APKDock Logo
CEO DINGIN : ISTRI KESAYANGAN SANG CEO Novel Cover

CEO DINGIN : ISTRI KESAYANGAN SANG CEO

8.5 / 10.0
Neglected by her parents and constantly targeted by her malicious sister Tara, Tiara Jiang finds herself cornered by a wicked family trap. To reclaim her life and exact revenge, she is forced into an unexpected alliance with Kim Yohan, the famously cold and unyielding president of Lianxi Group. Though the powerful tycoon offers her a contract to destroy her enemies, the fiercely independent Tiara hesitates. Will this dangerous deal with City S's most ruthless billionaire change her destiny forever?

CEO DINGIN : ISTRI KESAYANGAN SANG CEO Chapter 1

1.Gaun Pesta

Disebuah rumah mewah yang besar milik keluarga besar Jiang.

"Mama...papa...",

terlihat seorang wanita cantik yang berlari kearah Sonya dan Jerry diruang tamu. Dengan mata sembab karena menangis, ia mengadu kepada kedua orang tuanya.

Wanita ini adalah Tara Jiang, putri sulung keluarga Jiang. Wanita cantik, berkulit putih, bibir mungil, bermata coklat dengan bulu mata lentik, dan rambut panjang sebahu. Ia sangat pintar dan pandai bergaul, tetapi sedikit manja. kedua orang tuanya sangat sayang kepadanya.

Dibelakang Tara berdiri seorang gadis yang yang wajahnya mirip dengannya namun tidak semuanya, gadis ini memiliki hidung yang lebih mancung dan rambutnya panjang hitam terurai sampai ke pinggang. Gadis itu adalah Tiara Jiang saudari kembar Tara Jiang. Tiara memilik sikap lembut, sederhana, ramah, tetapi sering tertindas.

"Hik..hik... Mama, lihatlah pakaianku rusak! ini semua karena Tiara. Dia telah sengaja merobeknya" ucap Tara mengadu kepada mamanya sambil menangis.

"Tiara! Benar yang dikatakan Tara, kau telah merusak gaunnya?", tanya Jerry Jiang dengan sedikit emosi. laki-laki ini melihat gaun yang berada di tangan Tara, yang telah robek bagian bawahnya.

"Tidak! Itu semua tidak benar! aku tidak pernah merobek gaun itu. Ini semua karena Tara tidak berhati-hati saat mencoba gaun itu di kamarnya. Gaun itu tersangkut paku dan robek", Jawab Tiara mencoba menjelaskan kejadian sebenarnya.

"Huh... Kamu ini sudah jelas ada buktinya masih saja mengelak, dan tidak mau mengakui." ucap Sonya membela Tara.

Tara diam-diam tersenyum. Tujuannya menjadikan Tiara sebagai kambing hitam telah tercapai.

"Hmm" Senyum tersungging di sudut bibirnya.

"Mama, aku harus bagaimana? di pesta ulang tahun besok, aku harus memakai apa?", rengek Tara merajuk kepada Sonya.

"Sayang, bagaimana kalau kita beli baju baru saja?" tanya Sonya mencoba membujuk Tara.

"Tidak! aku tidak mau. Pokoknya aku mau gaun yang sama dengan punyaku titik!"

Tara menolak begitu saja. Ini bukan masalah gaunnya, tetapi ia hanya menginginkan gaun milik saudarinya.

"Tara sayang, kamu tahu sendiri. Gaun itu dipesan khusus dan butuh waktu berbulan-bulan untuk membuatnya".

Jerry menggelengkan kepalanya, ia pusing dengan permintaan putri sulungnya itu. Ini jelas tidak bisa ia penuhi untuk saat ini.

Sonya yang begitu sayang dengan Tara mulai memutar otak. Ia mencari cara untuk dapat memenuhi permintaan Tara. Sonya tidak ingin anak kesayangannya ini kecewa.

" Sayang, bagaimana kalau Tiara memberikan gaunnya kepada Tara?, sebagai ganti gaun Tara yang rusak" kata Sonya.

"Iya! aku setuju", sahut Tara.

"Tidak! Aku tidak akan memberikan gaunku. aku tidak salah, dan tidak pernah merusak gaunnya" ucap Tiara membela diri.

"Tiara diam! ambil dan berikan gaunmu pada Tara!", bentak Jerry.

"Tapi pa...."

" Tidak ada tapi-tapian, sekarang ambil!" perintah Jerry.

Tiara lari ke kamarnya dengan mata berkaca-kaca dan tangisanya pecah saat tiba di kamar.

"Kenapa? Kenapa mereka memperlakukan aku seperti ini? bukankah aku juga anak mereka saudara kembar Tara. Mengapa papa dan mama tidak percaya denganku, meskipun aku berkata yang sebenarnya?".

Tiara menyeka air mata yang menetes di pipinya. Ia segera bergegas mengambil gaun ulang tahun dari dalam lemarinya.

"Nih! Puas", Ucapnya dan melempar gaunnya ke wajah Tara.

"Kamu tidak rela? Dasar anak tidak punya sopan santun", ucap Sonya.

Tara tersenyum menyeringai, ia puas tujuannya mengambil gaun Tiara berhasil. Ia tahu benar mamanya pasti ada dipihaknya. "Hmm" Tidak ada yang boleh tampil lebih cantik dari pada dia di pesta besok.

" Tiara, ambil ini dan cepat belilah gaun baru yang kamu suka!", ucap Jerry sambil menyodorkan kartu kredit miliknya.

Sepanjang perjalanan Tiara berfikir, sebenarnya ia itu anak kandung Keluarga Jiang atau bukan. Mengapa ia mendapat perlakuan yang berbeda dengan Saudarinya Tara Jiang?.

Tiara mengambil kartu kredit itu dan melangkah pergi meninggalkan ruang tamu. Ia merasa penjelasan seperti apapun yang ia berikan, akan terasa percuma saja. kedua orang tuanya juga tidak akan percaya.

2. Pesta Ulang Tahun

Hingar bingar keramaian dan kemeriahan pesta. Semua tamu undangan mulai berdatangan, mereka semua memakai baju yang mewah dan mahal. Tas dan perhiasan berharga puluhan, bahkan ratusan dolar menempel erat di tubuh para wanita. Para laki-laki memakai setelan jas rapi dengan harga selangit. Pesta kelas atas, tak jauh berbeda seperti ajang pamer kekayaan dan status sosial seseorang.

Keindahan pesta ulang tahun hari ini tak dirasakan oleh Tiara. Walaupun ini juga pesta ulang tahun dibuat untuknya dan Tara, tetapi bisa ditebak siapa primadona pesta ini. Sudah pasti saudara kembar Tiara yaitu Tara Jiang.

Baju indah dan elegan dikenakan Tara, meski itu milik Tiara. Sedangkan Tiara memakai baju gaun sederhana yang dibeli secara dadakan. Tentunya tidak bisa dibandingkan dengan baju pesta rancangan desainer terkenal dari butik termahal di kota S.

"Tara sayang, kamu cantik sekali. Seperti putri kerajaan yang ada di dongeng-dongeng", ucap para tamu undangan kepada Tara, sembari memberikan ucapan selamat ulang tahun.

Mereka semua memuji Tara dengan senyuman, namun berbeda ketika mereka melihat ke arah Tiara dengan sinis dan jijik.

"Bukankah itu Tiara? kenapa pakaiannya sederhana seperti itu. Berbeda sekali dengan Tara. bukankah mereka berdua itu kembar ya?" bisik para tamu. Tiara hanya bisa menunduk malu, ia pergi menjauh dan duduk sendiri di kursi dipojok ruangan.

disaat yang  sama datang seorang laki-laki tampan melihat kesana kemari, seolah-olah sedang mencari seseorang ditengah kerumunan tamu undangan.

" Direktur dan nyonya Jiang. Dimana Tiara?", tanyanya kepada Jerry dan Sonya. Kemudian menjabat tangan kedua rang tua  tiara secara bergantian.

Laki-laki itu adalah Jonatan yang merupakan kekasih Tiara. Laki-laki Tampan berambut pirang, kulit sawo matang, dengan tinggi 180 cm. Jonatan merupakan teman kuliah Tiara, mereka berdua dekat sejak saat itu.

Tiara dan Jonatan berencana menikah dalam waktu dekat. Jonatan sudah punya pekerjaan tetap di perusahaan ayah Tiara, sebagai General manager di perusahaan Jiang Grup.

"Itu Tiara", ucap Jerry sambil menunjukkan arah pojok, tempat Tiara sedang duduk sendirian.

Natan berjalan mendekat ke arah Tiara. Mereka berdua mengobrol santai, hal ini sedikit mengobati rasa sepi di hati Tiara. Natan begitulah Tiara memanggil kekasihnya.

Dari kejauhan Tara memperhatikan tingkah laku keduanya yang cukup mesra.

" Tampan juga laki-laki itu. Siapa dia? Kenapa bersama Tiara?. Sial! aku harus dapatkan laki-laki itu!. Ya... Meskipun harus merebutnya dari Tiara. Sorry my sister, I like your boyfriend", ucap Tara tersenyum jahat.

**

"Sayang, kenapa kamu sendirian disini? bukankah seharusnya kita menikmati pesta ulang tahunmu. Jadi, kamu harus bahagia", ucap Natan. Ia memberikan kecupan lembut di kening Tiara.

Tiara sebenarnya sama sekali tidak ingin bertemu dengan para tamu undangan. mereka yang sejak dari berbisik menghinanya. Demi menghormati Natan, ia setuju untuk bergabung dengan para tamu yang lain.

Natan menggandeng tangan Tiara, menuju ruang utama pesta. Tiba-tiba, Tara mendekat kearah keduanya.

"Saudaraku sayang, tidakkah kau akan mengenalkan laki-laki tampan disampingmu itu kepadaku?", ucap Tara dengan mengedipkan matanya.

Sepintas Jonatan melihat ke arah Tara Jiang. " Hemm! Cantik juga wanita ini, gumamnya dalam hati. Pesona wajah cantik dan tubuh seksi yang di miliki oleh Tara memang sulit untuk ditolak.

"Saya Jonatan, kekasih Tiara", jawab Natan memperkenalkan diri.

Tiara dengan wajah masam langsung meraih tangan Natan, dan mengajaknya menjauh dari Tara. " Ha..ha.." Tara tersenyum puas, ia berhasil membuat Tiara cemburu.

"Saudaraku tersayang, tidak ada milikmu yang tidak bisa aku miliki" Gumamnya.

Tara kembali ke tengah-tengah pesta. sekarang sudah waktunya, mereka berdua memotong kue ulang tahun.

Tara dan Tiara meniup lilinnya bersama-sama.

Mereka berdua berdiri berdampingan. Jelas reaksi dari para tamu beraneka ragam karena melihat tampilan keduanya yang berbeda begitu jauh. Tara yang glamor dan Tiara yang sederhana.

Pesta pun telah usai, para tamu undangan telah pulang ke rumah masing-masing.

Tiara mengantarkan Natan ke luar hingga masuk mobil.

" Bye bye, Sayang. Good night" Natan berpamit sambil melempar senyuman.

"Bye bye, hati-hati dijalan", jawabnya sambil melambaikan tangan.

"Good night, muaachh" Tara berlari dari dalam rumah memberikan kecupan dari jauh untuk kekasih Saudarinya itu.

Natan melajukan mobilnya menjauh, dengan cepat meninggalkan rumah keluarga Jiang

3. Di pindahkan ke kantor cabang

* Pagi di kantor Perusahaan Jiang Grup

Tiara terlihat duduk dimeja kerjanya, datang Natan dari arah belakangnya.

"Selamat pagi sayang" ucap Natan mendaratkan kecupan di kening Tiara.

"Selamat pagi juga sayang....tumben berangkat pagi sekali" tanya Tiara.

" Iya soalnya nanti ada rapat dengan klien" jawab Natan.

Dari luar terlihat Jerry baru saja datang dan masuk ke kantor nya. Jonatan juga segera kembali kemeja kerjanya karena big bos baru saja datang.

Tiara bekerja sebagai sekertaris diperusahaan ayahnya Jiang Grup. Jonatan Lee menjabat sebagai seorang manager di Jiang Grup sedangkan sang big bos Jerry Jiang adalah pemilik dari Jiang Grup.

meskipun Tiara adalah anak kandung dari keluarga Jiang namun untuk mendapatkan uang maka ia harus bekerja keras terlebih dahulu. Berbeda dengan saudara kembarnya Tara Jiang yang sangat disayang dalam keluarga Jiang, ia tidak perlu repot-repot berkerja untuk mendapatkan uang. berapa banyak uang yang dinginkan oleh Tara akan diberikan oleh Jerry dan Sonya hal ini membuat Tara suka berbuat seenaknya sendiri, boros dan berfoya-foya.

"Tiara masuk kekantor papa....ada yang perlu kamu kerjakan" perintah Jerry Telepon.

" Siap pak...saya akan segera kesana" jawab Tiara. Tiara berdiri dari kursinya dan merapikan pakaiannya terdahulu sebelum memasuki kantor direktur Jerry Jiang.

Tok tok tok....suara Tiara mengetuk pintu kantor Jerry.

" Masuklah Tiara, papa ingin memberikan sebuah pekerjaan kepadamu" ucap Jerry sambil menyodorkan beberapa lembar berkas anak cabang perusahaan dikota J.

"Apa maksudnya berkas-berkas ini " ucap Tiara

" Papa ingin kamu pergi ke kota J dan memimpin anak perusahaan disana. untuk pekerjaan mu disini biar nanti Tiara yang menggantikan" ucap Jerry.

"Tapi pa...aku gak ingin jauh dari Natan, bukankah kami akan segera menikah. setelah menikah Natan bisa menjadi direktur disana dan aku juga akan mengikuti Natan.

"Tiara jangan bantah papa lagi, papa belum bisa percaya dengan Jonatan sekalipun kau telah menikah dengannya. kamu akan menjabat sebagai direktur utama perusahaan di kota J selama 2 tahun, setelah itu terserah kau mau menikah dengan Jonatan dan menjadikan ia sebagai direktur di perusahaan itu pun papa tidak akan keberatan" ucap Jerry memberikan kesempatan pada Tiara berfikir.

"Pikirkanlah dulu besok, kau bisa mengatakan jawabannya" ucap Jerry.

Tiara keluar dari kantor papanya dan mendatangi ruangan natan, bagaimana pun dia harus berdiskusi tentang ini dengan Natan.

Tok tok tok..suara pintu di ketuk.

" Silakan masuk.." ucap Natan ketika melihat Tiara didepan pintu.

Tiara mengatakan semuanya kepada Natan, perihal kontrak kerja yang ditawarkan papanya. Natan tidak keberatan dengan semua itu, apalagi ada iming-iming dia bisa menggantikan Tiara sebagai direktur disana setelah 2 tahun.

waktu terus berjalan tak terasa sudah jam 5 sore waktu pulang kerja.

" Sayang...kita pulang bareng yuk" ucap Natan semakin lengket dengan Tiara.

"Boleh..ayo" ucap Tiara menerima.

keduanya menuju parkiran mobil kemudian pulang, Natan mengantarkan Tiara kerumahnya.

**

Di meja makan

mereka makan dengan tenang dan begitu menikmati makan malamnya.

"Tara...papa ingin kamu bekerja di perusahaan kita'" ucap Jerry.

" Apaa...engak mau pa, aku belum ingin bekerja" ucap Tara.

"ini perintah ayah...jika Tiara setuju untuk dipindahkan ke perusahaan dikota J maka kamu harus menggantikan pekerjaan dia disini" ucap Jerry.

" Tiara papa tunggu jawabannya besok pagi" ucap Jerry.

" Baik pa" jawab Tiara

setelah makan malam selesai, Tiara masuk kekamar hari ini benar-benar melelahkan dan ia ingin tidur lebih awal.

***

Keesokan harinya Tiara menemui ayahnya dikantor. iya menyatakan kesanggupannya dipindahkan kekantor cabang di kota J.

Jerry memberikan berkas kontrak yang harus ditandatangani oleh Tiara.

" Kau sekarang bisa pulang. siapkan barang-barang yang akan kau bawa. kau akan berangkat besok pagi, disana kau bisa tinggal di villa milik keluarga kita" ucap Jerry.

"secepat itukah..." ucap Tiara.

"Disana ada masalah yang harus segera kau atasi dan Carikan solusi pemecahannya" ucap Jerry.

Tiara berjalan keruangan Natan untuk berpamitan, karena mereka akan jarang bisa ketemu bahkan mungkin tidak bisa bertemu dengan waktu yang lama.

" besok aku akan berangkat ke kota J...mungkin kita akan sulit bertemu, akankah kau menunggu ku. kita akan segera menikah jika urusan ku disana sudah selesai" ucap Tiara.

" sayang...kamu gak usah khawatir, aku akan menunggumu" ucap Natan lembut.

mendengarkan jawaban dari Natan hati Tiara menjadi tenang, ia yakin Natan laki-laki yang setia dan mencintainya. Tiara memutuskan untuk pulang lebih awal dan mempersiapkan keperluan besok.

Continue Reading

CEO DINGIN : ISTRI KESAYANGAN SANG CEO of Contents

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

You may also like

New Release Novels

Entangled Fates : The Alpha's Reluctant Mate Novel Cover
8.2
Elara desires a peaceful existence far from her pack's strict social order, yet fate intervenes during the lunar festival. There, she is revealed as the fated mate of Silas, a powerful and distant Alpha. Despite Silas demanding her absolute devotion, Elara fights the mystical tether connecting them. With old enemies approaching their borders, she is forced to choose between accepting her destined position or continuing to resist her own heart.
Falling for My Contract Husband Novel Cover
9.1
Mario Chandra’s life as a famous fitness icon collapses after his ex-wife and manager swindles him, leaving him destitute. Desperate to escape sudden poverty, he accepts a unique proposal to become the contract husband for Aunt Inez, a wealthy widow and single mother from his former gym. While the arrangement starts as a financial necessity, the nature of their union remains uncertain. Will their bond stay professional, or will a real fire ignite?
Late Redemption Of My Mate And My Sister Novel Cover
7.5
Betrayed by her mate, Frank, and her sister, Sarah, a master belly dancer is left for dead after a brutal assault designed to favor their adopted daughter. Miraculously surviving the ordeal, she fakes her death and reinvents herself as a lethal special agent. By the time a guilt-stricken Frank realizes the depth of his cruelty, his path to redemption is blocked. She has returned for justice, and his remorse comes far too late to mend the past.
My Step Father, My Desire. Novel Cover
7.3
Emma is a quiet, overlooked geek working as an intern at her stepfather’s firm. Despite their family bond, she is consumed by a forbidden carnal fixation on him. During a professional meeting, her composure breaks as she fantasizes about his touch. Driven by an obsessive need to become his submissive, she is ready to discard all moral boundaries. To claim him, Emma will even plot to eliminate her own mother from the equation.
Never See You Again Novel Cover
9.4
A shocking discovery ruins a seemingly perfect relationship. While checking her boyfriend’s phone, a woman stumbles upon a hidden, completely empty secondary system. Though it lacks any applications, the secret interface contains endless pages of green text messages. Reading them delivers a devastating blow to her heart, as she uncovers her partner's secret longing for another woman alongside his deep-seated dissatisfaction with their own relationship.
Skies We No Longer Share Novel Cover
8.1
Cecilia Jones tracks every instance of Jeff Lawrence’s infidelity and neglect within a forgiveness notebook. In this modern romance, Jeff’s disregard for Cecilia manifests as he abandons her on her birthday for Yvonne Smith and later gives away Cecilia’s long-term pet to suit Yvonne’s needs. When Jeff eventually wakes up in Yvonne’s bed and dismisses Cecilia’s concerns, he marks his ninety-fifth strike. Skies We No Longer Share details a relationship pushed to its absolute breaking point.
Chapters
Read now
share