APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TWIN FLAME

TWIN FLAME

Hubungan rumit antara Kumba, Kanya, dan Asad kembali berlanjut di kehidupan modern ini. Walau dulu Kumba sempat menyerahkan Kanya kepada Asad, garis takdir tetap mendekatkan mereka lagi. Kanya menyayangi Asad, namun ia juga menemukan kedamaian saat bersama Kumba. Sebagai Twin Flame, ikatan jiwa Kumba dan Kanya terus saling mengikat tanpa batas waktu. Kini, mereka harus melewati badai emosi demi mewujudkan impian terbesar: hidup bersama selamanya di masa kini hingga masa depan.
Bab
Bagikan

Bab 1

Kanya terbangun dari tidurnya dengan perasaan aneh. Ia seperti bermimpi , namun mimpinya terasa nyata. Seolah ia bisa merasakan setiap sentuhan, aroma dan suasana yang terjadi dalam mimpinya. Bukan...bukan mimpi buruk, karena hatinya penuh dengan rasa sukacita yang membuncah. Ia memijat dahinya berusaha mengingat tentang apa mimpinya tersebut, namun semakin ia berusaha mengingatnya semakin ia merasakan desakan di dadanya. Suatu luapan kebahagiaan yang ia sendiri tak tahu mengapa dan karena apa. Akhirnya ia memutuskan ke dapur untuk membuat coklat panas agar pikirannya lebih tenang.

Ia menghirup aroma coklat dalam dalam, berharap agar ingatan akan mimpinya kembali, namun nihil. Ia mengenal setiap detail dalam mimpinya. Sangat menyatu dengan jiwanya hingga ia sulit mengungkapkan apa yang sebenranya ia rasakan. "Itu mimpi apa kenyataan ya? Apa aku tidur sambil berjalan?"gumamnya sambil menatap cangkir coklat hangatnya. "Rasanya ada seseorang yang ku kenal dimimpiku, Tapi, siapa ya?" Ia kembali bertanya pada dirinya sendiri.

Kanya memejamkan matanya, mencoba membayangkan sentuhan yang ia rasakan dalam mimpinya. Sentuhan hangat. Terlalu hangat hingga ia merasakan kenyamanan. "Apakah itu sebuah pelukan? Seseorang memelukku?" batinnya. Ia tersenyum membayangkan seseorang memeluknya dengan erat, namun ia lalu menepis khayalannya. " Astaga! Kanya sadar!!! Kamu sudah punya tunangan." Ia meneriaki dirinya ketika bayangan Asad, tunangnanya berkelebat dalam otaknya. "Huff" Kanya menghembuskan nafas kesal karena rasa penasaran yang belum tertuntaskan. "Apa jangan jangan aku memimpikan Asad?" terkanya. "Masa sih Asad?' ketidakyakinan menhampirinya karena aroma yang ia cium bukanlah aroma parfum Asad.

Sudah hampir sebulan Kanya bermimpi yang sama. Ia juga selalu terbangun dengan perasaan yang sama. Bahagia sekaligus penasaran. Tak jarang ketika ia membuka matanya ia mendapati senyuman di bibirnya. Senyuman yang membuat hari harinya terasa berbeda. Ada semangat baru yang menyelimuti dirinya. Semangat yang membuatnya terarah dalam melakukan pekerjaannya sebagai seorang announcer di radio . Ia menjadi tepat waktu, fokus bekerja dan tidak bawel seperti biasanya.

"Ouch" Kanya merasakan kepalaya berdenyut. Ia bergegas menghabiskan coklat panasnya, kemudian kembali ke kamarnya. Saat sakit kepalanya kembali datang, ia buru buru berbaring dan berusaha menutup mata. "Sakit kepala yang aneh" gumamnya. "Sakit kepala kok datangnya setiap terbangun dari tidur." Lanjutnya sambil memegangi kepalanya. Akhirnya tak lama kemudian sakit kepalanya hilang dan rasa kantuk yang luar biasa kembali datang. Setelah menguap, Kanya pun tertidur lagi.

***

"Kanya..." Kanya menoleh dan ada seraut wajah pria yang ia rasa mengenalnya namun ia lupa siapa gerangan yang memanggilnya dengan lembut itu. Jari-jari pria itu menggenggam erat tangannya seolah tak rela jika ia harus terbangun dari mimipinya. "Aku merindukanmu..." bisiknya dan membuat Kanya tersipu. Dalam hatinya ia pun merasakan kerinduan yang sangat luar biasa, namun ia masih bingung. Bingung karena ia merasa begitu dekat dan nyaman dengan si pemilik suara lembut itu, namun ia lupa dimana mereka pernah bertemu dan berkenalan.

Keduanya terdiam. Hanya irama syahdu yang mengalir ke pembuluh darah mereka. Mereka saling menikmati genggaman yang semakin erat dan sentuhan kulit mereka saat duduk berdampingan. Kanya ingin bertanya, namun ia mendadak bisu. Bibirnya terkunci rapat. Ia hanya mampu memandangi wajah tampan yang sedang tersenyum ke arahnya. "Kamu siapa?" tanyanya dalam hati.

Bagai mengetahui isi hati Kanya, pria itu tertawa kecil memamerkan lesung pipinya dan membuat Kanya semakin merasakan kerinduan. " Aku kembaran jiwamu" ujarnya masih dengan senyum yang tersungging hangat. "Kembaran jiwa?" Kanya mencoba menelaah maksud dari perkataan pria tersebut, namun tiba tiba saja pria itu menhadiahinya sebuah pelukan. "Aku akan selalu menjagamu" tuturnya sambil mengelus punggung Kanya. " Sekian ratus purnama aku lalui tanpamu, akhirnya kali ini aku menemukanmu" ujarnya lagi, sementara Kanya masih bergelut dengan perasaannya yang tidak menentu antara bingung dan bahagia. "Sebentar lagi takdir akan mempertemukan kita" kali ini ia tak hanya memeluk tapi juga mengecup kening Kanya dan entah kenapa kerinduan yang merajai hati Kanya semakin menjadi hingga bulir bulir bening berjatuhan seirama dengan detak jantungnya yang terdengar semakin cepat. "Rindu...aku juga rindu..." ia semakin membenamkan tubuhnya ke dalam pelukan pria misterius itu. Aroma wangi tubuh pria itu menguar membaui indra penciuman Kanya. Terasa nyata. Ia semakin terbawa kesedihan akan kerinduan yang tak terkira. Rasanya telah bearabad abad ia menantikan pelukan ini. Kanya terisak isak. Air matanya semakin deras dan sebelum ia sempat meluapkan rasa ingin tahunya, kembali ia terbangun dari mimpinya.

BRUGG!

Kanya terjatuh dari tempat tidur. Dadanya sesak menahan kerinduan. Ia merasakan pipinya basah. Masih dengan nafas yang memburu, ia berusaha bangkit. Perlahan ia mulai mengatur nafasnya untuk menenangkan diri. Setelah mereda, ia berusaha mengingat kembali mimpinya. Wajah pria dalam mimpinya semakin jelas. Ia dapat mengingat tawa dan senyuman serta tatapan hangatnya, namun ia belum pernah bertemu secara langsung di kehidupan nyata. Anehnya, ia merasa begitu dekat denga pria itu. Ia merasa mereka telah melalui hari hari bersama dalam suka dan duka.

"Kembaran jiwa" Kanya mengulang perkataan pria tersebut. "Apa ya artinya? " ia berusaha menebak, namun ia tak pasti akan jawabannya. "Apakah dia jodohku?" Batinnya. Namun, seketika ia teringat bahwa dirinya telah bertunangan. "Aduh, jangan sampai bikin malu keluarga , Kanya!" umpatnya kepada dirinya sendiri. "Asad adalah pria baik yang ditakdirkan untuk bersamaku" tegasnya dalam hati. "Dia yang terbaik yang Tuhan berikan untukku" ia mengafirmasi positif ke dirinya.

Jam di dinding menunjukkan pukul 4 pagi, bertepatan dengan bel yang berbunyi sebanyak empat kali. Kanya memutuskan untuk surfing internet dan tidak akan meneruskan tidur, mengingat jam tujuh pagi ia sudah harus berada di radio, yang berarti ia harus sudah siap berangkat dari rumahnya pukul 6 pagi atau ia akan terlambat untuk siaran pagi. "Kembaran jiwa", Kanya mengetik kata tersebut di mesin pencarian google. Ada beberapa lagu dengan judul separuh jiwa, ada juga puisi puisi tentang belahan jiwa dan terakhir muncullah laman zodiak dengan simbol api berwarna oranye dan biru.

Mengikuti rasa ingin tahunya, Kanya membuka laman tersebut. Ia tersenyum ketika melihat isinya adalah ramalan mengenai sifat setiap zodiak. Ia terkekeh kekeh membaca zodiaknya, Virgo. Sesekali ia berusaha mencocokkan sifatnya dengan artikel yang ia baca. Kemudian ia membuka artikel lain di laman tersebut. Satu quote membuatnya tertegun.

Every soul has a twin, a reflection of themselves – the kindred spirit. No matter where they are or how far away they are, even in different dimensions, they will always find another. This is destiny; this is love. – Julie Dillon

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bittersweet Passion
8.5
Sejak lama, hati Joice hanya terkunci untuk Marcel De Luca. Walau berulang kali menerima penolakan pahit, ia tetap tak mampu melupakan cinta pertamanya itu. Namun, tepat ketika Joice mulai lelah dan berniat untuk mundur, sebuah peristiwa satu malam mengubah jalannya takdir. Mereka kini terjebak dalam ikatan rumit yang sangat sulit dilepaskan. Akankah Joice memilih bertahan di tengah badai emosi ini, atau justru melangkah pergi untuk selamanya?
Sampul Novel Cerita 21+
8.8
Khusus bagi pembaca dewasa, nikmati antologi kisah cinta fantasi yang penuh dengan kejutan tak terduga. Buku ini menyajikan deretan skenario imajinatif yang mendebarkan sekaligus luar biasa untuk memicu fantasi terdalam Anda. Setiap babnya dirancang secara unik guna menghadirkan sensasi intens bagi siapa saja yang mendambakan pelarian naratif yang memikat. Pastikan usia Anda telah mencukupi sebelum memutuskan untuk mulai menjelajahi seluruh rangkaian cerita ini.
Sampul Novel Dosa Terindah
8.7
Demi Lisna, Andika rela melepas statusnya sebagai putra konglomerat walau ditentang keluarga. Namun, pengorbanan itu berujung pilu saat takdir memisahkan mereka. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka lagi dalam situasi perih: Lisna kini telah bersama pria lain. Meski terluka, Andika menolak menyerah dan terus berjuang merebut kembali hatinya. Akankah cinta mereka berakhir bahagia, ataukah perpisahan ini selamanya?
Sampul Novel Gairah Cinta Crazy Rich Muda
8.9
Pernikahan paksa Satria Abraham dan Alira Maulidina sejak awal dirancang untuk selesai dalam satu tahun. Namun, situasi berubah total setelah kekasih Satria mengkhianatinya melalui skandal video viral. Satria berbalik mengejar cinta Alira dan bertekad membatalkan kesepakatan cerai mereka. Hambatan terbesar Satria kini adalah Adam, sosok pria yang sangat dicintai oleh Alira. Satria pun harus berjuang keras demi mempertahankan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Menikah Demi Perceraian
9.3
Sebastian Alvero Abraham terjebak pernikahan dengan Latasha Revalina Mahendra yang berusia delapan tahun lebih muda. Awalnya, Vero merasa bagai pengasuh karena sifat kekanak-kanakan Reva. Namun lambat laun, keceriaan gadis itu membawa kebahagiaan tak terduga. Sayangnya, saat benih cinta mulai tumbuh, niat terselubung Reva menikahi Vero justru terbongkar. Akankah rasa kecewa Vero menghancurkan rumah tangga yang baru seumur jagung setelah rahasia besar ini terungkap?
Sampul Novel TERPAKSA MENIKAHI MANTAN IBUKU
8.0
Demi membalas dendam pada mantan kekasihnya, Dion tega menghancurkan bisnis milik ayah Ziva. Dion kemudian memanfaatkan krisis tersebut untuk memaksa Ziva menikahinya sebagai syarat bantuan keuangan. Pernikahan itu menjadi neraka bagi Ziva, terutama saat Dion tanpa ragu berselingkuh dengan ibu mertuanya dan sekretaris pribadinya. Begitu mengetahui semua kebenaran yang menyakitkan, Ziva memilih pergi. Kini, Dion yang menyesali perbuatannya berusaha keras mencari Ziva untuk meminta maaf.