APKDock Logo
Sampul Novel Terjerembap dalam Pelarian

Terjerembap dalam Pelarian

9.6 / 10.0
Pernikahan berulang kali antara aku dan Rangga selalu kandas setiap kali Sarah, seorang selebritas yang ayahnya tewas demi menyelamatkan Rangga, kembali ke negara ini. Demi menjaga reputasi Sarah, Rangga selalu menceraikanku, lalu mengajakku rujuk saat wanita itu pergi. Setelah bertahun-tahun bertahan dalam kehinaan dan kesedihan, dari menangis di luar rumah hingga menguntitnya, aku akhirnya belajar untuk merelakan. Namun, saat Rangga menungguku di Kantor Catatan Sipil untuk menikah lagi, aku memutuskan untuk tidak pernah muncul kembali.

Terjerembap dalam Pelarian Bab 1

Bercerai dan menikah lagi, aku sudah lupa berapa kali aku dan Rangga rujuk dalam pernikahan.

Dia pernah memperlakukanku seperti sesuatu yang berharga, tetapi kurang dari setahun setelah pernikahan kami, dia mengajukan perceraian pertama kami.

Alasannya sederhana, Sarah akan kembali.

“Sarah itu seorang tokoh publik,” katanya padaku. “Aku tak ingin ada yang mengira dia terlibat dengan pria beristri.”

Selebritas tingkat rendah itu tidak punya apa pun kecuali pengorbanan ayahnya.

Ayahnya dulu rela mati demi Rangga, halangi peluru demi dia, nyawa ganti nyawa.

Dan karena itu, Rangga merasa berutang segalanya padanya.

Setiap kali Sarah kembali ke negara ini, Rangga menceraikanku.

Dan setiap kali Sarah pergi, kami menikah lagi.

Pertama kali kami berpisah, aku menenggelamkan air mataku dalam wiski dan terhuyung-huyung kembali ke rumahnya dalam keadaan setengah mabuk.

Lampu di dalam terasa hangat, Rangga bersamanya.

Sementara aku berdiri di luar, menggigil sepanjang malam.

Kali kedua, aku mengikuti setiap gerak-geriknya—restoran, lelang, acara amal—hanya untuk ‘tak sengaja’ ketemu dengannya lagi.

Kemudian, aku belajar lebih baik.

Saat dia menyebut kata cerai, aku akan diam-diam mengepak koperku dan menghilang dari rumahnya.

Cinta dan penghinaan telah membuatku terjebak dalam siklus putus-nyambung dengannya yang tiada habisnya.

Namun kali ini, ketika Rangga menungguku di Kantor Catatan Sipil untuk menikah lagi, aku tak pernah muncul...

Sudut Pandang Aurel.

Malam itu, Rangga berbeda.

Lebih liar.

Lebih keras.

Penguasa absolut kerajaan mafia Marina terus membuatku mencapai klimaks, seolah ingin menguras habis seluruh tenaga yang tersisa dalam diriku.

Udara terasa pekat dengan campuran hasrat, keringat, dan asap Cohiba yang pekat.

Api gairah itu belum benar-benar padam dari kulitku.

Dia membungkuk, napasnya panas dan serak di telingaku.

“Aurel,” gumamnya, suaranya rendah dan parau. “Sarah akan kembali beberapa hari lagi.”

Untuk sekejap, paru-paruku seakan membeku.

Namun keheningan itu hanya berlangsung beberapa detik. Aku memaksakan diriku untuk kembali tenang.

Pria yang memegang kendali dunia bawah, kekuasaannya mutlak.

Secercah keringat samar menempel di dadanya yang berotot, memantulkan cahaya, memancarkan daya tarik yang murni dan primal.

Menggoda, tetapi berbahaya.

Namun, tak lama kemudian, semua itu tak berarti apa-apa bagiku.

Sarah adalah putri dari sopirnya Rangga, pria yang rela tertembak demi Rangga dan meninggal dunia.

Sejak saat itu, Rangga sangat memperhatikannya, karena rasa bersalah, karena rasa berutang budi yang tak akan pernah bisa dibayarnya.

Sarah hanyalah seorang aktris rendah, nyaris tak dikenal selain dari beberapa majalah glamor, tetapi Rangga bersikeras reputasi Sarah tak tersentuh.

Katanya, Sarah tak sanggup menanggung satu skandal pun, bahkan secuil pun.

Jadi setiap kali Sarah kembali ke kota, Rangga akan menceraikanku, sehingga dunia akan melihatnya sebagai pria lajang, dan Sarah sebagai wanita yang tak bersalah.

Dan ketika Sarah pergi, Rangga akan mencari jalan untuk kembali padaku lagi, seolah tak pernah terjadi apa-apa.

Pertama kali dia minta cerai, aku hancur sepenuhnya.

Aku berteriak, menangis, memohon-mohon padanya untuk mencabut kembali gugatan cerai tersebut.

Tetapi dia tidak melakukannya.

Belakangan, aku belajar menerimanya, atau setidaknya berpura-pura menerimanya.

Aku akan melacak keberadaannya, muncul di restoran, hotel, bahkan tempat lelang favoritnya, berpura-pura itu semua hanya kebetulan, hanya untuk cari kesempatan mengucapkan beberapa patah kata padanya.

Dia menertawakanku karena itu.

Dia berkata dengan begitu tenang hingga hampir terdengar seperti fakta, “Aurel, kamu menyedihkan. Kamu tidak bisa hidup tanpaku.”

Aku ingin membencinya karena itu, tetapi dia benar.

Anak buahnya juga mengejekku.

Bagi mereka, aku tak lebih dari wanita yang selalu ditinggalkan dan dipungut kembali oleh Rangga, seorang wanita matre murahan yang putus asa dan tak pernah belajar dari kesalahannya.

Namun kali ini, aku mendorongnya menjauh selagi dia masih di dalamku.

“Baiklah,” kataku. “Kita lanjutkan perceraiannya besok.”

Kakiku masih gemetar, tetapi suaraku dingin dan tegas.

Berkas-berkas perceraian itu sudah aku tanda tangani, lalu aku menyerahkannya padanya. Rangga mengerjap, terkejut dengan ketegasanku.

Lalu, senyum tipis tersungging di sudut mulutnya.

Puas, menyetujui.

“Akhirnya, kamu belajar menjadi baik, Aurel.”

Dia menandatangani namanya dan menyerahkan kembali kertas itu padaku.

“Setelah dia pergi, kita akan menikah lagi. Sebulan lagi, tunggu aku.”

Dia menangkup daguku, mencondongkan tubuh untuk menciumku.

Namun aku memalingkan wajahku.

Biasanya, dalam perannya sebagai bos Keluarga Marina, aku akan memintanya menandatangani perjanjian yang terukir dengan tinta:

[Saya, Rangga Laksamana, akan menikah lagi dengan Aurel pada [tanggal].]

Namun kali ini, aku tidak mengatakan apa pun.

Bagaimana pun juga, di mata Rangga, reputasi Sarah lebih penting dari apa pun.

Setiap permohonan dan penolakan yang kuajukan, hanya bisa dianggap kejam, bahkan tanpa ampun, terhadap putri dari penolongnya.

Tetapi Sarah tidak pernah menyembunyikan permusuhannya terhadapku.

Sifat posesifnya terhadap Rangga selalu terpampang nyata, tepat di hadapanku.

Jika pernikahan hanya sekadar permainan yang bisa dia mainkan atau tinggalkan sesuka hatinya, maka aku tidak akan memainkannya lagi.

Aku melangkah ke ruang ganti dan mengemasi barang-barangku.

Kurang dari 15 menit, aku keluar sambil menyeret koper.

Rangga tampak sedikit terkejut.

“Aurel... mungkin aku bisa menyuruhnya menginap di hotel, jadi kamu tidak perlu pergi?”

“Lupakan saja,” kataku. “Dia lebih penting dariku.”

Aku tidak ingin dia menanggung beban mengecewakan penolongnya.

Aku berbalik hendak pergi, tetapi Rangga menahan pergelangan tanganku.

“Karena kamu sudah belajar untuk menjadi baik, jadilah baik sepenuhnya. Tidak ada lagi pertemuan yang dibuat-buat. Dan jangan ungkit-ungkit urusan kita di media.”

Aku ngaku, aku memang pernah mengamuk, melakukan hal-hal bodoh.

Tetapi pengintaian dan liputan media itu tidak ada hubungannya denganku.

Aku sudah lupa berapa kali paparazzi mengikuti mereka ke bilik-bilik klub malam, kamar hotel, mengambil foto-foto mesra.

Sarah selalu bersandar di bahu Rangga, atau mabuk dalam pelukannya. Tangannya di dada Rangga, berpose begitu menggoda.

Setiap kali terjadi, kisah itu selalu menjadi populer.

Sarah menangis untuk membersihkan namanya, sementara semua kesalahan jatuh padaku—si cewek matre terlantar.

Para penggemarnya melontarkan hinaan paling keji, merundungku tanpa henti.

‘Kepolosannya’ dibangun dengan menginjak-injak reputasiku.

Aku coba melampiaskan kekesalanku pada Rangga, tetapi dia mengabaikanku.

“Siapa peduli apa kata mereka? Kamu sudah mendapatkanku, itu sudah cukup.”

Aku?

Mendapatkannya?

Malam-malam itu, aku menghadapi badai penghinaan sendirian, sementara dia bahkan tak mau repot-repot menjelaskan sepatah kata pun.

Kenangan masa lalu menyengat, membuatku muak.

Aku menepis tangannya dan berbalik ke arah pintu.

“Aurel...” panggil Rangga dari belakang.

Aku berhenti, tetapi tak menoleh ke belakang.

“Tanggal 20 bulan depan. Jangan lupa, itu tanggal kita menikah lagi.”

Aku melambaikan tangan ke belakang dan mendorong pintu hingga terbuka.

Gerbang berat itu terbanting menutup di belakangku.

Tanggal 20?

Ponselku menyala, menampilkan jadwal penerbanganku.

Dan benar saja... keberangkatanku dijadwalkan tanggal 20.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Terjerembap dalam Pelarian

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dari Saingan Menjadi Ipar
9.8
Josie Watson kembali menuntut cerai dari Laurence Andrews untuk ke-99 kalinya. Bukannya peduli, Laurence malah mengusir Josie dari mobil demi menerima telepon dari sang mantan, Rosalie Harris. Laurence terus meremehkan Josie dan yakin istrinya tidak akan pernah pergi. Namun, ia tidak sadar bahwa kesabaran Josie telah habis akibat terus diabaikan. Di saat yang sama, saudara laki-laki Rosalie diam-diam terus mendesak Josie agar segera bercerai dan pergi dari negara itu selamanya.
Sampul Novel Derita Menantu Jelita
9.5
Kehidupan rumah tangga dalam novel modern "Derita Menantu Jelita" berubah drastis setelah sang suami mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan tragis. Situasi kian rumit ketika ayah mertua memutuskan tinggal bersama mereka. Demi menjaga kelangsungan garis keturunan, sang suami nekat melakukan aksi ekstrem dengan diam-diam membius istri dan ayahnya sendiri. Keputusan tersebut memicu rangkaian peristiwa misteri yang tak terkendali dan mengubah nasib mereka selamanya.
Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.3
Delapan tahun menikah, Jessica selalu memercayai alasan pekerjaan Rio Aditya setiap hari jadi pernikahan mereka. Namun, rahasia busuk terungkap saat ia mendengar rencana Rio untuk menceraikannya demi Nadia. Di tengah pengkhianatan tersebut, Jessica justru menerima diagnosis medis yang fatal: kanker ovarium stadium akhir. Menyadari suaminya tidak lagi mencintainya sejak ia keguguran, Jessica memutuskan untuk merelakan hubungan mereka dan pergi dalam damai tanpa pernah bertemu lagi.
Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Pasca dikhianati saudara angkat dan tunangannya sekembalinya dari desa, Sabrina bertekad membalas dendam. Ia memilih mendekati Charles, paman dari mantan kekasihnya. Walau Charles sempat menolak komitmen setelah malam intim mereka, Sabrina berhasil memicu harga diri pria itu hingga mereka terikat selamanya. Kini, Sabrina kembali sebagai bibi sang mantan. Di balik pandangan remeh orang lain, ia rupanya menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan dirinya adalah pemilik takhta yang asli.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan