APKDock Logo
Sampul Novel Aku Pemenang Dalam Hidupku

Aku Pemenang Dalam Hidupku

8.6 / 10.0
Selama bertahun-tahun, ia selalu mengalah dan diabaikan oleh keluarganya demi sang adik. Puncaknya terjadi di hari pernikahannya, saat ayah, ibu, kakak, serta tunangannya yang merupakan seorang bos mafia, Jason, justru pergi menghadiri wisuda adiknya. Ditinggalkan sendirian menanggung malu di hadapan para tamu, ia akhirnya sadar bahwa dirinya tidak pernah dianggap penting. Bertekad untuk tidak lagi mengharapkan kasih sayang mereka, ia memutuskan pergi membawa koper dan rahasia kehamilannya demi memulai lembaran hidup baru.

Aku Pemenang Dalam Hidupku Bab 1

Ini sudah ke-seratus kalinya aku diabaikan oleh keluarga ini.

Saat ulang tahun, mereka hanya menyiapkan kue untuk adikku.

Saat sakit, aku terbaring sendirian di ranjang, sementar mereka semua mengelilingi adikku.

Aku selalu bilang pada diriku sendiri untuk bersabar dan jadi anak yang pengertian, tapi semua itu tak pernah tergantikan sekalipun dengan kasih sayang mereka.

Hingga hari pernikahanku tiba.

Aku kira setidaknya di hari itu, aku bisa merasakan sedikit kasih sayang yang benar-benar menjadi milikku.

Namun, aku salah.

Ayah, Ibu, Kakak, bahkan Jason, tunanganku yang merupakan seorang bos mafia, semuanya malah pergi ke acara wisuda adikku.

Mereka meninggalkanku sendirian di tempat pernikahan, membiarkanku menanggung tatapan iba dan ejekan para tamu.

Sedangkan Jason hanya melontarkan kalimat dingin, "Hanya pernikahan saja, bisa digantikan lain hari."

Ini bukan pertama kalinya.

Waktu acara pertunangan pun sama, begitu adikku mengeluh sakit perut, dia tanpa ragu langsung menemaninya ke rumah sakit.

Sementara aku harus tersenyum pada tamu-tamu sendirian

Saat ini, aku benar-benar sadar. Bagi mereka, aku hanyalah sosok yang tidak penting.

Jadi, aku memilih untuk pergi.

Aku membawa koper dan satu rahasia, yaitu anak dalam kandunganku.

Kali ini, aku tidak akan menunggu kasih sayang mereka lagi.

Aku akan memulai hidup baru, demi diriku dan demi anakku.

Pada malam pembatalan pernikahan, Siska mengunggah foto wisuda bersama keluarga di media sosial.

Dia berdiri di tengah, dikelilingi oleh Ayah, Ibu dan Kakak, sementara tunanganku berdiri di belakangnya sambil memegang seikat bunga, seperti seorang pelindung.

Sebagai pusat perhatian, senyuman Siska terlihat begitu bersinar.

Caption di fotonya sederhana, tapi menyakitkan. [Kasih sayang itu tak perlu ditunggu].

Cahaya dari layar ponsel memantul di wajahku.

Dadaku terasa hampa. Bukan marah, melainkan lelah.

Aku hanya mengetik enam kata: [Selamat atas kelulusanmu, aku ikut bahagia].

Kemudian, aku baru saja hendak mematikan ponsel, tiba-tiba pintu terbuka keras.

Kakakku, Stefano menerobos masuk dan dengan nada yang setajam pisau, “Apa maksud komentarmu di postingannya? Mau mempermalukan adikmu sendiri di depan umum?”

Tanpa menunggu penjelasanku, dia melanjutkan tuduhannya, “Kamu sudah cukup memalukan di pernikahanmu hari ini, sekarang malah mau menarik Siska ikut dipermalukan juga?”

Aku meletakkan ponsel di lemari samping ranjang, lalu menjawab datar, “Aku nggak menyindir. Itu ucapan selamatku yang tulus.”

Ketenanganku membuatnya sempat terdiam.

Tatapannya jatuh ke koper di lantai, lalu dia pun dengan dingin berkata, “Mulai lagi? Sudah kemas koper dan mau pura-pura kabur dari rumah untuk mendapat perhatian? Biar semua orang memohonmu untuk tetap tinggal?”

“Selvy, sejak kecil kamu memang suka sekali buat drama seperti ini. Bisa nggak sih, kamu belajar sedikit lebih dewasa? Belajarlah seperti adikmu!”

Stefano pun melanjutkan perintahnya, seolah sedang membagi pekerjaan rumah, “Siska mau makan krim sup seafood. Kamu saja yang masak, sekalian minta maaf padanya.”

Nada bicaranya terdengar seenaknya, seolah aku berutang pada mereka.

Aku tidak berdebat seperti biasanya dan hanya menjawab, “Iya.”

Kemudian, berbalik menuju dapur.

Stefano terkejut dengan perubahanku, lalu tiba-tiba meninggikan suara, “Tunggu. Jangan-jangan kamu mau macam-macam dengan makanannya?”

“Kok kamu nggak menolak kali ini?”

Aku menoleh, mataku berkaca-kaca dan menjawab, “Kak, apa aku orang seperti itu di matamu?”

Mungkin karena ekspresiku terlihat sangat terluka, dia mengerutkan kening dan mengalihkan pandangan, lalu nadanya sedikit melunak, “Kurasa kamu juga nggak berani.”

Kemudian, dengan nada tenang seolah semua yang terjadi hari ini adalah hal sepele, dia berkata, “Acara wisuda Siska hanya sekali seumur hidup. Pernikahanmu yang batal hari ini masih bisa diganti lain hari.”

Diganti lain hari!

Mereka menganggap pernikahanku seperti pesta biasa, bisa dijadwalkan ulang kapan saja.

Di gereja hari ini, di barisan tamu penting di bawah panggung, duduk semua kalangan terpandang seluruh kota, kamera media menyorot kursi pengantin pria yang kosong. Aku berdiri sendirian di bawah lampu sorot selama sepuluh menit, hingga akhirnya pemandu acara menuntunku turun dari panggung.

Jason, seorang bos mafia yang selama ini dikenal memegang janji, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya juga tiga kata itu, “Ganti lain hari!”

Aku menunduk, melangkah pelan ke dapur dan mulai menyiapkan bahan.

Satu per satu kerang simping dikupas, air garam terasa menyengat di kulit. Jariku memerah dan membengkak, aku alergi seafood.

Namun, rasa perih di tangan tak membuatku menangis. Karena yang paling menyakitkan bukan luka di kulit, melainkan rasa terbiasa ini, terbiasa diabaikan.

Sebelumnya, saat acara tunangan, Siska bilang perutnya sakit.

Jason, tunanganku langsung pergi ke rumah sakit tanpa pikir panjang, meninggalkan seluruh tamu di ruangan.

Aku berdiri sendirian di atas pangggung, meminta maaf dan menuntaskan acara seorang diri.

Itu adalah kesembilan puluh sembilan kali diriku diabaikan.

Dan hari ini adalah keseratus kali.

Dari ruang tamu, terdengar suara lembut Siska, “Kakak, bungkusan cemilan ini susah dibuka.”

Stefano langsung berdiri, langkahnya tergesa-gesa dan berkata, “Jangan dibuka sendiri, gimana kalau sampai terluka? Tanganmu itu untuk bermain piano.”

Nada suaranya penuh dengan kasih sayang.

Aku kembali ke kamar dan menutup pintu.

Melepas kancing gaun pengantin di punggungku, kain putih itu jatuh ke lantai seperti ombak laut.

Aku duduk di meja kerja dan membuka laptop. Kursor berkedip-kedip, berhenti di email yang sudah setengah diketik: [Program Dokter Lintas Batas].

Aku menambahkan kalimat terakhir: [Bisa berangkat kapan saja dalam dua minggu ke depan.] Kemudian, klik kirim.

Ini bukan pertama kalinya mereka mengecewakanku.

Ini adalah kali keseratus mereka mengecewakanku.

Aku meraih ponsel, membuka riwayat obrolan kami. Pesan terakhir adalah [Hanya pernikahan saja, bisa digantikan lain hari.]

Aku menelungkupkan ponsel di atas meja.

Jika mereka hanya menyukai Siska, biarkan saja Siska menjadi segalanya bagi mereka.

Dan aku akan meninggalkan kota ini, meninggalkan rumah ini dan juga meninggalkan pria yang menganggap pernikahan denganku hanyalah hari yang bisa ‘dijadwalkan ulang’.

Tanpa berpamitan, tanpa menoleh.

Stefano menerima piring dari tanganku tanpa menatapku. Kemudian, dia berkata pelan pada Siska, “Hati-hati, masih panas.”

Stefano tersenyum tipis, pandangannya meluncur melewatiku, seolah aku hanyalah seorang pelayan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Aku Pemenang Dalam Hidupku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ghost At School
9.0
Yui bersama sahabatnya berupaya menyelamatkan arwah-arwah yang terperangkap di area sekolah. Namun, sebuah petunjuk dari mimpi mengungkap kebenaran kelam bahwa korban perdana teror ini adalah teman dekat Yui. Investigasi mereka justru menyingkap rahasia keluarga, di mana salah satu anggota keluarga terbukti menjadi dalang demi membalas dendam masa lalu. Di bawah bayang-bayang ketakutan, sanggupkah mereka menghentikan kutukan tersebut?
Sampul Novel Istri Kesayangan Tuan Mafia
9.5
Kepergian mendadak Reynand saat istrinya hamil berujung kepedihan. Setahun kemudian, sang bos mafia kembali dan mendapati kabar bahwa Keisha telah dipersunting oleh mantan kekasihnya. Didorong rasa murka, Reynand bersumpah membalas dendam pada Reza serta Bram, mertuanya sendiri. Di tengah terbongkarnya berbagai konspirasi masa lalu, ia bertekad melindungi sang istri dari ancaman siapa pun, termasuk dari pihak keluarganya sendiri.
Sampul Novel Jodohku Ceo Dingin
8.1
Vivi Raminta tak punya pilihan saat sang ibu memaksanya menikahi Devo, seorang CEO dingin yang sangat ia benci. Di tengah keputusasaan akibat dikhianati kekasihnya yang berpaling pada wanita kaya, Vivi harus menjalani pernikahan ini. Devo sendiri setuju menikah demi meredam skandal perselingkuhannya dengan artis Karen. Meski berawal dari motif berbeda, benih cinta perlahan tumbuh. Akankah Devo rela melepas Karen demi Vivi saat ego mereka mulai diuji cinta sejati?
Sampul Novel Perjalanan Melawan Dunia
7.8
Tewas akibat tembakan, Shua Xie terbangun dalam tubuh Putri Langit di dimensi lain. Terlempar ke masa lalu, gadis ini kini memikul tanggung jawab besar sebagai Ratu segala Ratu. Demi merebut kembali haknya yang telah dirampas, ia memulai misi balas dendam. Berbekal kecerdasan serta pengalaman masa lalu, Shua harus melawan musuh-musuh licik. Bukan sebagai pahlawan suci, ia memilih menyelamatkan dunia yang abai padanya dengan caranya sendiri yang dingin.
Sampul Novel Ranjang Kakak Ipar.
8.1
Pernikahan menjadi mimpi buruk bagi Ayudia saat ia dipaksa bersanding dengan Aidan, kakak iparnya. Aidan yang didera duka mendalam atas kematian istrinya—kakak kandung Ayudia—meluapkan dendam dan rasa sakit itu melalui siksaan kejam kepada Ayudia. Terperangkap dalam rumah tangga yang menyerupai neraka, Ayudia harus menghadapi trauma psikologis yang sangat berat akibat kebrutalan suaminya. Sanggupkah ia bertahan melewati penderitaan ini, ataukah ada kebahagiaan tersisa untuknya?
Sampul Novel Sayangnya Tak Ada Kata Andaikan
9.4
Saat memergoki Silvano, tunangannya, berciuman dan berjanji akan membiarkan cinta pertamanya, Marisha, merebutnya di altar, hati Juvena hancur. Namun, alih-alih melabrak mereka, Juvena memilih jalan lain yang jauh lebih ekstrem. Dia diam-diam merancang rencana balas dendam yang matang. Di hari pernikahan mereka sebulan kemudian, Juvena berniat menayangkan bukti perselingkuhan Silvano dan Marisha ke hadapan semua tamu undangan, sementara dirinya telah bersiap kabur ke luar negeri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan