APKDock Logo
Sampul Novel Crazy Woman

Crazy Woman

8.3 / 10.0
Ria Ananta, seorang putri konglomerat, memilih menyembunyikan identitas aslinya demi menjalani hidup biasa di tengah kemewahan. Namun, kedamaiannya sirna setelah ia berpacaran dengan Christian, seorang idola populer. Penolakan keras dari keluarga kekasihnya memicu depresi berat dan membangkitkan sisi gelap dalam diri Ria. Terjebak dalam hubungan penuh kekerasan, ia kini berjuang melawan kehancuran mental serta dorongan bunuh diri di balik gelimang hartanya.

Crazy Woman Bab 1

"Jaket punya siapa? Gue nggak pernah lihat lo pakai itu." Samuel yang dari tadi diam akhirnya melayangkan pertanyaan.

"Ada lah, udah lama kok." Tian lupa, para member sudah hafal dengan pakaian yang dimilikinya.

"Tumben juga lo pakai iWatch, kemana Rolex nya?" Jimmy ikut menimpali karena melihat style Tian yang tak seperti biasanya.

Elang mendekati Tian dan mengendus jaket yang dikenakannya.

"Wah baunya bukan bau Tian ini. Lembut sekali wanginya," ujar Elang dan membuat member yang lain ikut mencium bau dari jaket yang Tian kenakan.

"Bau siapa, Tian ngaku, ini bukan bau lo." Septa mencolek dagu Tian diikuti yang lain juga.

"Apa sih, bukan bau siapa-siapa."

"Muka Tian merah guys, mukanya merah." Septa senang sekali menggoda Tian kali ini.

Tawa kembali mengudara di ruangan tersebut. Ruangan yang penuh canda tawa ya, GMC memang terbaik di kelasnya.

Pukul 11 malam, semua urusan GMC di hotel Santika sudah selesai. Member dan para staf bersiap untuk pulang. Ada yang menuju apartemen milik kantor, ada yang kembali ke apartemen masing-masing dan tentu saja ada yang tak kembali di antara kedua tempat tersebut.

"Gue capek banget hari ini." Tian memijat kepalanya yang terasa sangat berat.

"Iya, semua juga cape, Yan, kan kita tour nya barengan." Jimmy yang satu mobil dengan Tian menimpali dan menyandarkan kepalanya pada pundak Tian.

"Lo pulang kemana?" Jimmy kembali bersuara.

"Apartemen Rajawali tower 3, Pak." Tian memberitahu supir mereka.

"Lo baru beli apartemen di Rajawali? Gue ikut nginap tempat lo aja deh."

"Bukan punya gue, dan gak bisa ikut nginap," terang Tian tak mau dibantah dan tak mau disanggah.

"Aduh gue lupa bawa kartu akses nya." Tian menepuk dahinya begitu ingat bahwa ia lupa membawa kartu akses yang ia tinggalkan di meja resepsionis.

"Yaudah lo pulang ke apartemen kantor aja bareng gue." Jimmy sudah makin mengantuk terdengar dari suaranya yang mulai melemah.

"Gak bisa, gue takut dia nungguin." Tian teringat Ria yang kemungkinan akan menunggunya pulang.

"Hah? Dia siapa?" Jimmy sudah menuju alam mimpi dan tidak peduli lagi dengan jawaban Tian.

"Terima kasih, Pak. Saya titip Jimmy, tolong antar sampai kamarnya." Tian pamit pada supir dan bodyguard yang memang disediakan oleh perusahaan untuk mereka.

Tian berjalan menuju resepsionis dan menyerahkan KTP miliknya sebagai tanda ia memang salah satu pengunjung yang diberikan akses menuju kamar di lantai atas.

"Bisa tolong dibuka dulu masker, kacamata dan topinya, Mas? Untuk memvalidasi KTP dengan pemiliknya," ujar resepsionis tersebut.

"Aduh, topinya gak usah ya, Mbak. Lagi ramai lobinya." Tian melakukan penawaran demi keamanan privasinya.

Resepsionis tersebut mengiyakan dan mencocokan wajah yang berada di KTP dengan Christian Hartanto yang berdiri di depannya saat ini.

"Baik, sudah sesuai semuanya. Mas Christian akan diantar oleh security sampai depan kamar yang dituju. Selamat malam, have a nice dream." Resepsionis tadi menelepon security dan meminta untuk mengantar Tian menuju kamar unit di lantai atas.

Keamanan pada apartemen ini memang tidak diragukan lagi. Apartemen ini juga mendapat berbagai penghargaan dalam segi keamanan dan kenyamanan penghuni.

Pemilik unit sendiri, tentu saja tidak memiliki akses yang sulit dan rumit seperti pengunjung. Mereka cukup mendaftarkan wajah dan iris mata untuk dapat mengakses lift dengan mudah.

Harga yang ditawarkan pihak manajemen apartemen memang sebanding dengan fasilitas dan pemeliharaan yang dilakukan mereka. Tidak sembarang orang yang dapat memiliki satu unit di sini. Mereka dengan pendapatan bersih mendekati tiga digit yang biasanya mampu tinggal di apartemen ini dan memiliki satu unit. Tak jarang, Rajawali ini menjadi incaran para crazy rich untuk ditempati.

"Sudah sampai, Mas," ujar security tersebut begitu mereka tiba di depan kamar Ria.

"Terima kasih, Pak." Satpam tersebut pamit undur diri.

Tian memasukkan sandi untuk membuka pintu tersebut.

Klik..

Beruntung Ria hanya mengunci satu lapis. Mungkin ia tahu bahwa Tian pasti akan kembali lagi.

Biasanya Ria mengunci hingga tiga lapis, dengan kata sandi, iris mata, dan kartu akses. Dan itu semua bisa di custom sesuai keinginan pemilik unit.

Tian langsung menuju dapur untuk mengambil minum. Sepanjang perjalanan ia menahan haus.

Setelah mengambil minum, ia menuju meja makan dan melihat sudah tersedia makan malam yang sepertinya dimasak sendiri oleh Ria, karena itu makanan kesukaannya.

Tian merasa bersalah karena ia sudah makan banyak di ballroom tadi. Tian beranjak menuju ruang keluarga untuk sekedar merebahkan tubuhnya di sofabed. Ia kembali dikejutkan dengan sosok Ria yang masih mengenakan pakaian kantornya dan sedang terlelap di sofabed tersebut.

Rasa bersalah kian menggebu tatkala melihat Ria yang baru pulang kerja dan masih menyempatkan diri untuk memasak. Terlihat dari makanan yang masih hangat dan perabotan yang belum kering sempurna.

Tian mengangkat tubuh Ria dan membawanya menuju kamar milik Ria. Ia melakukan rutinitas sebelum tidur yang biasa dilakukan Ria. Membersihkan wajah Ria menggunakan micelar water, memberikan toner pada wajahnya, beberapa serum wajah yang diketahuinya, dan sentuhan terakhir yaitu vitamin rambut. Rambut berkilau, hitam legam dan tebal milik Ria tentu saja didapat dari hasil merawat dirinya selama ini.

Megapa Christian tahu? Karena mereka sering video call ketika malam hari sebelum tidur dan Tian akan bercerita tentang hari yang dilaluinya. Tentu saja Ria hanya mendengarkan dan diam sepanjang mereka video call. Dan Tian yang memperhatikan Ria melakukan night routine ala Ria Ananta. 

Ria hanya punya waktu ketika malam hari sepulangnya bekerja, dan tak jarang mereka sulit untuk menghubungi satu sama lain karena Tian yang sering keliling dunia untuk pekerjaannya. Perbedaan waktu dan jam kerja tersebut lah yang membuat Tian sangat mencari momen yang tepat untuk mereka berkomunikasi.

Tian mengatur suhu ruangan melalui AC dan dibuat sesuai nyaman versi Ria. Memandang sang pujaan hati, tersenyum dibuatnya.

"Good night, have a nice dream Ri. You know that I'm still loving you. I hope you too." Tian mengecup kening Ria cukup lama dan mengucapkan doa-doa di hadapannya. Segala doa ia panjatkan demi bisa terus bersama dengan orang terkasihnya.

Begitu dirasa cukup, Tian keluar dari kamar Ria dan melanjutkan aktivitasnya yang belum terselesaikan.

"Me too, Tian," ujar Ria menahan tangis begitu Tian keluar dari kamarnya.

#################

Lanjut Membaca

Daftar Isi Crazy Woman

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ganjaran Nafsu
7.8
Terperangkap dalam kondisi antara hidup dan mati, aku mengalami eksistensi yang mengerikan tanpa kebutuhan biologis seperti makan atau tidur. Meski kesadaranku sepenuhnya pulih, tubuhku lumpuh total di tengah kegelapan pekat yang sunyi. Tanpa interaksi, kewarasanku perlahan terkikis oleh waktu yang tidak lagi terasa. Namun, tepat ketika keputusasaan hampir merenggut segalanya, keheningan abadi itu mendadak pecah oleh suara ketukan misterius dari luar.
Sampul Novel Membagi Jatah Untuk Ipar dan Mertua
8.1
Keputusan menampung ipar dan mertua tiri yang baru kembali dari luar negeri membawa petaka besar bagi rumah tanggaku. Alih-alih sekadar menambah beban finansial, kehadiran mereka justru memicu konflik baru saat mereka menuntut jatah yang seharusnya menjadi hak mutlak istriku. Di tengah kekacauan itu, batasan antara kepercayaan dan kecurigaan kian buram ketika sebuah pesan misterius masuk ke ponselku, menampilkan foto sosok mirip istriku yang sedang bersama pria lain.
Sampul Novel Menunggu Perceraian yang Dinantikan
9.0
Keputusan berpisah diambil sang istri setelah Navish, suaminya, lebih memilih mengantar obat flu untuk sang asisten saat dirinya terjebak di lift dalam kondisi klaustrofobia. Menganggap istrinya hanya merajuk karena sebatang kara, Navish menandatangani berkas cerai dengan penuh percaya diri, yakin masa tunggu 30 hari akan membuatnya memohon kembali. Di tengah pamer kemesraan Navish dengan asistennya di media sosial, sang istri justru diam-diam mengemasi barang dan bersiap terbang ke New York.
Sampul Novel Nafkah dua puluh ribu darisuamiku
8.4
Kehidupan rumah tangga yang tampak sempurna dengan suami mapan dan bergelimang harta ternyata menyimpan kepedihan mendalam. Di balik fasilitas serbakecukupan yang tersedia, seorang istri justru harus berjuang sendiri demi bertahan hidup tanpa nafkah yang layak. Kemewahan yang kasat mata tidak menjamin kebahagiaannya. Ini adalah kisah tentang keteguhan hati dan perjuangan seorang wanita dalam menemukan kemandirian di tengah dinginnya pernikahan yang semu.
Sampul Novel Pacar Kontrak Berbalut Cinta
8.0
Sejak kecil, Tasya dan Kyler selalu bermusuhan. Namun, situasi mendesak memaksa mereka bersatu. Tasya harus segera mencari pasangan karena tekanan keluarganya, sedangkan Kyler berniat membalas dendam pada sahabat yang mengkhianatinya. Mereka akhirnya sepakat menjalin hubungan kontrak yang mengagetkan semua orang. Meski terpaut usia jauh dan awalnya saling benci, perasaan cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Akankah sandiwara ini menjadi nyata?
Sampul Novel TERPAKSA MENIKAHI PEMBANTUKU
8.8
Malam sebelum pernikahan Zeus batal terlaksana akibat tindakan fatalnya yang meruda paksa Helios. Demi menebus kesalahan, Zeus terpaksa menikahi Helios dan meninggalkan calon istrinya. Namun, kehidupan baru mereka di apartemen justru menjadi mimpi buruk yang penuh penderitaan bagi Helios. Di tengah tekanan batin yang terus menyiksa, mampukah Helios bertahan dalam ikatan paksa ini, ataukah melarikan diri menjadi satu-satunya jalan keluar?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan