APKDock Logo
Sampul Novel TWIN FLAME

TWIN FLAME

8.3 / 10.0
Hubungan rumit antara Kumba, Kanya, dan Asad kembali berlanjut di kehidupan modern ini. Walau dulu Kumba sempat menyerahkan Kanya kepada Asad, garis takdir tetap mendekatkan mereka lagi. Kanya menyayangi Asad, namun ia juga menemukan kedamaian saat bersama Kumba. Sebagai Twin Flame, ikatan jiwa Kumba dan Kanya terus saling mengikat tanpa batas waktu. Kini, mereka harus melewati badai emosi demi mewujudkan impian terbesar: hidup bersama selamanya di masa kini hingga masa depan.

TWIN FLAME Bab 1

Kanya terbangun dari tidurnya dengan perasaan aneh. Ia seperti bermimpi , namun mimpinya terasa nyata. Seolah ia bisa merasakan setiap sentuhan, aroma dan suasana yang terjadi dalam mimpinya. Bukan...bukan mimpi buruk, karena hatinya penuh dengan rasa sukacita yang membuncah. Ia memijat dahinya berusaha mengingat tentang apa mimpinya tersebut, namun semakin ia berusaha mengingatnya semakin ia merasakan desakan di dadanya. Suatu luapan kebahagiaan yang ia sendiri tak tahu mengapa dan karena apa. Akhirnya ia memutuskan ke dapur untuk membuat coklat panas agar pikirannya lebih tenang.

Ia menghirup aroma coklat dalam dalam, berharap agar ingatan akan mimpinya kembali, namun nihil. Ia mengenal setiap detail dalam mimpinya. Sangat menyatu dengan jiwanya hingga ia sulit mengungkapkan apa yang sebenranya ia rasakan. "Itu mimpi apa kenyataan ya? Apa aku tidur sambil berjalan?"gumamnya sambil menatap cangkir coklat hangatnya. "Rasanya ada seseorang yang ku kenal dimimpiku, Tapi, siapa ya?" Ia kembali bertanya pada dirinya sendiri.

Kanya memejamkan matanya, mencoba membayangkan sentuhan yang ia rasakan dalam mimpinya. Sentuhan hangat. Terlalu hangat hingga ia merasakan kenyamanan. "Apakah itu sebuah pelukan? Seseorang memelukku?" batinnya. Ia tersenyum membayangkan seseorang memeluknya dengan erat, namun ia lalu menepis khayalannya. " Astaga! Kanya sadar!!! Kamu sudah punya tunangan." Ia meneriaki dirinya ketika bayangan Asad, tunangnanya berkelebat dalam otaknya. "Huff" Kanya menghembuskan nafas kesal karena rasa penasaran yang belum tertuntaskan. "Apa jangan jangan aku memimpikan Asad?" terkanya. "Masa sih Asad?' ketidakyakinan menhampirinya karena aroma yang ia cium bukanlah aroma parfum Asad.

Sudah hampir sebulan Kanya bermimpi yang sama. Ia juga selalu terbangun dengan perasaan yang sama. Bahagia sekaligus penasaran. Tak jarang ketika ia membuka matanya ia mendapati senyuman di bibirnya. Senyuman yang membuat hari harinya terasa berbeda. Ada semangat baru yang menyelimuti dirinya. Semangat yang membuatnya terarah dalam melakukan pekerjaannya sebagai seorang announcer di radio . Ia menjadi tepat waktu, fokus bekerja dan tidak bawel seperti biasanya.

"Ouch" Kanya merasakan kepalaya berdenyut. Ia bergegas menghabiskan coklat panasnya, kemudian kembali ke kamarnya. Saat sakit kepalanya kembali datang, ia buru buru berbaring dan berusaha menutup mata. "Sakit kepala yang aneh" gumamnya. "Sakit kepala kok datangnya setiap terbangun dari tidur." Lanjutnya sambil memegangi kepalanya. Akhirnya tak lama kemudian sakit kepalanya hilang dan rasa kantuk yang luar biasa kembali datang. Setelah menguap, Kanya pun tertidur lagi.

***

"Kanya..." Kanya menoleh dan ada seraut wajah pria yang ia rasa mengenalnya namun ia lupa siapa gerangan yang memanggilnya dengan lembut itu. Jari-jari pria itu menggenggam erat tangannya seolah tak rela jika ia harus terbangun dari mimipinya. "Aku merindukanmu..." bisiknya dan membuat Kanya tersipu. Dalam hatinya ia pun merasakan kerinduan yang sangat luar biasa, namun ia masih bingung. Bingung karena ia merasa begitu dekat dan nyaman dengan si pemilik suara lembut itu, namun ia lupa dimana mereka pernah bertemu dan berkenalan.

Keduanya terdiam. Hanya irama syahdu yang mengalir ke pembuluh darah mereka. Mereka saling menikmati genggaman yang semakin erat dan sentuhan kulit mereka saat duduk berdampingan. Kanya ingin bertanya, namun ia mendadak bisu. Bibirnya terkunci rapat. Ia hanya mampu memandangi wajah tampan yang sedang tersenyum ke arahnya. "Kamu siapa?" tanyanya dalam hati.

Bagai mengetahui isi hati Kanya, pria itu tertawa kecil memamerkan lesung pipinya dan membuat Kanya semakin merasakan kerinduan. " Aku kembaran jiwamu" ujarnya masih dengan senyum yang tersungging hangat. "Kembaran jiwa?" Kanya mencoba menelaah maksud dari perkataan pria tersebut, namun tiba tiba saja pria itu menhadiahinya sebuah pelukan. "Aku akan selalu menjagamu" tuturnya sambil mengelus punggung Kanya. " Sekian ratus purnama aku lalui tanpamu, akhirnya kali ini aku menemukanmu" ujarnya lagi, sementara Kanya masih bergelut dengan perasaannya yang tidak menentu antara bingung dan bahagia. "Sebentar lagi takdir akan mempertemukan kita" kali ini ia tak hanya memeluk tapi juga mengecup kening Kanya dan entah kenapa kerinduan yang merajai hati Kanya semakin menjadi hingga bulir bulir bening berjatuhan seirama dengan detak jantungnya yang terdengar semakin cepat. "Rindu...aku juga rindu..." ia semakin membenamkan tubuhnya ke dalam pelukan pria misterius itu. Aroma wangi tubuh pria itu menguar membaui indra penciuman Kanya. Terasa nyata. Ia semakin terbawa kesedihan akan kerinduan yang tak terkira. Rasanya telah bearabad abad ia menantikan pelukan ini. Kanya terisak isak. Air matanya semakin deras dan sebelum ia sempat meluapkan rasa ingin tahunya, kembali ia terbangun dari mimpinya.

BRUGG!

Kanya terjatuh dari tempat tidur. Dadanya sesak menahan kerinduan. Ia merasakan pipinya basah. Masih dengan nafas yang memburu, ia berusaha bangkit. Perlahan ia mulai mengatur nafasnya untuk menenangkan diri. Setelah mereda, ia berusaha mengingat kembali mimpinya. Wajah pria dalam mimpinya semakin jelas. Ia dapat mengingat tawa dan senyuman serta tatapan hangatnya, namun ia belum pernah bertemu secara langsung di kehidupan nyata. Anehnya, ia merasa begitu dekat denga pria itu. Ia merasa mereka telah melalui hari hari bersama dalam suka dan duka.

"Kembaran jiwa" Kanya mengulang perkataan pria tersebut. "Apa ya artinya? " ia berusaha menebak, namun ia tak pasti akan jawabannya. "Apakah dia jodohku?" Batinnya. Namun, seketika ia teringat bahwa dirinya telah bertunangan. "Aduh, jangan sampai bikin malu keluarga , Kanya!" umpatnya kepada dirinya sendiri. "Asad adalah pria baik yang ditakdirkan untuk bersamaku" tegasnya dalam hati. "Dia yang terbaik yang Tuhan berikan untukku" ia mengafirmasi positif ke dirinya.

Jam di dinding menunjukkan pukul 4 pagi, bertepatan dengan bel yang berbunyi sebanyak empat kali. Kanya memutuskan untuk surfing internet dan tidak akan meneruskan tidur, mengingat jam tujuh pagi ia sudah harus berada di radio, yang berarti ia harus sudah siap berangkat dari rumahnya pukul 6 pagi atau ia akan terlambat untuk siaran pagi. "Kembaran jiwa", Kanya mengetik kata tersebut di mesin pencarian google. Ada beberapa lagu dengan judul separuh jiwa, ada juga puisi puisi tentang belahan jiwa dan terakhir muncullah laman zodiak dengan simbol api berwarna oranye dan biru.

Mengikuti rasa ingin tahunya, Kanya membuka laman tersebut. Ia tersenyum ketika melihat isinya adalah ramalan mengenai sifat setiap zodiak. Ia terkekeh kekeh membaca zodiaknya, Virgo. Sesekali ia berusaha mencocokkan sifatnya dengan artikel yang ia baca. Kemudian ia membuka artikel lain di laman tersebut. Satu quote membuatnya tertegun.

Every soul has a twin, a reflection of themselves – the kindred spirit. No matter where they are or how far away they are, even in different dimensions, they will always find another. This is destiny; this is love. – Julie Dillon

Lanjut Membaca

Daftar Isi TWIN FLAME

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Hati Yang Terpilih
8.2
Setelah dua belas tahun menikah, Nazwa Rengganis harus menghadapi kenyataan pahit saat Rafi menceraikannya secara tiba-tiba. Di tengah keterpurukan, ibu dua anak ini mencoba bangkit dan mulai membuka hatinya untuk Kafka, pria yang ia kenal sejak masa konseling. Namun, situasi menjadi rumit ketika alasan perceraian Rafi terungkap dan sang mantan suami memintanya kembali. Enggan terjebak di antara keduanya, Nazwa memilih pergi demi kedamaian hidup bersama anak-anaknya.
Sampul Novel Pemuas Ranjang Tuan Majikan
8.4
Slater Jagger mengajukan tuntutan yang tak biasa kepada asisten rumah tangganya. Tak sekadar membereskan urusan domestik, sang wanita juga diwajibkan melayaninya di ranjang serta memberikan ASI secara rutin. Demi memuaskan fantasi dan hasrat pribadinya tersebut, sang majikan memberikan penawaran menggiurkan. Slater membebaskan asistennya untuk menentukan sendiri jumlah gaji yang diinginkan tanpa batasan nominal.
Sampul Novel Perjalanan Melawan Dunia
7.8
Tewas akibat tembakan, Shua Xie terbangun dalam tubuh Putri Langit di dimensi lain. Terlempar ke masa lalu, gadis ini kini memikul tanggung jawab besar sebagai Ratu segala Ratu. Demi merebut kembali haknya yang telah dirampas, ia memulai misi balas dendam. Berbekal kecerdasan serta pengalaman masa lalu, Shua harus melawan musuh-musuh licik. Bukan sebagai pahlawan suci, ia memilih menyelamatkan dunia yang abai padanya dengan caranya sendiri yang dingin.
Sampul Novel Rahim Yang Mengkhianati
8.4
Dunia Rafif runtuh seketika saat divonis mandul dan mustahil memiliki keturunan. Namun, sebuah keajaiban janggal terjadi ketika Lina, sang istri, mendadak mengaku sedang hamil. Keraguan Rafif kian memuncak setelah ibunya datang menyodorkan foto mesra Lina dengan pria asing. Kini, Rafif dilingkupi teka-teki besar. Apakah sang istri telah mengkhianati pernikahan mereka, atau ada konspirasi terselubung di balik kehamilan misterius ini?
Sampul Novel Terjerat Cinta Hot Mommy
9.6
Raffa Anggara, pemuda 23 tahun, sangat populer di klub malam Jakarta karena lihai memikat wanita kaya yang kesepian. Meski sering ditawari menjadi suami simpanan atau pasangan resmi, sang Casanova yang sinis pada cinta ini selalu menolak. Namun, keyakinannya goyah saat bertemu klien baru yang misterius. Sosok unik tersebut berhasil meluluhkan hatinya, hingga Raffa rela mempertaruhkan nyawa demi dia. Siapakah sebenarnya wanita yang mampu menaklukkannya?
Sampul Novel Terpikat Pesona Tuan Remington
8.2
William yang trauma asmara membeli Sarah demi pelampiasan nafsu. Namun, kehamilan Sarah mengacaukan batinnya, membuatnya bimbang memilih antara Sarah atau Jessica, cinta pertamanya. Di sisi lain, Sarah yang melarikan diri dari sang ayah yang kejam justru terjerat komitmen rumit. Walau meragukan ketulusan William, Sarah enggan kehilangan pria itu dan calon bayinya. Akankah mereka menemukan jalan keluar dari pusaran konflik emosi ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan