APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tukang Pijat yang Mantap

Tukang Pijat yang Mantap

Rasa penasaran menyelimuti benakku saat melihat seorang rekan kerja wanita rutin mengunjungi panti pijat hingga lima kali seminggu. Setiap hari berikutnya, ia selalu tampak sangat bertenaga di kantor. Setelah didesak, ia hanya tersenyum misterius dan menyarankanku untuk membuktikannya sendiri. Didorong rasa ingin tahu, aku memutuskan mengikutinya ke tempat pijat bernama Arinda tersebut. Keputusan itu mengubah segalanya, membuatku kini ikut terjerat dan tidak bisa berpaling dari sana.
Bab
Bagikan

Bab 3

Padahal hanya mandi biasa. Namun, begitu selesai, sekujur tubuhku langsung memerah dan panas.

Terutama di bagian tertentu, terasa bengkak dan begitu nyeri.

Aku bangkit dari bak mandi dan berdiri di depan cermin yang menempel di lantai.

Pemuda itu berdiri tepat di belakangku. Jaraknya tak sampai satu kepalan tangan dariku.

Lewat pantulan di cermin, aku bisa melihat tubuhnya.

Di sana, bagian "itunya" sudah berdiri tegak menjulang.

Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memikirkan Aldy suamiku. Punya Aldy begitu mungil. Tiap kali, meskipun dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk membuatnya tegang, dalam kondisi terbaik pun tetap tidak bisa keras seperti batu.

Oleh karena itu, aku tidak pernah merasakan kenikmatan di ranjang.

"Kakak, sekarang berbaringlah. Aku akan mulai memijat bahumu."

Pemuda itu mendekatiku, memberi isyarat agar aku berbaring di sofa di sebelah.

Ini bukan sofa biasa, malah lebih mirip sofa yang penuh dengan nuansa sensual.

Itu karena bagian bokongku berada di satu ujung, sementara kedua kakiku terbuka ke arah samping.

Pemuda itu harus berjongkok di antara kedua kakiku.

Benar-benar mengerikan.

Aku hampir tidak bisa mengendalikan detak jantungku sendiri.

Pemuda itu meletakkan tangannya di bahuku. Awalnya dia memijat dengan lembut beberapa kali. Namun, segera saja sentuhannya berubah menjadi penuh gairah.

Jari-jarinya mencubit, memijat dan meremas sedikit demi sedikit ....

Seakan-akan bahuku ini menjadi alat untuk menggodaku.

Aku terus-menerus meyakinkan diri dalam hati jika ini hanya pijatan bahu saja dan aku tidak boleh berpikir macam-macam.

Bahkan, aku mencoba mengingat-ingat momen bersama Aldy dalam benakku, supaya setidaknya aku masih bisa menjaga kendali diri.

Namun, makin aku memikirkannya, aku justru makin kecewa pada Aldy.

Akibatnya, reaksi tubuhku makin menjadi jelas.

Terutama pada bagian tertentu. Meskipun tidak tersentuh oleh pemuda itu, tetap saja mulai terasa nyeri.

Sama seperti bahuku, bagian itu juga ingin dipijat oleh jari-jarinya yang panjang itu.

"Kakak, kamu kenapa?"

Pemuda itu tiba-tiba angkat bicara. Wajahnya begitu dekat dengan wajahku. Matanya yang basah menatapku, seakan berkata, "Kakak, cintailah aku."

Aku yang tadinya merentangkan kakiku, sekarang benar-benar ingin merapatkannya. Aku ingin sekali menggunakan kedua kakiku untuk memeluk pinggang pemuda itu dan terlebih lagi ingin agar dia menggauliku dengan penuh gairah ….

Di beberapa kamar VIP di sebelah, sudah terdengar suara-suara samar.

Tentu saja, juga terdengar suara benturan.

Di tengah suara-suara yang kacau itu, samar-samar aku mendengar suara Riska-lah yang paling keras.

Suara itu datang sambung-menyambung, bagai ombak besar yang hampir menenggelamkan orang.

Akal sehatku yang sudah hampir hilang, mana mungkin bisa menahan rangsangan seperti ini.

Suara-suara samar, tanpa sadar keluar dari mulutku.

Entah kenapa, aku ingin mengulurkan jari-jariku untuk menyentuh wajah pemuda itu.

"Kakak, enak nggak pijatan bahunya?" bujuk pemuda itu dengan lembut.

Dia sudah menunduk ke arahku. Hidungnya yang mancung hampir menyentuh hidungku.

Aku menarik napas dalam-dalam dan mengangguk malu-malu.

"Kalau begitu, mau lanjut pijat bagian lain? Seluruh tubuh?"

Tangan pemuda itu mendarat di area dadaku. Sedikit saja bergeser, telapak tangannya yang besar itu akan menutupi payudaraku.

Puluhan ribu serangga seakan berlarian di dalam tubuhku dan aku merasa seperti sedang berbaring di atas tumpukan api.

Api yang berkobar membakar diriku.

Aku menggelinjang dan terengah-engah, hingga akhirnya aku mengambil inisiatif untuk mengulurkan tangan dan mengait leher pemuda itu. Aku tak kuasa menahan diri untuk tidak menariknya ke bawah ....

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Butuh Suami, Aku Butuh Keadilan
8.9
Hidup miskin bersama Randi, seorang kuli bangunan berpenghasilan minim dan berwatak keras, membuat Lina frustrasi. Di tengah impitan ekonomi, ia berpaling pada Damar, tetangganya yang mapan. Meski bantuan materi dan perhatian dari Damar diam-diam menyelesaikan masalah keuangannya, rasa bersalah perlahan menyiksa Lina setiap kali melihat perjuangan suaminya. Kini, ia terjebak dalam dilema besar antara mengejar kelayakan hidup atau menjaga kesetiaan pernikahannya.
Sampul Novel Cinta Datang Terlambat
9.0
Demi ambisi kakeknya, Sagar terpaksa menikahi Bella tanpa pernah memedulikannya hingga pernikahan mereka hancur. Saat perceraian menanti, Bella memilih pergi diam-diam dalam kondisi mengandung. Kepergian sang istri yang mendadak ini membuat Sagar tenggelam dalam penyesalan mendalam. Kini, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa rasa cinta serta permohonan maafnya mungkin sudah terlambat bagi Bella yang telah pergi.
Sampul Novel Disangka miskin diperantauan
8.4
Sisil dan keluarganya selalu direndahkan dan disisihkan dari lingkaran keluarga besar hanya karena kondisi ekonomi mereka. Bahkan, ia dilarang ikut campur dalam segala urusan keluarga. Menolak terus dihina, Sisil bertekad membuktikan kesuksesannya demi mengangkat martabat orang tuanya. Langkah besar pun ia ambil untuk membalas rasa sakit hati sekaligus membungkam mereka yang dulu meremehkannya. Perjuangan Sisil demi harga diri dimulai.
Sampul Novel Gemintang
8.8
Hati Gemintang Farhana hancur setelah dicampakkan oleh Bachdim, cinta pertamanya. Demi memulihkan diri, ia beralih pekerjaan dan justru jatuh hati pada Amar Dwirangga, atasan sekaligus seniornya. Kehadiran Amar yang penuh perhatian perlahan memulihkan lukanya. Namun, takdir berkata lain saat restu semesta menghalangi hubungan indah mereka hingga harus berpisah. Kini, keduanya terjebak dalam kerinduan mendalam tanpa bisa bersama, menyisakan memori manis yang tidak berujung bahagia.
Sampul Novel Hati yang Sedang Berperang
8.9
Bahar Asian menjalani hidup penuh tekanan di Midyat akibat kebencian kakeknya, Nasuh, yang memandang rendah statusnya sebagai anak luar nikah. Di tengah penderitaan itu, ia bertemu Emir Demir, pria yang bertekad membalas dendam atas kematian orang tuanya kepada keluarga Asian. Hubungan mereka rumit karena terjebak intrik perjodohan dan manipulasi, namun cinta perlahan tumbuh. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit antara loyalitas keluarga atau perasaan cinta.
Sampul Novel Menantu Pahlawan Negara
8.2
Dipaksa meninggalkan istrinya pada malam pernikahan demi maju ke medan perang, pria ini berjuang dalam pertempuran berdarah selama tiga tahun. Ia pulang membawa prestasi gemilang, namun racun kejam membuatnya kehilangan akal sehat hingga menjadi idiot. Di tengah cemoohan dunia dan tekanan berat dari pihak keluarga, sang istri dengan setia menyelamatkannya. Malam ini, kesadaran sang pahlawan akhirnya telah kembali sepenuhnya untuk menghadapi semua ketidakadilan.