APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Yang Kucintai adalah Duri

Yang Kucintai adalah Duri

Rumah tangga dalam novel Yang Kucintai adalah Duri menyimpan rahasia kelam. Sang istri, yang diam-diam telah sembuh dari kebutaan, berpura-pura tidak tahu saat menemukan kamera pengawas di rumahnya. Suatu hari, ia bersembunyi di lemari dan menyaksikan suaminya membawa selingkuhan. Meski suaminya membela dirinya dari hinaan wanita itu, sang istri yang telanjur kecewa memutuskan keluar dari persembunyian, menghubungi kakaknya, dan setuju untuk pergi ke luar negeri.
Bab
Bagikan

Bab 4

Suara itu tiba-tiba terhenti. Kemudian, pintu kamar dibuka dengan kasar.

Aku terkejut hingga napasku tercekat. Kemudian, aku memejamkan mata dengan cepat, mendengar langkah kaki mendekat, lalu menjauh lagi.

Saat pintu tertutup kembali, suara Gavin terdengar sedikit lebih pelan.

"Aku memasang kamera pengawas di rumah hanya untuk mengawasi setiap gerak-geriknya, memastikan dia nggak tiba-tiba sembuh, lalu mengganggu anak yang dikandung Alina!"

"Sekarang kamu memberitahuku kalau dia akan sembuh?"

"Aku nggak peduli cara apa yang kamu gunakan, tapi Melisa harus tetap buta!"

Gavin menarik kerah dokter itu dengan kasar. Setiap kata yang keluar dari mulutnya membuat hatiku makin membeku.

Aku selalu berpikir bahwa semua ini terjadi karena nasibku yang buruk.

Aku bahkan percaya bahwa Gavin sudah berusaha keras mencarikan pengobatan untukku. Setiap kali mendengar ada dokter terkenal, dia akan langsung memesan tiket untuk berangkat ke sana.

Aku selalu merasa bersalah, berpikir bahwa aku telah menyia-nyiakan waktunya.

Itulah sebabnya, setiap kali Gavin menyodorkan obat, aku meminumnya tanpa ragu. Bahkan tidak menyisakan ampasnya sedikit pun. Namun, tetap tidak ada perubahan apa pun.

Lambat laun, rasa pahit obat membuatku makin sulit untuk menelannya.

Setiap kali Gavin membawakan obat, aku berpura-pura meminumnya. Padahal sebenarnya aku membuangnya ke toilet.

Siapa sangka, penglihatanku justru makin membaik.

Suara pertengkaran di luar terdengar makin menjauh, disusul dengan langkah-langkah kaki yang tergesa-gesa.

"Direktur meminta kita untuk melakukan pemeriksaan ulang pada Bu Melisa."

"Ayo cepat. Aku dengar Pak Gavin juga ada di sana."

Aku langsung membuka mata, buru-buru mengganti pakaian.

Untuk menghindari kecurigaan, aku mengambil masker dari meja perawat, lalu segera mengenakannya.

Pada saat itulah, sosok yang sangat aku kenal muncul di hadapanku.

Itu adalah Gavin.

Di belakangnya, Alina mengikuti dengan langkah kecil.

Wajah Gavin tampak penuh dengan kegelisahan saat matanya menyapu setiap sudut, seolah-olah tengah mencari seseorang. Setiap kali dia melihat seseorang dengan baju pasien, dia akan menarik mereka, lalu melepaskannya dengan kesal saat tahu bahwa orang itu bukan aku.

Alina mengatakan sesuatu, tetapi ekspresi Gavin justru tampak makin murka. Tanpa diduga, pria itu mendorongnya hingga jatuh ke lantai.

Ketika Gavin menoleh, pandangan kami bertemu.

Mata hitamnya tampak begitu tajam serta mengancam, membuat jantungku berdetak kencang.

Namun, hanya dalam sekejap, pria itu mengalihkan pandangannya.

Aku menundukkan kepala, berjalan cepat menuju mobil, lalu mendesak sopir untuk segera melaju pergi.

Baru ketika gedung rumah sakit tampak makin menjauh, aku bisa menghela napas lega.

Aku menatap jalanan yang penuh dengan jejak masa lalu, jejak yang pernah dipenuhi cinta Gavin padaku.

Aku berkata dengan suara acuh tak acuh, "Ke bandara."

Pada saat itulah ponselku bergetar. Di layar, ada nama Gavin terpampang jelas.

Aku mengeluarkan ponsel baru yang telah aku siapkan, lalu memasukkan kartu SIM ke dalamnya.

Sedangkan ponsel lama itu, aku melemparnya keluar jendela, membiarkannya hancur di bawah roda mobil.

Aku sudah lama tahu tentang trik kecil Gavin.

Pria itu memasang pelacak di ponselku, agar bisa mengetahui keberadaanku setiap saat.

Namun, sekarang dia tak akan bisa menemukanku lagi.

Aku memesan penerbangan paling awal. Meskipun harus transit berkali-kali, aku tetap tak ingin tinggal di kota ini sedetik pun lebih lama.

Baru ketika menghirup udara segar di negeri asing, aku benar-benar merasa seperti terlahir kembali.

Namun, Gavin bergerak lebih cepat dari dugaanku.

Begitu aku turun dari pesawat, ratusan pesan masuk bertubi-tubi.

Semuanya berasal dari nomor yang sangat aku kenal.

Sebelum sempat aku membacanya, ponselku kembali berdering.

Aku ragu-ragu beberapa detik, tetapi akhirnya menekan tombol jawab.

"Melisa! Apa kamu sudah gila?"

"Bisakah kamu berhenti bersikap kekanak-kanakan? Bahkan ponsel pun kamu hancurkan. Memangnya perlu sampai seperti itu?"

"Di mana kamu? Aku akan menjemputmu."

Tak ada nada marah yang berlebihan dari ucapannya, tetapi aku tahu bahwa Gavin sedang murka.

Gavin terus berbicara tanpa henti, hingga akhirnya menyadari bahwa dari tadi aku hanya diam. Suaranya pun mulai terdengar ragu.

"Melisa … maafkan aku."

"Aku nggak menjaga dirimu dengan baik, ini semua salahku. Aku nggak seharusnya menyalahkanmu."

"Bisakah kamu memberitahuku lokasimu? Aku akan segera menemuimu. Bukankah kamu ingin makan iga asam manis? Alina sudah menyiapkannya untukmu .…"

Ketika mendengar nama Alina, aku akhirnya membuka mulut, suaraku tanpa emosi.

"Gavin, kamu nggak akan bisa menemukanku."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel akan ku tuju sampai ke ujung
9.6
Siera sangat menikmati masa lajangnya sebagai wanita mandiri. Di sisinya, ada Roma, sahabat masa kecil yang selalu loyal mendukungnya. Namun, ketenangan hidup Siera terusik sejak kehadiran Xavier, bos besar di kantornya. Meski sang atasan berkarakter angkuh dan dingin, perlahan ketulusan Siera mampu melunakkan hatinya. Kini, Siera terjebak di antara loyalitas sahabatnya dan daya pikat sang bos yang mengubah takdirnya.
Sampul Novel Catatan Rahasia Sekretaris Suamiku
7.8
Bukti perselingkuhan Fathan terbongkar setelah istrinya, Davina, menemukan sebuah buku harian rahasia milik Lulu. Ketegangan memuncak ketika Lulu, yang bekerja sebagai sekretaris sekaligus sahabat Davina, mendadak tewas terbunuh secara misterius. Siapa pelaku di balik pembunuhan keji ini? Mampukah rumah tangga Davina dan Fathan bertahan melewati rintangan pengkhianatan serta misteri kematian yang belum terpecahkan? Temukan jawabannya dalam kisah penuh teka-teki ini.
Sampul Novel Gadis Yang Terjamah
8.7
Demi ambisi pendidikan, Marlina kehilangan kehormatan hingga terbuang ke dunia gelap narkoba sebagai pengedar. Saat berniat tobat dan berhijrah, jebakan rival justru menjebloskannya ke penjara. Di balik jeruji besi, ia memperdalam ilmu agama. Namun setelah bebas, penolakan keras masyarakat kembali menghadangnya. Kini, Marlina dihadapkan pada pilihan sulit: kembali ke jalan haram yang menjanjikan atau tetap teguh pada proses hijrahnya.
Sampul Novel HASRAT PENUH LUKA
9.7
Di bawah guyuran hujan lebat, Dominic mengejar wanita yang sangat mirip dengan Stella. Sambil berlutut, ia bersujud memohon maaf atas kesalahan fatalnya di masa lalu. Namun, kepedihan yang dirasakan Stella sejak tiga tahun lalu telah mengubah hatinya menjadi beku dan kelam. Dengan penuh ketegasan dan sikap dingin, Stella menyatakan penyesalan Dominic sia-sia. Baginya, hanya kematian pria itulah satu-satunya penebus penderitaan panjang yang ia rasakan.
Sampul Novel HATRED
8.7
Akibat fitnah keji merekayasa video, seorang pemuda diusir dari rumah karena dituduh mencelakai dua saudaranya. Rasa kecewa mendalam ia rasakan lantaran keluarganya sendiri lebih memilih memercayai bukti palsu tersebut dibanding kata-katanya. Di tengah luka batin akibat dikhianati orang terdekat, ia terpaksa memulai lembaran baru di dunia luar. Mampukah ia bertahan dalam pengasingan ini? Akankah penyesalan kelak menghampiri keluarga yang mendepaknya? Ikuti kisah perjuangan sarat dendam ini.
Sampul Novel Kelakuan Suami dan Ibu Mertuaku di Balik Pintu
8.3
Mengetahui bahwa anak yang disayanginya selama ini merupakan hasil hubungan sedarah, sementara darah dagingnya sendiri telah meninggal secara mengenaskan, tidak membuat wanita ini menyerah pada keterpurukan. Alih-alih hancur, ia memilih bangkit dengan tekad membara untuk menuntut keadilan. Langkah pembalasan dendam pun dimulai dengan menyeret sang ibu mertua ke balik jeruji besi dan menelanjangi semua kebusukan suaminya di hadapan publik, sebelum ia melangkah pergi memulai lembaran hidup yang baru.