APKDock Logo
Sampul Novel Misteri Ular Xaver

Misteri Ular Xaver

8.5 / 10.0
Sepulang dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang diklaim bisa membuatnya awet muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku, bahkan rambutku dipotong untuk dililitkan di kepala patung itu. Ibu tidak tahu bahwa aku menyimpan rahasia pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, kebohongan ini berbuah petaka saat kulit ibu mulai dipenuhi bercak biru mirip sisik dan mulai mengelupas layaknya ular asli.

Misteri Ular Xaver Bab 1

Ibuku pergi berwisata ke Kota Xaver dan pulang membawa patung dewa ular. Katanya, patung itu harus disembah dengan darah menstruasi gadis perawan agar bisa membuat awet muda.

Dia memaksaku memberikan darahku untuk patung itu, bahkan memotong rambutku dan melilitkannya di kepala ular.

Aku tak berani memberitahu ibuku kalau aku diam-diam pernah menginap di hotel bersama pacarku waktu kuliah.

Dua bulan kemudian, kulitnya mulai muncul bercak biru seperti sisik, bahkan dia mulai mengalami proses pergantian kulit seperti ular.

Setelah menginjak umur 45 tahun, ibuku menjadi sangat terobsesi dengan kecantikan.

Dia membeli skincare yang harganya jutaan, melakukan perawatan mahal seperti thermage ... tapi semua itu tak bisa menghentikan kulitnya yang semakin kendur dan kerutan yang mulai muncul.

Tahun lalu, dia ikut tur ke Xaver, aku dan ayah yang menjemputnya di bandara.

Namun, kami tak melihat kopernya, yang ada malah sebuah kotak kayu kecil yang dia pegang dengan hati-hati di tangannya.

Ibuku terlihat sangat semangat di mobil, mengatakan bahwa di dalam kotak itu ada benda berharga, yaitu Vasuki, yang dia beli dengan harga mahal. Katanya, patung itu bisa membuatnya semakin muda dan kulitnya menjadi halus seperti kulit gadis muda.

Aku sudah tidak kaget mendengar kata-kata seperti itu. jadi hanya menjawab seadanya.

Ayahku menghela napas, "Mahal? Aduh ... kamu membuang-buang uang lagi ... "

"Itu bukan buang-buang uang, kalau istrimu jadi lebih cantik, bukannya kamu juga yang ikut bangga?!"

Ujar ibuku, dia begitu marah dan ayahku pun tak berani berkomentar lagi.

Sesampainya di rumah, ibuku mulai menggumamkan beberapa kata dialek Xaver dengan suara pelan, mungkin sedang memanggil ... dewi ular atau semacamnya.

Lalu, dengan hormat dia meletakkan kotak itu di atas meja dan sujud tiga kali

Ketika ibu mengangkat kepalanya, setetes darah mengalir dari dahinya ke tulang hidungnya. Aku langsung panik dan mencari kotak P3K.

"Bu! Kepalamu berdarah, ayo pakai obat dulu!"

Namun, ibu malah dengan bersemangat memegang tanganku, seolah tidak merasakan sakit sama sekali pada luka di dahinya.

Dia berkata, "Luna, kamu harus bantu ibu, ya!"

"Bu, kita pakai obat dulu, itu nanti saja baru dibicarakan!"

Namun, ibu tetap menggenggam tanganku erat-erat dan saat ayah tidak melihat, dia menarikku ke kamar.

Setelah masuk kamar, ibuku menatapku dengan mata berbinar, lalu bertanya apakah aku sudah datang bulan.

Tanpa pikir panjang, mengira dia hanya perhatian padaku, jadi aku memegang perutku yang agak sakit dan mengangguk.

Ibu tersenyum dan berkata, "Pinjamkan sedikit darah padaku."

Aku terkejut.

Meskipun ibu tersenyum, kata-katanya membuatku merinding.

Pinjam darah? Darah apa? Apa yang dia maksud itu darah menstruasiku?"

Itu terdengar menjijikkan, untuk apa dia membutuhkan itu?

Ibu menjelaskan, agar patung Vasuki bisa memberi berkah, setiap bulan harus dipersembahkan dengan darah menstruasi gadis perawan. Selain itu, dia juga harus memotong sedikit rambutku dan mengikatnya pada patung, katanya itu untuk mengikat dewa, agar dewa itu selalu tinggal dan memberikan berkah.

Aku belum pernah mendengar cara pemujaan yang begitu aneh. Seketika, wajahku langsung memerah, malu dan marah sekaligus.

"Bu, jangan-jangan kamu dibohongi orang?! Mana ada dewa yang disembah pakai ... pakai hal seperti itu?! Aku nggak mau!"

Ibu marah dan mencubit keras lenganku, sampai aku merasa sakit dan hidungku terasa agak perih.

"Dasar kamu! Aku sudah melahirkan dan membesarkanmu, hanya meminta sedikit darahmu saja nggak mau, itu bahkan nggak menimbulkan rasa sakit! Dasar anak durhaka!"

Aku tidak berani memberitahu ibu bahwa alasan aku tak mau membantunya adalah karena aku punya alasan yang sulit diungkapkan.

Waktu kuliah, aku sudah pernah diam-diam menginap di hotel dengan pacarku.

Meskipun dia mengambil darahku, itu juga tak akan bisa digunakan.

Namun, setelah ibu memarahiku, dia tak mengatakan apa-apa lagi dan pergi begitu saja.

Malam itu, setelah makan malam, ibu membawa kotak berharga itu ke kamar.

Saat aku pergi ke kamar mandi untuk mengganti pembalut, aku baru sadar ada yang aneh ... tempat sampah di kamar mandi hilang.

Mengingat apa yang ibuku katakan tadi, aku mulai merasa cemas dan langsung masuk ke kamar ibu tanpa mengetuk pintu.

"Bu! Tempat sampah di kamar mandi ... "

Kalimatku terhenti.

Kosmetik berserakan di atas meja rias, digantikan oleh sebuah patung ular. Sisik-sisiknya berwarna ungu gelap dengan kilau metalik.

Yang paling aneh adalah kepala patung ular itu, meskipun berbentuk kepala ular segitiga, wajah ular itu justru terlihat seperti wajah manusia yang sangat mengganggu dan menjijikkan.

Ibuku sedang memeras darah dari pembalut yang dia ambil dari tempat sampah dan dengan hati-hati memasukkannya ke dalam sebuah mangkuk di depan patung ular tersebut.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Misteri Ular Xaver

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ashes of Midgard
9.4
Rio terbangun dalam kegelapan tanpa memori apa pun, terkecuali namanya sendiri. Ia terdampar di Midgard, sebuah dunia fantasi abad pertengahan yang asing dan penuh bahaya. Demi bertahan hidup, Rio bersatu dengan orang-orang yang mengalami nasib serupa. Bersama-sama, mereka mendirikan kelompok tentara bayaran dan melatih kemampuan bertarung. Perjalanan penuh ketidakpastian pun dimulai bagi mereka yang bangkit dari abu demi mengukir takdir baru di tengah dunia yang kejam ini.
Sampul Novel Kembar Tiga: Ayah Presdir untuk Ibu
8.0
Akibat konspirasi jahat yang merusak kehormatannya, Claire Adhitama terpaksa meninggalkan rumah. Enam tahun berlalu, ia kembali bersama tiga anak kembarnya yang masih kecil untuk membalas dendam. Tak disangka, anak-anaknya yang cerdik justru menemukan ayah kandung mereka yang kaya raya dan menculiknya pulang demi mendukung sang ibu. Saat berhadapan dengan tiga replika dirinya, sang presdir menyudutkan Claire dengan senyuman hangat, menantangnya untuk memiliki anak keempat, yang langsung ditolak keras oleh Claire.
Sampul Novel Kenikmatan Bercinta
8.1
Kisah romansa modern dewasa ini menyoroti kehidupan sopir tampan yang terjebak dalam hubungan intim tak terduga bersama majikan dan anaknya. Narasi penuh gairah ini menyajikan adegan panas eksplisit yang menuntut kebijakan pembaca. Konflik batin serta ketegangan fisik memuncak dalam persaingan ranjang yang memikat, di mana setiap momen membawa sensasi tak terduga bagi para tokohnya.
Sampul Novel My Crazy Man
8.2
Azura, supermodel populer yang dingin, didera trauma mendalam akibat kegagalan asmara masa lalunya. Ketenangan hidupnya terusik sejak kehadiran Devano Mackzie. Jauh dari citra CEO berwibawa, Devano adalah pria menyebalkan yang konyol dan sangat cerewet. Kegigihan serta sifat banyak bicaranya benar-benar menguji kesabaran Azura. Mampukah keteguhan sikap acuh sang model akhirnya luluh oleh kegilaan cinta yang ditunjukkan pria tersebut?
Sampul Novel PROMISE (Janji Cinta di SMA)
8.0
Sejak SMA, Chelia memendam cinta pada Varo. Kisah mereka tertunda akibat penolakan sebuah kado jam tangan. Varo berjanji akan menerima hadiah itu jika mereka bersua kembali empat tahun lagi. Namun, takdir justru mempertemukan mereka sebagai kakak dan adik ipar. Di tengah perasaan yang masih membara, Chelia dipaksa mengubur rapat cintanya demi keutuhan keluarga. Sanggupkah ia merelakan sosok pria yang telah sekian lama ia nantikan kehadirannya?
Sampul Novel The Devil CEO
7.8
Ethand Girogino Alves memimpin Alves Corp dengan tangan besi dan ucapan yang selalu menusuk hati. Namun, keangkuhan sang CEO berjuluk iblis ini langsung mendapat tantangan sengit begitu ia bertemu Emma Liandra Jones. Di balik parasnya yang menawan, Emma adalah ahli teknologi informasi yang sangat cerdas. Ia menolak tunduk meski Ethand merendahkan harga dirinya. Pertarungan harga diri pun dimulai di kantor, di mana keteguhan Emma perlahan meruntuhkan keyakinan sang bos.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan