APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Wanita Berhati Es

Wanita Berhati Es

Sejak lahir, aku tidak pernah memiliki hasrat atau gairah yang besar layaknya orang lain. Kehidupan yang datar itu mendadak berubah saat aku melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit. Di sana, takdir mempertemukanku dengan seorang dokter yang sangat pandai memikat dan mempermainkan hati wanita. Sentuhan dan pengaruhnya yang perlahan namun pasti mulai meruntuhkan kepolosanku. Kini, sosok dingin itu telah lenyap, berganti menjadi wanita yang dipenuhi gairah membara tanpa lagi memedulikan rasa malu.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Tok tok tok.”

Tiba-tiba, suara ketukan pintu terdengar dengan tajam. Suara itu seketika menarik pikiranku kembali ke jalur yang benar. Seluruh tubuhku bergetar hebat, telingaku berdengung.

John juga terlihat panik, dia tiba-tiba melepaskanku. Reaksinya menunjukkan dengan jelas apa yang baru saja terjadi. Kesadaranku langsung kembali, dan alarm kewaspadaanku menyala.

John cepat tanggap, lebih dulu menutup bibirku, mencegahku mengeluarkan suara. Dengan suara rendah, dia bertanya, "Kau nggak datang sendirian, kan?"

Aku tak bisa berteriak, hanya bisa mengeluarkan suara lirih terbata-bata, seperti seseorang yang menemukan harapan hidup.

“Aku… pacarku… ikut datang bersamaku!”

Mendengar itu, pupil mata John mengecil, tampak kaget, lalu ia segera melepaskan ikatan di tanganku dan mengancam dengan dingin.

“Apa yang baru saja terjadi, nggak boleh kau ceritakan pada siapa pun, sepatah kata pun nggak boleh!”

John di hadapanku sekarang benar-benar seperti berubah menjadi orang lain. Seluruh tubuhnya memancarkan aura haus darah, sorot matanya tajam dan menusuk seperti elang, membuatku tak bisa berkata apa-apa.

Dalam keadaan saraf yang menegang luar biasa, aku benar-benar tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.

Saat ini, pacarku yang telah menunggu lama di depan pintu mulai merasa ada yang aneh. Ia terus mengetuk pintu, disertai dengan suaranya yang keras dan penuh kekhawatiran, terdengar seperti suara malaikat penyelamat.

“Dokter, sudah selesai belum… kenapa pintunya masih terkunci, ini sudah setengah jam…”

“Kalau kau berani bilang ke siapa pun,” dia menunjuk ke arah kamera kecil yang ada di dinding belakang kanan, lalu menyipitkan matanya sambil berkata,

“Foto-fotomu akan aku sebarkan agar semua orang bisa menikmatinya.”

“Aku janji... janji nggak akan memberitahu siapa pun!”

Akhirnya dia mau melepaskanku. Dia lalu berdiri di depan cermin, merapikan kerah dan ujung lengan bajunya, berusaha mempertahankan citra ‘pria terhormat’, sambil melontarkan ancaman.

“Kalau tak mau reputasimu hancur, maka patuhlah!”

Begitu suara kunci pintu terdengar “kriiit”, sebuah sosok pun muncul di ambang pintu.

Itu adalah Juan, pacarku, dengan wajah panik.

“Sella mana?”

Dia melangkah cepat masuk ke dalam ruangan, langsung bertanya dengan nada marah.

“Dokter, kenapa begitu lama?”

Melihat sosok yang kukenal, aku langsung menangis dan memeluknya erat, mencengkeram bajunya.

Sementara itu, John duduk tegak di balik meja kantornya, berbohong dengan wajah datar.

“Pemeriksaannya memang butuh waktu lama, ini normal. Soalnya penyakit seperti ini penyebabnya bisa banyak, jadi harus diperiksa satu per satu. Umumnya memang bisa sampai satu jam lebih.”

Juan masih tampak khawatir, dia mengelus pipiku yang masih basah oleh air mata, lalu bertanya lagi,

“Kalau begitu kenapa dia menangis?”

Kemudian seolah menyadari sesuatu, ia jadi marah besar.

“Kau… kau jangan-jangan telah melakukan sesuatu padanya?”

“Kalau begitu, tanya saja langsung pada pacarmu.”

Dia lalu mengangkat daguku, memaksaku menatapnya, dan menahan amarahnya sambil bertanya dengan lembut.

“Sayang, ada apa? Apa dokter itu telah menyakitimu?”

Melihat tatapan dingin dari John lewat sudut mataku, aku buru-buru menahan air mata dan hanya bisa menggeleng pelan.

“Nggak apa-apa, bukan salah dokternya. Aku hanya terlalu malu.”

Setelah menyampaikan beberapa kata untuk menutupi semuanya, aku langsung menarik lengan Juan, ingin segera pergi dari sana.

John pun berdeham kecil, “Aku masih ada pasien lain.”

Meskipun Juan masih dipenuhi kecurigaan, tapi dia tidak tega menolak keinginanku, dan akhirnya kami pun meninggalkan rumah sakit.

Untungnya, bos Juan tiba-tiba menelepon, memintanya segera kembali ke kantor untuk urusan lain, jadi dia tak sempat menanyai lebih jauh.

Setelah pulang ke rumah, aku tergeletak di ranjang, merasa lega… tapi kepalaku benar-benar kosong.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AFFAIR
9.5
Mauren, gadis 19 tahun, dipaksa ayahnya menikah dengan Aron, duda kaya berumur 45 tahun. Di bawah atap yang sama, putra Aron yang berusia 23 tahun, Liam, juga menderita dalam pernikahan dingin bersama Bella akibat ketidakpuasan ranjang. Saat Mauren tersiksa melayani hasrat pria tua itu tanpa pernah bahagia, Liam didera frustrasi mendalam terhadap istrinya. Takdir kelam ini menjerat mereka semua dalam pusaran konflik rumah tangga yang penuh penderitaan batin.
Sampul Novel Ayah CEO Pengen Pelukan
9.1
Akibat pengkhianatan orang terdekat, Nadia terpaksa melewati satu malam bersama lelaki asing. Penyesalan melanda dirinya, tetapi paras rupawan pria itu justru membuatnya salah tingkah hingga nekat meninggalkan sejumlah uang sebelum kabur. Kresna, pria misterius tersebut, merasa sangat direndahkan karena diperlakukan bak lelaki bayaran. Diselimuti amarah, ia langsung menyuruh asistennya melacak identitas Nadia lewat CCTV hotel untuk menuntut balas.
Sampul Novel BABY CEO 21+
8.6
Dalam momen yang intim, Vanya terhanyut oleh ciuman intens Ares yang membuatnya sesak napas. Sentuhan lembut serta kecupan membara dari Ares di area sensitif terus membakar gairah Vanya hingga ia mengerang gelisah. Di tengah gejolak hasrat yang menyiksa itu, Vanya berulang kali memanggil nama Ares seolah mendambakan lebih. Namun, Ares dengan tenang memintanya untuk menikmati prosesnya dan tidak terburu-buru, membiarkan ketegangan romansa dewasa mereka kian memuncak.
Sampul Novel Bittersweet
9.0
Arvin Bintang Mahatama dan Hana Farsya Aurina bertetangga sejak kecil. Meski Arvin sangat jahil sedangkan Hana manja tapi dewasa, mereka tak terpisahkan dari TK hingga SMA. Hubungan keduanya kerap diwarnai pertengkaran bagai Tom and Jerry akibat perbedaan sifat. Memasuki masa remaja, persahabatan erat ini diuji oleh tumbuhnya benih-benih cinta. Akankah ikatan platonis mereka mampu bertahan saat perasaan baru mulai mewarnai kisah pahit manis di sekolah?
Sampul Novel Cinta Bersemi Di Lokasi Proyek
8.1
Kehadiran seorang wanita di lokasi proyek memicu kesalahpahaman besar di antara para pekerja. Karena prasangka sepihak, semua orang di sana salah mengira dirinya sebagai wanita murahan yang bisa dipermainkan. Anggapan keliru tersebut membuat para pria di tempat kerja itu mencoba mendekatinya hanya demi mencari kesenangan pribadi. Di tengah lingkungan yang keras ini, ia harus bertahan menghadapi berbagai pandangan merendahkan dan godaan dari orang-orang di sekelilingnya.
Sampul Novel I Will Always Love You
9.7
Penyesalan mendalam menghantui Aarav Ravindra karena telah mengabaikan sang istri akibat konflik masa lalu. Begitu ia mulai mencintainya, sang istri justru berpulang untuk selamanya. Di tengah rasa bersalah yang menghancurkan hidupnya, Aarav sangat mendambakan kesempatan kedua. Sebuah keajaiban datang lewat sosok wanita misterius yang menawarkan kemampuan melintasi waktu. Kini, Aarav harus berjuang memperbaiki masa lalu dan menghapus luka yang membekas.