APKDock Logo
Sampul Novel Hasrat Dunia Lain

Hasrat Dunia Lain

8.8 / 10.0
Masuki sebuah dimensi fantasi memikat yang menawarkan kepuasan mendalam bagi mereka yang berani melangkah ke dalamnya. Kisah ini mengajak Anda menembus batas realitas demi merasakan sensasi luar biasa yang tak terbayangkan. Menyajikan narasi romansa yang sangat intens dan menggugah, karya khusus dewasa ini menjadi pelarian penuh gairah di tengah dunia baru yang misterius sekaligus menawan hati.

Hasrat Dunia Lain Bab 1

“HAH!” seru seorang lelaki, seraya membelalakan matanya.

Suasana gelap menyiratkan sebuah pertanyaan di pikirannya. Lalu dia mengedarkan pandanganya dengan hati yang bingung. Mengelilingi setiap titik ruangan yang gelap dan terasa sangat sunyi, dingin mencekam.

Tak lama kemudian, bias cahaya bulan menyinari sebagian dinding yang membeku. Tak ada suara apalagi gema. Hanya desau angin malam yang menembus lembut di setiap sudut ruangan itu.

Lelaki itu merasa sangat asing dengan tempat yang didatanginya. Dia menduga itu adalah sebuah gedung yang tidak sempat terselesaikan pembangunannya, entah dengan alasan apa. Dan dia tak mengerti mengapa juga harus berada di sana saat ini.

Sisa-sisa material yang tergeletak tak beraturan menyiratkan jika tempat ini sudah lama ditinggalkan. Dinding kokoh yang kusam dan terlihat mulai rusak akibat cuaca, makin mempekuat dugaannya. Dia juga merasakan kesunyian makin mencekam hingga membangkitkan bulu kuduknya untuk berdiri disko.

Daei sebuah ruangan tiba-tiba terlihat cahaya cukup terang, sontak menuntun langkah lelaki itu untuk medekatinya. Perlahan namun pasti setiap sisi ruangan itu memenuhi pandangannya. Seketika itu pula matanya terbuka lebar menatap sebuah mobil mewah berwarna hitam yang terparkir lurus di depannya.

“Kamu sudah pulang, Fatria Syang?” Pertanyaan samar dari seorang wanita yang tiba-tiba saja muncul dari balik mobil berharga selangit itu. Lelaki itu bahkan belum pernah mendekati apalagi menaiki mobil jenis Rubicon tersebut sebelumnya.

Wanita dengan postur sangat ramping dalam balutan dress panjang hitam elegan, melangkah pelan mendatangi sang lelaki yang masih tertegun. Sejatinya lelaki yang dipanggil Fatria itu pun sudah sangat mengenal sang wanita berambut hitam lurus itu. Bahkan dulu nyaris tiap hari bertemu dengannya saat wanita itu masih sering ke kampusnya.

‘Sejak kapan dia punya Rubicon? Apakah dia juga suka menggelapkan pajak? Ah masa iya seorang dosen bisa menggelapkan pajak hingga ratusan milyar?’ tanya Fatria dalam hati.

Namun Fatria melihat banyak perbedaan. Bukan hanya mobilnya, tetapi kemolekan tubuh dan kecantikan wajah sang dosen itu terlihat sangat lain dari biasanya. Dia bahkan merasa seperti bertemu dengan orang asing. Baru kali ini dia merasakan pesona yang sangat menakjubkan dari dosen yang telah lama pergi itu.

“Bu..?” sapa Fatria pelan, bibir dan lidahnya mendadak kelu serta sekujur tubuhnya pun terasa kian dingin, nyaris membeku tak mampu digerakan.

Dalam hitungan detik berikutnya, kedua tangan wanita yang disapanya ‘Bu’ itu sudah melingkar di bahu Fatria. Dan dengan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, wanita itu langsung melumat dan memagut mulut sang mahasiswa dengan penuh gairah.

Perlahan namun pasti sekujur tubuh lelaki tampan itu menjadi hangat dan rileks. Aroma napas wanita itu terasa begitu khas menyerusak masuk dalam indra penciumannya. Mendadak pula alur udara malam itu menjadi hangat dan menggairahkan.

”Bu Kiren?” Fatria masih tak percaya.

“Kamu ganteng sekali, Sayang. Puaskan aku malam ini,” bisik wanita berdres hitam panjang yang sudah terbuka di sana-sini itu, seraya melentangkan dirinya di depan mobilnya yang terlihat sangat hangat dan menantang.

Gerakan erotis tubuh sang wanita yang disapa Bu Kiren itu benar-benar menggoda dan memancing Fatria untuk segera melepas seluruh pakaian yang dikenakannya. Detik berikutnya kedua tubuh insan berlainan jenis kelamin itu pun sudah dalam keadaan telanjang bulat. Hal yang sangat tabu dan haram dilakukan Fatria sebelumnya.

Fatria tertegun memandangi tubuh yang begitu ramping dan padat. Kedua bukit kembarnya yang besar menggantung indah layaknya seorang perawan. Area kemaluannya yang berbulu tipis pun sedikit terbuka menanti keberingasan sang jantan dalam birahinya yang membara.

“Aa…aaah Fatria, Sayaaang,” lenguh Bu Karen ketika mahasiswanya sudah menembuskan panah kenikmatannya pada inti tubuhnya.

Pelukan erat penuh desah birahi, mengunci nafsu Fatria untuk memuaskan sang dosen yang tampak sangat binal dan molek. Dia memang sudah cukup lama mengincar Fatria, yang biasanya selalu dengan halus menolaknya. Sodokan demi sodokan stik Fatria semakin gencar yang benar-benar mengkoyak milik sang wanita yang kian membara. Jepitan dinding intinya begitu kuat mencengkram batang sang jantan.

“Uuuuh….” Lenguhan erotis terembus dari bibir merah sang dosen. Cakaran penuh birahinya pun tergaris jelas di punggung Fatria. Tongkah sang jejaka yang besar dan panjang kian dalam menancap sempurna dalam inti kenikmatan sang jalang. Terasa begitu seret dan mencengkram, hingga segenap otot di tubuh sang lelaki terasa dimanjakan olehh kenikmatannya.

"Ssssstttt Fatriaaaaaaaa ooooooh.” Sang dosen melenguh panjang. Wajahnya meringis, matanya terpejam ketika tongkat berkepala besar itu semakin kuat menerobos dinding surga dunianya hingga terasa tembus sampai jantungnya.

Mahasiswa dengan segudang prestasi akademik itu pun kian memperkuat tekanan tubuhnya. Wajahnya tengadah ke langit-langit menikmati sensasi bagian dirinya yang terjepit dinding surgawi dosen yang sempat beberapa kali dia nasihati agar jangan terus menggodanya itu. "Aaaaaah pelan-pelan Fatria, aduuuh sakiiiiiit, aaah oooh…" Bu Karen meringis dalam irntihannya yang semakin manja.

"Uuuuh…" Fatria melenguh panjang sambil memeluk dan menarik tubuh dosennya dalam dekapan eratnya. Lalu dia kembali mendorong dan menarik tubuhnya sendiri dengan tak beraturan. Kedua tangan Bu Karen bertumpu pada kap mobilnya dengan kepala bersandar pada bahu sang mahasiswa idolanya.

Mereka mensejajarkan wajah lalu saling berpagutan. Fatria terus memompakan dirinya sambil bergoyang mengikuti iramanya. Bu Karen pun refleks maju mundur hingga batang mahasiswanya lebih leluasa keluar masuk dirinya dengan jangkauan yang lebih dalam dan sempurna.

Suara tamparan selangkangan dan pantat mereka terdengar sangat bersisik dan jelas. "Aaaaah ssssst oooh sssst aaaaah sssttt." Hanya suara itu yang bergantian keluar dari mulut mereka.

"Aaaaah pegel sayang, aaaaah aasssh." Sang wanita sedikit protes dalam suara lenguhannya. Lalu segera sang lelaki itu pun melepaskan pelukannya, kemudian menarik selangkangannya hingga rudal besar dan panjangnya terlepas dari lobang vagina sang wanita, namun segera dia memasukannya lagi.

“Aaaaaah….“ Sebuah lenguhan panjang meluncur dari mulut sang lekaki ketika kenikmatan yang maha dahNist membuat tubuhnya bergetar hebat.

Semprotan deras seketika itu juga membanjiri inti sang wanita yang berada di bawah tubuhnya. Tubuhnya seketika menegang menahan nikmat, lalu melemas setelahnya. Rudalnya yang tegang pun perlahan mengecil, lalu terlepas dari tubuh sang wanita.

Lelaki itu akhirnya terkulai dan terkapar dalam kenikmatan yang luar biasa. Baru kali ini dia merasakan nikmat yang teramat hebat dalam bersetubuhnya. Lebih nikmat dari yang pernah dia rasakan sebelumnya. Bahkan saat bersetubuh dengan istrinya.

Namun sayang dia merasakan semuanya terlalu begitu cepat berlalu dalam kedahNist nikmatan yang juga terlalu.

“OH GOD!” seru Fatria seraya membuka matanya seketika. Menatap bitu langit-langit kamarnya. Pandangannya yang belum jelas menambah kebingungan karena memang kesadarannya belum sepenuhnya pulih.

‘Kenapa gua ngimpi gituan sama Bu Karen? Ah, sial celana gua basah gini. Gila, malu amat kalau sampai ketahuan sama lain!’ maki Fatria dalam hati ketika tangannya meraba celana dalamnya yang basah dan lengket.

Tanpa banyak pikir, dia langsung bangun dari tempat tidur dan beringsut pergi ke kamar mandi yang berada di belang, menyatu dengan dapur. Tentu saja semua dia lakukan dengan serba tergesa-gesa namun juga sangat berhati-hati sebelum ada yang melihat dan mencurigainya. Fatria bahkan langsung merendam celana dalamnya yang penuh lendir, agar tiada jejak yang bisa menimbulkan tanda tanya besar bagi siapapun.

“Ah gila, ini benar-benar gila!” makinya pelan. Bu Karen memang bukan orang asing baginya, bahkan bisa dikatakan manusia paling nekad dan cukup merepotkan Fatria dengan birahi gilanya. Tetapi Fatria tidak pernah lagi memikirkan itu setelah berhasil menghardir dan mengusir dia dari kostanya dua bulan yang lalu.

“Hmmm, ternyata mimpi bisa tidak seabsurd itu, hehehe,” ujarnya sambil mengingat-ingat kembali semua peristiwa yang pernah terjadi antara dirinya dengan Bu Karen. Sebelum dosen itu benar-benar hengkang dari kampusnya karena suatu insiden yang sangat memalukan. Semua tak ada yang istimewa, selain kesal dan jengkel yang tinggal sedikit lagi meninggalkan sisa.

Dalam kamar mandi itu, cukup lama Fatria tertegun seraya menatap celana dalamnya yang sudah direndam dalam ember biru. Benaknya terus bertanya-tanya, mengapa dengan Bu Karen. Mimpi basah bukan yang pertama dialami Fatria. Namun sebelum-sebelumnya selalu dengan wanita yang tak jelas juntrungannya. Dan setelahnya tidak pernah dia pikirkan selain harus mencuci sendiri celana dalamnya.

‘Bu Karen, ada apa denganmu?’ tanyak Fatria pada dirinya sendiri sambil kembali mengingat-ingat perkataan dan tindakan mana yang dirasa akan sangat melukai hati wanita itu.

‘Benarkah gua telah bersikap terlalu keras dan berlebihan sama beliau. Tapi, memang layak untuk sebuah ketidak-tahuan diriannnya itu.’ Fatria kembali membela diri dalam hatinya.

“Dosen juga manusia, Bro. Gua rasa tak sepatutnya lu terlalu keras begitu. Salah sendiri lu ganteng hingga ngebuat dia klepek-klepek, hehehe.” Ucapan salah seorang teman pun kembali terngiang di telinga Fatria.

“Masalahnya dia itu sudah punya suami, Bro! Gua tahu yang dia mau dari gua. Dan itu tidak mungkin gua lakuin. Dia ingin gua ngehamilinya, gila apa?” Fatria sangat lantang menyangkalanya.

“Hah, memangnya suami dia, mandul?” tanya Nurdin penasaran.

“Mana gua tahu. Yang jelas itu yang dia inginkan dari gua, Bro!”

“Hadeuh. Andai gua diposisi lu, SIKAT!” Nurdin membjawab antusias.

“Lu minat?” tanya Fatria.

“Hahahaha, cuma elu yang kagak nafsu sama Bu Karen, jangan-jangan emang lu gak normal, Bro! Hehehe,” canda Nurdin.

“Sialan lu! Sono sikat kalau emang lu minat, lumayan kan bisa buntingan dosen, hehehe!” sergah Fatria kesal, namun dilengkapi dengan kekehan geli.

“Ah siap, atas rekomendasi lu, tentu saja!” Semangat Nurdin makin dipenuhi tendesi.

“Yoi, entar gua kasih ketebelecenya, deh. Hahahaha.”

Obrolan terakhirnya tentang Bu Karen pun ikut terngiang-ngiang melengkapi kecamuknya rasa dalam benak Fatria. Padahal setelah itu dia benar-benar menutup segala akses infomasi tentang dosennya itu. Bahkan dia tidak mau mendengar saat Nurdin ingin menyampaikan progres dirinya yang sedang pedekate dengan Bu Karen.

Fatria juga tidak pernah menanggapi ketika beredar rumor yang mengatakan jika dirinyalah yang seharusnya paling bertanggung jawab atas hengkangnya sang dosen dari kampus tercintanya.

Fatria masih cukup waras dan logis untuk tidak terjebak dalam debat kusir menanggapi rumor yang dinilainya teramat konyol dan memalukan itu. Dan dia memang sangat tahu siapa aktor intelektual di belakang hoax murahan itu.

^*^

Lanjut Membaca

Daftar Isi Hasrat Dunia Lain

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Menikah dengan Pria yang Masih Mencintai Mantannya
9.6
Setelah hampir setahun menahan kepedihan dalam kehidupan pernikahan, Alika akhirnya memutuskan untuk menyerah. Keputusan bulatnya untuk meminta cerai secara terbuka membuat sang suami, Daffa Ardhana, seketika bungkam dan terpaku. Di tengah kesunyian yang mencekam itu, muncul sebuah tanda tanya besar: akankah Daffa merelakan Alika pergi, atau justru ia akan berupaya menyelamatkan rumah tangga mereka saat hati Alika sudah terlanjur letih bertahan?
Sampul Novel Bisikan Abu
7.8
Menyamar sebagai gadis bisu di kuil Ezen, Asha menyembunyikan kemampuan terlarang membaca memori dari sisa abu. Di kekaisaran pemuja api ini, ia mengungkap sejarah perang masa lalu bersama Kael, seorang pejuang misterius. Saat konspirasi besar dan pemberontakan mulai pecah, benih cinta tumbuh di antara mereka. Melalui ritual kuno serta pelarian yang mengancam nyawa, kekuatan unik Asha kini menjadi penentu mutlak apakah dunia mereka akan bangkit atau lenyap selamanya.
Sampul Novel Harta Tahta Obsesi Gila
8.8
Paras menawan tidak menjamin kebahagiaan Arleta. Demi menghindari obsesi keji sang paman, Joshua, ia terpaksa hidup dalam kepedihan dan membangun benteng pertahanan diri yang kokoh. Trauma masa lalu membuatnya yakin bahwa cinta hanya kelemahan yang sia-sia. Kini, seorang fotografer bernama Arkana Sadewa harus berjuang ekstra keras demi meruntuhkan tembok perlindungan tersebut dan menyembuhkan luka di hati Arleta.
Sampul Novel Istri Tuan Jhason
7.9
Pascapenyelamatan dirinya oleh Jhason, kehidupan Kara berubah sepenuhnya hingga kini mereka bertunangan. Sayangnya, hubungan mereka diterpa banyak ujian berat yang mengancam kebersamaan itu. Keadaan kian pelik ketika mantan pacar Kara mendadak hadir kembali. Pertemuan dengan masa lalunya ini memicu gejolak batin yang hebat pada Kara, memancing keraguan mendalam untuk terus berkomitmen dan setia mendampingi Jhason.
Sampul Novel NURHAYATI
8.2
Kepanikan luar biasa melanda warga Karang Pandan sejak hadirnya arwah perawat yang meneror klinik lokal. Kemunculan sosok mistis yang mengerikan ini seketika menjadi pusat perhatian publik. Di balik kehebohan yang mencekam tersebut, ada sebuah rahasia gelap yang telah lama disembunyikan. Kini, misteri besar seputar jati diri hantu perawat itu mulai terbongkar satu per satu, mengancam kedamaian hidup seluruh penduduk di sana.
Sampul Novel Pendekar Kristal Naga
7.9
Terdampar di pesisir Kepulauan Malaka, Gandar Maitreya yang merupakan keturunan klan Naga kini jadi buruan utama para pemburu bayaran. Musuh-musuhnya haus kekuasaan dan mengincar ingatan Gandar tentang Kristal Naga. Artefak legendaris tersebut memiliki kekuatan untuk menobatkan pemiliknya menjadi raja di tiga dunia: Manusia, Naga, dan Iblis. Demi bertahan hidup dari kepungan maut yang mengintai, Gandar harus berjuang memulihkan ingatan serta mengungkap jati diri aslinya dalam pelarian.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan