APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Bermula Dari Casing Berminyak

Bermula Dari Casing Berminyak

Sebuah benda biasa membawa petaka dalam novel misteri Bermula Dari Casing Berminyak. Sang protagonis menyadari casing ponselnya selalu terasa berminyak secara aneh. Keluhan tersebut hanya dianggap angin lalu, hingga sang sahabat melontarkan gurauan mengerikan bahwa wadah ponsel itu terbuat dari kulit manusia. Ketakutan itu menjadi nyata saat malam tiba, ketika ia terbangun dan merasakan sensasi mengerikan seolah wajahnya sedang dikuliti secara perlahan disertai bisikan dingin yang menuntut kulitnya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Barusan aku memang terlalu gegabah.

Setelah menenangkan diri, aku mulai memikirkan semuanya dengan lebih berhati-hati.

Haruskah aku memberitahu Lina kebenarannya? Mumpung mereka belum kembali, mungkin aku bisa berkonsultasi dengan sahabatku dulu.

Namun, tiba-tiba Jenny berkata bahwa dia juga tidak enak badan, jadi tidak ingin pergi mandi.

Tubuhku menegang, aku tak bisa lagi mengatakan apa-apa untuk membantahnya.

Bagaimana mungkin aku yang tadi bilang tidak mau pergi, sekarang malah mau? Jika aku begitu labil, pastiterlihat mencurigakan.

Lina diam-diam mengirim pesan, bertanya apakah dirinya perlu tetap tinggal.

Aku membalas tidak perlu.

Setelah berpikir sejenak, aku menambahkan beberapa pesan,

"Mungkin karena kamu terlalu stres akhir-akhir ini, makanya sampai halusinasi."

"Sebagai teman sekamar, sebaiknya kita hidup rukun."

"Aku nggak tahu kamu punya masalah apa dengan Jenny, tapi menyeret cerita horor seperti ini terlalu berlebihan."

"Ini terlalu aneh, aku nggak percaya."

Lina pun tidak membalas pesanku lagi.

Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara pintu terbuka dan tertutup.

Kini, hanya aku dan Jenny yang tersisa di kamar.

Aku memejamkkan mata rapat-rapat, berpura-pura tidur. Namun, rasa takut membuatku tetap waspada mendengarkan setiap suara di sekitarku.

Aku mendengar suara sandal bergesekan dengan lantai, terkadang berhenti, terkadang berjalan lagi.

Jenny sepertinya sedang mondar-mandir di kamar, mungkin sibuk dengan sesuatu.

Saat aku mulai merasa sedikit lega, suara itu tiba-tiba berhenti.

Lalu, kasurku mendadak terasa tertekan ke bawah.

Dia memanjat ke atas kasurku!

Aku menahan napas, tetap memejamkan mata dan tidak berani bergerak sedikit pun.

Satu tangan menggenggam erat ponselku, itu satu-satunya harapanku.

Tiba-tiba, tirai kasurku dibuka dan cahaya terang menusuk mataku.

Bulu mataku sedikit bergetar dan aku perlahan membuka mata.

"Jenny, apa yang kamu lakukan?"

Namun, Jenny tiba-tiba mendekat, wajahnya dipenuhi ketakutan.

"Lisa, aku baru saja menyadari Lina sudah mati."

Aku memaksakan diri untuk tersenyum sambil berkata, "Jenny, kamu asal bicara apa?"

"Aku nggak asal bicara!"

"Hari itu, aku dan pacarku sedang duduk di bangku belakang asrama."

"Baru saja aku mau balik ke kamar, tapi saat menoleh ke belakang, aku melihat Lina berdiri di balkon, menatapku."

Jenny tampak mengingat kembali, wajahnya menunjukkan ketakutan yang belum pernah kulihat sebelumnya.

"Dia begitu pucat, seperti secarik kertas, berdiri kaku di sana."

"Aku yakin dia bukan manusia, nggak ada manusia dengan mata yang sepenuhnya hitam seperti itu ... "

Sekujur tubuhku langsung merinding.

Dengan tangan gemetar, aku menghapus keringat dingin di telapak tanganku dan mencoba menenangkan,

"Kamu pasti salah lihat, malam itu gelap sekali, mungkin kamu salah lihat."

Namun, Jenny tiba-tiba menoleh ke arahku, menatapku dengan tajam.

"Kamu nggak percaya padaku?"

Saat itu, aku baru menyadari bahwa pupil matanya telah melebar, sepenuhnya menghitam, tanpa bola warna putih sedikit pun.

Tubuhku gemetar hebat. Aku memundurkan tubuhku, sementara senyuman di wajahku lebih mirip ekspresi menangis.

"Iya, aku percaya ... "

Jenny tampak semakin marah. Dari matanya, pola hitam mulai menyebar, perlahan menutupi seluruh wajahnya.

Tangan gemetarku mencoba membuka ponsel, tetapi aku tak bisa memasukkan kata sandinya dengan benar.

Teringat ucapan sahabatku, aku menangis sambil bergumam,

"Halusinasi, semua ini hanya halusinasi."

Saat Jenny mengulurkan tangannya dan hampir mencapai tubuhku, tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar.

Lisa masuk dengan membawa ember mandi, wajahnya memuram dan bertanya, "Apa yang sedang kalian berdua lakukan?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B11072" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B11072
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ghost Boyfriend
8.0
Pasca kecelakaan maut yang merenggut nyawanya, Arka terjebak menjadi arwah penasaran. Demi menuntaskan urusan yang tersisa sebelum benar-benar pergi, ia bekerja sama dengan seorang pengangguran bernama Zulfi. Arka bertekad memastikan kebahagiaan sang kekasih, Ziva, yang telah ditinggalkannya. Namun, melihat kedekatan yang mulai terjalin antara Zulfi dan Ziva, sanggupkah Arka pergi dengan tenang? Bisakah ia juga membenahi hidup Zulfi di sisa waktu yang ada?
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.5
Sepulang dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang diklaim bisa membuatnya awet muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku, bahkan rambutku dipotong untuk dililitkan di kepala patung itu. Ibu tidak tahu bahwa aku menyimpan rahasia pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, kebohongan ini berbuah petaka saat kulit ibu mulai dipenuhi bercak biru mirip sisik dan mulai mengelupas layaknya ular asli.
Sampul Novel PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA
8.5
Tinggal di kediaman mewah Pak Darma justru membawa Dewi pada situasi mencekam. Rumah megah milik mertuanya itu ternyata menyimpan berbagai rahasia gelap yang selama ini terkunci rapat. Perlahan, misteri demi misteri yang mengerikan mulai terkuak di hadapannya. Dewi pun terseret ke dalam pusaran kenyataan yang menakutkan, hingga akhirnya ia dipaksa menghadapi kebenaran mengejutkan tentang jati diri aslinya yang terikat dengan horor di rumah tersebut.
Sampul Novel Purwoko Family: Selipan Utara
8.8
Pak Purwoko membawa keluarganya pulang kampung setelah bisnisnya bangkrut demi mencari kedamaian. Namun, mereka justru mendapati musuh di balik kejatuhannya ada di sana. Kini, mereka terjebak konflik perebutan usaha giling padi masa lalu antara orang tua Purwoko dan sang rival. Teror menyeramkan pun mulai mengancam keselamatan seisi rumah. Mampukah Pak Purwoko mengatasi bayang masa lalu dan menyelamatkan keluarganya dari pusaran bahaya ini?
Sampul Novel The Blue Eyes
9.6
Sejak menetap di sebuah vila angker, hidup Ferdianto tidak lagi sama. Pertemuannya dengan Viana, arwah noni Belanda yang penuh misteri, memicu berbagai teror supranatural yang mencekam. Ferdianto pun tersadar bahwa nyawanya kini tengah terancam bahaya besar. Di tengah situasi yang mendesak, sanggupkah ia menyelamatkan diri dari ancaman maut? Mampukah ia memecahkan teka-teki serta misteri utama di balik semua kejadiaan mengerikan ini sebelum terlambat?
Sampul Novel WURAKE
8.3
Wurake adalah penganut ilmu hitam yang mengincar janin, bayi, serta ibu hamil dan nifas demi memuaskan dahaga mereka. Berbeda dengan Kuyang, sosok Wurake bisa berupa pria maupun wanita, dengan ancaman nyata yang mengintai siapa saja tanpa memedulikan umur atau gender korban. Kisah misteri berbalut horor fantasi ini merupakan karya fiksi belaka, sehingga jika terdapat kesamaan nama tokoh ataupun lokasi, hal tersebut hanyalah unsur ketidaksengajaan.