APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta Buta Pembawa Petaka

Cinta Buta Pembawa Petaka

Sebuah panggilan misterius dari pengembang properti mengusik ketenangan hidupku. Mereka mengeluhkan kegaduhan malam pernikahan yang dituduhkan terjadi di rumahku, meski aku sebenarnya tidak memiliki pasangan. Demi membuktikan keluhan tetangga, mereka mengirimkan rekaman pengawas. Kejanggalan mengerikan pun terungkap; video itu memperlihatkan prosesi iringan pengantin yang meriah di lorong rumah. Sosok mempelai pria di sana sangat kukenal, ia adalah mantan kekasihku yang sudah berpisah sejak dua setengah tahun lalu.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suatu hari, aku menerima telepon dari seorang pengembang properti.

Orang itu dengan sopan menasihatiku bahwa meskipun aku sudah menikah, aku tidak perlu sampai membuat keributan sepanjang malam. Banyak tetangga yang mengeluh dan merekalah yang dipusingkan karena berada di antara kedua belah pihak.

Aku menjawab dengan tenang.

"Kalian pasti salah paham, aku saja nggak punya pacar, mana mungkin aku sudah menikah?"

Melihatku masih tidak mau mengaku, pihak pengembang properti mengirimkan video pengawas lingkungan perumahan kepadaku.

Dalam video tersebut, lorong bangunan dihiasi dengan lampu dan tamu datang tanpa henti. Beberapa orang mengiringi pengantin perempuan masuk ke dalam rumah baru.

Pengantin laki-lakinya adalah mantan pacarku, yang sudah putus denganku dua setengah tahun yang lalu.

"Penghuni apartemen nomor 801, aku tahu bahwa pernikahan adalah acara yang membahagiakan, tapi nggak perlu sampai mengundang begitu banyak kerabat dan teman untuk bermain kartu dan karaoke sepanjang malam!"

"Kalian melakukannya sampai beberapa hari, membuat pemilik apartemen di sekitar mengeluh kepadaku. Kalian masih bernyanyi sampai jam setengah tiga pagi, membuat tetangga sebelah nggak bisa istirahat karena terlalu berisik."

"Kalau orang menikah dan membuat acara di rumah, paling acara akan selesai tengah malam dan tamu akan kembali untuk istirahat. Kenapa kalian membuat kebisingan sampai berhari-hari? Itu memang apartemen kalian, tapi lingkungan apartemen milik umum. Kalau terlalu ribut, yang lain pasti akan marah karena nggak bisa istirahat. Kalau sudah begitu, bagaimana kalian akan hidup rukun ke depannya?"

"Pihak properti seperti kami juga serba salah. Aku harap kalian bisa lebih menahan diri. Boleh saja kalau mau main kartu di siang hari, tapi jangan bikin ribut saat malam!"

Hari ini aku libur, jadi aku berencana tidur sampai siang. Namun, aku dibangunkan oleh panggilan telepon yang tidak dikenal di pagi hari.

Mendengarkan suara yang menghardik dari seberang sana, aku pun jadi bingung.

"Apa-apaan ini, siapa kamu? Salah sambung, ya!"

Barulah setelah itu, orang di ujung telepon mulai memperkenalkan diri.

"Dengan Ibu Andrina, pemilik apartemen nomor 801 di gedung nomor 6 Taman Kenari Kota K? Aku pemilik properti di tempat ini."

"Saat mengurus balik nama sertifikat apartemen, aku menambahkan kontak Line milikmu. Aku juga mengundangmu ke grup properti. Kamu bilang akan jarang tinggal di sana, jadi nggak bergabung ke grup."

"Sekarang, kamu menikah dan sedang berbahagia, tapi perhatikan juga dampak bagi yang lain. Aku bukan menyalahkanmu, cuma lagi mengingatkan."

Sebuah pernyataan yang makin membuat otakku mandek.

Siapa yang menikah, aku?

Aku mengatur pikiranku dan teringat bahwa aku memang pernah membeli rumah di Taman Kenari tiga tahun yang lalu.

Saat itu, rumah itu akan digunakan sebagai rumah pernikahan. Namun, hubungan kami kandas dan aku tidak pernah kembali ke sana lagi.

Dua tahun ini aku tinggal di rumah orang tuaku dan sempat mempertimbangkan apakah akan menjual rumah di sana. Lalu, aku ingat kalau harga properti sedang turun, jadi aku mempertimbangkannya lagi karena tidak ingin rugi.

Sekarang, orang ini mengatakan ada yang menikah di rumahku?

"Kalian pasti salah, aku saja nggak punya pacar, mana mungkin aku menikah?"

Orang di ujung telepon menarik napas dalam-dalam dan sepertinya menahan amarahnya. Dia pasti mengira aku mengelak dan mencoba membela diri.

"Begini saja, Bu Andrina. Aku nggak akan banyak bicara dan akan mengirimkan video pengawasan di lingkungan sekitar saat mereka menyambut pengantin perempuan. Aku juga akan mengirimkan video pengawas di lift gedung."

"Aku harap kalian bisa mengurus masalah ini biar nggak ada keluhan lain dari pemilik apartemen di sebelah."

Setelah mengatakan hal itu, ponselku menerima serangkaian pesan.

Aku membukanya dan melihat bahwa video pertama adalah video di pintu masuk area apartemen. Karpet merah terbentang di tanah, mobil penyambut yang dihias dengan bunga terlihat keluar masuk.

Video kedua adalah pengawasan di pintu masuk ke gedung 6 memperlihatkan sekelompok tamu yang keluar masuk dengan berisik. Pengantin pria menggendong pengantin wanita yang kepalanya tertutup kain merah, berjalan masuk ke dalam lift.

Video ketiga adalah video pengawasan di pintu masuk lift lantai 8. Ada sedikit dekorasi di gedung, bahkan ada pita yang dipasang. Pengantin pria menggendong pengantin wanita keluar dari lift, diikuti oleh banyak orang.

Karena menggendong pengantin wanita, pengantin pria sedikit tertunduk, tetapi dia mengangkat kepalanya sedikit ketika keluar dari lift.

Hanya dengan sekali lihat, aku langsung mengenalinya.

Bukankah dia mantan pacarku dan kami putus dua setengah tahun yang lalu?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala
9.0
Sejak kecil, kemampuanku melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap sebagai pembawa petaka. Setelah kakek, ayah, dan ibu tewas tragis dalam sehari sesuai ramalanku, ketiga kakak laki-lakiku menaruh dendam mendalam padaku. Sebaliknya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa keberuntungan. Kini, tepat di usia kedelapan belas, cermin memperlihatkan hitungan mundur kematianku sendiri. Usai membeli kotak abu dan menyiapkan jamuan terakhir untuk kakak-kakakku yang tak kunjung datang, aku hanya bisa menunggu ajal menjemput dalam keheningan yang dingin.
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
9.6
Seorang gadis diculik dan disiksa oleh musuh ayahnya yang ingin balas dendam. Saat pembunuh menghubungi sang ayah yang merupakan kapten polisi, panggilan itu diabaikan demi menemani sang adik di sebuah lomba. Korban pun tewas mengenaskan setelah lidahnya dipotong. Ketika sang ayah dan ibu yang seorang ahli forensik tiba di TKP untuk menyelidiki kasus ini, mereka mengutuk kekejaman pelaku. Tragisnya, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa jasad hancur yang sedang mereka periksa adalah putri kandung mereka sendiri.
Sampul Novel Kayungyun
8.0
Fatih hidup berdampingan dengan entitas misterius yang bersemayam di tubuhnya sejak kecil. Seiring waktu, keberadaan sosok tak kasat mata yang ia sebut teman itu kian tak terkendali. Kini, teror supranatural tersebut tidak hanya mengacaukan hidup Fatih, tetapi juga mulai mengancam keselamatan orang-orang terdekatnya. Fatih harus berjuang menghadapi gangguan mistis agresif yang perlahan merusak realitas di sekitarnya.
Sampul Novel Keponakanku yang Belum Lahir dan Telah Meninggal
9.5
Kakak iparku bersikeras melahirkan di desa meski kandungannya berisiko tinggi. Saat aku mencoba membawanya ke rumah sakit demi keselamatan, ia malah menuduhku memicu kelahiran prematur bayinya yang lemah. Kebencian itu membuatnya tega meracuniku hingga tewas. Namun, takdir membawaku kembali ke masa lalu, tepat di momen ia meminta saran. Kali ini, aku memilih bungkam dan membiarkannya menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tanganku.
Sampul Novel Misteri Menu Sarapan Mertua
9.3
Kehidupan pernikahan baruku yang semula diharapkan penuh kebahagiaan saat tinggal bersama mertua kini berubah mencekam. Niat baik merawat mereka justru mengantarkanku pada situasi ganjil yang dipenuhi ketegangan. Sikap kedua orang tua suamiku terasa sangat aneh dan mencurigakan. Setiap pagi, hidangan yang tersaji di meja makan selalu diselimuti misteri, memicu kecurigaan bahwa ada rahasia gelap yang mereka sembunyikan rapat-rapat di balik ketenangan mereka.
Sampul Novel Sembilan Nyawa yang Kuhabiskan untukmu
8.8
Tiara memiliki kemampuan fantasi unik berupa sembilan nyawa, di mana enam di antaranya telah melayang demi menyelamatkan Rico Sarihan. Dari tertimbun salju hingga ditusuk puluhan kali, pengorbanannya justru membuat sang miliarder abai dan tega mencelakainya demi wanita lain. Saat sisa hidupnya menipis menuju ajal kesembilan yang permanen, Rico baru menyadari kehilangan besarnya. Kisah romantis berbalut misteri dan horor ini menyajikan penyesalan terdalam seorang pria di hadapan jasad yang takkan pernah bangkit lagi.