APKDock Logo
Sampul Novel Wrong Marriage

Wrong Marriage

9.3 / 10.0
Hidup Angel Matthew berubah total setelah menyerahkan kesuciannya kepada Erick Cullen, mahasiswa baru yang ternyata seorang vampir. Situasi kian pelik dengan kemunculan Jack Wild, sesosok werewolf yang juga mulai memburunya. Angel kini menyadari dirinya adalah Gadis Suci yang diperebutkan oleh kedua kubu. Terjebak di tengah perseteruan abadi antara klan vampir dan werewolf, ia tidak lagi memiliki jalan untuk melarikan diri dari takdir mistis ini.

Wrong Marriage Bab 1

"Virginity party?"

Angel mengerutkan kening saat menatap spanduk besar yang terbentang di depan kampusnya. Mata abu-abunya bergerak-gerak menyusuri setiap untaian kata yang tercetak di spanduk tersebut.

"Merayakan pesta malam tahun baru bagi para gadis perawan. Ajak pemuda yang kau sukai untuk menikmati keperawananmu yang berharga."

"Hah?" Mulut Angel melongo lebar, walaupun begitu matanya tampak berbinar. "Ide yang cukup gila, tapi terdengar sangat seru."

Angel menggigit bibir yang mengulas senyum nakal, otaknya mulai menemukan siapa yang akan diajaknya pergi dalam pesta gila tersebut. Dia memang telah bosan dengan cap sebagai gadis perawan di usianya yang sudah memasuki delapan belas tahun, dan sekarang saatnya untuk mengubah status polosnya itu.

"Baiklah, aku akan menemuinya sekarang," gumam Angel dengan gejolak semangat yang berkobar di dada. Di tersenyum lebar, bersiap melangkahkan kaki saat tiba-tiba ada suara yang menghentikannya.

"Permisi."

Angel memutar badan, sejenak terpaku saat melihat seorang pemuda yang tampak asing di hadapannya. Keningnya berkerut dalam, dan lagi-lagi matanya bergerak liar mengamati pahatan sempurna pada wajah tampan di hadapannya. Mata berwarna coklat yang sangat terang, bibir sangat merah dan juga kulit yang terlalu pucat untuk ukuran pemuda Amerika. "Atau mungkin dia orang Rusia?" Pikir Angel dalam hati.

"Di mana kelas Sains?"

Suara itu terdengar dalam, diikuti dengan tatapan tajam yang membuat Angel bergidik ngeri. "Ah itu, ada di lantai dua lorong sebelah kiri, nanti kau akan menemukan petunjuk di sana."

"Thank you."

Angel mengangguk pelan, baru akan berucap saat mendadak merasakan hembusan angin yang cukup kencang. Tapi bukan itu yang membuat tubuhnya kini menegang, melainkan sebuah aroma harum yang terasa begitu aneh tapi terasa begitu nyaman saat menerobos indera penciumannya. Bahkan Angel sampai memejamkan mata, menikmati aroma segar yang tidak pernah ditemukan di mana pun.

"Parfum Mu sangat harum," gumam Angel dengan kembali memejamkan mata, tapi dia dibuat bingung saat melihat pemuda di hadapannya membungkuk seperti menahan sebuah kesakitan luar biasa.

"Are you ok?" Angel mengulurkan tangan, berniat mengusap lengan pemuda itu tapi dia kembali dihadapkan pada keanehan yang lain. Kulit pemuda itu terasa begitu dingin. "Kau demam?"

Alih-alih menjawab, pemuda itu malah melenggang pergi meninggalkannya begitu saja.

"Sangat tampan, tapi juga sangat aneh," gumam Angel dengan masih menatap punggung pemuda itu hingga menghilang di balik gedung kampus.

"Hemm... i dont care...." Angel menggeleng-geleng pelan dengan memasang wajah tak peduli. Dia bersiap kembali melangkah, tapi lagi-lagi ada saja yang mengganggunya.

"Morning!"

Angel menoleh ke sisi kiri saat merasakan sebuah lengan yang merangkul bahunya, menemukan seorang gadis berkaca mata yang telah menjadi sahabatnya sejak sekolah menengah. "Morning, Bell... mau ikut virginity party?"

"What?!" pekik Bella dengan kening berkerut dalam. "Are you crazy?"

Angel memutar bola mata malas sembari membawa kakinya melangkah. "Ayolah... aku sudah bosan menjadi gadis perawan, kita harus membuat perubahan di malam tahun baru besok."

"Astaga, Angel... jangan macam-macam, kita akan tetap baik-baik saja dengan status perawan. Lagipula kita sudah sepakat hanya akan memberikan keperawanan kita pada malam pertama pernikahan," oceh Bella dengan sesekali menaikkan bingkai kaca mata besarnya.

"Itu sudah sangat kuno, Bella...." Angel menghentikan langkah, tiba-tiba menangkup kedua sisi wajah sahabatnya itu dengan mata berbinar. "Aku sudah memutuskan untuk ikut dalam acara virginity party."

"Siapa yang akan kau ajak?"

"Calvin Klein," jawab Angel dengan wajah penuh percaya diri.

"Tapi-"

Angel tak perlu menunggu ocehan Bella lebih panjang lagi, karena dia memutuskan untuk berjalan cepat. meninggalkan gadis itu. Kakinya terus berjalan ringan, menaiki anak tangga untuk mencapai lantai dua gedung kampus. Dia menyusuri lorong sebelah kiri, sesuai instruksi yang diberikan kepada pemuda aneh tadi karena mereka memiliki tujuan pada kelas yang sama.

Mata Angel berbinar saat sudah memasuki kelas Sains, lebih tepatnya tertuju pada seorang pemuda berambut pirang yang saat ini duduk di kursi paling pojok. Dia setengah berlari menghampiri pemuda tersebut, langsung duduk pada kursi kosong di depannya.

"Morning, Calvin," sapa Angel dengan senyum yang dibuat semanis mungkin, tapi pemuda di hadapannya masih tampak memejamkan mata seolah tak peduli.

Angel mendengus keras, mengulurkan sebelah tangan untuk menarik earpod yang menyumpal lubang telinga pemuda itu. "Morning, Calvin Klein!"

Calvin langsung membuka mata, menurunkan kedua kakinya yang tadi berselonjor di atas meja. "Selamat pagi, Cantik. Apa kau sudah membawakan tugasku?"

Angel mengangguk cepat, mengeluarkan sebuah buku dari tas dan menyerahkan pada pemuda itu."Aku pastikan kau akan mendapatkan nilai A nanti."

"Good girl...." Calvin tersenyum manis sambil mencubit pipi Angel lembut. "Aku akan mentraktir-"

"Tidak perlu," sela Angel cepat dengan senyum merekah. Dia sedikit memajukan tubuh, membawa kedua tangannya terlipat di atas meja. "Aku ingin yang lain."

Calvin mengerutkan kening. "Kau ingin meminta yang lain?"

Angel mengangguk antusias. "Aku ingin mengajakmu datang ke virginity party besok malam."

"Virginity party?" Pekik Calvin dengan kerutan di keningnya yang semakin dalam. "Kau serius?"

Lagi-lagi Angel menganggukkan kepalanya cepat, bahkan wajahnya mulai tampak menampilkan ekspresi penuh harap.

"C'mon, Angel... pesta itu hanya untuk gadis pera-" Tiba-tiba Calvin menjeda kalimat, dengan mata yang melebar sempurna. "Jadi, kau masih perawan, Angel?!"

Suara pekikan itu terdengar begitu keras, hingga membuat semua yang ada di sana menoleh ke arah mereka.

"Sebenarnya... iya," Angel menggigit bibir bawah dengan wajah mulai bersemu merah, "aku masih perawan, dan aku ingin menjadikanmu sebagai pasanganku. Itu artinya kau akan menjadi pria pertama yang merasakan keperawananku."

Tidak seperti yang diharapkan, alih-alih merasa terharu dengan pengakuan Angel, ternyata Calvin malah tertawa keras dengan tatapan mengejek. Bahkan sekarang pemuda itu bangkit dari kursi, bertepuk tangan dengan tatapan mengedar.

"Demi Tuhan... ternyata masih ada gadis perawan di kelas kita!" ejek Calvin dengan tatapan merendahkan ke arah Angel. "Apa kau berniat menjadi biarawati, Angel?"

Sontak terdengar tawa dari semua orang yang ada di sana, kecuali seorang pemuda yang hanya duduk diam di pojok yang lain.

"Calvin, kenapa kau seperti ini?!" Angel ikut berdiri, wajahnya sudah tampak merah padam dengan mata berkaca-kaca.

Calvin tampak melipat kedua tangan di depan dada. "Memangnya apa yang kau pikirkan selama ini, Angel? Apa kau pikir aku menyukaimu?"

Angel hanya diam, bibirnya terlalu kelu untuk menjawab sesuatu yang ternyata hanya ada di dalam angan-angannya. Saat ini dia hanya bisa merasakan remasan kuat di dada yang berimbas pada cairan yang menggenang di kelopak matanya.

"Aku hanya menyukai kepolosanmu, Sayang?" Calvin mengusap kepala gadis itu lembut dengan senyum miring. "Siapa lagi yang akan mengerjakan semua tugasku kalau bukan dirimu, Angel?!"

"Dont fucking touch me!" bentak Angel sembari menepis tangan Calvin dari kepalanya.

"Wow!" Calvin kembali bertepuk tangan dengan tawa yang sarat akan penghinaan. "Apa kau lupa kalau baru saja menawarkan keperawananmu padaku, Angel?"

Lagi-lagi terdengar tawa dan cemoohan dari semua orang yang ada di kelas tersebut, membuat dada Angel terasa semakin sesak.

"Kau harus tahu, Angel...." Calvin membungkukkan punggung hingga membuat wajah mereka sejajar, bibirnya kembali memasang senyum merendahkan. "Aku tidak pernah tertarik untuk menidurimu, dan kurasa tidak ada satu pun pria di sini yang mau."

"Aku mau!"

Seruan tegas itu membuat semua mata teralihkan, bergeser ke arah pemuda aneh yang saat ini berdiri di sudut kelas. Angel pun melakukan hal yang sama, menatap pemuda yang ditemuinya di halaman tadi dengan wajah terperangah.

"Aku yang akan menjadi pasangan Angel dalam acara virginity party besok malam."

Lanjut Membaca

Daftar Isi Wrong Marriage

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ayah Dari Anakku
8.0
Hidup Anastasia Tillman hancur dalam semalam akibat dikhianati orang terdekat hingga ia terusir. Lima tahun kemudian, ia berhasil bangkit sebagai desainer perhiasan sukses yang membesarkan putra kecilnya sendirian. Namun, kedamaiannya goyah saat seorang miliarder datang menawarkan pernikahan demi sang anak. Walau Anastasia merasa sanggup mandiri, kemiripan wajah putranya dengan pria kaya itu sangat sulit dibantah. Akankah ia menerima pinangan tersebut?
Sampul Novel CINTA SATU MALAM DENGAN CEO
8.4
Athena Gimberly mendambakan seorang anak untuk menemaninya di hari tua tanpa harus menjalani komitmen pernikahan. Demi mewujudkan impian tidak biasa ini, ia mencari pria yang mau memberinya keturunan secara bebas. Takdir mempertemukannya dengan Arthur Harley, seorang CEO sombong berharga diri tinggi. Saat malam pertama mereka gagal memberikan hasil, Athena tidak ragu meminta Arthur kembali mengulangi hubungan intim tersebut demi mencapai tujuannya.
Sampul Novel Dulu Kau Permainkan Aku, Kini Aku Istri Sultan
8.3
Kiana terkejut saat mengetahui pernikahan tiga tahunnya dengan Yovan palsu, dan sahabatnya adalah istri sah yang sebenarnya. Pengkhianatan ini terjadi setelah Kiana mandul akibat menyelamatkan Yovan. Menolak diperdaya, Kiana membalas dendam dengan menikahi tuan muda miliarder yang menjadikannya pihak berkuasa atas proyek mereka. Pernikahan mewahnya menggemparkan kota, dan ia berhasil melahirkan anak kembar. Saat Kiana berniat mundur demi cinta sejati suaminya, sang tuan muda justru memohon agar ia tetap tinggal.
Sampul Novel Jadilah Milikku, Nona Sekretaris
8.9
CEO tampan dan kaya, Julian Evans, harus menghadapi penolakan dari sekretarisnya, Mia Sanders. Walau saling mencintai, status Mia sebagai anak pelayan di keluarga Evans membuatnya memendam perasaan demi membalas budi. Mia merasa perbedaan sosial membuat hubungan mereka mustahil. Namun, Julian tidak tinggal diam. Ia bertekad menantang keraguan Mia demi membuktikan ketulusannya. Sanggupkah perjuangan gigih Julian meyakinkan Mia bahwa cinta mereka pantas dipertahankan?
Sampul Novel Luka Yang Kutinggalkan
8.3
Menghadiri pesta ulang tahunnya di atas kursi roda, Joice menyadari bahwa semua tamu mencemooh fisiknya dan membicarakan perselingkuhan tunangannya, Willy, dengan Anna. Mereka mengira Joice masih tuli, padahal pendengarannya telah pulih. Willy yang dahulu diselamatkannya dari kecelakaan fatal hingga membuatnya lumpuh kini hanya diam. Kecewa dengan pengkhianatan setelah tiga tahun pengorbanan, Joice memutuskan mengaktifkan layanan kematian palsu. Sebuah replika jenazah siap dikirim ke pernikahan mereka dalam lima hari.
Sampul Novel Sindiran Pedas Istri Kedua
8.9
Kehidupan Tiara hancur setelah mengizinkan suaminya menikah lagi. Kesabaran dan sikap mengalahnya tidak membuahkan kedamaian. Istri kedua sang suami justru terus mengusik ketenangannya dengan sindiran pedas, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Terjebak dalam situasi yang menyakitkan ini, Tiara kini dihadapkan pada pilihan sulit. Haruskah ia tetap bertahan demi pernikahannya, atau mengumpulkan keberanian untuk melangkah pergi?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan