APKDock Logo
Sampul Novel Fall For You (Rindu)

Fall For You (Rindu)

8.0 / 10.0
Bagi Rindu Kinasih, perjodohan dengan Derren Aji Putra yang dikira indah justru berujung pada siksaan fisik dan batin yang kejam. Saat hidupnya hancur, Danielo Chris hadir. Atasan Rindu yang memiliki trauma masa lalu terhadap kekerasan itu menawarkan sebuah jalan keluar berupa kontrak pernikahan. Kini, Rindu dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan dalam ancaman maut suaminya, atau mengambil keputusan nekat demi meraih kebebasan.

Fall For You (Rindu) Bab 1

"De-derren ... berhenti!!"

Rindu menangkup pipinya sendiri yang terasa panas setelah sebuah tamparan dengan keras menyentuh bagian tersebut.

"Pleaseeee ...." Sebuah permohonan lainnya dari mulut Rindu keluar.

Pria yang melakukan semua itu adalah Derren, pacar Rindu sendiri. Pria yang kini bertolak pinggang di depannya meski Rindu akhirnya tersungkur di lantai setelah tamparan lainnya yang ia terima. Derren tidak peduli. Ia mendekat dengan langkah pelan namun hentakkan kakinya di lantai seolah menjadi denting lonceng yang menggema di telinga dan membuat Rindu menarik mundur tubuhnya dengan waspada, tangan Derren yang besar menjambak rambut panjang Rindu dan membuat ia menengadah menatap pria yang berjongkok dengan congkak di hadapannya, merasa memiliki kuasa lebih atas gadis itu.

“Sayang, masih berpikir buat ninggalin aku, hah?” Derren mengusap pipi Rindu yang merah menyingkirkan tangan gadis itu yang sedari tadi memegang pipinya sendiri yang terasa nyeri. Derren menatapnya dengan tajam hingga Rindu tidak mau menengadah untuk menatap balik pria di depannya ini, ia takut, segala apa yang Rindu lakukan memiliki potensi untuk dilukai.

“Kamu tahu aku enggak akan pernah lepasin kamu, kan?”

“Bunuh!!! bunuh aku sekarang!!” Rindu menatap nanar pada pria berbadan kekar itu, ia mengeratkan giginya hingga gerahamnya terasa sakit namun Rindu mengabaikannya karena begitu bencinya pada pria brengsek ini.

“Sayang, kalau kamu mati siapa yang aku pukul lagi? hahaha.” Pria itu menyeringai kemudian tertawa dengan jahat membuat Rindu ingin mencekiknya kuat namun ia sudah pasti tidak akan menang melawan Derren.

“Pakai baju yang aku beli buat kamu di atas meja, kita pergi satu jam lagi!” Derren melepaskan tangannya dari rambut Rindu, ia kemudian melangkah ke arah pintu keluar. “Ahh ... jangan lupa tutupi lukamu juga.”

“Aarrrrrrrrrgggghhhh!!” Rindu berteriak marah terhadap dirinya sendiri, gadis itu bahkan memukul kepalanya dengan kepalan tangan. Ia membenci tahun terakhir dalam hidupnya ini. Bagaimana mungkin orang tuanya mempercayakan Rindu pada pria berhati iblis dan psikopat seperti Derren yang kapan pun bisa membunuhnya. Gaun mewah yang Derren pilihkan bahkan tampak menjijikan untuk Rindu pakai.

Rindu Kinasih adalah seorang gadis berusia 24 tahun yang bagi orang tuanya usia Rindu saat ini sudah matang untuk ia berkeluarga, hingga pada tahun lalu ayahnya meminta Rindu menikah dengan seorang pria yang keluarganya sudah mereka kenal baik. Derren Aji Putra, seorang anak dari bos ayahnya saat bekerja di Jakarta, begitu dekatnya hubungan antara ayah Rindu dengan papanya Derren sejak dulu sehingga mereka sering mengunjungi rumah Rindu di kampung halamannya, Ciamis.

Rindu mengenal Derren sejak gadis itu masih duduk di bangku SD dan Derren SMP, keduanya berteman baik bahkan Derren sendiri sering mengirimi Rindu hadiah jika ia berada di Jakarta sedang Rindu di kampung halamannya. Hanya sebatas itu, hingga orang tua Derren mengirim anaknya untuk kuliah di Jepang selama 4 tahun dan keduanya sudah tidak saling berkirim kabar. Hal itu terjadi mungkin juga karena sosial media tidak secanggih hari ini.

Rindu sudah lupa bagaimana Derren dulu, yang jelas secara mengejutkan orang tua Derren sendiri yang meminta Rindu untuk menjadi menantunya. Mereka datang bahkan setelah ayah Rindu sudah tidak bekerja lagi untuk keluarga Derren dan hanya saling mengirim kabar lewat telepon sesekali.

“Kamu kan kenal Derren, Nak, dia anak yang baik. Apa salahnya kamu coba?” rayu ayah Rindu.

Ayah Rindu menjadi orang yang paling antusias ketika keluarga Derren mengutarakan maksudnya mungkin juga karena ayahnya memiliki utang budi besar pada keluarga Derren dan perasaan ingin membalas itu semua muncul. Meski begitu Ayah Rindu sangat mengerti putrinya, ia tidak akan memaksakan kehendak seandainya Rindu menolak.

“Rindu pikirkan dulu ya, Ayah.”

Rindu tidak ingin terburu-buru, ia mungkin mengenal Derren ketika keduanya sama-sama masih kecil namun lain dulu lain sekarang, bahkan Derren tidak ikut ketika orang tuanya yang meminta ia untuk menikah dengan Rindu datang hari itu, mereka bilang Derren belum kembali dari Jepang.

Hingga seminggu setelah permintaan itu disampaikan Derren sendiri yang datang, meminta Rindu untuk menjadi pendampingnya dengan segala perhatian yang ia berikan agar Rindu setuju dengan maksudnya. Derren bahkan menginap di Hotel terdekat agar bisa terus bertemu Rindu selama ia menghabiskan waktu di sana.

“Kita bisa mulai pacaran dulu sebelum kamu mutusin buat setuju," tawar Derren, pria itu memperlakukan Rindu dengan sangat lembut hingga ia berpikir bahwa tidak ada salahnya untuk mencoba. Lagi pula Derren adalah pria tampan yang menjadi idola banyak orang, ia kaya dan memiliki segala yang diinginkan untuk menjadi seorang pasangan. Rindu pasti seseorang yang amat beruntung.

Derren tampak sangat bahagia, ia bahkan berlutut untuk mencium punggung tangan Rindu. Mungkin benar jika orang bilang perjodohan tidak seburuk yang di bayangkan. Ketika itu, Rindu yang baru menyelesaikan kuliahnya di minta untuk ikut Derren ke Jakarta bekerja di perusahaan milik keluarganya yang bergerak di bidang tekstil namun Rindu menolak tawaran pekerjaan itu karena ia tidak enak harus masuk melalui jalur orang dalam, meski begitu Rindu tetap menerima ide untuk pergi ke Jakarta mencari pengalaman hidup di kerasnya ibukota.

Derren membantunya mengurus semua hal termasuk kontrakan yang akan Rindu tinggali, cukup mewah untuk seseorang yang baru mau mulai bekerja bahkan kamarnya sudah di lengkapi pendingin ruangan dan mini refrigerator. Derren membayarnya untuk setengah tahun pertama. Sekali lagi semua kebaikan itu membuat Rindu merasa tidak enak.

“Enggak apa-apa, kamu kan calon istri aku," jawaban Derren selalu sama setiap kali gadis itu menolak pemberiannya.

Pria itu tinggal di sebuah apartemen mewah di daerah Jakarta pusat sedang orang tuanya tinggal di Kalimantan untuk mengurus bisnis barunya di sana.

Baru satu bulan mencari pekerjaan Rindu mendapat tawaran untuk bekerja sebagai resepsionis di sebuah perusahaan telekomunikasi besar di Indonesia, Derren bahkan ikut senang karena hal itu.

Bos Rindu adalah seorang pria muda berusia 33 tahun, tampan dan tentu saja kaya. Rindu hampir setiap hari melihatnya dan semua karyawan perempuan pasti langsung bergosip ketika bosnya tersenyum. Sebab hal itu adalah sesuatu yang amat jarang terjadi. Kecuali Rindu, ia bukan tidak mengagumi bosnya namun terpikat dengan seseorang seperti itu tidak berbeda dengan mengagumi idol K-Pop yang tidak mungkin ia dapatkan.

Rindu selesai memakai baju yang Derren pilihkan untuknya sebuah mini dress berwarna hitam dengan inner yang lebih pendek daripada outer transparan dengan motif bunga dandelion kecil. Sebuah pakaian yang amat cantik dan tentu saja mahal. Gadis itu memakai make up sendiri, ia yang biasanya hanya mengusapkan cushion tipis dan sedikit blush on kali ini memakai full make up meski tetap dengan look natural. Rindu merasakan nyeri di pipi juga kulit kepalanya saat ia memasang flower headband di bagian belakang kepala. Gadis itu melipat rambutnya dan membiarkan anak rambut menjuntai sedikit menampilkan lehernya yang jenjang dan putih.

Gadis cantik itu keluar dari kamarnya menghampiri Derren yang siap mengomel karena Rindu menghabiskan lebih banyak waktu dari yang ia sediakan namun pria itu malah tersenyum miring dan menghampiri Rindu memeluk tubuhnya dan mengecup tengkuk gadis itu. Tubuh Rindu gemetar, ia ketakutan hanya dengan tangan besar Derren yang menyentuh kulitnya yang terbuka.

“Pergi sekarang?” Derren meraih tangan gadis itu dan memintanya berpegang pada lengan Derren yang berotot.

Dulu saat Rindu baru menjalin hubungan dengan Derren, gadis itu selalu tersipu malu dan berbunga-bunga setiap kali pria itu melakukan hal manis untuknya namun setelah enam bulan yang keduanya habiskan bersama, Rindu menjadi takut dan masih tidak mengerti perubahan emosi yang terjadi pada Derren dengan begitu cepat. Ia tidak tahu bagaimana Derren bisa marah dan memaki Rindu karena hal sepele kemudian memeluk gadis itu hanya dalam waktu 10 menit setelahnya seolah bukan Derrenlah yang mengeluarkan kata tidak pantas dan kasar.

Derren membawa Rindu pada sebuah pesta untuk kalangan elite, bahkan untuk masuk ke dalamnya mereka memerlukan undangan yang hanya diberikan kepada segelintir orang kaya di Indonesia. Sebuah pesta untuk launching pembangunan salah satu kompleks perumahan elite di mana tinggal di tempat tersebut menjelaskan kasta setiap orang.

“Derren?” Seorang wanita dengan long dress berwarna hitam yang pas di badannya menyapa pria di samping Rindu tersebut. Tubuh wanita itu terekspos dengan cara yang elegan karena belahan dadanya rendah dan bagian bawah dress-nya memiliki belahan tinggi hingga menampilkan hampir semua bagian kakinya yang jenjang.

Kedua orang tersebut saling memeluk dan mengecup pipi satu sama lain, sesuatu yang tidak Rindu lakukan pada siapa pun. Hanya karena Rindu tidak merasa ini sesuatu yang bisa ia lakukan.

“Oh, wow siapa dia?” tanya gadis itu.

“Bukan siapa-siapa," jelas Derren dengan santainya.

Rindu hanya bisa membuka mulutnya dengan terkejut, ia tidak mengerti kenapa dibawa ke tempat seperti ini jika Derren menganggap Rindu bukan siapa-siapa. Meski gadis itu tidak berharap lebih namun hal ini adalah jenis yang berbeda dari cara Derren menyakiti Rindu, ia tengah mempermalukan gadis itu.

Gadis itu kemudian pergi menyapa yang lainnya, ia bahkan tidak berusaha beramah-tamah dengan Rindu seakan gadis itu tidak berada di sana. Ia tidak tahu bahwa orang terpelajar seperti mereka melakukan hal seperti ini.

“Aku sebaiknya pulang," ujar Rindu sambil membalikkan tubuhnya.

Namun Derren memegang tangan Rindu dengan erat hingga gadis itu menahan sakit karena cengkeraman Derren, Rindu tidak bisa berteriak. Ia tahu risiko yang akan diterimanya bila melewati batas yang Derren buat untuknya. Gadis itu hanya bisa menggigit bibirnya hingga terasa nyeri, bahkan Derren tidak membolehkan air mata Rindu menetes dan membuatnya menjadi pusat perhatian.

Rindu menengadah menatap langit-langit yang tinggi dengan lampu kristal besar di atasnya, dan ketika ia menurunkan pandangannya kembali Rindu baru menyadari sepasang mata menatap ke arahnya dengan jenis pandangan yang tidak bisa Rindu gambarkan. Seorang pria yang Rindu kenal, gadis itu buru-buru mengalihkan pandangan agar pria tersebut juga tidak melihat kesakitan di mata Rindu.

“Aku mau ke toilet," ucap Rindu dengan mulut terkatup.

“Aku tidak punya banyak waktu untuk menunggu kamu,” Derren mengecek arlojinya, “sepuluh menit!”

Derren melepaskan cengkeramannya di lengan Rindu barulah gadis itu bisa menarik nafas dengan lega, ia buru-buru pergi ke arah yang tidak diketahuinya, setidaknya rindu ingin menjauh terlebih dahulu dari pria iblis ini.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Fall For You (Rindu)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Kau, Dia, dan Bekas Pacarmu
8.3
Hubungan harmonis Maya dan Dito mendadak goyah setelah kehadiran Rian sebagai tetangga baru. Keakraban yang terjalin antara Maya dan Rian memicu kecurigaan besar pada diri Dito, hingga memicu pertengkaran hebat. Di tengah jeratan rasa bersalah dan benih cinta baru, Maya memilih menyudahi hubungannya dengan Dito demi bersatu dengan Rian. Sayangnya, keputusan ini berujung pada stigma negatif dari lingkungan sosial. Kini, mereka harus menanggung beban moral demi mempertahankan cinta penuh dilema ini.
Sampul Novel Benih Sang Kakak Ipar
9.7
Demi mengatasi masalah keuangan, Gavin memboyong istrinya, Aura, untuk menetap di kediaman sang kakak. Namun, keputusan ini justru menjerumuskan Aura ke dalam pusaran obsesi Adrian Mahendra. Sebagai konglomerat berhati dingin yang sangat berpengaruh, Adrian diam-diam mendamba adik iparnya tersebut. Lewat pengaruh dan taktik liciknya, Adrian mulai menyudutkan Aura, memaksanya goyah di antara komitmen pernikahan dan jerat pesona sang ipar yang kian sulit dihindari.
Sampul Novel Jebakan Salon
9.5
Berawal dari ajakan seorang sahabat untuk melakukan perawatan wajah di sebuah salon kecantikan, hidup seorang wanita berubah sepenuhnya. Di tempat itulah ia bertemu dengan seorang pemuda tampan berpostur tinggi yang sangat pandai memikat hati. Rayuan manis dan perhatian pria misterius itu membuatnya merasa sangat dihargai sebagai wanita, hingga ia tega mengabaikan keberadaan kekasihnya sendiri. Namun, di balik pesona memikat dan kelembutan sikap luar biasa tersebut, sebuah konsekuensi fatal serta misteri besar tengah mengintai hidupnya.
Sampul Novel Pijatan Pria Perkasa
8.1
Sesi terapi biasa berubah menjadi momen penuh ketegangan bagi seorang wanita yang berbaring dengan mata tertutup. Di bawah pijatan terapis pria, ia berusaha menahan gejolak yang muncul. Bisikan sensual tentang alat pijat khusus berukuran tiga puluh sentimeter memicu rasa penasaran yang tak terbendung. Meski sempat kehilangan kendali akibat sentuhan tak sengaja pada paha pria itu, ia tetap bersikap keras kepala dan menantang untuk membuktikan kebenaran klaim tersebut.
Sampul Novel Rumit
9.6
Sassy, remaja yang kesepian akibat kesibukan orang tuanya, menemukan warna baru saat ayahnya membawa Tio dari Kalimantan. Hubungan mereka segera tumbuh erat, namun kedekatan tersebut justru menyeret Sassy ke dalam gairah terlarang yang melanggar batas. Keadaan kian pelik ketika sebuah rahasia besar tentang siapa Tio sebenarnya mulai terbongkar. Sassy kini terjebak dalam konsekuensi berat dari keputusan hidupnya yang semakin rumit.
Sampul Novel Si Bodoh yang Luar Biasa
8.1
Sering dihina sebagai sampah keluarga, Renggin Ang sebenarnya mewarisi darah legenda Duata Hun. Kedamaian hidupnya hancur saat para master Benua Yu menyerang demi merebut buku misterius bernama NOVEL. Di depan mata Renggin dan adiknya, Ampy, sang ibu tersedot ke dalam buku kuno tersebut, sementara ayah mereka tewas demi melindungi mereka. Kini, Renggin harus bertahan hidup dan berjuang membebaskan jiwa ibunya yang tersegel di dalam buku itu dari cengkeraman musuh.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan