APKDock Logo
Sampul Novel Akulah Cintamu

Akulah Cintamu

9.3 / 10.0
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya membesarkan dua anak sendirian. Di tengah perjuangan berat ini, ia dipertemukan kembali dengan Damar, adik ipar yang menaruh dendam padanya akibat skandal masa lalu yang melibatkan saudari kembar Kayra. Sempat menolak mengakui sang keponakan, kemiripan fisik bayi tersebut akhirnya meluluhkan kerasnya hati Damar. Mampukah takdir baru ini mengembalikan kebahagiaan Kayra yang sempat sirna?

Akulah Cintamu Bab 1

Brum! Brum!

Suara mobil berhenti tepat di halaman rumah Damar. Kedua orangtuanya Damar yang masih asik memandangi foto cucu mereka di depan televisi langsung menghentikan aktivitas mereka tersebut. Mereka saling tatap mempertanyakan siapa yang berkunjung malam-malam di rumah mereka.

"Eh, itu mobilnya siapa malam-malam datang?" tanya Bu Siska penasaran.

"Entahlah, Ayah juga tidak tahu." Pak Rudi mengangkat bahu.

"Lebih baik, Ayah cek saja ke depan biar jelas!" Pak Rudi segera beranjak dari kursi.

"Tidak perlu dicek! Itu mobil yang akan mengantarkan aku pergi!" cegah Damar tersenyum. Kaki jenjangnya mulai menuruni anak tangga. Tangannya menggeret koper berukuran besar.

Kedua orangtuanya segera melihat ke arah Damar. Mata mereka melebar melihat Damar berpenampilan sangat rapih. Belum lagi koper yang dia bawa membuat hati mereka ketar-ketir.

"Astaga, anak itu mau pergi ke mana kok rapih amat? Lalu, kopernya itu?" gumam Bu Siska gelisah.

"Entahlah, Ayah pusing sekali memikirkan tingkahnya. Gara-gara ulah Kayla, dia berubah tiga ratus enam puluh derajat. Sikapnya yang penyayang, ramah dan lemah-lembut sudah sirna. Hanya ada amarah saja di hatinya." Pak Rudi menggelengkan kepala tidak mengerti.

"Oh Tuhan, kenapa keluarga kami harus mengalami masalah serumit ini hanya karena terlalu ingin memiliki generasi penerus? Andai saja, kami tidak melulu mendamba ... pastilah keluarga kami masih utuh dan tidak tercerai berai seperti ini," gumam Bu Siska sangat sedih.

Kini Damar sudah berada di bawah. Dia melangkah mendekati kedua orangtuanya masih menggeret kopernya juga.

"Kamu mau ke mana malam-malam begini, Nak?" tanya Bu Siska khawatir.

"Aku mau pergi sebentar untuk menenangkan pikiran. Ibu sama Ayah tidak perlu khawatirkan aku. Aku janji tidak akan berulah di luaran sana. Aku hanya berusaha untuk melupakan semua luka di hati ini. Tetap tinggal di rumah ini malah membuatku selalu ingat tentang kebohongan-kebohongan itu." Damar tersenyum miris.

"Apa kamu tidak punya pilihan lain selain pergi dari rumah? Kalau kamu pergi ... bagaimana dengan perusahaan kita?" tanya Bu Siska bingung.

"Tidak ada, Ibu. Jika aku tak pergi ... bayang-bayang luka itu semakin menggerogoti jiwaku. Aku tidak mau terus-terus memendam amarah ini. Apa Ibu mau melihat aku sakit jiwa?" Damar mulai menaikkan volume suaranya karena kesal.

"Bukan begitu, Nak! Ibu hanya ...." Bu Siska bingung harus berkata apalagi.

"Kalau hanya soal perusahaan, aku akan tetap mengurusnya walaupun aku tidak ada di Indonesia. Aku akan tetap giat bekerja. Jadi, kalian tenang saja," jelas Damar menyambung ucapan sang ibu.

"Astaga, jauh sekali kamu ingin menenangkan diri sampai ke luar negeri segala? Apa kamu tidak ingin menyaksikan tumbuh kembang anakmu?" tanya Bu Siska shock.

"Astaga Ibu ini masih saja mengeyel. Kan, sudah aku katakan bahwa dia bukan anakku. Aku sama sekali tidak menginginkan anak haram itu," jelas Damar mulai emosi. Dia sangat marah jika orang tuanya mulai membahas anak dari hasil hubungan terlarangnya itu dengan Kayra. Almarhumah istrinya telah memanipulasi keadaan dengan cara bertukar posisi dengan adik kembarannya.

Plakkk!

Satu tamparan mendarat mulus di pipi Damar karena Pak Rudi sudah tidak tahan lagi mendengar ucapan Damar yang salah. Menurutnya Damar memang harus diberi pelajaran agar bisa mengontrol emosinya.

Bu Siska langsung menangis. Dia sangat shock mendengar kata-kata Damar yang sangat tidak bermoral itu.

"Baiklah, aku pergi! Tolong jaga kesehatan kalian!" Damar memegangi pipinya yang terasa perih dan panas. Dia segera membalikkan tubuhnya tak ingin berlama-lama lagi berurusan dengan kedua orangtuanya. Hal itu malah akan semakin memperkeruh suasana jiwanya.

Pak Rudi hanya diam saja tidak menjawab atau mencegahnya. Berbeda dengan ibunya, dia masih ingin berusaha mengurungkan niat anaknya pergi.

"Tunggu, Nak! Coba kamu lihat foto ini dulu! Ibu yakin kalau hatimu akan nyaman dan damai setelah melihat betapa miripnya dia dengan kamu," rayu Bu Siska masih ingin berusaha menghalangi kepergian sang anak. Tangannya menjulur menyodorkan ponsel milik sang suami.

Tadi sepulang dari rumah sakit, Damar sama sekali tak keluar kamar. Jadi, mereka tak bisa menunjukkan foto cucu mereka. Padahal Bu Siska sudah bolak-balik mengetuk pintunya. Namun, Damar tidak memedulikannya.

Damar hanya menghela napas kasar. Dia sama sekali tidak menanggapinya. Kaki jenjangnya bergegas melangkah pergi.

"Mar, Ibu serius! Kamu harus lihat foto ini dulu!" Bu Siska hendak mengejarnya sambil menangis. Namun, sang suami segera menahannya.

"Tidak perlu sampai seperti itu, Bu! Anak itu masih kerasukan jiwanya. Jadi, biarkan saja dia pergi. Ayah yakin perkataannya itu akan menjerumuskan dirinya sendiri kelak ke lembah penyesalan yang teramat dalam," terang Pak Rudi agar istrinya mau mengerti.

"Tapi Yah, kasihan sekali cucu kita yang tidak berdosa itu? Pasti dia akan merindukan ayahnya?" tanya Bu Siska menangis tersedu-sedu.

"Menurut Ayah hal itu tidak akan pernah terjadi. Soalnya, ada David yang bisa menggantikan posisinya. Pengalaman David itu sudah banyak bersama Kayra, jadi pasti dia akan memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan keluarganya," jelas Pak Rudi sangat yakin.

"Baiklah, semoga saja apa yang Ayah katakan itu benar." Bu Siska langsung memeluk sang suami sambil tersedu-sedu.

"Aamiin." Tangan Pak Rudi mengusap bahu sang istri.

Kini Damar sudah berada di perjalanan diantar oleh sekertarisnya bernama Fatan. Di mobil dia diam saja. Pikirannya semakin kacau karena keluarganya sama sekali tidak ada yang mau mengerti perasaannya.

Mereka malah menumbuhkan luka di hatinya secara terus-menerus dengan menyebutkan anak yang dilahirkan Kayra begitu mirip dengannya. Dia sama sekali tidak menginginkan hal itu. Baginya kehadiran anak itu hanya akan menorehkan luka di hatinya selalu.

Bayang-bayang tentang hubungan terlarangnya dengan Kayra akan serta-merta tampak selalu jika melihat wajah anak itu. Belum lagi kebohongan yang diciptakan sepasang kakak-adik kembar itu pastilah akan terus membuat kebencian dan kemarahannya berkobar-kobar.

"Maaf Pak, aku hampir lupa menyerahkan amplop titipan dari Pak David," ucap Fatan tetap fokus menyetir. Tangannya meraba-raba dasbor mobil untuk mengambil amplop tersebut.

"Aku tidak sudi menerimanya! Tolong kamu buang saja!" tegas Damar dingin.

"Baik, Pak!" Fatan mengurungkan niatnya. Dia tidak jadi memberikan amplop tersebut pada Damar. Dia mengembalikan amplop tersebut ke tempatnya.

Damar sengaja menolak amplop tersebut karena tak ingin melanjutkan permasalahannya dengan pihak keluarga sang istri. Dia yakin kalau amplop tersebut pasti berisi uang.

"David-david, memang kamu pikir dengan kamu mengembalikan uangku ... maka aku akan berhenti membenci istrimu. Ternyata, rasa cintamu padanya berhasil menutupi keburukan istrimu itu. Kalau aku jadi kamu, maka aku tidak akan sudi menerima tubuh kotornya itu," umpat Damar dalam hati. Dia tersenyum getir.

Tiba-tiba saja bayang-bayang saat dia bercinta dengan Kayra terngiang kembali di kepalanya. Bagaimana Kayra malu-malu saat melayaninya. Dia juga mengingat kembali bagaimana dia mengemis pada Kayra meminta haknya sebelum Sahira melahirkan waktu itu.

"Ah, berhenti!" teriak Damar mencengkram rambutnya kuat.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Akulah Cintamu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Anak Yang Tertukar
9.2
Kehidupan hampa Raya, seorang wanita kaya, mendadak berubah saat ia bertransmigrasi ke dunia novel menjadi Selina. Di sana, ia mendapati fakta bahwa Selina adalah anak yang tertukar sejak bayi akibat kelalaian suster. Menghadapi takdir baru yang manipulatif dan penuh intrik, Raya harus menentukan sikap. Apakah ia akan bertobat demi mengubah nasib buruk Selina, atau tetap menjadi sosok antagonis yang kejam? Setiap keputusan kini menentukan keselamatan jiwanya.
Sampul Novel Cintaku Padam Bersama Kobaran Api
8.6
Usai dikhianati Darryl, Ariel menikahi pewaris konglomerat bernama Vincent. Tujuh tahun dimanjakan, Ariel mengira telah bahagia hingga ia mendengar rahasia kejam. Vincent mengaku tidak mencintainya dan hanya memanfaatkan pernikahan mereka untuk melindungi kekasih aslinya, Avril. Penemuan ratusan ribu foto dan surat cinta rahasia di komputer kerja Vincent memperkuat kenyataan itu. Ariel akhirnya membeli manekin plastik dan merancang kebakaran besar untuk memalsukan kematiannya demi pergi selamanya.
Sampul Novel Pengantin Pengganti Sang CEO
8.7
Autumn terpaksa menyamar sebagai Silvia demi membiayai pengobatan sang nenek. Ia pun bersedia menikahi Rudy, seorang CEO kaya raya berreputasi playboy. Awalnya, Autumn hanya berencana bertahan dalam pernikahan kontrak ini selama satu tahun lalu bercerai. Namun, di balik sikap buruk Rudy yang suka bergonta-ganti pasangan, benih-benih cinta justru mulai tumbuh di antara mereka. Hubungan terpaksa ini pun perlahan berubah menjadi kisah asmara yang tak terduga.
Sampul Novel Perjalanan Zera
9.0
Lewat kisah hidup Zera, kita diajak merenungkan bahwa setiap ketetapan Allah SWT selalu menyimpan pelajaran berharga. Kisah ini memperlihatkan bahwa besarnya kebahagiaan yang kita rasakan berbanding lurus dengan ketulusan hati untuk bersyukur. Perjalanan Zera menjadi pengingat berharga bahwa tidak ada satu pun takdir yang sia-sia, karena selalu ada hikmah mendalam bagi siapa saja yang mau membuka mata dan menghargai segala pemberian-Nya.
Sampul Novel Pertama dan Terakhir
9.4
Nafchi, seorang murid SMA biasa, terus dibayangi memori tentang gadis berambut abu-abu yang dulu menjadi teman sekelasnya semasa SMP. Akibat konflik internal, mereka terpaksa berpisah. Saat takdir mempertemukan mereka kembali di sekolah yang sama, gadis itu justru kehilangan ingatan tentang Nafchi. Kini, Nafchi bertekad berjuang demi mengembalikan memori manis masa lalu mereka. Sanggupkah perjuangan tulusnya memulihkan ingatan sang gadis?
Sampul Novel Teman Seranjang
9.7
Alice harus menyembunyikan perasaannya pada Jordi, sahabat kayanya. Status sosial sebagai anak penjahit membuat Alice sadar diri di hadapan sang pewaris takhta. Namun, sebuah jebakan obat membawa mereka ke dalam satu malam intim yang tak terencana. Kejadian ini mengancam persahabatan mereka, terlebih karena masing-masing telah memiliki pasangan. Akankah takdir menyatukan mereka, ataukah restu orang tua Jordi akan memisahkan keduanya selamanya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan