APKDock Logo
Sampul Novel Luka Batin Istriku

Luka Batin Istriku

9.0 / 10.0
Seorang suami terkejut saat mendapati Tari menyuguhkan minuman mencurigakan kepada bayi mereka, Adel. Ketakutan menyergap Tari hingga ia hanya bisa menangis membisu tanpa sanggup membela diri. Kemarahan sang suami kian memuncak begitu tahu stok susu anak mereka telah habis. Ia pun nekat membanting botol susu yang tersisa setengah demi memaksa sang istri bicara jujur. Di balik tangisan histeris yang pecah, sebuah rahasia yang menyayat hati akhirnya mulai terkuak.

Luka Batin Istriku Bab 1

Tangis bayi berusia empat bulan membangunkanku dari tidur nyenyak malam ini.

"Ada apa, Dek?" Tanyaku pada wanita yang dengan sigap membawa Adel, anak perempuanku kedalam dekapannya.

"Adel panas, Mas." Lirihnya menatapku khawatir.

"Apa kita bawa ke dokter saja, Dek?" Tanyaku ikut khawatir memandang bayi mungil yang terlihat berbeda dengan bayi lainnya. Lengan kecilnya keriput menandakan betapa kurusnya anakku.

Lengkingan tangis anakku menggema di seluruh ruang kamar. Tari, istriku mencoba untuk mengASIhi Adel meski Adel terus menolak.

"Nanti saja, Mas. Sekarang minum obat yang ada dulu nanti ku bikinkan susu mungkin Adel akan diam." Jawab Tari dengan gelagapan. Terlihat wajahnya menyiratkan kekhawatiran dan ketakutan berlebih saat aku akan membawa Adel ke rumah sakit.

"Sebentar ya, Mas aku ambilkan susu dulu." Tari bergegas pergi ke dapur untuk mengambilkan Adel susu.

Memang selama ini ASI tari kurang lancar sehingga aku memberikan tambahan sufor untuk memenuhi kebutuhan Adel.

Tidak berselang lama Tari datang dengan membawa sebotol susu di tangannya dan memberikannya pada Adel yang langsung diam menikmati susu yang di buatkan Tari. Dahiku menggernyit melihat susu yang di bawa istriku, terlihat lebih bening dari biasanya.

"Air apa itu, Dek?" Tanyaku dengan memandang heran botol yang sedang di sesap Adel.

"Ini, air Susu, Mas." Jawab Tari dengan sedikit gugup tanpa mau melihatku.

Setelah meminum susu dan meminum obat Adel kembali tertidur. Tari begitu telaten menjaga Adel bahkan kali ini Adel di tidurkan di sampingku, bukan di bok bayi seperti sebelumnya.

"Aku tidurkan Adel di sini ya, Mas takut rewel karena badannya panas." Tutur Tari saat membawa Adel ke tempat tidur kami.

"Iya, Sayang."

Kami kembali tertidur saat Adel telah tertidur tapi tidak berselang lama Adel kembali melengkingkan tangis yang dapat memekakan telinga.

Tari kembali menimang Adel supaya diam, tapi bukannya diam tangis Adel malah semakin melengking dengan kerasnya.

Brak

"Kamu gimana sih, Tari anak nangis bukannya di diamkan malah dibiarkan menangis sekencang itu. Bikin Ibu nggak bisa tidur!" Ibuku datang dan langsung merebut Adel dari gendongan Tari. Di timangnya Adel sebentar hingga tertidur dan di letakannya Adel kedalam bok bayi.

"Anak nangis malah diam aja, tuh tidur anaknya. Kayak gitu saja tidak bisa, dasar ibu tidak becus!" Ucapan pedas terlontar begitu saja dari mulut ibuku. Ku lihat Tari hanya diam mendapatkan makian dari Ibuku.

"Adel panas, Bu. Apa sebaiknya kita bawa ke rumah sakit saja." Kali ini aku yang bersuara.

"Halah demam begitu ya biasa anak bayi. Nanti juga sembuh. Tidak usah ke rumah sakit segala. Buang-buang biaya. Nanti juga sembuh." Cerocos Ibu menolak mentah-mentah usulku yang akan membawa Adel kerumah sakit.

"Tapi, Bu."

"Tidak usah tapi-tapian. Nurut saja sama Ibu! Kamu itu harus berhemat, Pras uangmu saja sudah habis untuk biaya operasi caesar istrimu sekarang mau untuk biaya rumah sakit anakmu. Bisa habis nanti tabunganmu!" Cerocos Ibu sambil berlalu meninggalkan kamarku.

Ku lihat Tari hanya diam memandang kepergian Ibu. Tidak ada ekspresi apapun yang tergambar dari raut tenang Tari saat ini.

"Dek!" Panggilku lembut seraya menyentuh bahunya.

"Eh, Mas. Kenapa?" Tari terkaget saat aku memanggilnya. Sudah bisa ku tebak bahwa Tari melamun saat menyaksikan kepergian Ibu.

"Kamu kenapa?"

"Aku tidak apa-apa, Mas." Tari tersenyum ke arahku namun terlihat aneh karena tatapan matanya terlihat kosong.

"Maafin Ibu Mas ya, Dek mungkin Ibu ngantuk jadi emosi." Tuturku meminta maaf mewakili Ibu dengan tulus. Terlihat Tari mengangguk bertanda ia mau memaafkan Ibuku.

Tari kembali menaiki ranjang kami dan selanjutnya merebahkan tubuhnya tanpa berkata apapun lagi padaku. Aku merasakan ada keanehan dari sikap Tari. Tidak biasanya Tari tiba-tiba mendiamkanku meskipun terkadang sikap Ibu kurang mengenakan padanya atau bahkan saat aku memiliki salah pada Tari.

Ku perhatikan tubuh kurus istriku, empat bulan setelah melahirkan tubuh Tari benar-benar berubah drastis. Dari yang terlihat berisi saat awal melahirkan hingga yang kian hari kian kurus sampai sekarang.

Ada yang mengganjal dalam benakku. Apa menyusui bisa sampai sekurus itu, padahal ASI Tari tidak begitu banyak dan Adel juga di tambah sufor sehingga tidak akan mungkin mengASI terlalu banyak pada Tari.

Aku memutuskan untuk menyusul Tari ke pembaringan. Ku amati bahu Tari yang terlihat tulangnya semakin menonjol menandakan semakin terkikisnya lapisan daging yang menutupinya. Seperti hanya tulang dan kulit saja.

Ku peluk Tari dari belakang karena memang Tari tertidur membelakangiku. Sungguh aku mencintai Tari dengan bagaimanapun kondisinya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Luka Batin Istriku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dangerous Feeling
8.4
Elaine Natalie kembali mengejar mimpi masa lalunya, namun ia malah terjerat obsesi Saga Revander. Sebagai kakak tiri sekaligus senior yang keras kepala, Raven memperlakukan Elaine layaknya seorang kekasih tanpa peduli hubungan keluarga mereka. Dominasi Raven mulai mengguncang perasaan Elaine kepada Damian. Di tengah kebimbangan yang mendalam ini, Elaine harus memilih: tetap setia pada Damian atau menyerah pada cinta lamanya yang bersemi kembali bersama Raven.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Sampul Novel Kasih Ibu, Dosa Ibu
9.0
Sebagai influencer pengasuhan anak, istriku dikenal sangat keras mendidik putra kami. Namun, tindakan ekstremnya melampaui batas saat anak kami mendorong putri mantan pacarnya di sekolah. Demi menghukumnya, dia mengurung sang putra di balkon lantai 18, lalu pergi menemani anak dari cinta pertamanya. Di tengah kesendirian, tubuh kecil putra kami lolos dari jeruji pembatas hingga jatuh mengenaskan. Teriakan histerisnya meminta tolong diabaikan begitu saja oleh ibunya yang tidak pernah menoleh kembali.
Sampul Novel Pamer Menantu
9.2
Demi meraih kemewahan dan kebahagiaan, seorang ibu sangat berambisi mendapatkan menantu dari kota besar. Baginya, status sosial sang menantu adalah jaminan mutlak bagi kekayaan keluarganya di masa depan. Namun, apakah impian indah itu akan terwujud nyata, atau justru menjadi awal dari petaka yang tak terduga? Temukan realita pahit di balik gengsi dalam drama romansa modern yang penuh dengan konflik ekspektasi ini.
Sampul Novel TERJERAT PERNIKAHAN SANDIWARA
7.9
Aruna terpaksa menikahi Alzam demi menebus kesalahan masa lalunya yang kawin lari tanpa restu sang nenek. Namun, pernikahan ini justru menjadi awal dari penderitaan baru yang menyayat hati. Begitu tiba di kediaman suaminya, Aruna mendapati kenyataan pahit bahwa Alzam telah memiliki istri sah lain yang begitu jelita. Kini, ia terperangkap dalam peliknya kehidupan poligami yang sarat akan rahasia kelam serta luka batin mendalam.
Sampul Novel Tersadar dari Mimpi, Aku Memutuskan untuk Meninggalkannya
8.6
Pernikahan Sienna hancur seketika saat Levin memilih meninggalkan altar demi membawa adik kesayangannya, Lestari, yang mendadak pingsan ke rumah sakit. Kejadian memilukan itu memicu serangan jantung fatal pada ibu Sienna hingga merenggut nyawanya tanpa ada tamu yang peduli. Di tengah duka kehilangan ibunya, Sienna justru menerima telepon dari Levin yang meminta donor sumsum tulang belakang untuk Lestari. Sadar akan kenyataan pahit ini, Sienna memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan