan di gedung mangkrak. Pekerja konstruksi yang menemukannya langsung muntah-muntah sembari menelepon polisi.

Ayah dan Ibu bergegas dari pesta perayaan Yuki menuju lokasi kejadian. Ahli forensik mengernyitkan dahi dan memberi isyarat agar mereka mengenakan masker. Ayah adalah salah satu ahli investigasi terbaik yang dikontrak dari luar kepolisian, sedangkan Ibu adalah ahli forensik terbaik di Kota Rotingham.

Mereka memang sudah sering menghadapi lokasi kejadian kriminal yang mengerikan. Namun, ketika melihat mayatku, mereka tetap tidak bisa menahan diri dan kehilangan fokus sesaat. Di tengah teriknya musim panas, tubuhku membengkak akibat proses dekomposisi. Wajahku hancur berlumuran darah hingga tidak bisa dikenali. Tubuhku penuh luka dan kepalaku nyaris terlepas dari leher.

Bau busuk yang menyengat memenuhi udara, menandakan betapa cepatnya tingkat pembusukan. Ibu memejamkan mata sejenak, lalu menarik napas panjang dan memakai sarung tangan untuk memulai pemeriksaan awal. Dia menatap jasadku dengan penuh rasa iba. Semasa hidup, aku tidak pernah merasakan kasih sayang yang begitu lembut dari Ibu.

Dengan cemas, aku memperhatikan Ibu melepaskan cincin di jariku yang berlumuran darah. Aku telah membuatkan replika cincin ini untuk keluargaku. Namun, karena ukurannya tidak pas untuk Yuki, Ayah dan Ibu memarahiku.

"Sudah kuduga kamu ini memang berniat jahat dan sengaja mau nindas adikmu! Eira, meskipun kamu ini putri kandung kami, Yuki sudah tinggal di rumah ini selama 18 tahun! Posisinya lebih penting darimu selamanya!"

Meski kemarahan mereka saat itu masih terngiang jelas di telingaku, aku tetap percaya bahwa Ayah dan Ibu mencintaiku. Mereka pasti bisa mengenali hadiah yang kuberikan! Namun, Ibu hanya memberi isyarat kepada asistennya untuk memasukkan cincin itu ke dalam kantong barang bukti dengan ekspresi datar.

Aku memang tidak seharusnya menaruh harapan. Di hati mereka, aku tidak pernah ada meskipun aku adalah putri kandung mereka.

Kakakku pernah bilang bahwa Ayah dan Ibu mengadopsi Yuki karena mereka tidak bisa menemukan diriku yang diculik. Akan tetapi, putri yang paling mereka cintai tetaplah aku. Namun, setelah aku pulang ke rumah, aku sadar tempatku sudah tidak ada. Aku justru bagaikan burung yang telah merampas sarang burung lain.

Setelah memeriksa lokasi kejadian, Ayah menghela napas dan bertanya pada Ibu, "Gimana kondisi mayatnya?"

Ibu melepaskan sarung tangannya, lalu menggosok pelipisnya yang berkerut, "Korban diperkirakan berusia sekitar 20 tahun. Penyebab kematian sementara adalah karena leher yang digorok dan korban tampaknya mengalami penyiksaan dalam waktu yang cukup lama sebelum meninggal."

"Caranya sangat kejam, dampak sosialnya akan sangat buruk. Kita harus segera selesaikan kasus ini sebelum opini publik membesar." Ayahku menyalakan sebatang rokok, lalu mengisapnya dalam-dalam karena merasa bingung. Bahkan setelah meninggal, kematianku hanya menambah masalah untuk mereka.

Ahli forensik mengingatkan, "Pelaku belum tertangkap, beri tahu keluargamu untuk lebih berhati-hati akhir-akhir ini. Kalian punya dua anak perempuan, jangan biarkan mereka keluar malam-malam."

Dengan nada tidak sabaran, Ibu berkata, "Yuki selalu patuh, tapi Eira, aku nggak bisa mengaturnya."

Ahli forensik itu adalah teman lama Ayah dan Ibu, jadi dia tentu tahu situasi keluarga kami. Ayahku meremas ringan bahu kanannya.

Ahli forensik itu memperhatikan gerakan ayahku dan bertanya, "Pak Gibson, bahumu sakit lagi?"

Ayahku melambaikan tangan. "Nggak apa-apa kok. Aku sudah pakai koyo yang dibelikan Eira ...."

Saat berkata demikian, dia terdiam sejenak. Anak yang mereka sebut tidak patuh, justru sangat memedulikan kesehatan mereka. Ahli forensik itu menepuk punggung Ayah, "Bersikaplah lebih baik pada Eira. Mau gimana pun, dia itu putri kandung kalian."

Ayahku menggeleng. "Dua hari yang lalu Yuki ada pertandingan tenis, dia terus berharap Eira datang menonton. Tapi apa yang terjadi? Setelah ditelepon, Eira malah menghilang. Yuki kecewa karena memikirkan kakaknya dan cuma dapat juara tiga."

"Eira sudah beberapa hari nggak pulang. Mungkin kalau mati di luar sana juga kita nggak ada yang tahu. Memang beda rasanya kalau bukan anak yang kita besarkan sendiri."

Mendengar keluhan dan tuduhan orangtuaku, perasaanku seolah-olah terjatuh ke jurang es.

'Ayah, Ibu, aku bukan nggak mau pulang. Aku cuma ... nggak bisa pulang lagi. Anak yang kalian sebut pengkhianat itu, telah mati pada hari ketika kalian menemani Yuki di pertandingan tenis. Tubuhku ... ada tepat di depan mata kalian.'

Lanjut Membaca

Daftar Isi Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan, pebisnis dingin tanpa ampun, terusik saat Yezi kembali ke hidupnya. Merasa diabaikan oleh wanita blasteran Jepang-Indonesia itu, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal pada ayah Yezi. Tak gentar, Yezi membalas ancaman tersebut menggunakan rekaman rahasia dari tiga tahun lalu. Di balik arogansi dan persaingan bisnis yang sengit, ada rahasia besar masa lalu yang mengikat mereka berdua.
Sampul Novel Hasrat Dunia Lain
8.8
Masuki sebuah dimensi fantasi memikat yang menawarkan kepuasan mendalam bagi mereka yang berani melangkah ke dalamnya. Kisah ini mengajak Anda menembus batas realitas demi merasakan sensasi luar biasa yang tak terbayangkan. Menyajikan narasi romansa yang sangat intens dan menggugah, karya khusus dewasa ini menjadi pelarian penuh gairah di tengah dunia baru yang misterius sekaligus menawan hati.
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Sampul Novel Luka Batin Istriku
9.0
Seorang suami terkejut saat mendapati Tari menyuguhkan minuman mencurigakan kepada bayi mereka, Adel. Ketakutan menyergap Tari hingga ia hanya bisa menangis membisu tanpa sanggup membela diri. Kemarahan sang suami kian memuncak begitu tahu stok susu anak mereka telah habis. Ia pun nekat membanting botol susu yang tersisa setengah demi memaksa sang istri bicara jujur. Di balik tangisan histeris yang pecah, sebuah rahasia yang menyayat hati akhirnya mulai terkuak.
Sampul Novel Prahara Orang Ketiga
8.2
Hari pernikahan Erika berubah menjadi mimpi buruk saat kekasih masa lalu Bimo datang merebut posisi mempelai wanita dengan alasan sakit parah. Alih-alih membela Erika yang tengah hamil dan telah mengantongi buku nikah, Bimo justru mendukung pergantian tersebut demi membahagiakan wanita itu. Menghadapi cemoohan para tamu undangan, Erika tidak meluapkan amarah di tempat. Dia memilih mengambil keputusan besar untuk menggugurkan kandungannya dan merelakan hubungan sepuluh tahun mereka berakhir begitu saja.
Sampul Novel Tambatan Hati
9.6
Pasca-pengkhianatan mantan istri yang mencampakkannya saat terpuruk demi lelaki lain, Reynand Arya Wijaya memilih menutup diri. Duda kaya ini kini sepenuhnya mendedikasikan hidup demi sang putra tercinta. Namun, pendiriannya goyah sejak mengenal Amanda Mey Diana. Ketulusan sang guru TK dalam menyayangi anaknya perlahan mengikis trauma masa lalu Reynand. Di tengah luka lama yang belum sepenuhnya pulih, ia mulai mencoba membuka hati demi sebuah harapan baru.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan