APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gadis Imigran

Gadis Imigran

Demi membiayai ayah dan adiknya, Iris Barcova terpaksa menempuh jalan kelam sebagai PSK. Di tengah keputusasaan, seorang pria misterius dari kalangan mafia menawarkan pernikahan kontrak demi pengobatan ayahnya. Di sisi lain, ada seorang dokter tulus yang mencintainya, membuat Iris terjebak dilema. Namun, kenyataan pahit perlahan terungkap bahwa pria penyelamatnya itu diduga merupakan dalang utama di balik segala tragedi yang menimpa hidupnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Los Angeles adalah kota impian bagi setiap gadis dengan ambisi untuk hidup di dunia glamor yang penuh kemewahan. Tapi itu tidak berlaku untuk Iris Barcova.

Gadis yang baru saja menginjak usia dua puluh dua tahun ini menjalani kehidupan yang cukup kelam. Terjebak dalam tawaran yang menggiurkan, kemudian berakhir menjadi wanita penghibur, memberikan kesenangan pada pria mana pun yang menginginkannya.

Tragis dan pahit ....

Mereka menginjakkan kaki di kota yang terkenal dengan segala kehebatan di industri hiburan, bersama keluarganya, sepuluh tahun lalu, tapi tidaklah mudah untuk berjuang menjalani kehidupan yang layak. Mereka pindah dari negara yang penuh konflik ekonomi saat itu, Slowakia, dengan harapan memiliki peluang yang lebih menjanjikan.

Namun kenyataan yang terjadi tidak semanis yang diharapkan. Ibunya meninggal dalam kecelakaan, sementara ayahnya masih hidup tetapi tidak memiliki kaki. Kini dengan keterbatasan ayahnya, Iris harus menjadi penopang utama keluarga, terutama untuk adik laki-lakinya.

Bekerja sebagai pelacur di usia muda dan Iris tenggelam lebih dalam ke penghinaan.

Malam itu, lampu klub yang remang-remang berkedip-kedip liar seiring irama musik yang semakin cepat. Para pencari hiburan satu per satu meninggalkan gelas minum mereka dan mulai bergerak mengikuti tempo lagu.

Para wanita penghibur yang bekerja untuk klub mulai menarik tamu dan menyebar ke berbagai sudut ruangan.

Juarez memang terkenal dengan tangan dinginnya dalam mengelola hotel kelas bintang lima yang juga memiliki klub terbaik di kota Los Angeles.

Wanita penghibur yang dia pilih juga merupakan pilihan terbaik. Dalam waktu dua tahun, Juarez berhasil membawa hotel ini menjadi terkenal di dunia kehidupan malam di antara jajaran hotel lainnya.

Dari jajaran wanita dalam koleksinya, Juarez memiliki tiga wanita andalan. Lori, Sherry, dan Iris. Ketiga wanita ini tidak hanya cantik tetapi juga paling menawan, mereka pandai menarik tamu, kecuali Iris tentunya.

Wanita yang memiliki fisik paling sempurna ini dikenal dengan sifatnya yang pendiam dan dingin. Wajah Iris yang khas Eropa jelas membentuk kecantikan klasik yang tiada duanya.

Ketertarikan semua tamu selalu tertuju padanya. Iris memang tidak terampil di atas tempat tidur seperti perempuan lainnya di tempat tersebut. Mungkin kecantikannya yang bak dewilah yang membuat para pria tergila-gila atau bahkan keangkuhannya yang jinak menjadi tantangan tersendiri.

Sayang, gadis itu selalu murung, seakan tidak menikmati perannya. Tidak seperti teman profesional lainnya yang selalu genit dan liar, Iris cenderung menarik diri dan duduk diam.

Malam itu, Iris seperti biasa menjadi orang terakhir yang hadir. Begitu dia memasuki klub, beberapa pasang mata menoleh padanya.

Dengan sikap tenang dan anggun, Iris melangkah menuju meja yang ada di ujung. Gaun merah tanpa lengan di atas lutut itu memperlihatkan lekuk tubuhnya yang menggoda.

Payudara besar, bulat, dan kencang dengan pinggang ramping dan bokong bulat sempurna, mengukuhkan Iris sebagai mahakarya Tuhan yang patut diapresiasi tinggi.

Sayangnya, dia harus jatuh ke lembah aib. Siapa yang tidak ingin mendapatkan Iris? Meski begitu, berbagai lamaran untuk menjadi wanita simpanan dan nyonya kedua, Iris tolak mentah-mentah.

Menjadi penghibur tanpa ikatan jauh menyenangkan, karena tidak peduli seberapa tinggi gelar yang melekat padanya, dirinya masih merasa terhina!

Iris memilih untuk tetap melajang, tanpa terlibat dalam hubungan apa pun. Merdeka tanpa dimiliki oleh siapa pun menjadi prinsip teguh yang dipegangnya selama ini. Iris belum pernah jatuh cinta sebelumnya dalam hidup.

Tak satu pun dari pria tersebut yang menarik hatinya.

Iris tahu, semua pria hanya menginginkan tubuhnya saja. Pria baik mana yang masih berkenan menerima Iris dalam kondisi sekarang? Setelah sekian lama berprofesi sebagai PSK, setiap pria mungkin akan merasa jijik untuk memilihnya sebagai istri sah.

Iris menganggap dirinya hanya layak untuk dinikmati dan bukan dimiliki.

Saat Iris termenung dalam bayangan kelam kehidupan, manajer klub mendekat dan berbisik padanya. Wanita itu mengangguk dan kembali menyibukkan diri dengan ponsel.

Tak lama berselang, muncullah seorang pria yang cukup terkenal sebagai produser film nasional. Dia menyapa Iris dan menawarinya minuman. Wanita itu menjawab dengan anggukan lemah dan senyum tipis terpaksa.

Setelah beberapa menit obrolan ringan yang membosankan, pria yang hampir setengah baya itu mulai meraba-rabanya. Iris dengan lembut mendorong tangan pria itu menjauh.

"Maaf, Anda hanya meminta saya menemani minum, Tuan Hernandez. Jika Anda menginginkan lebih dari yang kita lakukan sekarang, silahkan bicara dengan manajer klub terlebih dahulu," pinta Iris pelan namun tegas.

"A-Aku tidak tahan hanya duduk-duduk dan minum, Iris! Tolong, tidurlah denganku malam ini?" tanya Marten terengah-engah. Pria itu tidak bisa menahan keinginannya sendiri.

"Tidak malam ini." Iris menolak, seiring dia mulai menjauh.

"Aku bisa membayar dua kali lipat tarifmu!" serunya mencoba menahan Iris. Wanita itu menoleh, meskipun tidak sepenuhnya dan bergeming.

"Bagaimana dengan tips untuk saya?" tanya Iris.

Dirinya membutuhkan sepuluh ribu dolar malam ini untuk kebutuhan yang sangat mendesak. Iris berpikir akan meminta lebih banyak untuk pria pelit seperti Marten Hernandez.

"Aku akan membayarmu berapa pun yang kamu minta! Seribu dolar?" kata Marten.

Iris menghela nafas pelan.

"Sayangnya, saya membutuhkan lebih dari itu. Maaf, permisi," kata Iris sambil bersiap untuk pergi.

"Tunggu! Ok-ok! Berapa yang kamu butuhkan?" bujuk Marten dengan tidak sabar.

Iris menimbang dan sekarang berbalik sepenuhnya.

"Sepuluh ribu dolar untuk satu kali pelayanan!"

"Apa?! Apa kamu gila? Aku bisa mendapatkan sepuluh gadis dengan harga itu!" tolak Marten dengan mata melotot. Iris benar-benar bersiap pergi tanpa beban apa pun.

"Tidak apa-apa jika Tuan tidak mampu. Mungkin lain kali, saat anda memiliki anggaran sebesar itu untuk mendapatkan layananku," jawab Iris sopan tetapi nadanya terdengar meremehkan.

Marten mengutuk pelan dan akhirnya mengalah. Hasratnya terlalu tinggi hingga sulit ia kendalikan. Selama ini Iris selalu sibuk melayani orang lain, malam ini adalah kesempatan emas untuk menikmati tubuh seorang primadona seperti Iris Barcova!

Pria tua itu menerima kesepakatan tersebut dengan ekspresi kesal.

"Aku akan menunggu di kamar," ucap Iris, masih dengan nada datar.

Marten mengangguk dan segera bangun dengan tergesa-gesa.

Siapa yang bisa menolak pesona wanita seperti Iris?

***

Seperti yang diharapkan, Marten hanya bertahan lima menit. Iris bangkit dan menuju kamar mandi, meninggalkan lelaki tua yang tergeletak kelelahan.

Setelah mandi dan membersihkan tubuhnya, Iris segera melenggang keluar. Marten sudah tertidur dan tanpa membangunkan kliennya, Iris mengambil setumpuk uang yang telah mereka sepakati. Setelah uang itu tersimpan rapi di tasnya, dia menuju pintu. Iris menoleh untuk terakhir kalinya.

"Pria bodoh," gumam Iris pelan dan membuka pintu tanpa berniat menutupnya lagi.

Langkahnya berayun cepat menuju lift di tengah koridor.

Rahangnya mengeras dan tatapannya tampak angkuh. Tapi sebenarnya, jauh di lubuk hati, batinnya menjerit. Iris tidak tahan lagi menjalani berhari-hari seperti ini.

Memikirkan manusia seperti Marten, yang bau dan juga kasar saat harus menghabiskan waktu bersamanya di ranjang, terkadang membuat Iris hampir muntah. Rasa jijik itu selalu menyiksanya; dia tidak bisa menikmati sedikit pun keintiman itu.

Dalam perjalanan pulang, saat di dalam taksi, Iris menangis dalam diam.

Sesampainya di depan apartemen dua lantai di daerah kumuh, Iris melangkah masuk dengan langkah senyap. Ayahnya mungkin sedang tidur dan Jan, adik laki-lakinya, tidak ada.

Iris kembali membersihkan tubuhnya. Ketika pikiran yang rumit kembali ke benaknya, di bawah pancuran, wanita itu ambruk dan merosot ke lantai dengan bahu terguncang.

Tidak pernah terbayangkan dalam hidupnya harus menjalani kehidupan yang gelap dan memalukan seperti ini.

Kecantikan yang seharusnya dibanggakan Iris, berubah menjadi beban baginya. Saat kondisi mendesak telah memojokkan posisinya, menjalani profesi ini adalah satu-satunya pilihan.

Di lubuk hatinya yang terdalam, Iris berharap dia hanyalah seorang wanita biasa yang memiliki lebih banyak kesempatan untuk bahagia dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Kecantikan yang ia miliki, menempatkannya sebagai wanita cantik yang mampu meluluhkan para pria pencari kesenangan dalam semalam. Hidup tidak memperlakukan dirinya dengan adil!

Inilah kehidupan gelap Iris Barcova!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Pemenang Dalam Hidupku
8.6
Selama bertahun-tahun, ia selalu mengalah dan diabaikan oleh keluarganya demi sang adik. Puncaknya terjadi di hari pernikahannya, saat ayah, ibu, kakak, serta tunangannya yang merupakan seorang bos mafia, Jason, justru pergi menghadiri wisuda adiknya. Ditinggalkan sendirian menanggung malu di hadapan para tamu, ia akhirnya sadar bahwa dirinya tidak pernah dianggap penting. Bertekad untuk tidak lagi mengharapkan kasih sayang mereka, ia memutuskan pergi membawa koper dan rahasia kehamilannya demi memulai lembaran hidup baru.
Sampul Novel Bayangan Mafia Mengintai Setiap Nafasku
9.7
Mendambakan hidup tenang hanyalah mimpi setelah ibu menikahi seorang mantan bos mafia. Kini, Kaelion Verez Montefalco, sang pewaris takhta kejam asal Italia Selatan, resmi menjadi saudara tiriku. Sosoknya yang obsesif mulai mengendalikan setiap embusan napas dan gerak-gerikku tanpa celah. Di tengah perjuangan kerasku demi mempertahankan kebebasan yang tersisa, Kaelion justru memakai seluruh kekuasaannya untuk menjeratku dalam dominasi dingin yang mustahil kuhindari.
Sampul Novel Bidadari Untuk Tuan Mafia
9.3
Silvana Aramazd, gadis lembut bercadar yang terbiasa hidup tenang, harus menikahi Don Vincent Corleane. Pernikahan ini bukan sekadar perjodohan bagi sang pemimpin mafia yang kejam, melainkan jalan keluar dari dunia hitam yang kelam. Di sisi lain, persatuan mereka menjadi kunci untuk menguak misteri di balik kematian orang tua Silvana. Mampukah Silvana bertahan mendampingi Vincent di tengah benturan dua dunia mereka yang jauh berbeda?
Sampul Novel Gadis SMA Milik Mafia Kejam
9.8
Jimmy Alexander adalah mafia berusia 25 tahun yang tak kenal ampun dalam menjalankan bisnis ilegalnya. Namun, sebuah kecelakaan mengubah hidupnya saat ia bertemu seorang siswi SMA yang tulus menolongnya. Ketulusan itu memicu obsesi cinta dalam diri Jimmy yang kejam. Masalah besar muncul karena gadis impiannya ternyata sudah bertunangan dengan pria lain. Akankah sang mafia merelakan cintanya, atau justru melakukan segala cara demi memiliki gadis tersebut?
Sampul Novel Mafia Koplak: Kekacauan Cinta Antara Don Arkhan dan Si Bebeb Gila
9.0
Kehidupan Don Arkhan, bos mafia yang dingin dan disegani, berubah total setelah menikahi Yara. Tingkah konyol dan kelakuan ajaib sang istri terus menguji kesabarannya. Di balik keceriaan itu, Yara rupanya memendam trauma masa lalu yang membuatnya takut akan keintiman. Di tengah gempuran ancaman dari rival organisasinya, Arkhan berjuang meruntuhkan tembok pertahanan hati Yara. Inilah kisah cinta yang absurd sekaligus emosional antara sang predator dan istrinya yang unik.
Sampul Novel Malam Panas Bersama Mafia Dingin
9.6
Akibat pilih kasih ibunya, Amora Nouline selalu tersisih dari kakaknya, Alana. Ketika sang ayah jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang sangat besar, ibu dan Alana justru tega memaksa Amora menjual dirinya. Demi menyelamatkan sang ayah, ia terpaksa menerima keputusan pahit itu. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang bos mafia yang dingin dan berkuasa. Di balik ketampanan pria tersebut, aura kejamnya membuat Amora dilingkupi ketakutan luar biasa malam itu.