APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tukang Pijat yang Mantap

Tukang Pijat yang Mantap

Rasa penasaran menyelimuti benakku saat melihat seorang rekan kerja wanita rutin mengunjungi panti pijat hingga lima kali seminggu. Setiap hari berikutnya, ia selalu tampak sangat bertenaga di kantor. Setelah didesak, ia hanya tersenyum misterius dan menyarankanku untuk membuktikannya sendiri. Didorong rasa ingin tahu, aku memutuskan mengikutinya ke tempat pijat bernama Arinda tersebut. Keputusan itu mengubah segalanya, membuatku kini ikut terjerat dan tidak bisa berpaling dari sana.
Bab
Bagikan

Bab 2

Jam sembilan malam, aku sampai di lobi "Arinda".

Riska sudah menungguku di pintu masuk sejak tadi. Begitu melihatku, dia langsung merangkul bahuku dengan antusias.

Dengan agak gugup, aku mengikutinya masuk.

Tempat pijat ini ternyata memiliki banyak pintu di dalamnya.

Selain itu ….

Terdengar suara samar dan mesum dari dalam tiap-tiap biliknya.

Sebodoh apa pun diriku, aku tetap bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi di dalam bilik itu.

Setelah melewati sebuah jalan kecil, Riska membawaku ke halaman belakang.

Langsung terlihat olehku sebuah bangunan bergaya kuno dan megah yang mengesankan.

Di kedua sisi lorongnya, berdiri belasan pria tampan yang mengenakan pakaian modern dengan sentuhan klasik.

Mereka tidak mengenakan pakaian dengan benar, hanya disampirkan di bahu saja.

Seiring dengan gerakan tangan mereka, pakaian itu samar-samar memperlihatkan ….

Dada mereka yang bidang juga otot perutnya yang kuat dan kencang, yang semuanya begitu menggoda.

Selama ini, aku hanya pernah melihat hal-hal semacam itu di televisi dan belum pernah melihatnya secara langsung di kehidupan nyata. Jadi, bagaimana mungkin aku tidak terangsang?

Untuk sesaat, aku merasa rongga hidungku terasa panas membara, seakan darah mimisanku akan segera keluar.

Hufh.

Aku menghela napas pelan dan wajahku memerah.

"Ini adikku. Kalian harus menjaganya baik-baik. Adikku ini sudah begitu lama kelaparan …."

"Kak Riska, kami pasti akan melayani temanmu dengan baik."

Aku tidak mampu berkata-kata.

Para pria tampan itu saling bersahut-sahutan, membuatku malu setengah mati, sampai-sampai aku hanya ingin bersembunyi di belakang Riska.

Akan tetapi, Riska malah mendorongku ke tengah kerumunan para pria tampan itu, sementara Riska sendiri menyelinap masuk ke salah satu ruang VIP.

Tubuh para pria tampan itu menguarkan aroma harum yang menguar ke mana-mana, membuat kepalaku pening dan hilang arah.

"Kakak …."

"Kakak, mau dipijat kakinya, dadanya, atau bahunya …."

Para pria tampan itu saling bertukar pandang dan bersahut-sahutan, membuatku bingung dan tidak tahu harus menjawab apa.

Bagaimanapun, ini pertama kalinya aku datang ke tempat pijat seperti ini. Aku benar-benar tidak tahu harus memilih yang mana?

"Bagaimana kalau Kakak ikut seperti Kak Riska saja, mulai dengan pijat bahu dulu?"

Seorang pemuda tampan dengan dengan sepasang mata yang bagaikan kelopak bunga muncul dari belakangku.

Wajahnya terlihat polos dan lugu, tetapi tindakannya begitu tegas dan penuh inisiatif.

Belum sempat aku bicara, dia sudah memanfaatkan kelengahan para pria tampan lainnya dan langsung menarikku masuk ke salah satu ruang VIP di samping.

Bruk. Terdengar suara saat pintu dikunci dari dalam.

Jantungku langsung berdetak kencang.

Pemuda itu berdiri tepat di depanku, mendorongku hingga punggungku menempel pada pintu.

Aroma tubuhnya memenuhi hidungku. Aku bahkan tidak berani menengadah dan menatapnya. Yang bisa kulakukan hanyalah mengerjapkan mataku dengan malu-malu.

Serangan semacam ini belum pernah kualami sebelumnya.

Biarlah aku merasakannya sekali saja, sekali ini saja juga sudah cukup.

"Kakak, aku bantu mandi dulu, ya?"

Aku tidak mampu berkata-kata.

Aku tercengang. Jadi, tempat pijat ini juga menyediakan layanan membantu memandikan?

Pemuda itu sudah menggenggam tanganku. Aku seperti boneka yang patuh, membiarkannya mengendalikan semuanya.

Entah sejak kapan, pakaian di tubuhku sudah dilucuti dan aku berendam di bak mandi.

Byur.

Pemuda yang tadinya masih berjongkok di belakangku itu, tiba-tiba juga melepas seluruh pakaiannya dan masuk ke bak mandi.

Aku terkejut dan berteriak, "Kamu …."

"Kakak, jangan tegang. Ini prosedur standar kami. Kalau sudah beberapa kali datang, nanti juga akan terbiasa."

Pemuda itu memegang sebotol sabun mandi, menuangkan beberapa tetes dan hendak mengoleskannya ke tubuhku.

Kulitku merinding, terutama saat tangan pemuda itu terus mengusapku.

Pertama-tama, dia membelai leherku. Lalu, perlahan pindah ke bagian dada dan kemudian makin ke bawah.

Begitu bagian sensitifku tersentuh, aku langsung merapatkan kakiku.

Namun, karena tangan pemuda itu belum menjauh, jadi tanpa sengaja justru tangannya yang terperangkap di antara pahaku.

Uhh.

Pemuda itu mengerang pelan dan tertawa pelan. "Kakak, kamu kuat juga, ya?"

Aku tidak tahan dengan rangsangan semacam itu. Seketika, aku langsung menjadi bergairah.

"Bukannya tadi katanya mau pijat bahu? Mandinya … sudah selesai, belum?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ah! Enak Mas Dokter
9.1
Ketidakpuasan dalam kehidupan pernikahan membawa Febby Fiolla menemui dokter kandungan rekomendasi mertuanya. Tak disangka, dokter tersebut adalah Dirga, cinta pertama Febby di masa lalu. Pertemuan medis ini justru menyalakan kembali api asmara yang lama padam hingga berujung pada hubungan gelap. Terjebak dalam status pernikahan masing-masing, Dirga mendesak Febby untuk bercerai, sementara Febby menuntut komitmen serupa. Akankah mereka berani meninggalkan pasangan sah demi cinta lama ini?
Sampul Novel BLIND HEART
9.7
Demi membiayai wisuda dan meringankan beban sang ayah, Silvana mengambil pekerjaan tak biasa. Mahasiswi akhir ini harus mengasuh Max Elgort, miliarder tunanetra yang terkenal sangat pemarah. Meski kerap menghadapi sikap kasar Max, Silvana justru mulai jatuh hati. Sayangnya, Max masih terjebak kenangan mendiang kekasihnya yang tewas dalam kecelakaan penyebab kebutaannya. Sanggupkah Silvana bertahan di tengah kesetiaan Max pada janji masa lalu?
Sampul Novel Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali
9.5
Dua tahun lamanya Aulia terjebak dalam pernikahan dingin bersama Arya, pria yang terus membayangi masa lalunya bersama Dinda, sang mantan istri. Lelah karena selalu dikesampingkan, Aulia akhirnya memutuskan untuk bercerai. Namun, setelah resmi berpisah, Arya justru berbalik mengejarnya dan meminta kesempatan kedua demi memperbaiki segalanya. Kini, Aulia didera keraguan: benarkah Arya telah berubah karena cinta, ataukah ini hanya sekadar ego belaka?
Sampul Novel Pembalasan Seorang Istri
8.2
Dua tahun ditinggal bekerja ke luar negeri tanpa kehangatan suami membuat sang istri didera kesepian mendalam. Namun, kepulangan sang suami justru membawa badai tuduhan keji bahwa dirinya telah melahirkan anak dari pria lain. Dalam perselisihan fisik yang tegang, sebuah kebenaran tak terduga mendadak terungkap secara mengejutkan saat air ASI memuncrat ke wajah suaminya akibat remasan keras. Di tengah kepanikan yang melanda, bagaimana ia menghadapi kemarahan dan kecurigaan sang suami?
Sampul Novel Suamiku, Nerakaku!
8.8
Tujuh tahun pengabdian cinta kepada Kennedy hancur seketika saat penculikan mengerikan terjadi. Alih-alih menyelamatkan istrinya, Kennedy justru menolak membayar uang tebusan karena terhasut oleh sekretarisnya yang menganggap ini cara terbaik untuk mendisiplinkannya. Setelah melewati siksaan yang bagaikan neraka, sang istri akhirnya tersadar dan memilih melepaskan hubungan ini. Namun, saat dia memutuskan untuk pergi selamanya, Kennedy justru bersujud sambil menangis demi mendapatkan pengampunan.
Sampul Novel Wanita Penghibur untuk Suamiku
8.9
Didorong rasa putus asa dan cinta, Naura mengambil langkah nekat dengan menyediakan wanita penghibur untuk sang suami. Di tengah kepedihan rumah tangga yang menyiksa, ia tetap bertahan demi membalaskan dendam kematian keluarganya. Sebagai satu-satunya korban selamat dari kecelakaan maut yang merenggut nyawa orang tuanya, Naura masih dihantui trauma hebat saat melihat mereka tewas terbakar di dalam mobil. Ingatan kelam itulah yang kini memicu tekadnya mencari keadilan.