APKDock Logo
Sampul Novel Cantika : DESTINY OF LOVE

Cantika : DESTINY OF LOVE

9.5 / 10.0
Hidup Cantika berubah drastis setelah bertemu Jaden secara tidak sengaja. Lewat ancaman posesif yang menegaskan kepemilikannya, Jaden mengunci Cantika dalam pusaran obsesi yang begitu mengekang. Di tengah situasi menegangkan ini, Cantika harus memilih: kabur dari kendali pria tersebut atau malah jatuh hati saat jati diri Jaden yang sebenarnya mulai terbongkar. Sebuah drama romansa berbalut aksi yang sarat akan rahasia dan ambisi besar.

Cantika : DESTINY OF LOVE Bab 1

Jakarta, 14 Februari.

Pagi itu, dunia seakan runtuh bagi seorang Jaden Welingstone ketika melihat kekasihnya, Alexa sedang bersama seorang pria di atas tempat tidurnya tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya.

"Alexa!!!"

Suara menggelegar memecah kesunyian kamar mengejutkan wanita cantik dan pria wajah blasteran yang sedang asyik mengejar kenikmatan surga dunia.

"Jaden!"

Betapa terkejutnya Alexa melihat kekasihnya menatap nyalang bak singa yang siap menerkam mangsanya.

"Keparaaat kalian!"

Kemarahan Jaden begitu memuncak. Mewakili suaranya yang menggelegar dengan dua tangan terkepal kuat di antara sisi tubuhnya.

"Ini ,,," Alexa tersadar dari keterpakuannya. Segera diraihnya selimut yang berada di bawah kaki untuk menutupi tubuh polosnya.

Tatapan nyalang Jaden, mata merah menahan amarah yang memuncak beralih pada pria yang sedang berusaha menutupi tubuh polosnya dengan bantal.

"Jaden ,,, i,,ini, ini tidak seperti yang kamu lihat," jelas Alexa turun dari atas tempat tidur.

"Tidak seperti yang aku lihat?!"

"Aa,,aku ,,, bi,,bisa jelaskan semuanya," ucap Alexa terbata.

Napas Jaden naik turun menahan amarah yang sudah sampai diubun-ubun. "Tidak seperti yang aku lihat?!!! Kau pikir aku ini buta, hah?!!"

Alexa terdiam. Bingung dan ketakutan sangat terlihat jelas di wajah dan matanya.

Membela diri adalah hal yang mustahil dan tidak akan mengubah kenyataan dirinya telah tertangkap basah oleh Jaden.

Sementara Bima, pria yang telah tidur dengan Alexa dengan cepat mengambil baju yang ada dilantai.

"Jaden ,,," panggil Alexa meraih tangan Jaden. "Dengarkan penjelasanku."

Jaden menepiskan tangan Alexa. "Singkirkan tangan kotormu!" bentaknya galak. "Dasar perempuan tidak tahu diri!! Murahan!! Menjijikkan!!"

Plak!

Tangan Jaden yang besar dan kuat tiba-tiba menampar wajah Alexa. Emosi yang tidak terbendung telah menguasai hati dan logikanya.

Panas. Rasa panas seketika menjalar di pipi kiri Alexa seiring darah segar keluar dari sudut bibirnya.

"Hei, kau berani menampar perempuan?!" teriak Bima tidak terima.

Tatapan Jaden langsung beralih pada Jaden. "I kill you!"

Buuukh!

Tonjokan telak mendarat di hidung Bima.

Buuukh! Buuukh! Buuukh!

Panas menjalar dikepala Bima saat kepalan tangan besar Jaden bertubi-tubi menghantam kepala dan wajahnya.

Blugkhh!

Tubuh Bima roboh saat kaki Jaden menendang perutnya sangat kuat.

"Bimaaa ,,," teriak Alexa histeris melihat Bima tersungkur di lantai dengan wajah penuh luka serta hidung mengeluarkan darah.

Jaden belum puas. Tubuh Bima yang sudah tersungkur, ditendangnya berulang-ulang tanpa ampun.

"Stop! Stop! Hentikan Jaden!" Alexa menghambur menolong Bima yang telah babak belur.

Jaden tertegun. Pemandangan yang sangat menyesakkan dada. Wanita yang telah bersamanya selama tiga tahun sekarang sedang menangisi pria lain.

Bima mengerang kesakitan. Wajahnya penuh luka lebam. Kedua tangannya memeluk perutnya menahan sakit yang luar biasa.

"Kamu tidak apa-apa?" tanya Alexa bersuara gemetar.

Bima meringis menahan sakit. Dilihatnya Alexa. "Aaku ,,, tidakhh sss,, apa-apa. Jangan khawatir."

Buuukh!

Tendangan keras dari kaki Jaden kembali mendarat di perut Bima.

"Brengsek! I kill you!" teriak Jaden geram.

Buuukh! Bukh! Bukhh!

"Jaden hentikan!" pinta Alexa berusaha menahan kaki Jaden. "Aku mohon hentikan. Kamu bisa membunuhnya."

Jaden menghentikan aksinya. Dadanya bergemuruh hebat menahan marah melihat Alexa memohon demi pria yang ada di depannya. Kilat kemarahan sangat jelas tertera di kedua bola mata merahnya.

"Jaden, maafkan aku," ucap Alexa di antara isak tangisnya. "Aku ,,,"

"Cuiiih! Perempuan murahan!" Jaden menarik kakinya kasar dari pegangan Alexa. "Jangan sentuh kakiku dengan tangan kotormu! Menjijikkan!"

Alexa menangis. Tubuhnya berguncang di samping tubuh Bima yang telentang di lantai. "Maafkan aku ,,,," bisiknya lirih.

Jaden menjauh. Melepas dasi panjangnya yang terasa sangat mencekik leher. Andai membunuh bukan suatu dosa, ingin rasanya membunuh kedua orang yang sekarang ada di depannya.

Isak tangis Alexa mengisi udara di sekitar. Suaranya sangat memilukan, tapi tidak bagi Jaden. Isak tangis Alexa bak suara setan yang sedang mengolok-olok harga dirinya.

"Kenapa kamu mengkhianatiku?" tanya Jaden setelah sesaat hanya diam. Suaranya parau bak tercekik dirongga tenggorokan menahan amarah yang berusaha dipadamkan.

Alexa masih terisak. Berjuta penyesalan memenuhi rongga hatinya.

"Aku selalu memberikan semua yang kamu inginkan," ucap Jaden parau. "Bahkan, aku tidak berani menyentuhmu karena aku menghargai kamu sebagai seorang wanita.

"Maafkan aku, Jaden," bisik Alexa pilu. "Aku ,,, aku tidak tahu apa yang telah ku lakukan."

Jaden tersenyum sinis. "Tidak tahu apa yang telah kau lakukan?"

Alexa hanya bisa menangis. Menyesal? Tentu saja dia menyesal tetapi penyesalan atau penjelasan apapun tidak akan mengubah keadaan, semuanya sudah terjadi.

"Menjijikkan! Murahan!"

"Maafkan aku," hanya kalimat itu yang selalu ke luar dari bibir Alexa dengan suara lirih.

"Dari kapan?" tanya Jaden lirih.

Alexa tak menjawab.

"Sejak kapan kau mengkhianatiku?!" Jaden mengulang pertanyaannya.

Alexa lagi-lagi tak menjawab.

"Jawab!!!" bentak Jaden bersuara kencang, menggelegar mengisi setiap udara kamar.

Alexa melonjak kaget.

"Sejak kapan kalian berdua mengkhianati ku?!" tanya Jaden geram. Amarah yang telah reda sekarang kembali memuncak.

"Du,,dua tahun yang lalu," jawab Alexa gugup.

"What?" tanya Jaden tak percaya. Tatapannya sangat tajam melihat Alexa dan Bima.

Alexa menelan saliva. Aura ketakutan terasa sangat kental memenuhi udara sekitar.

"Dua tahun?" Jaden datang mendekati Alexa dan Bima. Berdiri menjulang di depan keduanya yang duduk di lantai.

Alexa menggeser tubuh lebih dekat pada Bima yang masih menahan sakit di sekujur tubuhnya.

"Haruskah aku membunuh kalian untuk membayar pengkhianatan yang telah kalian lakukan selama dua tahun!!" tanya Jaden penuh penekanan.

Mendengar apa diucapkan Jaden, sontak saja Alexa dan Bima kaget. Wajah keduanya langsung berubah pucat.

"Tapi ,,,," Jaden menjeda kalimatnya, melihat Alexa dan Bima bergantian. "Kematian terlalu enak untuk kalian berdua."

"Jaden, tolong maafkan aku," pinta Alexa serak. "Demi cinta kamu untuk aku, tolong maafkan aku."

"Ha-ha-ha-ha," Jaden tertawa lepas mendengar ucapan Alexa. "Cinta apa, hah?!"

Alexa terdiam, tidak tahu harus memberi jawaban apa. Tatapannya jatuh pada lantai yang ada di depannya.

"Cinta yang telah kau khianati?" ledek Jaden. "Cuiih! Menjijikkan!"

Alexa menelan saliva. Air mata tak hentinya keluar membanjiri pipi. Wajahnya semakin tertunduk, tidak berani melihat Jaden yang berdiri menjulang di hadapannya.

"Wanita jalang seperti kamu tidak pantas mendapatkan cintaku!"

"Aaakhhhh!" Alexa menjerit.

Tangan besar Jaden tiba-tiba menarik rambut Alexa ke belakang sampai wajahnya mendongak ke atas.

"Jaden, sakit!" jerit Alexa meringis, tangannya berusaha memegang tangan Jaden yang berada di belakang kepalanya. "Lepaskaaan!"

"Sakit yang kau rasakan sekarang, tidak sebanding dengan sakit yang kau berikan padaku!" ucap Jaden geram.

"Kumohon lepaskan," rengek Alexa merasakan sakit luar biasa, seakan seluruh rambutnya akan lepas dari kepalanya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Cantika : DESTINY OF LOVE

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Bersemi Di Lokasi Proyek
8.1
Kehadiran seorang wanita di lokasi proyek memicu kesalahpahaman besar di antara para pekerja. Karena prasangka sepihak, semua orang di sana salah mengira dirinya sebagai wanita murahan yang bisa dipermainkan. Anggapan keliru tersebut membuat para pria di tempat kerja itu mencoba mendekatinya hanya demi mencari kesenangan pribadi. Di tengah lingkungan yang keras ini, ia harus bertahan menghadapi berbagai pandangan merendahkan dan godaan dari orang-orang di sekelilingnya.
Sampul Novel Cinta CEO dalam Jebakan
8.5
Gabriella kehilangan rumah warisannya akibat penggusuran paksa oleh Perusahaan Quebracha. Saat menuntut keadilan pada sang CEO, Max Evans, sebuah insiden tragis merampas kehormatannya. Max justru menuduhnya sebagai wanita bayaran yang sengaja menjebaknya demi uang. Di tengah kebencian dan tuduhan palsu, mampukah mereka menyadari adanya dalang yang sedang mengadu domba mereka?
Sampul Novel Dimabukkan Cinta
8.3
Demi menyelamatkan pacar masa kecilnya yang terlilit utang miliaran, Delvina rela berhenti kuliah dan bekerja menjual miras. Sepuluh tahun berkorban, ia mengira lamaran sang kekasih adalah akhir yang bahagia. Namun, segalanya hancur saat Delvina menemukan riwayat obrolan di ponsel pria itu. Teman-temannya menghina dirinya terlalu tua dan kotor, bahkan mempertanyakan cara ia melunasi utang tersebut. Yang paling menyakitkan, terungkap bahwa kekasihnya telah memiliki anak dengan sekretarisnya.
Sampul Novel HASRAT NAKAL ISTERI KECIL
9.5
Sejak balita, Naura dibesarkan oleh asisten ayahnya yang bernama Gilbert Louise Tom dan memanggilnya Daddy. Kini, sosok duda berumur empat puluh tahun dengan tubuh kekar itu justru tampak kian menawan di matanya. Hubungan dekat yang terjalin lama di antara mereka perlahan berubah menjadi rasa tertarik yang begitu kuat. Naura pun mulai kesulitan untuk menjauhkan dirinya dari pesona memikat yang dimiliki oleh pria matang tersebut.
Sampul Novel Pernikahan Di Atas Dendam
9.5
Demi mengusut kematian sang ayah, Alesya bertekad membalas dendam pada Barra. Karena kekurangan bukti, ia mengambil langkah ekstrem dengan menikahi Edward, anak kandung Barra, agar bisa menyelidiki musuhnya dari dekat. Namun, pernikahan tanpa cinta ini membawa dilema baru. Akankah perasaan tulus perlahan tumbuh di antara mereka? Ataukah nyawa Alesya justru terancam habis di tangan Barra sebelum misteri itu terpecahkan?
Sampul Novel Take Me Back to Switzerland
9.4
Demi meraih cita-cita menjadi dokter, Marsha rela menghabiskan seluruh waktunya untuk belajar demi beasiswa ke luar negeri. Dukungan orang terdekat selalu menyertai langkahnya. Sialnya, masa depan cerah yang dirancangnya hancur seketika saat ia mendapati dirinya hamil akibat satu kecerobohan. Kini, Marsha dihadapkan pada pilihan sulit untuk membeberkan rahasia tersebut. Sanggupkah ia menanggung perubahan hidup yang begitu drastis dan kembali bangkit?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan