APKDock Logo
Sampul Novel Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

9.3 / 10.0
Niat baik berujung petaka. Usai membelikan teh susu pesanan rekan kerja yang hamil, protagonis dituduh sengaja menggugurkan kandungan tersebut. Fitnah di rumah sakit ini memicu kemarahan keluarga korban yang memukulinya dan menuntut ganti rugi dua miliar rupiah. Demi keadilan, ia melaporkan kasus ini ke polisi dan bersiap menuntut balik. Namun, sebelum hukum bertindak, ia tewas mengenaskan setelah didorong oleh ibu mertua korban hingga dilindas truk.

Kesempatan Kedua, Luka Terakhir Bab 1

Seorang rekan kerja di kantorku hamil dan memintaku membantunya membelikan teh susu. Tapi dia lalu sakit perut dan keguguran setelah meminumnya.

Dia terbaring menangis di rumah sakit, menuduhku sengaja menyakitinya. Aku diseret keluarganya dan dipukuli, lalu menuntut ganti rugi dua miliar.

Aku lapor polisi dan bersiap mengajukan tuntutan hukum, tapi aku lebih dulu mati dilindas truk karena didorong ibu mertuanya.

Aku membuka mataku lagi. Seluruh tubuhku gemetar. Segalanya masih utuh, tidak ada yang patah. Tidak ada rasa sakit yang tajam karena tulang-tulang yang remuk.

Aku pun menyadari bahwa aku hidup kembali!

Rekan kerjaku yang bernama Jennie datang menghampiriku. "Dewita, ayo beli teh susu! Siang ini panas banget!"

Dia sedang hamil lima bulan dan mudah kepanasan. Dia suka beli minuman dingin hampir setiap hari.

Pengajuan kartu kreditku disetujui minggu lalu. Setiap kali orang-orang di kantor ingin membeli sesuatu bersama-sama, mereka selalu memintaku memesan atas namaku.

Aku juga tidak keberatan membantu. Tapi aku tidak menyangka Jennie sakit perut setelah minum teh susu. Kami langsung melarikannya ke rumah sakit.

Keluarganya lalu datang dan menuduhku bersalah atas hilangnya cucu kesayangan mereka, kemudian memintaku membayar ganti rugi sebesar dua miliar.

Memikirkan kematian tragisku, aku cepat-cepat mengambil ponselku dan menolak. "Aku nggak kepingin minum teh susu. Aku sedang diet, nggak bisa minum minuman manis."

Jennie masih tidak bergeming. "Belikan buat aku saja! Pakai kartu kreditmu!"

"Nggak mau. Aku nggak mau tanggung jawab kalau terjadi sesuatu!"

Aku menolak mentah-mentah. Jennie sedikit tertegun. "Dewita, jangan pelit. Cuma teh susu kok, apa yang bisa terjadi?"

Maura yang duduk di meja kerja di seberangku ikut menimpali. "Iya, Dewita, kamu cuma pelit saja. Kita 'kan teman kerja, apa susahnya membantu sedikit?"

"Kamu tadi baru beli kupon, 'kan? Kenapa nggak kamu saja? Kita 'kan teman kerja!"

Aku melempar balik pertanyaan itu dan wajah Maura tiba-tiba membeku. "Maura, ayo pesan barengan!"

"Aku ...."

Dia terlihat enggan. Aku menatapnya dengan bibir menyeringai. "Kenapa? Nggak mau? Kita 'kan teman kerja, jangan pelit-pelit!"

"K-kuponnya sudah kupakai!"

Maura akhirnya tersadar dan segera menggoyangkan ponselnya. "Maaf! Sudah dipakai semua, Kak Jennie, kamu minta tolong yang lain saja!"

Wajah Jennie terlihat tidak senang. Dia kembali ke meja kerjanya sambil mendengus dingin. Tak lama kemudian, ada driver datang membawakan pesanan teh susu untuknya.

Ternyata dia bisa membelinya sendiri, tidak harus memesan bersama!

Tapi aku jadi penasaran. Jennie di kehidupanku sebelumnya tiba-tiba sakit perut dan keguguran. Apa yang terjadi?

Aku menggelengkan kepalaku. Saat waktu pulang kerja, Jennie menarikku dan berkata, "Dewita, kita pulang bareng yuk? Aku bonceng motormu ya?"

"Nggak bisa! Aku nggak bisa bonceng orang!"

"Kamu kok pelit banget sih! Motor bututmu bisa jalan secepat apa di jam sibuk begini?"

"Memang aku pelit! Nebeng orang lain saja sana!"

Aku menepis tangannya dan bergegas keluar, pergi pulang dengan motorku. Jennie mengentakkan kakinya karena marah.

Aku bingung, kenapa dia selalu menggangguku?

Jennie mengirim pesan kepadaku esok harinya. "Dewita, beliin sarapan, dong. Nasi uduk dekat rumahmu itu enak banget."

Seenaknya saja minta-minta! Aku tidak akan membiarkan dia memerasku!

"Nggak sempat beli!"

Jennie segera meneleponku setelah aku membalas, tapi aku tidak mengangkatnya. Sesampainya di kantor, aku melihat wajahnya cemberut. Dia melotot dan memarahiku. "Dewita, aku lapar! Mana nasi uduknya!"

Aku tertawa dingin. "Kalau lapar ya makan. Aku nggak punya utang apa-apa sama kamu, kenapa kamu suruh-suruh aku terus? Aku bukan bapak anakmu!"

Teriakan kerasku membuatnya tertegun. Matanya Jennie memerah. "Dewita, kenapa kamu bicara begitu? Kalau kamu nggak mau beliin ya nggak usah beliin. Aku bisa beli sendiri."

"Aku nggak ada makanan sekarang. Kamu tega aku kelaparan sampai makan siang?"

Semua orang di kantor pun menoleh padaku. Maura juga ikut menimpali. "Dewita, kamu keterlaluan. Tega banget kamu membuat ibu hamil menderita!"

Aku mendengus dingin dan mengirim riwayat obrolan langsung ke grup perusahaan dan menandai nomor Jennie. "Aku sudah bilang nggak bisa beliin sarapan, kenapa kamu malah sebar fitnah!"

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kesempatan Kedua, Luka Terakhir

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Di Bawah Langit London
9.7
Karina, manajer hotel asal Indonesia, terbang ke London untuk memimpin proyek renovasi aset keluarganya. Di sana, ia harus bekerja sama dengan Henry, arsitek lokal yang sangat keras kepala. Ketegangan profesional mereka berubah rumit saat identitas Henry terungkap sebagai pria yang dijodohkan dengannya. Walau awalnya dingin, perlahan tumbuh perasaan cinta di antara keduanya. Kini, mereka terjebak dilema antara mengikuti kata hati atau tunduk pada ekspektasi besar keluarga.
Sampul Novel Gita Sukma : Lagu Dari Jiwa
9.4
Narendra Wilaga tak bisa lepas dari jerat melodi mistis yang mengusik hidupnya. Alunan magis itu membimbingnya menemui kembali Oceana Bluesha, sosok masa lalu yang menyimpan rahasia besar. Pertemuan tersebut membuka tabir takdir mereka, memicu penyembuhan luka lama sekaligus memulai petualangan penuh bahaya demi memburu pusaka gaib. Kini, keduanya harus menghadapi misteri semesta demi menentukan masa depan mereka.
Sampul Novel Penolakan Sang Luna: Hancurnya Hati Alpha Vincent
8.5
Dijual oleh sang ayah, Sofia malah disiksa Alpha Vincent di gudang kumuh akibat fitnah kejam Isabel. Ia bahkan dijebloskan ke penjara perak hingga kulitnya melepuh, lalu kalung warisan ibunya dijadikan mainan anjing untuk Isabel. Di tengah penderitaan itu, Sofia bangkit sebagai White Wolf langka. Ia pun memutuskan ikatan Mate dengan Vincent, membiarkannya meraung kesakitan, lalu pergi mencari takdir baru bersama Pack yang jauh lebih kuat.
Sampul Novel Skandal Pengasuh Tua dan Putraku
8.4
Setelah memergoki Bi Tati membawa keluarganya makan kerang dan lobster secara diam-diam, sang majikan luluh oleh permohonan ampun serta bujukan kakak iparnya. Demi kekerabatan, ia hanya memberi sanksi potong gaji. Namun, keputusan itu berujung petaka. Baru dua hari ia pergi ke luar negeri, putranya yang baru lulus kuliah menelepon sambil menangis di tengah pesta perayaan rumahnya, mengaku telah tidur dengan pengasuh tua tersebut.
Sampul Novel Sorry For Something
8.2
Masa depan Mahika Bayuni Kaniha hancur ketika ia mengandung di usia belia. Bukannya bertanggung jawab, Gentala Anggasta Gumilar malah mendesaknya melakukan aborsi demi ambisi menjadi selebritas. Mahika pun pergi, bertekad merawat bayinya seorang diri. Bertahun-tahun berlalu, Gentala telah sukses menjadi aktor ternama. Namun, kekosongan batinnya mendadak terusik saat tak sengaja berpapasan kembali dengan Mahika yang kini didampingi seorang anak yang sangat mirip dengannya.
Sampul Novel SUSUK TERATAI PUTIH
8.0
Di era kolonial Belanda, hidup Sumirah hancur setelah mengetahui suaminya yang kasar berselingkuh dengan penari. Penderitaannya kian berat akibat pelecehan dari para pria di desanya. Didorong dendam, ia melakukan ritual mengerikan dan bersekutu dengan iblis demi kecantikan abadi. Meski menjadi wanita tercantik di masanya, jiwanya perlahan terenggut. Kini, ia harus menghadapi konsekuensi kutukan itu sembari menanti apakah cinta sejati dapat menyelamatkannya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan