APKDock Logo
Sampul Novel Istri Yang Berjuang Sendiri

Istri Yang Berjuang Sendiri

9.1 / 10.0
Pernikahanku terasa hampa karena suami mengabaikan nafkah dan sibuk dengan temannya. Derita kian berat saat dia memaksaku berutang ke bank demi membelikannya mobil baru. Sialnya, pengorbanan besar ini justru dibalas dengan pengkhianatan menyakitkan ketika aku memergokinya bermain api dengan wanita lain. Kini, aku berada di titik bimbang, meragukan kelanjutan rumah tangga kami yang telah hancur berantakan.

Istri Yang Berjuang Sendiri Bab 1

"Dek, jadi nggak pinjam duit di bank? Aku pengen beli mobil nih. Panas tahu nggak naik motor terus, belum kalau hujan ya jelas pasti kehujanan?" ucap Bang Ardan. Aku baru saja tiba di rumah setelah seharian berkutat dengan berkas-berkas di kantor. Tapi ketika sudah sampai rumah malah mendengarkan permintaan bang Ardan yang terkesan memaksa itu. Tak tahukah dia aku lelah sekali, belum lagi mengurus data-data penduduk yang tak ada habisnya. Aku hanya menghela nafas mendengar permintaan Bang Ardan yang ingin terlihat sosialita itu.

"Lagian kan kamu baru aja bagi SK Dek, sayang loh gak di sekolahkan. Daripada di simpan terus malah berdebu nanti," aku belum menjawab tapi dia sudah nyerocos lagi. Heran deh dengan suamiku ini, padahal sudah tau istri lelah bekerja tetapi malah dihujani permintaannya itu.

"Ya, ya. Bisa diatur Bang. Memang rencananya mau pinjam berapa juta?"

"Nggak banyak kok Dek, cuma dua ratus juta lah".

"Hah, dua ratus juta? Nanti gajiku cuma sisa tiga ratus ribu sekian dong. Gimana dengan kebutuhan rumah tangga kita seperti makan, bayar listrik, bayar air."

"Halah, gampang! Nanti Abang bantuin bayar. Kamu tenang aja dek."

Huh, tenang aja katanya. Toh selama ini segala kebutuhan rumah tangga aku yang menanggung termasuk makan dan bayar tagihan, belum untuk bensin dan kuota internet. Sedangkan Bang Ardan, aku maklum gajinya yang hanya satu juta. Itupun hanya cukup untuk kebutuhan rokok, kopi, jajan dia dan nongkrong dengan teman-temannya. Suamiku tak pernah sekalipun menyisihkan gajinya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami. Karena habis untuk memenuhi hasratnya tersebut. Sedangkan aku harus menanggung semuanya, karena aku baru saja diangkat menjadi pegawai negeri dan suamiku berdalih gaji pokokku dan uang tunjanganku banyak. Serta dia menganggap uang istri ya uang bersama untuk kebutuhan keluarga.

Beberapa hari kemudian, aku mengurus administrasi pinjaman ke dinas, setelah itu aku ke bank. Aku dan suamiku berjanji untuk bertemu di bank langsung. Karena kami tidak sekantor dan beda arah.

Setelah itu kami berjalan menuju bagian marketing. Mbak petugas marketing menyambut kami dengan ramah dan menjelaskan tentang prosedur peminjaman dan juga sisa gaji setelah dipotong angsuran utang. Kulirik wajah Bang Ardan sumringah. Aku dan Bang Ardan sama-sama menandatangani perjanjian pinjaman yang tenornya selama lima belas tahun. Seperti dugaanku. Gajiku sisa tiga ratus sekian. Iya sih, masih ada tunjangan. Tapi hanya sejuta lebih. Aku harus memutar otak untuk tetap memenuhi kebutuhan rumah tanggaku. Untungnya aku masih mempunyai tabungan sendiri yang Bang Ardan tidak tahu. Rencanaku dengan uang tabunganku, aku ingin memulai usaha. Tapi aku belum tahu usaha apa yang cocok buatku dan tidak mengganggu pekerjaanku.

Besoknya, saldo rekeningku bertambah karena pinjaman tersebut. Akupun merinding, karena seumur-umur hidup baru kali ini aku melihat uang sebanyak itu di saldo rekeningku.

"Dek, sudah cair belum uangnya. Ayo kita ke dealer mobil. Abang sudah nggak sabar lagi nih ingin menikmati mobil baru," tanya Bang Ardan.

"Iya, nih sudah cair," jawabku datar.

"Buruan Dek, tunggu apa lagi."

Dengan mengendarai sepeda motor berboncengan, akhirnya kami tiba di dealear mobil. Kulihat bang ardan senang sekali. Setelah melihat-lihat akhirnya dia memilih mobil kecil warna merah yang hanya mempunyai dua baris tempat duduk. Ya, seleranya lumayanlah bagus. Setelah tawar menawar, akhirnya di sepakati harga mobil tersebut seratus sembilan puluh lima juta. Harga yang mahal menurutku. Belum lagi sisa uang pinjamannya hanya dua juta. Bila meminjam di bank. Uang kita tidak utuh sesuai dengan pinjaman karena alasan administrasi dan asuransi yang aku tidak paham juntrungannya.

Akhirnya mobil kami di bawa oleh pihak dealer ke rumah. Bang Ardan langsung loncat kegirangan. Tak sabar mungkin dia besok ingin pamer dengan teman-temannya.

Satu bulan telah berlalu. Akhirnya gajiku di potong sesuai dengan perjanjian bank. Belum pernah selama ini aku cuma menerima gaji hanya segini. Dari zaman aku honorer pun gajiku bisa sampai tiga jutaan karena aku bekerja sebagai guru honorer di sekolah, belum lagi sore dan malam aku mengajar les privat untuk anak-anak dari rumah ke rumah.

Sesuai dengan perkataan Bang Ardan aku pun bergegas menagih janjinya, katanya dia mau membantuku untuk membayar utang.

"Bang, katanya mau bantuin aku bayar utang? Mana janjimu, ini aku udah gajian loh! Dan gajiku dipotong. Gimana dengan kebutuhan rumah tangga kita?"

"Halah Dek, kan baru bulan pertama. Kok kamu udah bawel gitu sih. Kamu tu tau nggak. Yang beli bensin untuk mobilku siapa, belum lagi biaya perawatannya yang mahal. Sudahlah Dek! Harusnya kamu mikir dong, gimana cara nambah penghasilan! Bukan dengan nagih ke aku. Aku saja pusing nih, uang jajan dan kegiatanku berkurang karena mobil ini. Kamu sih enak nggak ada mikirin biaya perawatan!"

"Loh gimana sih kamu Bang? Kan kamu udah janji mau bayar? Ya wajar dong, kalau uang jajanmu berkurang. Siapa suruh punya mobil?"

"Loh kan utang atas nama kamu? Kamu aja tahu, gajiku nggak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini kok malah marah-marah. Sudah, aku pusing hari ini dengan ocehanmu. Lebih baik aku pergi nongkrong dengan teman-temanku daripada di rumah. Bukannya hilang capekku malah kamu menambah bebanku. "

Bang Ardan pergi mengendarai mobilnya. Entahlah dia pergi kemana. Aku sudah malas menanyakannya. Kemarin dia yang ngotot pinjam di bank. Eh sekarang dia malah seenaknya lepas tangan. Ya Tuhan aku harus bagaimana? Harga kebutuhan pokok semakin melonjak tajam. Aku harus memikirkan usaha apa yang tepat untuk kujalankan. Kalau aku diam saja, darimana semua kebutuhan pokok kami terpenuhi. Entahlah, aku yang pusing sedang memijit keningku, memikirkan bagaimana nasib rumah tanggaku selanjutnya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Istri Yang Berjuang Sendiri

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel A-PD160
8.1
Trauma penculikan merenggut suara Nina, menyisakan Julian sebagai pelindung tunggal yang sangat ia percayai. Namun, janji suci pernikahan ditunda Julian hingga sembilan kali. Luka Nina kian mendalam saat memergoki rencana pernikahan rahasia Julian dengan perempuan lain. Kecewa dikhianati, Nina membalas dendam dengan membumihanguskan perkebunan mereka lalu lenyap tanpa jejak. Kini, Julian yang didera penyesalan mendalam hanya bisa bersujud memohon pengampunan darinya.
Sampul Novel Cinta Yang Tak Pernah Sampai Di Pelaminan
9.5
Lima tahun berpacaran berakhir sia-sia ketika seorang pengacara membatalkan pernikahannya sebanyak 52 kali demi menolong gadis magang di kantornya. Dari kesalahan formulir hingga konflik kerja, sang kekasih selalu pergi dan meninggalkannya dalam rasa malu. Lelah terus dikesampingkan, ia akhirnya memutuskan hubungan dan pergi meninggalkan Kota Alia. Namun, keputusan tegas untuk memulai hidup baru ini justru membuat sang mantan kekasih menjadi gila dan mulai mencarinya ke mana-mana.
Sampul Novel Kronik Takdir Terlama
8.1
Menjelajahi multiverse dan berbagai lini masa, sang protagonis berjuang agar bisa hidup berdampingan dengan orang-orang tercinta. Mereka bukan hanya penopang emosi, tetapi juga sekutu terkuat dalam mengubah tatanan dunia. Berbekal pemahaman masa lalu dan masa depan, ia berusaha memperbaiki takdir demi hari esok yang lebih baik. Perjalanan lintas dimensi ini menjadi pembuktian kekuatannya dalam menghadapi tantangan besar yang siap menghadang di masa depan.
Sampul Novel Madu Ku Sahabat Ku
9.1
Niat baik Juli menampung Vira berujung petaka bagi rumah tangganya. Meski sempat ditentang Hardi, sang suami, Juli tetap bersikeras demi persahabatan. Namun, kesibukannya justru membuat Hardi dan Vira makin dekat hingga saling jatuh cinta. Hati Juli hancur lebur saat mendapati sahabat yang sudah dianggap saudara sendiri itu hamil anak Hardi. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan pernikahan atau merelakan suaminya menikahi madu yang merupakan sahabatnya.
Sampul Novel Melangkah Keluar dari Masa Lalu
9.1
Setelah terlahir kembali, Vivi bertekad menjauhi Jacky Halim demi menghindari nasib tragis disiksa hingga tewas seperti di kehidupan lalu. Ia menuruti semua penolakan Jacky dengan pindah rumah, pergi ke Hawaii, hingga meninggalkan kota setelah lulus. Demi ketenangan hidup, Vivi bahkan mencari kekasih baru agar wanita idaman Jacky tidak salah paham. Namun, saat Vivi telah melangkah maju bersama pacar barunya, Jacky justru datang menghadang dan memintanya kembali.
Sampul Novel Persekutuan Gaib
9.3
Saras, wanita menawan yang menyimpan rahasia besar, memiliki ramuan misterius dengan kekuatan luar biasa. Cairan ajaib tersebut mampu membuat Fadlan, pria yang awalnya bersikap sangat dingin dan acuh tak acuh, kini tunduk sepenuhnya di bawah kendali Saras. Rahasia apa yang sebenarnya tersembunyi di balik ramuan pemikat hati Fadlan ini? Ikuti kisah cinta penuh magis dan misteri persekutuan gaib mereka yang mendalam.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan