APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!

Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!

Selama lima tahun pernikahan dalam novel modern Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!, sang suami selalu mengalah pada aturan intimasi yang sangat ketat dari istrinya yang taat agama. Namun, keyakinannya bahwa sang istri mencintainya hancur seketika saat ia melakukan misi penyelamatan di sebuah hotel yang terbakar. Di sana, ia justru menemukan istrinya sedang bersandar hangat di pelukan pria lain bersama seorang anak kecil, mengungkap rahasia menyakitkan yang selama ini tersembunyi rapat.
Bab
Bagikan

Bab 9

Setengah jam kemudian, Nindy menerima pesan dari asistennya.

[ Bu Nindy, sudah aku selidiki. Beberapa hari ini nggak ada kebakaran di dalam kota, tapi di wilayah pegunungan barat sempat terjadi kebakaran hutan. ]

[ Kondisinya sangat parah. Kabarnya tim pemadam dari kecamatan sekitar hampir habis-habisan. Tim Dua tempat Pak Ray bertugas juga ikut ke sana beberapa hari lalu. ]

Melihat ini, ekspresi Nindy langsung berubah drastis. Tubuhnya bangkit dari tepi ranjang tanpa kendali, bahkan sampai sedikit gemetar.

[ Terus, sekarang sudah terkendali? Ada korban dari tim Ray nggak? ]

Dengan tangan bergetar, Nindy mengetik kalimat itu dan menekan kirim. Saat ini, dia tidak bisa menjelaskan secara detail apa yang dia rasakan. Namun, rasa sesak di dadanya cukup kuat.

[ Untuk kondisi pasti di tempat kejadian belum jelas. Tapi beberapa hari ini, api sudah berhasil dikendalikan. ]

[ Bu Nindy, Pak Ray itu orang yang beruntung. Beliau pasti baik-baik saja. ]

Melihat balasan itu, Nindy memejamkan mata dengan pasrah. Hanya dia yang tahu, Ray sudah menghilang sejak beberapa hari lalu dan ponselnya sampai sekarang selalu tidak aktif.

Yang lebih membuatnya takut adalah kalimat terakhir dalam surat Ray. Dalam keadaan mental seperti itu ... jangan-jangan dia benar-benar nekat menghadapi kebakaran hutan tanpa peduli nyawanya?

[ Baiklah. ]

[ Cari lokasi tepatnya kebakaran hutan itu. Aku akan ke sana sekarang. ]

Saat membuka mata lagi, Nindy sudah membuat keputusan. Dia memberikan instruksi dengan tegas. Apa pun masalah antara dia dan Ray, itu urusan rumah tangga. Ray tetap suaminya yang sah. Dia harus melihat orangnya, mau itu hidup atau mati!

[ Baik, Bu. ]

[ Tapi, Pak Chicco sudah memesan restoran malam ini. Beliau bilang Ibu mungkin sibuk karena nggak membalas pesannya, jadi beliau meminta aku menyampaikan. Bagaimana? ]

Mendengar ini, Nindy mengernyit. Tak sampai beberapa detik, dia sudah mengambil keputusan.

[ Suruh dia batalkan. Malam ini aku ada urusan. Kita jadwalkan ulang lain hari. ]

[ Baik, Bu. ]

Setelah menutup percakapan, Nindy tidak bisa lagi duduk diam. Rasa gelisah menguasainya. Dia langsung mengambil kunci, keluar kamar, dan mengendarai mobil menuju arah pegunungan barat.

Lima menit kemudian, asisten mengirim lokasi lengkap dan mengingatkan agar berhati-hati. Nindy tidak membalas. Dia hanya menyalakan navigasi dan menambah kecepatan.

"Ray, kamu nggak boleh kenapa-napa! Meskipun akhirnya bercerai, aku nggak bisa biarkan semuanya menjadi nggak jelas seperti ini!"

Mobil melaju dengan sangat kencang. Perjalanan yang seharusnya satu jam, hanya ditempuh dalam 40 menit.

Semakin dekat dengan lokasi kebakaran, perasaan Nindy semakin buruk. Dari kejauhan saja dia sudah mencium bau hangus yang menusuk.

Semakin dekat, semakin jelas terlihat jejak-jejak tanah dan pepohonan yang hangus. Nindy menatap pemandangan itu, hingga seolah-olah bisa membayangkan kemungkinan terburuk tentang Ray.

Dadanya semakin sesak. Dengan satu injakan penuh, dia sampai di lokasi. Bukan pusat kebakaran, tetapi jalan tidak bisa lagi dilalui ke depan.

Nindy buru-buru turun dari mobil. Dia melihat beberapa mobil pemadam. Tidak jauh dari sana, ada tenda-tenda pos pemadam. Di dalamnya tampak bayangan para petugas pemadam kebakaran yang berlalu-lalang.

"Di sana!" Mata Nindy langsung berbinar. Dia cepat-cepat berjalan ke arah tenda.

Namun, baru beberapa langkah, dia mendengar suara tangisan banyak orang dari dalam tenda. Seketika, jantung Nindy seakan-akan berhenti berdetak. Langkahnya semakin cepat tanpa sadar.

"Ray, aku datang! Tolong jangan kenapa-napa!"

Setelah maju beberapa langkah lagi, Nindy melihat pemandangan yang membuatnya hampir tidak bisa berdiri. Di dalam area tenda itu, selain para petugas pemadam kebakaran, ada begitu banyak warga sekitar.

Mereka berkelompok, masing-masing mengelilingi tubuh-tubuh yang ditutupi kain putih, menangis pilu.

Nindy bahkan bisa melihat sebagian lengan yang masih mengenakan seragam pemadam di balik kain. Dia menyaksikan pemandangan yang menyayat hati itu sampai tidak bisa berkata-kata. Tubuhnya bahkan hampir terjatuh.

Nindy tidak bisa membayangkan ... bagaimana kalau salah satu yang terbaring itu adalah Ray? Dalam kelinglungan itu, rasanya ada begitu banyak kata yang tersumbat di dalam hatinya, tetapi tidak bisa diungkapkan.

"Ray ... kamu ada di sini nggak?" Mata Nindy langsung memerah. Dia bahkan tidak peduli dianggap tidak sopan. Dia mendekat dan membuka kain putih satu per satu untuk mengonfirmasi identitas.

"Yang ini bukan."

"Yang ini juga bukan ...."

Baru satu menit, Nindy sudah memastikan beberapa korban. Semua bukan Ray. Namun, dia sama sekali tidak berani menghela napas lega karena jumlah tubuh di sana terlalu banyak.

Yang Nindy tidak tahu adalah di sudut tenda, seorang pria berjaket pemadam baru kembali dan menggendong korban luka.

Begitu melihat sosok Nindy, pria itu tertegun. Nindy? Kenapa dia ada di sini?

Aku mengucek mataku, memastikan bahwa wanita yang berdiri tak jauh itu benar-benar Nindy. Istri sahku, atau lebih tepatnya mantan istriku.

"Dia ... datang mencariku?" Aku berdiri diam, menatap Nindy membuka satu per satu kain dengan wajah panik. Rasanya tidak bisa dipercaya. Belum pernah aku melihat Nindy sekhawatir itu terhadap diriku.

Sesaat, rasanya seperti dulu, di mana Nindy masih belum bersikap dingin, masih peduli padaku, dan masih mencintaiku. Apa mungkin dia masih mencintaiku?

Aku ingin melangkah menghampirinya. Namun, baru mengambil selangkah, kakiku berhenti. Sebab pada saat itu, bayangan Nindy di hari itu muncul jelas, saat dia mengaku sebagai pasangan Chicco di depan umum dan keduanya berciuman mesra.

Rasa sakit itu langsung menghentikan langkahku. Tidak mungkin. Nindy mana mungkin masih mencintaiku?

Paling dia datang karena membaca surat perpisahanku, tidak terima aku memutuskan sepihak, dan datang untuk mencari masalah.

Mengingat surat itu, hatiku langsung kembali tenang. Melihat Nindy yang panik, aku tidak lagi memiliki rasa apa pun. Terserah dia saja.

Keputusan sudah kutetapkan. Tidak akan ada jalan kembali. Mau dia cinta, benci, marah, ataupun dendam, itu semua sudah tidak ada hubungannya denganku.

Suami Nindy yang dulu selalu mengalah dan mencintainya setulus hati, sudah mati di kebakaran hutan ini. Yang hidup sekarang adalah Ray yang baru. Dalam hidup baru Ray, tidak ada Nindy.

Setelah membulatkan tekadku, aku diam-diam menjauh, mengambil posisi di tempat yang tidak terlihat olehnya, dan melanjutkan pekerjaan penanganan korban.

Sementara dia ... aku tidak khawatir timku mengenalinya. Bagaimanapun, Nindy yang selalu menjaga jarak dari dunia pribadiku tidak pernah sekali pun tampil sebagai istriku dalam acara tim. Tidak ada yang tahu bahwa kami menikah.

Setelah itu, aku melihat Nindy dimarahi keluarga korban karena membuka kain jenazah sembarangan. Dia pun pergi dengan linglung seperti tanpa jiwa.

Hingga sosoknya benar-benar hilang, aku tidak menoleh lagi. Yang aku tidak tahu adalah di dalam mobil, Nindy hampir sepenuhnya hancur.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 3 MINGGU MENGEJAR CINTA
8.7
Perjalanan bisnis Anya mendadak kacau karena kendala teknis yang memaksanya tinggal selama tiga minggu. Masalah kian pelik saat keponakan rekan bisnisnya melamar secara tiba-tiba, bahkan mengancam nyawa Anya setelah penolakan tersebut. Di tengah bahaya, Dastan yang merupakan mantan teman sekelasnya hadir menyelamatkan. Namun, Anya mulai mencurigai motif asli Dastan. Apakah ini ketulusan masa lalu atau ada niat lain? Anya harus menyelesaikan semua sebelum waktunya habis.
Sampul Novel Istri Polos sang Milyarder
8.6
Akibat ulah orang tak bertanggung jawab, Cantika tak mampu membayar biaya pengobatan ayahnya. Demi melunasi utang medis tersebut, ia terpaksa menikah sebagai istri kedua seorang miliarder dan bersedia mengandung anaknya. Namun, pernikahan impiannya justru berubah menjadi siksaan yang kejam layaknya neraka. Akankah perempuan polos ini sanggup bertahan menghadapi penderitaan tersebut, atau ia akan memilih melarikan diri demi meraih kembali kebebasannya?
Sampul Novel Istriku Bukan Selingkuhanku
8.1
Satu dekade membina rumah tangga, bara cinta antara aku dan Mas Bram tak pernah padam. Sebagai bos sibuk yang kerap mengurus cabang di luar kota, ia selalu punya cara cerdik untuk menemuiku secara sembunyi-sembunyi dari ibunya. Pagi ini, kehangatan itu kembali terasa lewat pelukan manja dan kecupan mesra di leher saat aku sibuk di dapur. Sikap romantisnya selalu berhasil memanjakan diriku, membuatku tak berdaya dan hanyut dalam pesona gairah suami tercinta.
Sampul Novel Oh My Beebu
7.9
Masa dewasa muda Angela yang tenang seketika terusik oleh kehadiran tiga pria berinisial R. Mereka adalah Randy sang mantan pacar yang sulit dilupakan, Raffa si adik kelas yang kerap memberi kejutan, serta Revin, mantan kakak kelasnya dahulu. Interaksi dengan ketiga lelaki ini menghadirkan berbagai cerita berbeda yang rumit, membingungkan, sekaligus menguras emosi. Angela kini harus menghadapi dinamika hubungan pelik dalam kisah romansa remaja yang penuh liku ini.
Sampul Novel Pernikahan kontrak dengan ayah kekasih
9.4
Demi mengatasi krisis keuangan, seorang gadis terpaksa mengambil keputusan ekstrem. Ia menerima tawaran dari seorang wanita sekarat untuk menikahi suaminya yang sangat berkuasa. Kejutan pahit menantinya saat mengetahui calon suaminya, pria kaya yang jauh lebih tua, merupakan ayah kandung dari kekasihnya sendiri. Demi uang, ia rela merelakan cintanya dan terjebak dalam pernikahan kontrak yang rumit serta penuh dilema moral.
Sampul Novel SUAMIKU MANTAN PACAR, PACARNYA MANTANKU
8.3
Talitta memilih mengungsi ke Bandung demi menyembuhkan luka akibat pengkhianatan Yuda dan Elsa. Di kota baru ini, Birly mengenalkannya pada Davaro, pria yang ternyata merupakan mantan pacar Elsa. Situasi kian pelik ketika orang tua Talitta kembali dari Jerman dan menjodohkannya dengan Davaro. Talitta pun mencurigai adanya rencana di balik semua ini. Akankah pernikahan yang berawal dari masa lalu rumit ini mampu memicu cinta sejati di antara mereka?