APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Buta Pembawa Petaka

Cinta Buta Pembawa Petaka

Sebuah panggilan misterius dari pengembang properti mengusik ketenangan hidupku. Mereka mengeluhkan kegaduhan malam pernikahan yang dituduhkan terjadi di rumahku, meski aku sebenarnya tidak memiliki pasangan. Demi membuktikan keluhan tetangga, mereka mengirimkan rekaman pengawas. Kejanggalan mengerikan pun terungkap; video itu memperlihatkan prosesi iringan pengantin yang meriah di lorong rumah. Sosok mempelai pria di sana sangat kukenal, ia adalah mantan kekasihku yang sudah berpisah sejak dua setengah tahun lalu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Awalnya aku berpikir bahwa hidupku dan hidupnya tidak akan saling berkaitan lagi.

Aku tidak menyangka bahwa akan terjadi sesuatu seperti ini.

Aku langsung beranjak dari tempat tidur, mandi, berganti pakaian, mengambil tas dan bergegas keluar rumah.

Taman Kenari gedung 6. Aku naik lift menuju pintu masuk apartemen nomor 801.

Ruangan itu memang berantakan.

Kulit kacang dan kulit kuaci berantakan dari lift sampai lorong. Ada jejak sepatu, abu rokok dan tisu yang berserakan di lantai.

Pantas saja pihak properti sampai mengeluh. Jika aku jadi tetangga rumah ini, aku pasti juga akan marah-marah.

Ada banyak dekorasi di sisi kanan pintu apartemen 801, bahkan ada buket bunga besar.

Aku melangkah mendekat dan menyadari bahwa kunci apartemen yang lama sudah dicungkil dan diganti dengan yang baru.

Tanpa kunci pun aku masih bisa masuk.

Aku mengulurkan tangan dan mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban dari dalam.

Aku mengeluarkan palu kecil yang sudah aku siapkan dari tas, lalu menghantamkannya langsung ke pintu. Suaranya sangat keras.

Aku memukulkannya belasan kali sebelum ada orang yang membuka pintu.

"Sial, aku pikir ada gempa bumi!"

Seorang wanita tua berusia sekitar lima puluhan menjulurkan kepalanya dari ambang pintu dan memelototi aku dengan mata menyipit.

"Siang-siang begini menggedor rumahku, apa kamu gila?"

"Wah, berani sekali kamu bilang begitu. Kata siapa ini rumahmu?"

Aku langsung bergegas ke depan, membuka pintu dengan paksa dan bergegas masuk tanpa berpikir panjang.

Tata letak rumah tidak berubah, hanya ada tambahan foto pernikahan Ruben dan istrinya yang tergantung di dinding. Rumah ini didekorasi dengan meriah, bahkan sampai ada pita yang membentang. Benar-benar seperti rumah pengantin baru.

"Siapa kamu? Siapa yang mengizinkanmu masuk ke rumahku!"

Ibu-ibu itu mengumpat dengan kesal sambil mengikutiku masuk.

"Orang gila mana yang berkeliaran keluar ...."

Aku tidak mau repot-repot berbicara dengannya dan langsung menuju tiga kamar.

Ada meja kartu di balkon dan kamar tidur kedua, kulit kacang dan kuaci berserakan di mana-mana, bahkan ada bau asap yang begitu menyengat.

Ruang tamu dipasangi fasilitas Karaoke, bahkan layar masih menyala sampai sekarang. Sepertinya mereka habis begadang dan bersenang-senang semalaman.

Aku gemetar karena marah.

Aku menghabiskan banyak uang untuk mendekorasi rumah baru. Aku bahkan belum menempatinya, tetapi rumah ini sudah digunakan untuk mengadakan pesta pernikahan dan menjamu kerabat!

Aku bergegas ke kamar tidur utama dan mengangkat selimut dengan satu tangan. Aku terkejut karena hanya ada seorang wanita setengah telanjang yang terbaring di dalamnya.

"Aahh ...."

Wanita itu menjerit dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

"Siapa kamu? Kenapa kamu bisa muncul di rumahku?"

Sepertinya wanita itu masih belum mengetahui apa pun.

Aku langsung mengeluarkan ponselku dan merekam video dari kamar tidur ke ruang tamu, dari wanita itu ke ibu-ibu yang membukakan pintu. Aku fokus merekam bagian rumah yang rusak.

Ibu-ibu itu mengejarku, mencoba merebut ponselku.

"Apa yang kamu rekam? Ini rumahku, punya hak apa kamu buat merekam ...."

Aku tidak tahan lagi dan berteriak.

"Sialan, ini rumahku!"

Ibu-ibu menatapku dengan sorot bodoh, bicara dengan nada mengejek.

"Kenapa kamu nggak pergi ke rumah sakit jiwa, kenapa malah ke mari! Ini rumah yang dibeli menantuku untuk hadiah pernikahan!"

"Kamu gila! Kamu ingin punya rumah sampai gila begini?"

Wanita itu juga berpakaian dan bergegas keluar, mengumpat sambil menunjuk hidungku.

"Masuk ke rumahku dan mengambil video tanpa izin. Kamu melanggar privasiku! Kamu melanggar hukum, tahu nggak?"

Sungguh dua orang yang tidak tahu diuntung!

Aku benar-benar tertawa saat sudah tidak bisa berkata-kata.

"Kalianlah yang melanggar hukum!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
9.0
Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
9.6
Seorang gadis diculik dan disiksa oleh musuh ayahnya yang ingin balas dendam. Saat pembunuh menghubungi sang ayah yang merupakan kapten polisi, panggilan itu diabaikan demi menemani sang adik di sebuah lomba. Korban pun tewas mengenaskan setelah lidahnya dipotong. Ketika sang ayah dan ibu yang seorang ahli forensik tiba di TKP untuk menyelidiki kasus ini, mereka mengutuk kekejaman pelaku. Tragisnya, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa jasad hancur yang sedang mereka periksa adalah putri kandung mereka sendiri.
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Fatih hidup berdampingan dengan entitas misterius yang bersemayam di tubuhnya sejak kecil. Seiring waktu, keberadaan sosok tak kasat mata yang ia sebut teman itu kian tak terkendali. Kini, teror supranatural tersebut tidak hanya mengacaukan hidup Fatih, tetapi juga mulai mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya. Fatih harus berjuang menghadapi gangguan mistis agresif yang perlahan merusak realitas di sekitarnya.
Sampul Novel Keponakanku yang Belum Lahir dan Telah Meninggal
9.5
Kakak iparku bersikeras melahirkan di desa meski kandungannya berisiko tinggi. Saat aku mencoba membawanya ke rumah sakit demi keselamatan, ia malah menuduhku memicu kelahiran prematur bayinya yang lemah. Kebencian itu membuatnya tega meracuniku hingga tewas. Namun, takdir membawaku kembali ke masa lalu, tepat di momen ia meminta saran. Kali ini, aku memilih bungkam dan membiarkannya menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tanganku.
Sampul Novel Misteri Menu Sarapan Mertua
9.3
Kehidupan pernikahan baruku yang semula diharapkan penuh kebahagiaan saat tinggal bersama mertua kini berubah mencekam. Niat baik merawat mereka justru mengantarkanku pada situasi ganjil yang dipenuhi ketegangan. Sikap kedua orang tua suamiku terasa sangat aneh dan mencurigakan. Setiap pagi, hidangan yang tersaji di meja makan selalu diselimuti misteri, memicu kecurigaan bahwa ada rahasia gelap yang mereka sembunyikan rapat-rapat di balik ketenangan mereka.
Sampul Novel Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu
8.8
Tiara memiliki kemampuan fantasi unik berupa sembilan nyawa, di mana enam di antaranya telah melayang demi menyelamatkan Rico Sarihan. Dari tertimbun salju hingga ditusuk puluhan kali, pengorbanannya justru membuat sang miliarder abai dan tega mencelakainya demi wanita lain. Saat sisa hidupnya menipis menuju ajal kesembilan yang permanen, Rico baru menyadari kehilangan besarnya. Kisah romantis berbalut misteri dan horor ini menyajikan penyesalan terdalam seorang pria di hadapan jasad yang takkan pernah bangkit lagi.