APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tiga Ranjang Suamiku

Tiga Ranjang Suamiku

Dua belas tahun membina rumah tangga, hidup Maya sebagai pengacara sukses hancur seketika. Suami yang ia kenal sangat penyayang ternyata melakukan poligami secara rahasia. Maya sangat terkejut saat mengetahui suaminya memiliki dua ranjang lain dengan wanita yang sama sekali tidak pernah ia duga. Kini, ia harus berjuang mengungkap kebenaran pahit tersebut. Apakah Maya akan bertahan demi pernikahannya, atau memilih pergi demi menyelamatkan diri dari pengkhianatan ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Lalu, ke mana Mas Farus? Dia mengatakan pergi bersama Febri. Tapi, dengan terang Febri mengatakan hal sebaliknya. Oh, ada apa ini? Lalu, tadi malam itu telepon siapa?” batinku masih memandang ponselku sendiri.

“Tidak perlu mencemaskan apa pun yang belum pasti.”

Melisa menarikku kembali ke kursi sofa. Sebagai sahabat, dia pasti berusaha memendam perasaanku. Sebenarnya, aku tidak mau dia mengetahui rasa cemas ini. Tapi, seperti biasanya. Melisa sangat paham ekspresi wajahku.

“Aku tidak mau menceritakan apa pun tentang pernikahanku. Tapi, kau sahabatku. Apa yang harus aku cemaskan?”

“Bukankah kamu sendiri mengatakan kepadaku, tidak suka jika ada yang disembunyikan. Aku pun begitu. Aku tak mau ada rahasia. Ayolah, Maya! Katakan saja. Aku pasti siap membantumu.”

Tentu saja aku harus mempercayai Melisa. Dia adalah sahabatku sejak lama. Ke mana lagi aku akan meminta bantuan?

“Mas Farus tidak pernah pergi selama ini. Dia selalu saja pulang ke rumah. Sekarang, mendadak dia mendapat tugas. Parahnya, dia bilang akan pergi bersama adiknya, Febri. Tapi, Febri baru saja menghubungiku. Dia tidak bersama kakaknya. Aku ... sengaja tidak menghubunginya. Takut mengganggu."

“Kita tunggu saja Febri datang ke sini. Kau bisa menanyakannya.”

Ide Melisa benar. Aku menganggukkan kepalaku, sambil menyeruput teh hangat yang tinggal sedikit lagi akan habis. Hingga aku mendengar suara mobil memasuki halamanku. Rumahku berjarak cukup dekat dengan rumah mertuaku. Dalam sekejap Febri bisa datang ke rumah. Aku segera menemuinya.

“Febri, kamu terlihat sangat pucat. Kau sakit?” Aku menerima satu tas berisi minuman herbal buatan mertuaku sendiri saat Febri menyodorkannya. Dia menganggukkan kepala sambil tersenyum.

“Biasa, Mbak. Penyakitnya orang umum. Flu berat,” balasnya.

“Hmm, kau tidak bersama Mas Farus?” tanyaku pelan sambil tersenyum. Aku sangat berharap, dia memberikan jawaban yang bisa membuatku tenang.

“Emangnya Mas Farus ke mana sih, Mbak?” balasnya bertanya.

“Kemaren, Mas Farus bilang akan pergi sama--”

“Eh, Febri,” sela Melisa. Dia mendadak muncul, dan menghentikan ucapanku.

“Mbak, aku pergi dulu, ya,” ucap Febri mendadak. Bahkan, dia tidak membalas sapa’an Melisa. Padahal mereka sudah lama kenal. Aku segera menggelengkan kepala, untuk memusatkan pikiranku kembali. Ibu mertuaku punya riwayat jantung. Mungkin Febri harus segera pulang dan menjaganya.

“Febri buru-buru, ya?” Melisa menatap kesal Febri yang sudah meninggalkan rumahku. Sementara, aku masih mengurut pelipisku. Sebenarnya, ke mana Mas Farus? Nama desa tempatnya bekerja pun tidak dia katakan. Kenapa aku juga tidak bertanya saat itu? Hatiku benar-benar gundah.

“Melisa, aku harus mencari tahu. Aku tidak mau hal gila ini masuk di kepalaku. Aku akan mengambil tasku,” ucapku kemudian buru-buru mengambil tas di kamar dan memakai jaketku.

“Jadi, kamu mengira suamimu selingkuh?” tanya Melisa sambil ikut berjalan mengikutiku. “Maya!” ucapnya tegas, sembari menarik lenganku. Aku menghentikan langkah, dan kini menatapnya. “Tidak mungkin suamimu seperti itu. Mana mungkin dia dengan wanita murahan seperti itu?” lanjut Melisa berusaha meredam rasa penasaranku.

“Aku juga berharap dia tidak seperti itu, Mel. Tapi, kau dengar sendiri saat Febri tidak tahu tugas itu. Sedangkan Mas Farus, mengatakan dia akan pergi dengan Febri. Argh, aku akan mencari tahu.”

Melisa mau tidak mau mengikutiku masuk ke dalam mobil. Aku segera menuju rumah sakit tempat Mas Farus bekerja. Sudah lama sekali aku tidak pernah mengunjungi rumah sakit ini. Tanpa berpikir dan membuang waktu, aku berjalan cepat masuk ke ruangan informasi. Aku bisa saja masuk dengan bebas ke ruangannya. Tapi, aku harus menghormati privasinya dan peraturan untuk membuat janji terlebih dahulu.

“Suster. Aku ingin bertemu dengan Dokter Farus.”

“Dokter Farus?” tanya suster terkejut. Aku semakin tidak mengerti. Kenapa dengan suster itu?

“Ah, Dokter Farus sedang tidak ada di tempat bukan? Hahaha. Dia kan sedang menemani dokter magang. Baiklah. Bisa kau katakan di mana desa itu?” tanyaku sekali lagi. Aku menarik napas panjang, berusaha mengatasi hatiku.

“Maafkan saya. Dokter magang tidak ada di tempat. Memang benar. Mereka sedang magang di desa. Tapi, kami sudah lama tidak mendengar tentang dokter--”

“Ah, tentu saja kalian tidak mendengarnya. Dia sedang bekerja. Maafkan kami karena mengganggu pekerjaan suster,” sela Melisa sekali lagi. Dia menghentikan ucapan suster itu, lalu menarikku pergi dari sana. Kami berjalan cepat menuju ke parkiran. Melisa menatapku tajam. Sepertinya dia sangat marah denganku.

“Maya, jangan gila, ya! Kamu nggak lupa, kan, sekarang kita ada di mana? Ini tuh, masih lingkungan rumah sakit!” teriaknya keras. Dia menjauh, lalu masuk ke dalam mobil. Aku segera mengikutinya. Kami duduk di kursi depan sambil bertatapan. Melisa masih saja marah denganku.

“Jika kamu seperti ini, Maya. Sama saja kamu menjelekkan nama baik suamimu. Kau itu seharusnya percaya saja dengan suamimu. Lagi pula, Febri juga tidak mengatakan apa pun. Begitu juga dengan suster tadi.”

Oh, Tuhan, apa yang aku lakukan? Perkataan Melisa memang benar. Untuk apa aku mencurigai suamiku. Selama ini, dia selalu saja setia denganku. Tapi, sumpah demi apa pun kali ini aku memang sedikit tidak mempercayainya. Sebenarnya, apa yang salah dengan perbuatanku? Toh, aku hanya ingin mencari kebenaran. Hanya ingin meredakan pikiranku yang semakin gila ini.

“Mel, kau memang benar. Tapi, jujur saja. Pasti dokter magang itu ada hubungan dengan suamiku. Lihatlah, sudah beberapa jam dia pergi, sama sekali dia tidak menghubungiku. Apakah aku salah dengan pemikiranku?”

“Sudah bicaranya?” Tiba-tiba raut Melisa menjadi kaku. “Aku tanya, sudah bicaranya?” lanjutnya sedikit membentak.

“Kita sebaiknya pulang saja, Mel. Kamu benar. Aku sudah bodoh melakukan ini.”

Baiklah lupakan saja. Sudah saatnya aku tidak menyakiti diriku sendiri. Aku segera melesatkan mobil ini, lumayan cukup kencang. Hatiku masih bimbang. Bagaimana jika memang suamiku melakukannya di belakangku? Ya ampun, jangan sampai seperti itu.

Membayangkannya saja sudah sangat menjijikkan. Jangan sampai pernikahan selama dua belas tahun ini gagal karena orang ketiga.

Masih saling diam, aku dan Melisa tidak saling bertegur sapa. Dia sangat kesal. Mungkin karena dia tidak mau melihatku sakit hati. Aku paham dengannya.

“Besok aku akan ke rumahmu lagi. Kau mau masih lanjut kan?” tanya Melisa pelan. Dia akhirnya menyapaku. Aku hanya tersenyum, menganggukkan kepala dengan pelan.

“Sekarang aku pulang dulu. Aku akan menaiki taxi di ujung jalan itu. Jangan khawatir. Sebaiknya kau mandi sana. Bau,” ucapnya lalu memelukku. Dia keluar dari mobil dan melambaikan tangan ke arahku.

Aku berusaha memasuki rumah dengan senyuman. Kembar pasti sudah pulang. Aku tidak mau terlihat cemas di depan mereka. Untung saja mereka sudah terlelap, begitu juga dengan Mbok Sri. Tanpa sadar, aku pergi cukup lama.

Sudah pukul dini hari tapi mataku belum juga terpejam. Kepalaku juga terasa pusing. Pikiranku melayang-layang entah ke mana. Aku hanya ingin membolak-balikkan tubuh berharap bisa memejamkan mata. Andai saja Mas Farus menghubungiku, pasti perasaanku akan mereda. Kenyataannya, sampai sekarang dia tidak melakukannya. Apa yang harus aku lakukan?

Lamunanku teralihkan. Aku beranjak, segera memeriksa ponselku yang kembali berdering. Mudah-mudahan Mas Farus. Tapi ...

“Apa kau ... tunggu, jangan ditutup!”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Bersemi Setelah Perceraian
8.0
Lima tahun berbakti pada Darius, Cornelia justru diceraikan saat mengandung. Ia lalu menghilang setelah nyaris tewas dibunuh di hari melahirkan. Kini, Cornelia kembali sebagai pengusaha sukses yang mandiri. Saat para rivalnya bertumbangan, kebenaran kelam masa lalu pun terbongkar. Darius yang terpikat mencoba memenangkan kembali hati sang mantan istri. Walau Darius memohon atas nama anak mereka, Cornelia tidak lagi peduli pada pria yang pernah membuangnya.
Sampul Novel Dendam Cinta Sang Miliarder
9.4
Sagara Tyson Murphy dirundung duka mendalam setelah kematian tragis tunangannya, Janessa. Ia meluapkan kemarahannya pada Aluna Jaylee Morris, sosok yang dituding bertanggung jawab atas kecelakaan maut tersebut. Tak rela melihat Luna hidup bebas, Saga memaksanya menikah demi membalas dendam secara langsung. Demi melindungi orang-orang tercinta, Luna rela menanggung segala siksaan Saga. Namun, akankah kebencian Saga goyah saat tabir kebenaran perlahan mulai tersingkap?
Sampul Novel Kesempatan Kedua dengan Istriku yang Seorang Taipan
9.5
Tiga tahun pernikahan hanya memberi Stephanie sikap dingin dari Erik. Ketika niat buruk suaminya menghancurkan harapannya, ia bangkit hingga menjadi wanita terkaya di dunia. Erik terkejut melihat transformasi sang mantan istri dan mencoba mengejarnya kembali. Namun, bagi Stephanie, pria kini hanyalah penghambat kesuksesan. Erik Palmer yang dulu angkuh kini rela merendahkan diri di depan umum demi membujuk Stephanie agar mau membangun kembali rumah tangga bersamanya.
Sampul Novel Satu Malam Dengan Adik Ipar
8.2
Rencana Rani merayakan tiga tahun pernikahan hancur karena Arman tidak kunjung pulang. Saat terjaga, ia justru terkejut mendapati adik iparnya, Rafka, ada di sisinya. Ketegangan pun menyelimuti mereka, terlebih setelah Rani membongkar pengkhianatan suaminya yang berselingkuh. Di tengah luka hati yang mendalam, Rani kini terjebak dalam dilema besar. Ia bimbang antara mempertahankan komitmen lamanya atau menyambut ketertarikan tak terduga pada Rafka yang selalu hadir mendampinginya.
Sampul Novel Senandung Rasa
9.7
Ryuka, remaja pemberontak yang gemar fotografi, terpaksa mengikuti les privat demi mendongkrak nilainya atas desakan sang kakak. Faiz, pemuda yatim piatu berumur dua puluh tahun, hadir sebagai tutor pribadinya. Interaksi intens perlahan menumbuhkan rasa cinta di hati Ryuka pada sosok Faiz. Namun, hubungan mereka diuji saat Faiz mengungkap rahasia pilu tentang kondisi fisik Ryuka. Akankah asmara mereka bertahan melewati rintangan menyakitkan ini?
Sampul Novel Teman Tidur CEO Kejam
8.9
Akibat gagal melunasi utang tepat waktu, Beatrice Miller terjebak dalam situasi pelik. Ia terpaksa menyetujui kontrak satu tahun untuk menjadi teman tidur Tyson Lynch. CEO kejam tanpa belas kasihan itu menegaskan bahwa Beatrice boleh pergi kapan saja jika ia sudah merasa bosan, meski masa perjanjian belum berakhir. Kini, Beatrice harus menjalani kehidupan penuh tekanan di bawah kendali pria dingin tersebut. Mampukah ia bertahan menghadapi dominasi sang miliarder itu?