APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Buta Pembawa Petaka

Cinta Buta Pembawa Petaka

Sebuah panggilan misterius dari pengembang properti mengusik ketenangan hidupku. Mereka mengeluhkan kegaduhan malam pernikahan yang dituduhkan terjadi di rumahku, meski aku sebenarnya tidak memiliki pasangan. Demi membuktikan keluhan tetangga, mereka mengirimkan rekaman pengawas. Kejanggalan mengerikan pun terungkap; video itu memperlihatkan prosesi iringan pengantin yang meriah di lorong rumah. Sosok mempelai pria di sana sangat kukenal, ia adalah mantan kekasihku yang sudah berpisah sejak dua setengah tahun lalu.
Bab
Bagikan

Bab 4

"Ibu, kenapa Ibu juga nggak lihat dulu? Kenapa kasih dia masuk?"

Wanita itu mengambil ponselnya dan merekamku dengan alis berkerut.

"Di zaman sekarang ada banyak orang gila. Kalau dia merusak sesuatu atau membuat masalah, kita nggak perlu bicara baik-baik lagi."

Mendengar kata-kata itu, ibu-ibu itu mengambil sapu dan mengacungkannya ke arahku sambil mengancam.

"Pergi dari sini atau aku akan menghajarmu!"

Sambil mengatakan itu, dia bahkan melambaikan sapu di tangannya.

Aku tahu bahwa mereka tidak akan mempercayai apa pun yang aku katakan sekarang.

Lagi pula, buktinya sudah direkam, jadi aku berencana untuk keluar terlebih dahulu. Aku akan menelepon polisi dan membuat laporan ada orang yang masuk ke rumahku tanpa izin.

Namun, baru sampai pintu depan, kepalaku tiba-tiba dipukul, lalu terdengar suara umpatan dan makian ibu-ibu.

"Ternyata benar-benar orang gila! Kalau nggak akan jera kalau nggak diberi pelajaran! Kamu mengganggu kami istirahat, cepat sana pergi! Kalau nggak ...."

Seketika, amarahku langsung terpancing. Aku mengambil sapu dan memukulkannya ke kepala ibu-ibu itu.

"Kamu mau mati! Sudah tinggal di rumahku, berani sekali kamu memukulku!"

Orang bodoh memang akan selalu berkumpul dengan orang bodoh!

Aku awalnya merasa bahwa karena mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi, jadi aku tidak perlu menanggapi mereka dengan serius. Namun, aku tidak akan tinggal diam saat mereka memukulku.

Ibu-ibu itu jatuh ke lantai, berguling ke sana ke mari sambil menutupi kepalanya dan berteriak kesakitan.

"Pembunuh! Tolong, putriku, cepat lapor polisi! Cepat! Ada yang menerobos masuk ke rumah dan menyerangku ...."

Wanita muda yang sedang merekam video langsung menarik ibunya masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu saat melihatku melawan dengan serius.

Mau menjebakku?

Baiklah, karena mereka sudah lapor polisi, jadi aku nggak perlu lapor polisi lagi.

Tidak lama kemudian, dua orang polisi datang.

"Siapa yang lapor polisi?"

"Pak polisi, aku!"

Mendengar keributan di luar rumah, wanita itu buru-buru membuka pintu dan berjalan keluar sambil menunjuk ke arahku.

"Akulah yang menelepon polisi! Wanita ini tiba-tiba masuk ke rumahku dan mengambil video sembarangan! Dia juga menyerang ibuku!"

Ibu-ibu itu menutupi kepalanya dan berjalan keluar sambil mengeluh.

"Benar, Pak. Cepat tangkap orang ini. Kamu harus membayar biaya pengobatanku dan kerusakan mental putriku!"

Polisi itu menatapku, ada sedikit kecurigaan di matanya.

Wanita itu bahkan menyerahkan ponsel di tangannya.

"Aku merekamnya saat dia menyerang ibuku, ini buktinya."

Aku, "..."

"Pak, aku juga akan melaporkan sesuatu. Mereka masuk ke rumahku tanpa izin, merusak properti di rumah dan dengan sengaja ingin menjebakku."

Ibu-ibu bergegas mendekat dan mengutarakan kemarahannya kepadaku.

"Omong kosong! Ini rumah hadiah pernikahan yang dibeli oleh menantuku!"

Aku pun turut memaki ibu-ibu itu.

"Kamu yang bicara omong kosong! Ini rumahku, menantumulah yang mengganti kunci rumah dan tinggal di rumah ini. Dia berbohong padamu kalau ini rumahnya!"

Melihat kami berdebat tanpa henti, polisi membawa kami ke kantor polisi.

Di dalam kantor polisi, aku langsung mengeluarkan foto sertifikat properti, bukti pembelian, serta gambar renovasi.

Di depan bukti-bukti nyata seperti itu, ibu-ibu dan wanita muda itu masih tidak percaya, masih memaki dan memarahiku. Mereka mengatakan aku penipu dan bersikeras kalau rumah itu milik mereka.

Polisi membujuk baik-baik baik, tetapi didorong oleh ibu-ibu itu. Polisi pun jadi sasaran kemarahannya.

"Kalian pikir aku bodoh? Kalian pasti bekerja sama untuk melakukan penipuan karena ingin mengambil rumah kami!"

"Aku nggak akan tanda tangan apa pun sampai menantuku datang. Kalian tunggu saja ...."

Mendengar pernyataan dan sikap keras kepalanya, polisi yang menerima laporan kami pun memutar matanya dan tanpa bisa berkata-kata.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
9.0
Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
9.6
Seorang gadis diculik dan disiksa oleh musuh ayahnya yang ingin balas dendam. Saat pembunuh menghubungi sang ayah yang merupakan kapten polisi, panggilan itu diabaikan demi menemani sang adik di sebuah lomba. Korban pun tewas mengenaskan setelah lidahnya dipotong. Ketika sang ayah dan ibu yang seorang ahli forensik tiba di TKP untuk menyelidiki kasus ini, mereka mengutuk kekejaman pelaku. Tragisnya, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa jasad hancur yang sedang mereka periksa adalah putri kandung mereka sendiri.
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Fatih hidup berdampingan dengan entitas misterius yang bersemayam di tubuhnya sejak kecil. Seiring waktu, keberadaan sosok tak kasat mata yang ia sebut teman itu kian tak terkendali. Kini, teror supranatural tersebut tidak hanya mengacaukan hidup Fatih, tetapi juga mulai mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya. Fatih harus berjuang menghadapi gangguan mistis agresif yang perlahan merusak realitas di sekitarnya.
Sampul Novel Keponakanku yang Belum Lahir dan Telah Meninggal
9.5
Kakak iparku bersikeras melahirkan di desa meski kandungannya berisiko tinggi. Saat aku mencoba membawanya ke rumah sakit demi keselamatan, ia malah menuduhku memicu kelahiran prematur bayinya yang lemah. Kebencian itu membuatnya tega meracuniku hingga tewas. Namun, takdir membawaku kembali ke masa lalu, tepat di momen ia meminta saran. Kali ini, aku memilih bungkam dan membiarkannya menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tanganku.
Sampul Novel Misteri Menu Sarapan Mertua
9.3
Kehidupan pernikahan baruku yang semula diharapkan penuh kebahagiaan saat tinggal bersama mertua kini berubah mencekam. Niat baik merawat mereka justru mengantarkanku pada situasi ganjil yang dipenuhi ketegangan. Sikap kedua orang tua suamiku terasa sangat aneh dan mencurigakan. Setiap pagi, hidangan yang tersaji di meja makan selalu diselimuti misteri, memicu kecurigaan bahwa ada rahasia gelap yang mereka sembunyikan rapat-rapat di balik ketenangan mereka.
Sampul Novel Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu
8.8
Tiara memiliki kemampuan fantasi unik berupa sembilan nyawa, di mana enam di antaranya telah melayang demi menyelamatkan Rico Sarihan. Dari tertimbun salju hingga ditusuk puluhan kali, pengorbanannya justru membuat sang miliarder abai dan tega mencelakainya demi wanita lain. Saat sisa hidupnya menipis menuju ajal kesembilan yang permanen, Rico baru menyadari kehilangan besarnya. Kisah romantis berbalut misteri dan horor ini menyajikan penyesalan terdalam seorang pria di hadapan jasad yang takkan pernah bangkit lagi.