APKDock Logo
Sampul Novel Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

8.8 / 10.0
Tiara memiliki kemampuan fantasi unik berupa sembilan nyawa, di mana enam di antaranya telah melayang demi menyelamatkan Rico Sarihan. Dari tertimbun salju hingga ditusuk puluhan kali, pengorbanannya justru membuat sang miliarder abai dan tega mencelakainya demi wanita lain. Saat sisa hidupnya menipis menuju ajal kesembilan yang permanen, Rico baru menyadari kehilangan besarnya. Kisah romantis berbalut misteri dan horor ini menyajikan penyesalan terdalam seorang pria di hadapan jasad yang takkan pernah bangkit lagi.

Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu Bab 1

Aku punya sembilan nyawa, dan enam nyawa sudah kuhabiskan untuk Rico.

Kali pertama, aku tertimbun dalam longsoran salju saat mencoba menyelamatkannya. Air dari lelehan salju memenuhi mulut dan hidungku.

Kali kedua, aku diburu oleh musuhnya dan ditusuk 24 kali hingga tubuhku hancur lebur.

Awalnya, dia gemetar dan berjanji tidak akan menyakitiku lagi.

Pada kali ketujuh, dia sudah terbiasa dan sengaja menabrakkan mobilnya padaku hanya untuk menyenangkan seorang wanita.

"Nyawanya nggak ada harganya. Asal kamu bahagia, dengan senang hati aku suruh dia mati 99 kali."

"Kamu mau lihat kematian macam apa lagi? Aku akan mengaturnya sesuai keinginanmu."

Aku terhempas sepuluh meter jauhnya seperti baju bekas yang terkoyak. Darah segar mengucur dari mulut dan hidungku. Namun, aku tersenyum dan menghitung dengan jariku.

"Dua kali lagi, utang budiku akan terbayar lunas."

Rico Sarihan tidak tahu aku hanya punya sembilan nyawa.

Setelah aku mati untuk kesembilan kalinya, aku tidak akan kembali lagi.

Ironisnya, saat aku benar-benar mati, dia memeluk erat mayatku yang hangus dan berbau busuk itu, tidak mau lepas. Air matanya bercucuran tak terkendali.

"Tiara, kumohon bangunlah. Jangan tega begini sama aku. Kelak aku nggak akan biarkan siapa pun menyakitimu lagi."

Sayangnya, tidak akan ada lagi seseorang yang menghapus air matanya dengan tangan gemetar berlumuran darah.

Aku tergeletak di tengah jalan berlumuran darah. Darah juga keluar dari mulutku saat aku terbatuk-batuk.

Ada serpihan-serpihan yang bercampur di sana. Semua organ dalam tubuhku terkoyak dan sakit.

Rico Sarihan melemparkan pandangan dingin dari dalam mobil. Lalu dengan tangan lembut menyibakkan rambut Jessa Tamari.

"Nggak usah merasa terbebani. Nyawanya terlalu murah, nggak akan mati."

"Lagi pula, bisa membuatmu senang sebelum kematiannya adalah keberuntungan baginya.”

Tubuhku perlahan mendingin, dan aku tahu kematianku yang ketujuh semakin mendekat.

Darah terus mengucur dari mulut dan hidungku. Rasa sakitnya membuat kepalaku pusing, tapi aku mengulurkan jari-jariku dan menghitung dengan susah payah.

"Dua kali lagi, utang budiku akan terbayar lunas."

Lalu aku tidak perlu lagi menanggung kematian berulang kali.

Rico melaju melewatiku tanpa melirikku sedikit pun.

Saat aku terbangun lagi, ternyata aku hanya dibuang begitu saja di taman bunga pinggir jalan. Untungnya, hari sudah larut malam. Tidak ada yang memperhatikan bahwa tubuhku yang telah tak bernyawa tiba-tiba terduduk.

Ponselku menampilkan pesan dari Rico setengah jam lalu. Hanya berisi beberapa kata singkat.

[Kalau sudah bangun, cepat pulang.]

Aku menyeret tubuh penuh lukaku ke pinggir jalan, mengambil sepeda listrikku, dan bergegas pulang.

Sebelum aku sempat menyalakan lampu, Rico menyeretku ke dalam bak mandi. Wajahnya berkerut jijik.

"Kamu penuh darah. Menjijikkan."

Air dingin yang membekukan di bak mandi membasahi lukaku yang belum sembuh. Rasa sakitnya membuat gigiku bergemeletuk tak terkendali.

Tapi dia tidak merasa kasihan sama sekali dan menarikku keluar, mengimpitku ke dinding untuk melampiaskan nafsunya.

Napasnya yang terengah-engah dan bisikan setannya memenuhi telingaku.

"Mati itu biasa bagimu, kamu nggak rugi apa-apa. Asal Jessa bahagia, imbalan apa pun yang kamu mau, akan kuturuti."

Gesekan yang kasar antara tubuh kami membuatku meringis dan mengerutkan kening. Aku hampir tidak sanggup, tapi hanya bisa memendam sakitnya dengan menggigit bibirku.

Tidak mendapat respons dariku, Rico semakin mempercepat gerakannya.

Tepat ketika aku akhirnya tidak tahan dan berteriak kesakitan, bel pintu tiba-tiba berbunyi di tengah liarnya suasana.

Rico awalnya tidak mau peduli, tapi suara tangisan Jessa datang dari kamera pengintai di pintu.

"Kak Rico, aku takut. Aku mimpi tentang orang tuaku lagi."

Orang tua Jessa dibunuh secara kejam oleh musuh mereka. Seluruh keluarga terbunuh, hanya menyisakan Jessa.

Selama bertahun-tahun, dia selalu memanfaatkan alasan ini untuk menemui Rico. Dan Rico selalu memakan umpannya.

Seperti dugaanku, pria di atasku membeku dan segera menarik tubuhnya. Dia melilitkan handuk di pinggang dan berjalan menuju pintu.

Seolah teringat sesuatu, dia berbalik dan mendorongku ke dalam lemari sambil memberiku ancaman.

"Dia nggak suka lihat kamu. Jangan bersuara."

"Kalau nggak, kamu tahu konsekuensinya."

Tubuhku meringkuk dalam ruang sempit itu. Lukaku tertekan, membuatku meringis kesakitan.

Dari luar lemari, terdengar suara gemeresik pakaian yang dilepas. Jessa menangis dan melemparkan dirinya ke pelukan Rico.

"Kak Rico, kamu bercinta sama dia? Apa pun yang bisa dia berikan padamu, aku juga bisa!"

Rico melirik sekilas ke arah lemari sebelum menutupi tubuh wanita di depannya dengan bajunya.

Jessa menyeka air mata dan memasang wajah pura-pura kuat.

"Kalau kamu nggak mau aku, biar kucari orang lain yang mau mencintaiku!"

Mata Rico berubah kelam, lalu dia memeluk Jessa dan menciumnya dengan paksa.

Dalam sekejap, orang yang baru saja seranjang denganku malah tidur dengan wanita lain.

Perutku terasa diaduk-aduk dan ingin muntah. Aku sudah berusaha memasukkan jariku ke tenggorokan, tapi yang keluar hanya cairan pahit.

Rico yang telah selesai bersandar di kepala tempat tidur sambil menghisap sebatang rokok.

Sementara Jessa menggambar lingkaran-lingkaran kecil dengan sentuhan lembut di dada pria itu.

"Kak Rico, aku sangat ingin menang kompetisi ini. Kamu bisa bantu?"

Tatapan Rico terhenti ke arah lemari, tenggelam dalam pikiran. Dia hanya mengeluarkan suara bergumam dengan nada bertanya.

"Hm?"

Melihat titik celah, Jessa buru-buru meyakinkan, "Jurinya sudah lama suka Kak Tiara. Bisa tolong minta Kak Tiara ketemuan sama dia?"

"Asal bisa membuatnya senang, aku pasti menang."

Jantungku berdebar kencang. Mataku memandang Rico melalui celah pintu lemari.

Begitu tegangnya sampai lupa bernapas. Pikiranku memanjatkan doa-doa putus asa.

Dia pasti akan menolak. Rico tidak akan mengorbankanku.

Pria itu membeku sesaat, lalu berdiskusi dengan suara agak tercekat, "Aku bisa memberinya uang."

Jessa tidak menyangka Rico akan berdiri di pihakku. Senyumnya jadi sedikit dipaksakan.

"Ikut kompetisi ini adalah keinginan terbesar orang tuaku dulu. Aku cuma ingin membuat mereka bahagia."

Mataku terpejam. Ketika satu-satunya harapan terakhirku sirna, hatiku pun jatuh tenggelam.

Orang tua Jessa pernah membantu Rico, sehingga mereka menjadi titik lemahnya.

Rokoknya sudah terbakar sampai ke ujung. Bara apinya membakar ujung jari Rico.

Pikirannya tersadar kembali dan dia mematikan rokoknya.

"Oke."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Alexa
9.2
Alexandra Delacroix Adams, gadis tomboy dari keluarga terpandang, harus menjalani hukuman setahun di Desa Pelem sebagai Jamilah. Ia terpaksa memakai kebaya dan berusaha mendobrak patriarki di sana. Langkahnya ditentang oleh Jenggala Buana Sagara, petani modern yang menganggap remeh perempuan kota. Meski dituduh memicu kekacauan, Alexa tidak menyerah untuk memandirikan ekonomi para wanita desa.
Sampul Novel Annaya dan Kaisar Kegelapan
9.2
Vlad IV, pangeran vampir penguasa Kastil Bran yang bergelimang harta dan kekuatan, didera kesepian mendalam. Suatu hari, takdir mempertemukannya dengan Annaya di kelas merangkai bunga. Gadis mandiri itu menutup rapat hatinya akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Uniknya, kekuatan supranatural Kazi sama sekali tidak mempan terhadap Annaya. Di tengah perbedaan dunia yang membentang, sang pangeran harus berjuang keras meyakinkan Annaya yang skeptis agar mau membuka hati bagi cinta mereka.
Sampul Novel Cintaku Berakhir di Malam Pertamaku
9.4
Saat bulan madu, seorang suami bersikeras meminta manajer hotel mengganti seprai kamar mereka di tengah malam. Ternyata, manajer itu adalah mantan kekasihnya. Wanita tersebut histeris karena merasa sengaja dipermalukan, lalu menyiramkan air panas dari teko ke tubuh sang istri sebelum melarikan diri. Alih-alih menolong istrinya yang terluka akibat siraman tersebut, sang suami justru mengabaikannya dan langsung pergi mengejar mantan pacarnya yang diklaim takut akan kegelapan.
Sampul Novel Dinikahi Om Bujang
9.4
Terinspirasi dari kisah nyata, novel ini membuktikan bahwa usia dan status sosial bukanlah kunci kebahagiaan pernikahan, melainkan kejujuran serta sikap saling melengkapi. Kisahnya menyoroti kesabaran seorang suami yang membimbing istrinya kembali mendekatkan diri kepada Islam. Meski masa lalu sang istri kerap menuai cemoohan dari pihak keluarga, sang suami tetap setia mendampingi dan merawatnya saat sakit. Inilah bukti cinta tulus yang mengutamakan kesabaran serta perjuangan spiritual.
Sampul Novel Kisah Panas Terapis Laktasi Pria
8.7
Dalam novel Kisah Panas Terapis Laktasi Pria, sebuah sesi terapi medis berubah menjadi momen yang sangat intim. Di atas ranjang luas, seorang pasien wanita harus menanggalkan pakaian atasnya demi menjalani prosedur laktasi. Di bawah instruksi dan sentuhan langsung dari sang terapis pria asing, ketegangan sensoris pun memuncak. Sentuhan fisik yang intens tersebut akhirnya membuat tubuh sang wanita gemetar hingga mengeluarkan cairan laktasi, menguji batas profesionalisme mereka.
Sampul Novel Usir Mantan Suami, Dia Dapat 6 Adik!
8.1
Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin dengan Simon, sang dokter keluarga dan anak kembarnya tewas dibakar hidup-hidup oleh suaminya sendiri. Simon menuduhnya sengaja menjebaknya demi mengincar kekuasaan. Namun, sebuah keajaiban membawanya kembali ke masa lalu, tepat di hari Simon tidak sengaja meminum afrodisiak. Sadar akan akhir tragis yang menantinya, kali ini ia memilih membiarkan wanita idaman Simon yang menyelamatkannya, sementara ia melangkah pergi untuk mengubah takdir.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan