APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!

Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!

Selama lima tahun pernikahan dalam novel modern Diabaikan! Mati Satu, Tumbuh Seribu!, sang suami selalu mengalah pada aturan intimasi yang sangat ketat dari istrinya yang taat agama. Namun, keyakinannya bahwa sang istri mencintainya hancur seketika saat ia melakukan misi penyelamatan di sebuah hotel yang terbakar. Di sana, ia justru menemukan istrinya sedang bersandar hangat di pelukan pria lain bersama seorang anak kecil, mengungkap rahasia menyakitkan yang selama ini tersembunyi rapat.
Bab
Bagikan

Bab 8

"Kamu bilang dia pernah datang sekali?"

"Benar, Bu."

"Berikan aku kartu cadangan. Aku mau naik dan lihat."

Tanpa banyak bicara, Nindy mengambil kartu kamar cadangan, lalu langsung menuju kamar.

Bip. Pintu kamar terbuka. Dia ingin melihat, kali ini Ray membuat ulah apa lagi?

Setelah masuk, Nindy meneliti seluruh kamar, tetapi menemukan bahwa peralatan mandi dan perlengkapan tidur sama sekali tak tersentuh.

Tidak ada sedikit pun jejak bahwa ada orang yang menginap di sini. Ini membuktikan bahwa Ray hanya sebentar di sini.

Kalau begitu, dia datang untuk apa? Hanya untuk mengambil barang?

Nindy tentu memperhatikan bahwa di kamar tidak ada barang-barang milik Ray. Namun, di atas meja, dia menemukan laptop kerjanya.

"Ternyata di sini."

"Ada sepucuk surat juga?"

Nindy melangkah mendekat, mengambil surat yang tergeletak di atas laptopnya. Di sampul surat hanya tertulis dua kata besar, yaitu surat perpisahan.

Pada detik itu juga, Nindy langsung menebak Ray sedang memikirkan apa.

"Ray, beberapa hari nggak menghubungiku, ponselmu mati, meninggalkan surat perpisahan lalu menghilang. Ini trik barumu? Membosankan."

Nindy mengerutkan alis dan tertawa dingin. Surat yang ditinggalkan Ray itu bahkan tidak dia baca dan langsung dibuang ke tempat sampah. Mau dihubungi atau tidak, terserah.

Dia tidak percaya Ray punya keberanian untuk benar-benar tidak kembali ke rumah. Kebetulan mumpung Ray tidak ada, biar Andrew menyesuaikan diri dengan kehidupan di rumah.

Soal Ray, apakah dia ada di hotel atau sengaja bersembunyi, dua-duanya sama saja bagi Nindy. Dia tidak peduli. Dia membuka laptop kerjanya dan mengerjakan beberapa dokumen baru.

Waktu berlalu beberapa jam. Hari mulai gelap. Pekerjaan Nindy akhirnya selesai. Dia meregangkan tubuh, lalu refleks mengambil ponsel. Di layar hanya ada pesan-pesan ambigu dari Chicco.

Sementara Ray ... tetap tidak ada kabar.

"Kamu serius main begini?" Nindy membuka kunci ponsel, tidak langsung membalas Chicco, malah menggulir layar hingga menemukan ruang obrolan dengan Ray.

Pesan terakhir Ray dikirim beberapa hari lalu.

[ Sayang, ada hotel yang tiba-tiba kebakaran. Aku berangkat dulu ke lokasi. ]

[ Malam ini kamu ingin makan apa? Tinggalkan pesan. Sepulang kerja, aku beli bahan dan masak buat kamu. ]

[ Jangan khawatir. ]

Hari hotel kebakaran itu, kebetulan Ray menemukan hubungannya dengan Chicco dan Andrew. Sejak saat itu, Ray tidak pernah lagi mengirim pesan perhatian.

Tentu saja, tiga pesan itu pun tidak dibalas oleh Nindy. Entah kenapa, saat Nindy melihat satu per satu pesan penuh perhatian Ray yang sudah biasa dia dapatkan dan sekarang tiba-tiba hilang, hatinya benar-benar terasa tidak nyaman.

"Terserah kamu saja deh." Menatap layar cukup lama, suasana hati Nindy mendadak kacau. Dia akhirnya menutup ponsel.

Kebetulan, matanya langsung tertuju pada surat perpisahan yang tadi dia buang. Beberapa jam lalu dia meremehkan trik Ray, tetapi sekarang hatinya mulai gelisah.

"Aku penasaran, kamu ini memang mau memaksaku atau cuma cari masalah?" Nindy mendengus dingin, mengambil surat itu dari tempat sampah dan membukanya.

Pada detik berikutnya, yang terlihat hanyalah beberapa kalimat sederhana. Namun, kalimat-kalimat itu membuat tubuh Nindy membeku di tempat dan tertegun.

[ Nindy, mau kamu setuju atau nggak, mau kamu sedang dalam masa pantangan atau nggak, kita resmi berakhir. ]

[ Aku merelakanmu dan cinta pertamamu, Chicco. ]

Sekejap, wajah Nindy berubah drastis. "Dia .... Bagaimana dia bisa tahu?"

Tak butuh waktu lama, Nindy langsung teringat laptop kerjanya. Di dalamnya ada akun WhatsApp-nya. Karena laptop itu biasanya hanya dipakainya sendiri, dia mengaktifkan login otomatis.

Artinya, obrolannya dengan Chicco ... semuanya ada di sana.

[ Andrew itu pasti anak kandung kalian berdua, 'kan? Aku nggak ngerti, kamu sudah menutupinya begitu keras, begitu lelah bersamaku, kenapa kamu masih menikah denganku? ]

[ Lima tahun membuatku sadar betapa konyolnya aku selama lima tahun ini. Terus terang, aku menangis sampai air mataku habis, tapi bukan untukmu, melainkan karena aku merasa diriku nggak pantas diperlakukan seperti ini! ]

[ Sebagai suamimu, aku membencimu sampai ke tulang. Tapi sebagai seorang petugas pemadam kebakaran, aku nggak menyesal telah menyelamatkan kalian bertiga di hotel itu. Sekarang, aku akan berangkat tugas lagi. ]

[ Anggap saja aku mati dalam tugas ini. Kita nggak akan pernah bertemu lagi. Surat ini adalah surat perpisahan. ]

Selesai membaca, tatapan Nindy kosong. Surat itu terlepas dari genggamannya. Hatinya mendadak hampa.

Tidak diragukan lagi, Ray sudah melihat seluruh percakapan antara Nindy dan Chicco di laptop. Kebetulan di hari itu, dia mengikuti Chicco menghadiri rapat orang tua murid Andrew.

Ray tahu semuanya. Sikapnya menjadi setegas isi surat itu. Setiap kata bagai palu yang menghantam hati Nindy.

Untuk sesaat, Nindy tidak bisa bernapas. Setelah waktu yang lama, dia baru tersadar. Dia buru-buru menyalakan ponsel dan menelepon Ray.

"Bukan seperti yang kamu pikirkan. Memang aku pernah punya hubungan dengan Chicco, tapi itu bukan berarti aku selingkuh setelah menikah ...."

"Atas dasar apa? Atas dasar apa pernikahan lima tahun kita kamu akhiri sepihak? Kamu pernah menghargaiku nggak?"

Nindy bergumam, refleks membela diri. Saat ini, dia bahkan merasa seperti seseorang yang ketahuan berselingkuh.

Padahal dia memang tidak melakukan pengkhianatan setelah menikah. Ray malah mendadak pergi tanpa berpamitan. Apa-apaan ini?

Biasanya Ray selalu memberi laporan, selalu berdiskusi dengannya. Kali ini justru sebaliknya. Bahkan setelah tahu alasannya, Nindy tetap sulit menerimanya.

Terlebih lagi, Ray sedang memadamkan kebakaran.

Entah kenapa, telepon yang tak pernah tersambung itu membuat hatinya semakin gelisah. "Bahkan kalau dia pergi buat memadamkan api, masa ponselnya masih mati setelah beberapa hari? Jangan-jangan benar-benar terjadi sesuatu?"

Nindy duduk di tepi ranjang, menelepon Ray berkali-kali. Hasilnya sama, ponselnya tidak aktif.

Muncul kekhawatiran di mata Nindy. Dia memutuskan menelepon asistennya. Walaupun itu sudah tengah malam, telepon langsung diangkat.

"Halo, Bu Nindy, ada perlu apa?"

"Segera selidiki untukku, dalam beberapa hari ini ada kebakaran terjadi di kota atau nggak. Kalau ada, lanjutkan dan cari tahu seberapa parah. Lalu unit pemadam yang turun itu dari departemen mana. Apakah dari tim kedua, tempat Ray bertugas?"

Nindy memberi instruksi. Jantungnya berdegup kencang. Sebelum menutup telepon, dia menambahkan, "Cepat, begitu ada hasil langsung laporkan padaku."

"Baik, Bu!" Telepon ditutup. Asisten itu memasang wajah bingung, tak tahu mengapa Nindy mendadak menyuruhnya menyelidiki hal itu.

Walaupun sang asisten tahu suami Nindy adalah petugas pemadam kebakaran, Nindy tidak pernah peduli urusan tentang kebakaran atau pemadaman.

"Bu Nindy hari ini ... sepertinya berbeda terhadap Pak Ray?" Sambil bergumam, sang asisten mulai mencari informasi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendamku: Menikahi Bos Mantan Suamiku
9.3
Demi cinta, Vyora Arabelle rela melepas mimpinya. Namun, pernikahan tanpa restu itu hancur karena sang suami tega berkhianat demi harta setelah dihasut keluarganya. Di tengah keterpurukan dan luka akibat dihina, seorang pria misterius datang menawarkan bantuan untuk membalas dendam kepada sang mantan. Vyora pun menerima tawaran tersebut. Akankah rencana balas dendam ini menumbuhkan cinta baru yang tulus bagi Vyora, atau ia justru akan selamanya terjebak dalam bayang-bayang masa lalu?
Sampul Novel Cute Pumpkin & The Badboy ( Indonesia )
8.9
Aryan Mada Kusumo, pewaris Kusumo Grup yang tampan dan berjiwa bebas, terdesak oleh tuntutan pernikahan melalui perjodohan dari orang tuanya. Sementara itu, Nur Callia Maharani, seorang chef profesional, hanya ingin fokus pada kariernya. Siapa sangka, calon suami pilihan keluarganya adalah musuh bebuyutan masa kecil yang sangat ia benci. Akankah pernikahan antara wanita serius dan pria playboy ini berhasil di tengah bayang-bayang konflik masa lalu mereka?
Sampul Novel Gairah Terlarang Sang CEO!
9.0
Jordan Freemantle dilingkupi kemarahan besar akibat ulah Lawrence Brickman yang membawa lari uang proyek penting mereka. Begitu Chantal Brickman, anak perempuan Lawrence yang menawan, tiba di kediaman ayahnya di Malibu, Jordan segera menjadikannya sasaran balas dendam. Pengusaha angkuh ini menuntut Chantal melayani segala nafsunya demi membayar kerugian sang ayah. Tanpa jalan keluar, Chantal terpaksa tunduk di bawah kendali Jordan demi melunasi utang tersebut.
Sampul Novel Hurt Wife
9.4
Farida menghadapi kepedihan luar biasa setelah suaminya tega berselingkuh dengan adik kandungnya sendiri. Pengkhianatan ganda ini mengoyak hatinya hingga ia terpuruk dalam kehampaan. Di tengah keputusasaan yang mendalam, Farida justru terjerumus ke dalam jerat hasrat dan gairah yang tak terduga. Kisah romansa dewasa ini menyoroti luka batin serta pelarian emosional yang seketika mengubah arah hidup sang istri selamanya.
Sampul Novel I Love You Om
9.4
Tania kembali dari Malaysia setelah sepuluh tahun demi menemukan Rian, cinta pertamanya. Namun, Rian yang ditemuinya kini terasa asing dan tak ingat masa lalu mereka. Di tengah kebingungan, Tania bertemu paman Rian bernama Bian, yang menyimpan luka masa lalu yang kelam. Lambat laun, terungkap bahwa sosok Rian yang dicarinya adalah Bian yang menyamar. Rahasia besar ini pun mulai mengancam kehidupan mereka yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel ISTRI ORANG
8.2
Ayana merasa kesepian karena sikap dingin suaminya, Devaro. Di tengah situasi ini, ia terpikat oleh Javier, bosnya yang menawarkan kehangatan baru. Namun, hubungan terlarang mereka sebenarnya adalah siasat balas dendam Javier kepada Devaro. Di luar dugaan, niat jahat itu perlahan luntur oleh cinta tulus yang mulai tumbuh. Kini, mampukah Devaro menerima kenyataan pahit bahwa sang istri telah jatuh ke pelukan pria yang sangat menaruh dendam padanya?