APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Yang Kucintai adalah Duri

Yang Kucintai adalah Duri

Rumah tangga dalam novel Yang Kucintai adalah Duri menyimpan rahasia kelam. Sang istri, yang diam-diam telah sembuh dari kebutaan, berpura-pura tidak tahu saat menemukan kamera pengawas di rumahnya. Suatu hari, ia bersembunyi di lemari dan menyaksikan suaminya membawa selingkuhan. Meski suaminya membela dirinya dari hinaan wanita itu, sang istri yang telanjur kecewa memutuskan keluar dari persembunyian, menghubungi kakaknya, dan setuju untuk pergi ke luar negeri.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku masih ingat, terakhir kali Gavin menunjukkan ekspresi panik seperti itu adalah pada hari pernikahan kami.

Saat itu, cintanya begitu menggebu-gebu, penuh gairah yang membara. Janji yang dia ucapkan terdengar begitu lantang serta penuh keyakinan.

Bahkan ketika aku mengalami kecelakaan dan kehilangan penglihatanku, dia tetap berada di sisiku, merawatku dengan penuh perhatian.

Aku pikir, kami akan selalu saling mencintai.

Namun, mimpi indah pada akhirnya akan hancur.

Beberapa saat kemudian, Gavin tampak ragu-ragu sebelum akhirnya berbicara.

"Melisa, bagaimana kalau tahun ini kita merayakan hari ulang pernikahan kita?"

Baiklah, aku akan menggunakan pesta ini untuk mengakhiri pernikahan ini.

Melihatku mengangguk, senyuman tulus akhirnya muncul di wajah Gavin.

Beberapa hari berikutnya berlalu dengan tenang, seolah-olah semuanya kembali seperti sedia kala.

Gavin sibuk keluar pagi dan pulang larut untuk mempersiapkan perayaan ulang tahun pernikahan kami.

Dia memesan aula pesta di lantai tertinggi, bahkan memastikan semua bahan makanan diimpor pada hari yang sama.

Namun, tidak semua orang merasa senang.

Sejak Gavin mulai merencanakan pesta ulang tahun pernikahan kami, wajah Alina tidak lagi menampilkan senyuman.

Hari perayaan pun tiba dengan cepat.

Para sosialita dan orang-orang berpengaruh di Kota Janitra berkumpul di sana.

Di layar besar, foto-foto kami berdua ditampilkan satu per satu, dengan tulisan di atasnya.

"Sayang, aku mencintaimu. Semoga kita selalu bersama."

Gavin berbincang dengan para tamu, sementara aku berdiri sendirian di sudut ruangan.

Beberapa wanita dari keluarga kaya mendekatiku, mengajakku berbasa-basi.

"Bu Melisa, kamu benar-benar wanita yang beruntung."

"Benar! Pak Gavin mencintaimu sepenuh hati. Bahkan perayaan ini dia rancang sendiri hanya untuk membuatmu bahagia."

Aku hanya tersenyum sopan sebagai tanggapan, tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Mungkin karena merasa percakapan ini makin membosankan, mereka segera menjauh, mulai berbisik-bisik di antara mereka sendiri.

"Cih, cinta sejati apanya? Mau pura-pura apa lagi?"

"Dia hanya orang buta. Nggak heran kalau dipermainkan seperti monyet."

"Dia sungguh pandai menyanjung diri sendiri. Memangnya dia pikir pesta ini benar-benar dibuat Pak Gavin untuknya?"

Setiap kata mereka langsung menusuk telingaku.

Aku mengira diriku akan merasa sesak serta sangat kesal, tetapi kenyataannya hatiku justru terasa begitu tenang.

"Pak Gavin telah menyiapkan pertunjukan kembang api!"

Begitu kembang api mulai dinyalakan, semua orang bergegas menuju balkon.

Awalnya aku berdiri di sudut ruangan, tetapi karena desakan orang-orang, aku malah terdorong ke dekat panggung.

Di tengah kerumunan, tubuhku kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke lantai.

Punggungku terbentur keras pada peralatan di belakangku, membuatku tak bisa menahan diri untuk berteriak kesakitan.

Tiba-tiba, gambar di layar berubah. Tulisan di atasnya juga ikut berganti.

Yang awalnya adalah foto-foto mesraku dengan Gavin mendadak lenyap, digantikan dengan potret pribadi Alina.

Di atasnya tertulis, "Sayang, selamat datang di dunia ini."

Heh .… Sekarang semuanya masuk akal.

Sejak awal, pesta ini memang bukan untukku.

Kalau memang pesta ini untukku, mengapa repot-repot menyiapkan pertunjukan kembang api untuk seseorang yang setengah buta?

Tentu saja, kembang api ini memang ditujukan untuk orang yang bisa melihatnya dengan jelas.

Meskipun mataku sudah pulih, kerumunan di sekitar terlalu padat.

Tak peduli seberapa keras aku mencoba, aku tetap tak bisa bangkit. Aku hanya bisa pasrah saat mereka terus menginjak tubuhku.

Saat aku berusaha mengangkat kepala di tengah kesakitan .…

Aku melihat Alina bersandar manja di bahu Gavin, dengan wajah yang penuh kebahagiaan.

Di langit, kembang api bermekaran dengan megah, meninggalkan jejak warna-warni yang memudar perlahan.

"Sayang, aku mencintaimu."

Seolah ada tangan tak kasatmata yang mencengkeram hatiku dengan erat.

Aku tidak tahu apakah yang lebih menyakitkan adalah luka di tubuhku atau luka di hatiku.

Aku tidak bisa lagi menahan diri, akhirnya jatuh pingsan.

Saat aku tersadar kembali, aroma disinfektan memenuhi hidungku.

Pandanganku awalnya tampak samar, lalu perlahan menjadi lebih jelas. Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhku, membuatku tanpa sadar menarik napas dalam-dalam.

Namun, yang paling membuatku takut adalah percakapan yang terdengar dari lorong.

"Pak Gavin, gumpalan darah di otak Bu Melisa mulai menunjukkan tanda-tanda menghilang. Ada kemungkinan besar penglihatannya akan pulih."

Alih-alih mendengar suara penuh kegembiraan, justru bentakan penuh amarah yang terdengar.

"Apa kamu bercanda?"

"Bagaimana dengan janjimu dulu? Aku sudah mengikuti semua perintahmu. Aku memberinya obat penambah darah setiap hari agar gumpalan darah di otaknya makin besar, demi menekan saraf optiknya hingga membuatnya buta selamanya .…"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel akan ku tuju sampai ke ujung
9.6
Siera sangat menikmati masa lajangnya sebagai wanita mandiri. Di sisinya, ada Roma, sahabat masa kecil yang selalu loyal mendukungnya. Namun, ketenangan hidup Siera terusik sejak kehadiran Xavier, bos besar di kantornya. Meski sang atasan berkarakter angkuh dan dingin, perlahan ketulusan Siera mampu melunakkan hatinya. Kini, Siera terjebak di antara loyalitas sahabatnya dan daya pikat sang bos yang mengubah takdirnya.
Sampul Novel Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
7.8
Bukti perselingkuhan Fathan terbongkar setelah istrinya, Davina, menemukan sebuah buku harian rahasia milik Lulu. Ketegangan memuncak ketika Lulu, yang bekerja sebagai sekretaris sekaligus sahabat Davina, mendadak tewas terbunuh secara misterius. Siapa pelaku di balik pembunuhan keji ini? Mampukah rumah tangga Davina dan Fathan bertahan melewati rintangan pengkhianatan serta misteri kematian yang belum terpecahkan? Temukan jawabannya dalam kisah penuh teka-teki ini.
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Demi ambisi pendidikan, Marlina kehilangan kehormatan hingga terbuang ke dunia gelap narkoba sebagai pengedar. Saat berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival justru menjebloskannya ke penjara. Di balik jeruji besi, ia memperdalam ilmu agama. Namun setelah bebas, penolakan keras masyarakat kembali menghadangnya. Kini, Marlina dihadapkan pada pilihan sulit: kembali ke jalan haram yang menjanjikan atau tetap teguh pada proses hijrahnya.
Sampul Novel HASRAT PENUH LUKA
9.7
Di bawah guyuran hujan lebat, Dominic mengejar wanita yang sangat mirip dengan Stella. Sambil berlutut, ia bersujud memohon maaf atas kesalahan fatalnya di masa lalu. Namun, kepedihan yang dirasakan Stella sejak tiga tahun lalu telah mengubah hatinya menjadi beku dan kelam. Dengan penuh ketegasan dan sikap dingin, Stella menyatakan penyesalan Dominic sia-sia. Baginya, hanya kematian pria itulah satu-satunya penebus penderitaan panjang yang ia rasakan.
Sampul Novel HATRED
8.7
Akibat fitnah keji merekayasa video, seorang pemuda diusir dari rumah karena dituduh mencelakai dua saudaranya. Rasa kecewa mendalam ia rasakan lantaran keluarganya sendiri lebih memilih memercayai bukti palsu tersebut dibanding kata-katanya. Di tengah luka batin akibat dikhianati orang terdekat, ia terpaksa memulai lembaran baru di dunia luar. Mampukah ia bertahan dalam pengasingan ini? Akankah penyesalan kelak menghampiri keluarga yang mendepaknya? Ikuti kisah perjuangan sarat dendam ini.
Sampul Novel Kelakuan Suami dan Ibu Mertuaku di Balik Pintu
8.3
Mengetahui bahwa anak yang disayanginya selama ini merupakan hasil hubungan sedarah, sementara darah dagingnya sendiri telah meninggal secara mengenaskan, tidak membuat wanita ini menyerah pada keterpurukan. Alih-alih hancur, ia memilih bangkit dengan tekad membara untuk menuntut keadilan. Langkah pembalasan dendam pun dimulai dengan menyeret sang ibu mertua ke balik jeruji besi dan menelanjangi semua kebusukan suaminya di hadapan publik, sebelum ia melangkah pergi memulai lembaran hidup yang baru.