APKDock Logo
Sampul Novel Tiga Ranjang Suamiku

Tiga Ranjang Suamiku

9.5 / 10.0
Dua belas tahun membina rumah tangga, hidup Maya sebagai pengacara sukses hancur seketika. Suami yang ia kenal sangat penyayang ternyata melakukan poligami secara rahasia. Maya sangat terkejut saat mengetahui suaminya memiliki dua ranjang lain dengan wanita yang sama sekali tidak pernah ia duga. Kini, ia harus berjuang mengungkap kebenaran pahit tersebut. Apakah Maya akan bertahan demi pernikahannya, atau memilih pergi demi menyelamatkan diri dari pengkhianatan ini?

Tiga Ranjang Suamiku Bab 1

“Tidak mungkin! Dia lelaki sempurna. Selama ini, pernikahan kami berjalan tanpa ada masalah. Suamiku ... tidak mungkin melakukan itu!”

“Sadarlah Maya. Terimalah keadaanmu saat ini!”

Pikiranku berbelit tidak karuan. Selama ini aku selalu percaya dengan lelaki yang memberikanku kehidupan layaknya seorang ratu dalam negeri dongeng. Tapi, kini aku menghadapi kenyataan pahit.

“Aku ... tidak percaya. Dia adalah ... argh!”

Dengan lemas aku duduk, menundukkan kepala. Berusaha mengingat jelas dua bulan kejadian sebelum aku menemukan tiga ranjang itu. Aku harus mengingatnya!

Saat itu, aku mendapati dirinya menghubungi seseorang.

“Mas, Farus!”

“Maya!”

Sampai di rumah, aku mendapati suamiku menghubungi seseorang di teras depan rumah. Dia sangat terkejut ketika aku menepuk pundaknya. Dia bergegas masuk ke dalam. Aku segera mengikutinya, menuju dapur untuk mengambil minuman. Pekerjaanku sebagai pengacara sangat melelahkan.

“Tadi siapa, Mas? Kok, mendadak ditutup?” tanyaku sangat penasaran.

“Selama satu minggu, aku harus bekerja di luar kota.”

“Apa? Kenapa mendadak sekali?”

Dengan pelan Mas Farus mendekat ke arahku, refleks aku mundur pelan. Langkah mundurku terhenti saat aku berada di ujung tembok. Mas Farus terus melangkah sangat pelan, hingga wajahku dan wajahnya hanya berjarak satu senti saja. Aku dapat merasakan embusan napasnya, bahkan harum tubuhnya menusuk hidungku. Sangat kentara.

Kesempatan itu tidak dilewatkan sedikit pun olehnya. Mas Farus perlahan mengecup bibirku dengan lembut. Hanya beberapa detik saja kemudian melepasku.

“Jaga dirimu. Aku harus menemani para dokter magang. Jangan khawatir. Febri akan ikut denganku,” ucapnya lembut tepat di telingaku kemudian bergegas masuk ke dalam kamar kami.

Entah apa yang ada di dalam pikiranku, saat suamiku yang sangat sempurna itu mencium bibir ini. Walaupun itu sangat cepat, aku selalu terhipnotis pesonanya. Tapi, ini sangat aneh. Tidak biasanya dia akan melakukan tugas selama itu. Selama dua belas tahun pernikahan, baru kali ini Mas Farus akan meninggalkanku selama ini.

“Dokter magangnya ... ada gadisnya tidak?” ucapku bercanda. Aku menyusulnya di dalam kamar. Oh Tuhan! Bagaimana bisa aku menolak tubuh kekar itu di hadapanku? Kedua mata ini dipenuhi pandangan ketampanannya. Farus Abraham adalah dokter spesialis kandungan tertampan yang pernah aku lihat.

“Ngapain sih, lihatin gitu?” ucapnya pelan sambil terkekeh.

“Aku gak nyangka ternyata suamiku sangat tampan. Hmm, pasti para dokter magang itu akan terpesona sama kamu, Mas.”

“Ah, kamu berburuk sangka saja ama aku, Maya. Dengerin aku ya, kamu boleh merasa curiga sama aku. Tapi, Mas akan menjaga hubungan pernikahan kita dengan sangat baik. Lagi pula, aku kan sama Febri. Mana mungkin mau macam-macam.”

Febri adalah adik kandung suamiku. Dia dokter spesialis penyakit dalam. Mereka berdua sangat pintar, dan bersekolah karena mendapat beasiswa. Hatiku masih cemas. Melepaskan suamiku seperti itu. Tapi, aku harus menerimanya. Ini pekerjaan penting untuknya.

“Kamu itu mikir apa sih?” Mas Farus mendadak memelukku. Rasanya sangat hangat. Aku memang tidak boleh berpikiran buruk.

“Mas mau pakai baju. Sudah, jangan mikir macam-macam,” ucapnya sekali lagi meyakinkan aku. Dengan tersenyum aku memandangnya. Hingga lamunanku teralihkan pada getaran ponselnya.

“Mas, ada yang telefon,” teriakku pelan.

Terburu-buru aku mengambil ponsel itu di saku jaket kesayangan Mas Farus. Aku segera melihat siapa yang menghubunginya malam-malam begini. Tidak ada nama, dan hanya nomor tidak dikenal. Entah kenapa, aku merasa tidak asing dengan dua nomor di belakang. Seperti nomor milik ...

“Maya!”

“Ah, Mas. Kamu ini mengejutkan aku saja.”

Mas Farus merebut ponsel itu dari genggamanku. Dia sejenak memandang ponsel itu, kemudian menutupnya.

“Abaikan saja,” ucapnya kemudian meletakkan ponsel itu kembali di saku jaketnya. Mendadak, dia menarikku ke ranjang. Memandangku dengan tersenyum tampan.

“Sebelum pergi, aku mau jatah,” bisiknya. Kemudian dia menjamah seluruh tubuhku. Malam terjadi sangat panas. Kami berdua akhirnya terlelap setelah melampiaskan hasrat masing-masing.

**

Pagi datang dengan cepat. Seperti biasanya, aku menyiapkan sarapan. Kedua anak kembar kami bernama Ema dan Ana, selalu saja bersemangat tiap hari. Mereka duduk di bangku SMP.

"Kalian jaga Bunda, ya. Ayah akan pergi satu minggu,” ucap Mas Farus. Dia berdiri, mengecup kening kedua anakku yang hanya terdiam menatapnya.

“Ke mana, Yah?” tanya Ema kembar pertama. “Tidak biasanya Ayah pergi selama itu,” lanjutnya sambil melirikku.

“Sudahlah, itu adalah pekerjaan penting Ayah kalian. Lagi pula, Ayah pergi dengan Paman Febri. Ayo, segera habiskan sarapan kalian. Nanti kalian terlambat,” balasku sambil tersenyum.

"Ucapan ibumu benar. Kalian, belajar yang rajin. Baiklah, Ayah pergi dulu," balas Mas Farus, kemudian memeluk anaknya satu persatu.

Kami melepas kepergian Mas Farus dengan cemas. Ah, apa yang aku pikirkan. Selama ini pernikahan kami baik-baik saja. Bahkan, nyaris sempurna. Tidak perlu mencemaskan apa pun.

“Bunda, kami pergi.” Ana memelukku, bergantian dengan Ema. Mereka menuju mobil penjemput. Dengan memaksa senyuman, mereka melambai kepadaku. Aku paham. Mereka pasti juga merasakan hal yang sama denganku.

“Maya!”

Seseorang memanggilku dari luar pagar rumah, keluar dari taxi. Dia berlari menghampiriku. Tentu saja dia Melisa. Sahabatku yang baru saja datang dari Singapura. Aku sangat merindukannya. Dia selalu bersamaku sejak sekolah.

“Ah, kau datang?” ucapku terkejut.

“Kau bercanda, kan?” balasnya sambil menggelengkan kepala. “Seperti melihat hantu saja. Hei, aku ini memang datang,” lanjutnya sambil bersedekap.

“Hahaha. Apa wajahku terlihat bercanda? Tentu saja aku terkejut. Sudah lama sekali kau tidak mengunjungiku. Ayo, masuk.”

Kami masih saling melempar senyuman. Melisa tidak hentinya menatap semua sudut rumahku. Padahal, dia sangat kaya. Keluarganya pengusaha sukses.

“Rumahmu lebih bagus. Ngapain lihat gitu?” ucapku sambil menyodorkan secangkir teh hangat yang sudah disiapkan di atas meja oleh Mbok Sri. Pelayan yang sudah bekerja di rumahku sejak kembar lahir.

“Kamu beruntung. Suamimu tampan, rumahmu bagus, punya anak kembar. Apalagi ... kau sangat hebat. Pengacara sukses dan berprestasi.”

“Untuk apa memuji aku. Kau sendiri, kapan menikah?” balasku sambil menepuk pundak kanannya.

“Aku sudah meni--”

PRANG!

Suara nyaring datang di ruang kerja Mas Farus. Aku segera ke sana. Apa yang terjadi? Semoga saja tidak ada hal serius.

“Mbok, kenapa?” tanyaku sambil melotot. Mbok ternyata memecahkan vas bunga. Hah, untung saja dia tidak terluka. Aku segera membantunya. Tapi, apa itu? Selembar foto seorang wanita muda di bawah meja. Dengan cepat aku mengambilnya. Aku tidak percaya. Kenapa gambar wanita muda dengan busana seksi bisa ada di selipan buku Mas Farus?

“Tidak seharusnya seorang dokter berpakaian terbuka seperti itu. Ih, menyebalkan,” sela Melisa. Dia merebut foto itu dan menatapnya sambil menggeleng.

“Itu mungkin pegawai magang. Lihatlah. Di atas ada nama dan keterangannya,” balasku. Sebenarnya hatiku benar-benar tidak karuan. Sumpah! Aku sangat terkejut. Tapi, tidak mungkin aku membuka aib suamiku. Siapa tahu, ini hanya kebetulan saja.

“Melisa, kau tadi mau mengatakan apa? Hmm, aku mendengar kau akan mengatakan sesuatu.” Aku merebut foto itu dan memasukkannya ke kantong kemejaku. Aku berusaha mengalihkan perhatian Melisa.

“Ah, yang tadi?” ucapnya sedikit tertawa.

“Iya, aku sebenarnya sudah meni--”

Suara ponselku membuat Melisa tidak menyelesaikan perkataannya lagi. Aku tersenyum, dan segera mengangkatnya. Hatiku benar-benar lega. Febri menghubungiku. Pasti dia akan mengatakan keadaan Mas Farus. Aku harus segera mengangkatnya.

“Febri, bagaimana kabar Mas Farus? Apa kalian sudah sampai?” tanyaku dengan bersemangat.

“Mbak, aku mau memberikan titipan Ibu. Minuman kesehatan yang biasa Ibu racik sendiri. Mbak ada di rumah, kan?”

Aku semakin bingung. Bukankah seharusnya Febri bersama Mas Farus? Tapi, kenapa dia malah akan ke rumah?

“Loh, kamu tidak sama Mas Farus?” tanyaku memastikan.

“Hari ini aku ambil cuti, Mbak. Aku segera antar ke rumah ya, Mbak?”

“Febri, tunggu!” Aku mencegah Febri menutup ponsel. Aku semakin tidak mengerti. Ada apa ini?

“Feb, kamu tidak menemani dokter magang bersama Mas Farus?” tanyaku sekali lagi. Hatiku benar-benar sangat berdebar.

“Apa? Tidak ada tugas seperti itu, Mbak. Sudah ya, Mbak. Aku pergi dulu.”

Deg!

'Jadi ... sebenarnya ke mana Mas Farus? Apakah dia berbohong?'

Lanjut Membaca

Daftar Isi Tiga Ranjang Suamiku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Godaan Berdosa: Tuan Playboy Miliuner Memohon Kembali Padaku
9.3
Sejak kecil, Iris diadopsi oleh keluarga Stewart dan tumbuh menjadi kekasih rahasia dari pamannya, Vincent. Di balik reputasi playboy-nya, CEO itu bersikap sangat dingin pada Iris. Harapan Iris hancur saat lamaran tulusnya ditolak Vincent demi pernikahan bisnis. Ingin lepas dari penderitaan, Iris nekat menerima lamaran seorang pengacara. Namun di hari pernikahan, Vincent justru datang bersimpuh dan memohon agar Iris tidak pergi.
Sampul Novel Demi Anak, Kuterima Hinaan Mertua
8.7
Keira hancur saat bisnisnya hampir pailit dan sang tunangan memilih berselingkuh dengan perempuan berharta. Di puncak keputusasaan, ia menenggelamkan diri dalam alkohol di sebuah kelab malam. Tak disangka, malam itu membawanya terbangun di ranjang yang sama dengan Aksel Sanjaya, atasan sekaligus CEO dingin di tempatnya bekerja. Keira dan Aksel kini terperangkap dalam konsekuensi rumit akibat peristiwa tak terduga tersebut. Mampukah keduanya menjalani perubahan hidup yang drastis ini?
Sampul Novel JERAT PESONA TUAN MUDA GIDEON
7.9
Akibat trauma masa lalu yang hampir merenggut nyawanya, Gideon Mosha, mahasiswa cerdas, hidup dalam pengawasan ketat orang tuanya. Sang ibu pun menyewa pengasuh pribadi. Namun, sifat jahil Gideon membuat tak ada pengasuh yang bertahan lama. Di sisi lain, Septin Adena, mahasiswi yang butuh biaya, terjebak menerima pekerjaan ini karena mengira akan mengasuh balita. Meski harus menghadapi tuan muda yang arogan, Septin terpaksa bertahan demi ekonomi. Akankah cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Membalas Para Pengkhianat
8.4
Demi cinta, Aira Maheswari rela menyerahkan kendali perusahaan keluarga kepada suaminya, Andra. Namun, setelah berkuasa, Andra justru berkhianat dengan berselingkuh bersama sekretarisnya yang bernama Tiara. Pengkhianatan ini bahkan direstui oleh ibu mertua Aira demi mendepaknya. Tak sudi terus-menerus ditindas, putri konglomerat ini memutuskan untuk bangkit melawan. Aira bertekad merebut kembali seluruh warisannya dan menghancurkan konspirasi busuk mereka.
Sampul Novel Puncak Nafsu Ayah Mertua
7.9
Aku masih menatap tubuh tegapnya, otot dadanya bergerak seirama napas berat. Kulitnya mengilat memanggil jemariku, membuat tubuhku bergetar hanya dengan memandang. Saat dia mendekat, aura panas menyapu seluruh tubuh. Tangannya menyentuh pahaku, membuka kakiku pelan. Aku menahan napas—tubuhku sudah siap sebelum dia benar-benar menyentuhku. Bibirnya mendarat di perutku, menggoda, lalu naik perlahan. Dadaku menunggu. Ciumannya hangat dan basah, lidahnya melingkar di putingku dengan gerakan lambat. Aku mencengkeram sprei, desahku memenuhi ruangan. Dia berbisik, menyedot kuat hingga aku mengerang. Setiap jilatan terasa seperti aliran listrik. Aku tak sanggup menahannya lagi. 'Jangan berhenti,' bisikku, sementara dia tertawa pelan dan semakin dalam, membuatku lupa segalanya.
Sampul Novel Short Story
8.5
Kumpulan cerita pendek ini menyajikan beragam kisah cinta modern yang dikurasi khusus bagi pembaca dewasa berusia 21 tahun ke atas. Setiap narasi dalam antologi ini mengupas tuntas dinamika hubungan asmara kontemporer serta kedalaman interaksi antarmanusia. Dirancang penuh emosi dan intensitas, buku ini mengajak Anda menyelami berbagai fragmen kehidupan percintaan yang penuh warna lewat format cerita singkat yang sangat memikat.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan