APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Buta Pembawa Petaka

Cinta Buta Pembawa Petaka

Sebuah panggilan misterius dari pengembang properti mengusik ketenangan hidupku. Mereka mengeluhkan kegaduhan malam pernikahan yang dituduhkan terjadi di rumahku, meski aku sebenarnya tidak memiliki pasangan. Demi membuktikan keluhan tetangga, mereka mengirimkan rekaman pengawas. Kejanggalan mengerikan pun terungkap; video itu memperlihatkan prosesi iringan pengantin yang meriah di lorong rumah. Sosok mempelai pria di sana sangat kukenal, ia adalah mantan kekasihku yang sudah berpisah sejak dua setengah tahun lalu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ruben, mantan pacarku.

Lebih tepatnya mantan tunanganku. Karena saat putus, kami sudah bertunangan.

Dia berasal dari pedesaan dan memiliki adik laki-laki dan perempuan. Kondisi keluarganya sedikit kurang mampu.

Beberapa tahun yang lalu aku masih muda dan tidak memahami banyak hal. Aku seperti tersihir, memaksa dan bersikeras untuk menikah dengannya.

Melihat sikap keras kepalaku, orang tuaku khawatir aku akan hidup di desa bersamanya dan menjalani hidup yang susah, jadi mereka membelikanku apartemen di Taman Kenari nomor 801.

Setelah membeli apartemen, orang tuaku berharap keluarga Ruben akan mengeluarkan uang untuk renovasi apartemen. Namun, Ruben tidak bersedia melakukannya. Katanya, sertifikat itu bukan atas namanya, kenapa dia harus mengeluarkan uang untuk renovasi?

Lalu, aku menggunakan semua tabungan yang aku kumpulkan dua tahun setelah lulus untuk merenovasi apartemen.

Setelah pertunangan, Ruben tiba-tiba mengatakan bahwa namanya harus ditambahkan ke sertifikat rumah. Kalau tidak, pernikahan tidak akan dilangsungkan.

Untungnya, orang tuaku punya pemikiran yang luar, jadi membeli rumah itu atas nama mereka. Jadi, aku tidak mengurus prosedur pergantian nama.

Ruben memintaku membujuk orang tuaku agar menuliskan nama kami berdua di dalam sertifikat. Meskipun aku begitu mencintainya, tetapi pikiranku tetap jernih.

"Saat renovasi, aku bilang akan menambahkan namamu dalam sertifikat, tapi kamu nggak mau. Kamu sendiri yang nggak mau!"

" Andrina, kenapa kamu nggak ngerti, sih! Apa kita nggak butuh uang buat menggelar pesta pernikahan? Aku sudah kasih enam belas juta sama emas, apa itu bukan uang?"

Ruben menegurku lagi.

"Kamu juga tahu kalau orang tuaku petani, berapa sih yang bisa mereka dapatkan dalam satu tahun? Biaya renovasi bisa sampai dua ratus juta, kalau aku minta uang sebanyak itu sama mereka, bukankah sama saja membunuh mereka?"

"Tapi keluargamu nggak diminta buat bayar rumah, renovasi juga pakai uangku dan orang tuaku."

Aku pun jadi ikut kesal.

"Uang orang tuaku juga bukan yang tiba-tiba ada, mereka bekerja keras untuk bisa mendapatkannya. Kalian nggak kasih uang sepeser pun, tapi mau namamu ada di sertifikat rumah?"

" Andrina, kenapa kamu jadi matre begini? Kita sudah mau menikah, tapi kamu masih perhitungan begini?"

Ruben mulai memainkan triknya lagi.

"Kalau kamu mencintaiku, harusnya ada namaku saja di sertifikat apartemen."

"Kamu nggak tahu malu sekali! Karena kamu nggak mampu beli uang, mereka pakai uang hari tua mereka buat membelikan kita rumah!"

Ini pertama kalinya aku menyadari kalau laki-laki ini benar-benar tidak punya malu.

"Kalau kamu mampu, harusnya kamu beli rumah pakai duit sendiri! Saat itu Ayah bilang kalau uang muka bakal dibayar sama keluargamu dan keluargaku, lalu kita yang bayar cicilannya. Tapi, kamu nggak mau, katanya bebannya terlalu berat! Sekarang, rumah sudah dibeli dan kamu ingin menguasainya sendirian!"

"Jangan buat masalah nggak jelas, aku mau namaku ada di sertifikat. Orang tuamu selalu waspada kepadaku. Aku merasa mereka nggak menganggapku sebagai manusia, jadi aku minta begini!"

Ruben terlihat kesal karena dipojokkan seperti ini.

"Andrina, kamu itu bodoh! Kamu anak tunggal, jadi kalau orang tuamu meninggal, rumah ini akan jadi milik kita! Apa bedanya menambahkan namaku sekarang atau nanti?"

Orang tuaku hidup sehat, tetapi dia benar-benar mengatakan kata-kata seperti itu. Aku marah dan melayangkan satu tamparan kepadanya.

"Orang tuamu yang meninggal! Ruben, aku akhirnya tahu sifatmu yang sebenarnya! Belum nikah saja kamu sudah menginginkan harta orang tuaku!"

Kami bertengkar hebat dan aku memutuskan untuk mundur dari pernikahan.

Orang tuaku merasa lega dan mengatakan bahwa keputusan ini sangat tepat. Bahkan jika aku tidak menikah, mereka masih sanggup untuk menghidupiku.

Setelah menarik diri dari pernikahan, Ruben menggangguku sampai beberapa hari. Dia baru berhenti setelah aku memblokir semua kontaknya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
9.0
Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
9.6
Seorang gadis diculik dan disiksa oleh musuh ayahnya yang ingin balas dendam. Saat pembunuh menghubungi sang ayah yang merupakan kapten polisi, panggilan itu diabaikan demi menemani sang adik di sebuah lomba. Korban pun tewas mengenaskan setelah lidahnya dipotong. Ketika sang ayah dan ibu yang seorang ahli forensik tiba di TKP untuk menyelidiki kasus ini, mereka mengutuk kekejaman pelaku. Tragisnya, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa jasad hancur yang sedang mereka periksa adalah putri kandung mereka sendiri.
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Fatih hidup berdampingan dengan entitas misterius yang bersemayam di tubuhnya sejak kecil. Seiring waktu, keberadaan sosok tak kasat mata yang ia sebut teman itu kian tak terkendali. Kini, teror supranatural tersebut tidak hanya mengacaukan hidup Fatih, tetapi juga mulai mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya. Fatih harus berjuang menghadapi gangguan mistis agresif yang perlahan merusak realitas di sekitarnya.
Sampul Novel Keponakanku yang Belum Lahir dan Telah Meninggal
9.5
Kakak iparku bersikeras melahirkan di desa meski kandungannya berisiko tinggi. Saat aku mencoba membawanya ke rumah sakit demi keselamatan, ia malah menuduhku memicu kelahiran prematur bayinya yang lemah. Kebencian itu membuatnya tega meracuniku hingga tewas. Namun, takdir membawaku kembali ke masa lalu, tepat di momen ia meminta saran. Kali ini, aku memilih bungkam dan membiarkannya menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tanganku.
Sampul Novel Misteri Menu Sarapan Mertua
9.3
Kehidupan pernikahan baruku yang semula diharapkan penuh kebahagiaan saat tinggal bersama mertua kini berubah mencekam. Niat baik merawat mereka justru mengantarkanku pada situasi ganjil yang dipenuhi ketegangan. Sikap kedua orang tua suamiku terasa sangat aneh dan mencurigakan. Setiap pagi, hidangan yang tersaji di meja makan selalu diselimuti misteri, memicu kecurigaan bahwa ada rahasia gelap yang mereka sembunyikan rapat-rapat di balik ketenangan mereka.
Sampul Novel Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu
8.8
Tiara memiliki kemampuan fantasi unik berupa sembilan nyawa, di mana enam di antaranya telah melayang demi menyelamatkan Rico Sarihan. Dari tertimbun salju hingga ditusuk puluhan kali, pengorbanannya justru membuat sang miliarder abai dan tega mencelakainya demi wanita lain. Saat sisa hidupnya menipis menuju ajal kesembilan yang permanen, Rico baru menyadari kehilangan besarnya. Kisah romantis berbalut misteri dan horor ini menyajikan penyesalan terdalam seorang pria di hadapan jasad yang takkan pernah bangkit lagi.