APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Yang Kucintai adalah Duri

Yang Kucintai adalah Duri

Rumah tangga dalam novel Yang Kucintai adalah Duri menyimpan rahasia kelam. Sang istri, yang diam-diam telah sembuh dari kebutaan, berpura-pura tidak tahu saat menemukan kamera pengawas di rumahnya. Suatu hari, ia bersembunyi di lemari dan menyaksikan suaminya membawa selingkuhan. Meski suaminya membela dirinya dari hinaan wanita itu, sang istri yang telanjur kecewa memutuskan keluar dari persembunyian, menghubungi kakaknya, dan setuju untuk pergi ke luar negeri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Keesokan harinya, saat langit baru saja mulai terang, Gavin sudah pergi.

Aku tidak terlalu peduli, hanya mulai mempersiapkan keberangkatanku ke luar negeri.

"Melisa, kapan kamu akan datang?"

Suara kakakku menenangkan kegelisahan di hatiku.

"Seminggu lagi," jawabku dengan nada tenang, tetapi penuh keteguhan.

Setelah berbasa-basi beberapa saat, aku pun menutup telepon.

Namun, saat aku berbalik, tiba-tiba aku melihat Gavin sudah berdiri di ambang pintu entah sejak kapan.

Jantungku berdetak kencang, tetapi aku berpura-pura tidak melihatnya, langsung duduk dengan tenang.

Suara berat Gavin terdengar, "Melisa?"

Aku mengulurkan tangan, seolah-olah sedang meraba-raba sambil berkata, "Gavin? Kamu sudah pulang?"

Pria itu hanya menjawab dengan gumaman singkat. Dia mengambil ponselku untuk melihat daftar kontaknya.

Begitu melihat nama yang ada di layar, keningnya tampak makin berkerut.

"Apa kamu menghubungi kakakmu?" tanya Gavin.

Dulu saat kakakku meninggalkan Kota Janitra untuk pergi ke Negara Maltra, dia ingin membawaku bersamanya untuk menjalani pengobatan di luar negeri.

Namun, Gavin tidak mengizinkan. Setelah memohon berkali-kali, aku akhirnya memilih untuk tetap tinggal.

Karena itulah, Gavin sangat tidak suka jika aku berhubungan dengan kakakku.

Aku berusaha tetap tenang sambil menjawab, "Ya, Kakak hanya menelepon untuk menanyakan keadaanku. Aku meyakinkannya kalau aku baik-baik saja."

Gavin tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan dalam ucapanku, jadi dia tidak bertanya lebih jauh.

Kemudian, dia menoleh ke arah pintu sembari berteriak, "Masuklah."

Setelah mengatakan ini, Alina masuk dengan wajah penuh ejekan.

"Melisa, ini pelayan yang aku pekerjakan untukmu," ujar Gavin.

"Saat aku nggak ada di rumah, dia yang akan mengurus kebutuhan sehari-harimu," lanjut pria itu.

Sebelumnya, kami sudah memiliki seorang pelayan bernama Selly.

Namun, dua hari lalu, Gavin memecatnya dengan alasan masakannya tidak sesuai selera.

Setelah dua tahun memakan masakan Selly, tiba-tiba saja rasanya tidak cocok lagi untuk Gavin.

Saat itu, aku merasa ada aneh. Namun, aku tidak terlalu mempermasalahkannya.

Sekarang aku mengerti. Semua ini hanya untuk memberi jalan bagi Alina.

Sambil berbicara, Gavin memberi Alina isyarat dengan matanya.

"Bu, kamu jangan khawatir. Aku paling ahli merawat orang bu … tunanetra."

Hinaan tanpa sadarnya langsung terhenti saat Gavin menatapnya dengan tatapan tajam. Alina pun buru-buru meralat kata-katanya.

Aku hanya mengangguk pelan, lalu membalas, "Terserah kamu saja."

"Aku agak mengantuk .…"

Belum selesai aku bicara, Gavin langsung menyetujuinya, lalu membawa Alina pergi.

Aku melihat dengan jelas bagaimana Alina sengaja menggenggam tangan Gavin dengan penuh provokasi.

Namun, Gavin hanya melirikku sekilas, tersenyum sambil merangkul pinggang wanita itu, lalu pergi.

Aku berbaring di tempat tidur, mengingat kejadian barusan, merasakan sakit yang menusuk di dada.

Tanpa sadar, aku pun tertidur dalam keadaan linglung.

Saat terbangun, aku berjalan perlahan di lorong dengan langkah ringan.

Di sana, aku melihat Alina mengenakan seragam pelayan, berlutut di lantai dengan punggung membungkuk serta pantat menonjol, sedang mengelap lantai di sisi kaki Gavin.

Gavin duduk di sofa dengan dokumen di tangannya. Namun, di atas kertas itu hanya ada deretan karakter acak. Pandangan Gavin sebenarnya tidak tertuju pada dokumen, melainkan terus mengarah ke dada Alina. Aku bahkan bisa mendengar pria itu menelan ludah.

Pemandangan seperti ini hampir terjadi setiap hari.

Begitu Gavin pergi ke kantor, Alina baru akan menunjukkan sikap aslinya.

Dia dengan sengaja menaruh meja dan kursi di jalur yang biasa aku lewati, membuatku tersandung hingga terjatuh.

Hanya setelah mendengar suara kesakitanku, dia berjalan mendekat dengan santai, berpura-pura meminta maaf sambil mengejek.

"Ah, aku lupa kalau kamu buta," ujar Alina.

Ketika melihat penghinaan di matanya, aku mengepalkan tanganku erat-erat.

Sekarang belum saatnya.

Namun, saat Gavin kembali, wanita ini akan berperan sebagai orang yang penuh perhatian. Dia akan membawakan teh, menyuapiku makan, serta melayaniku dengan sempurna.

Mungkin karena merasa kurang puas dengan permainannya, Alina bertindak makin keterlaluan.

Saat Gavin membimbingku ke kamar, aku melihat Alina berbaring di tempat tidurku dengan mengenakan gaun tidur sutra milikku.

Gaun pendek itu hampir tidak menutupi tubuhnya. Aku bahkan bisa mendengar suara Gavin menelan ludah.

Gavin berdeham dua kali, buru-buru menarikku ke kamar mandi, lalu berkata, "Tempat tidurnya agak berantakan, aku akan merapikannya."

"Kamu cuci muka dulu saja."

Pria itu dengan tergesa-gesa menutup pintu kamar, tampak begitu gugup hingga lupa bahwa aku hanya setengah buta.

Suara bentakan pelan dari luar pintu terdengar jelas di telingaku.

"Apa kamu sudah gila? Ini adalah kamar tidurku dan Melisa!"

Alina mendorong Gavin dengan lembut, lalu duduk di atas tubuhnya sambil bermanja.

"Anakku bilang, dia merindukanmu," ucap Alina.

Aku tersenyum dingin, lalu mendorong pintu kamar mandi hingga terbuka. Dua orang di atas tempat tidur itu langsung gemetar ketakutan.

"Sayang? Ada apa?" tanyaku.

"Aku sepertinya mendengar suara pelayan itu."

Gavin segera bangkit berdiri, membuat Alina kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke samping.

"Nggak … nggak ada apa-apa."

"Pelayan itu sedang bersih-bersih …."

Setelah mengatakan ini, Gavin menarik Alina, langsung mendorongnya keluar dari kamar.

Semua gerak-gerik Gavin yang gugup itu tidak luput dari pandanganku.

Entah kenapa, hatiku terasa sedikit nyeri.

Awalnya, aku mengira bisa seperti di drama, dengan elegan mengungkap wajah mereka yang penuh kepalsuan.

Namun, kenyataannya yang keluar dari bibirku hanya sebuah gumaman pelan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bad Duda
9.2
Trauma mendalam membuat Edeline takut berinteraksi fisik dengan pria. Di tengah perjuangannya, ia harus menjadi dokter magang di rumah sakit milik Elvis Dalton, duda angkuh dan kejam. Walau awalnya saling membenci, hubungan mereka perlahan berubah karena rasa saling membutuhkan yang tumbuh. Dua jiwa yang sama-sama terluka oleh masa lalu ini dipertemukan oleh takdir. Akankah luka mereka terobati dan bersatu, ataukah takdir justru kembali memisahkan keduanya?
Sampul Novel Kembali Bangkit Hancurkan Para Pengkhianat
9.1
Demi Gunawan, aku rela lumpuh sepuluh tahun. Namun, tunanganku itu malah berselingkuh dengan Vivian, dan Keenan, adikku sendiri, menyembunyikannya demi uang. Mereka mengira aku tidak tahu apa-apa, padahal aku telah sembuh dan melihat semua kebusukan itu. Setelah menghilang selama tujuh tahun, kini aku kembali sebagai Alena Kusuma. Menjelma menjadi seorang investor kaya raya, aku siap membalas dendam dan menghancurkan hidup mereka yang dahulu telah mengkhianatiku.
Sampul Novel Kenikmatan Di Kelas Bisnis
9.3
Setiap bulan, sahabatku selalu bepergian ke berbagai kota dengan penerbangan kelas bisnis dan kembali dengan wajah yang berseri-seri penuh kebahagiaan. Rasa penasaran membuatku bertanya-tanya tentang keistimewaan yang tersembunyi di balik tirai mewah pesawat tersebut. Sambil tersenyum penuh arti, ia pun membocorkan rahasianya. Mulai dari mahasiswa lugu, bos besar yang dingin dan berkuasa, hingga pria asing yang menawan, semua pengalaman romantis yang tak terbayangkan telah ia rasakan di sana.
Sampul Novel Menikah dengan Tuan Muda Aneh
9.3
Demi menjalankan wasiat ayahnya, Sania terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Devandra Adiwiyatama. Hubungan ini mendapat penolakan keras dari Nyonya Hartati, ibu Devan. Meski begitu, Devan tetap menuntut Sania menjalankan perannya sebagai istri demi mendapatkan keturunan. Sania yang cemas tak mampu mengelak dari perjanjian tersebut. Akankah pernikahan tanpa cinta ini menumbuhkan perasaan tulus, atau Devan justru membuang Sania setelah ahli waris lahir?
Sampul Novel Sekretaris Cupu Vs Boss Arrogant
8.5
Pasca-kecelakaan pesawat yang merenggut ibunya, Carla Azannadia, putri seorang ART, terjebak di pusaran nasib malang. Kini ia bekerja di Royal Group bukan hanya sebagai sekretaris biasa, melainkan menjadi mata-mata bagi Gerald Barrack Amyts. Di balik kemewahan dunia elit, Gerald memperlakukan Carla layaknya pion dalam permainan hati yang manipulatif. Sanggupkah Carla meloloskan diri dari cengkeraman bosnya yang arogan demi menemukan cinta sejati?
Sampul Novel Suamiku yang Membagi Tagihan
9.2
Lima tahun berumah tangga, Isaac Saunders selalu perhitungan dalam membagi tagihan sekecil apa pun. Puncaknya, ia tega meminta jaminan dan bunga lima persen saat adikku kritis di rumah sakit. Isaac tak pernah menyadari bahwa rumah yang dijaminkannya adalah milikku, dan investasinya berhasil berkat andil ayahku. Karena ia sangat memuja uang, aku siap membalas perbuatannya dan membuat pria egois ini kehilangan seluruh hartanya.