APKDock Logo
Sampul Novel Oh My CEO

Oh My CEO

8.1 / 10.0
Menginginkan anak tanpa ikatan pernikahan, Restu Kanaya Putri nekat meminta atasannya untuk menghamilinya. Pria itu adalah Alvian Saga Majendra, sang bos berwajah pucat yang juga sahabat dekatnya. Reres pun merencanakan perjalanan ke Bali demi menghabiskan tujuh malam penuh gairah bersama Saga. Akankah misi rahasia pengasuh pribadi ini berjalan mulus? Bagaimana kelanjutan hubungan profesional dan persahabatan mereka setelah malam-malam panas itu berakhir?

Oh My CEO Bab 1

Sebuah rumah mewah dengan pilar-pilar besar yang menunjukkan kemegahannya, gorden-gorden rumah panjang menambah kesan mewah, lampu kristal di ruang tengah mengukuhkan kalau pemiliknya jelas bukan orang sembarangan. Rumah milik keluarga Majendra, pemilik salah satu ekspedisi dan juga beberapa resort yang tersebar di seluruh Indonesia.

Reres dan Saga tengah duduk di taman belakang rumah Saga. Taman itu dihiasi bebungaan yang dirawat dengan baik oleh ibu Saga, di sisi kanan ada sebuah pendopo kecil dan ayunan besi yang lama tak digunakan. Dulu Saga senang bermain ayunan di saat hujan bersama Reres saat mereka masih kecil. Sebenarnya ayunan itu ingin disingkirkan oleh Nindi. Hanya saja, Saga melarang sang mami untuk membuang ayunan itu. Bukan hanya kenangannya bersama Reres, tapi juga karena ayunan itu adalah hadiah dari sang ayah dulu saat ia masih kecil.

Sudah pukul sebelas malam, keduanya belum tidur dan sibuk menghabiskan waktu dengan menikmati teh manis hangat dan mengobrol.

Sejak kecil gadis bertubuh tambun itu tinggal di rumah keluarga Saga bersama sang nenek. Terpaksa mengikuti jejak sang nenek menjadi pelayan di rumah itu karena kedua orang tuanya yang tewas dalam kecelakaan buat Reres harus membantu sang nenek menjaga Saga dan mengatur semua kebutuhan anak dari majikan Mbok Yah, nenek Reres yang kini telah tiada.

"Gue bosan sendiri," ucap Reres buat Saga menoleh.

"Kan berdua sama gue," sahut Saga sambil cengengesan.

Reres menoleh, menatap pada Saga yang tunjukan senyum manis dengan susunan gigi rapi layaknya anak kucing. "Justru itu gue bosan sama kegiatan gue sama lo. Setiap hari lo lagi, lo lagi."

"Nikah, kalau gitu biar enggak sendiri. Kalau bobo ada yang nemenin." Saga berucap sambil menatap ke arah taman seraya menyeruput teh manis miliknya.

"Lo 'kan tau, gue enggak mau nikah. Apa sih untungnya sebuah pernikahan untuk perempuan? Enggak ada, punya anak urus ini itu, gue mau bebas." Reres terhenti meneguk tehnya hingga habis lalu meletakan gelas dengan sedikit keras. "Ya, kalau gue nikah dan urus ini dan itu sama aja kaya kerjaan gue di sini."

Saga terdiam sejujurnya ia sedikit merasa bersalah karena memang paham dan mengerti betul sejak kecil Reres hidup untuk menjaga dan merawatnya. Dan ia juga sudah bergantung pada gadis yang kini duduk sambil memejamkan mata.

"Lo ngantuk?" tanya Saga.

Reres gelengkan kepala, kembali membuka mata dan menatap Saga. "Gue cari inspirasi."

"Yaudah lanjut."

Saga diam menatap pada langit tanpa bintang. Ibu kota penuh dengan polusi nampaknya itu yang buat ia bahkan tak bisa melihat bintang malam. Sudah dua puluh delapan tahun usianya kini, hobinya masih sama bergonta-ganti kekasih hanya untuk kesenangannya di ranjang. Saga suka kenikmatan itu, buat ia puaskan hasrat dan luapkan lelah atas rutinitas kerja. Ya, meski jelas terdengar seperti sebuah alasan. Meski begitu Saga pantang melakukan hubungan dengan seorang gadis yang masih menjaga kesuciannya. Semua gadis yang ia tiduri diketahui bukan gadis yang polos lagi. Dan tentu saja ia selalu menggunakan pengaman dalam berhubungan karena tak ingin salah satu dari wanita itu tiba-tiba meminta pertanggungjawaban karena mengandung benihnya.

"Lo mau hamilin gue Ga?"

Saga menoleh cepat, mendekatkan telinganya ke wajah Reres coba dengar kembali apa yang sahabatnya itu katakan. "Ulangin."

"Hamilin gue Ga." Reres mengulangi dengan yakin buat Saga menatapnya.

"Gue sih oke-oke aja masalah hamil mengha-" Saga terhenti saat Reres meletakkan telunjuknya ke bibir.

Reres lalu berdiri ia mengajak Saga berjalan menuju kamarnya agar pembicaraan mereka lebih tenang. Keduanya berjalan seperti biasa menuju kamar Saga. Di rumah itu cukup banyak pengawal, penjaga juga pengawas yang mengawasi di ruang CCTV. Ada Saga dan Nindi ibu dari Saga yang tinggal di rumah itu. Hingga tak mungkin membicarakan hal ini di ruang terbuka seperti taman belakang. Reres takut jika ada yang mendengar karena tembok di rumah Saga pun punya telinga.

Mereka sampai di kamar Saga, kamar yang besar dengan desain minimalis di dominasi warna putih dan abu-abu. Reres duduk di tempat tidur di sampingnya Saga merebahkan tubuhnya.

"Lo serius mau gue hamilin?" tanya Saga.

Reres mengangguk. "Gue mau punya anak biar enggak bosan."

Saga kembali duduk lalu terkekeh. "Orang gabut itu jalan-jalan, makan atau apa gitu."

"Oiya, lo pasti enggak mau sama gue secara gue kan gembrot."

Reres sadar diri dirinya tak secantik Aira, Vinny atau Lauren atau gadis lain yang selama ini dekat dengan Saga. Mereka memang standar kecantikan yang jelas berbeda dengan Reres si gadis tambun. Kekasih Saga atau wanita yang pernah bergumul dengan sahabatnya itu memiliki tubuh dan wajah yang sempurna. Jelas Reres merasa jika ia tak pantas disandingkan dengan gadis-gadis itu.

"No, serius, bukan itu masalahnya. Buat gue yang penting burung gue bisa bersarang dengan baik sih," sahut Saga serius.

Dan apa yang dikatakan Saga buat Reres membuka matanya lebar-lebar karena cukup terkejut dengan apa yang dikatakan Saga barusan. "Gimana, gimana?"

Saga melirik bagian intim tubuhnya. "Burung gue," katanya lagi menekankan.

Apa yang dilakukan Saga buat Reres ikut menatap apa yang tadi di perhatikan sahabatnya itu. Memerhatikan itu buat Saga terkekeh, lalu mendorong wajah Reres dengan tangannya.

"Mesum banget muka lo." Saga meledek Reres.

Reres gelengkan kepala coba tak memikirkan apapun. Termasuk bagaimana ia membayangkan bentuk-bentuk burung dalam pikirannya. "Jadi lo mau enggak?"

Saga menatap Reres serius, ia coba cari keseriusan dari permintaan sahabatnya barusan. Karena ia tau betul Reres belum pernah melakukan hubungan ranjang. Dan ia tak ingin merusak sahabatnya sendiri meski ia pernah menawarkan diri saat Reres mengatakan ia ingin memiliki anak.

"Lo harus yakin dulu, jujur sih ini new experience juga buat gue merawanin perempuan."

"Gue serius mau punya anak. Kalau lo enggak mau gue ijin ke Bali cari bule buat ONS."

"Anjir! Gue mau lah! Masa Saga enggak mau diajak bobo cantik. Kita ke Bali, gue bakal kasih pengalaman bulan madu yang menyenangkan buat lo. Ya, karena lo sahabat gue jadi .., gue bakal treatment sebaik mungkin." Saga kembali merebahkan tubuh tangannya menjulur, Reres segera menggenggam tangan sahabatnya itu Saga membawa genggaman tangan itu ke dekap dadanya. "Temenin gue sebentar sampai tidur."

Reres mengangguk meski Saga tak melihat. Hari ini pekerjaannya mendapatkan kabar buruk, ada kecelakaan truk di salah satu cabang ekspedisi di Bandung. Itu yang sebabkan perasaan Saga sedikit berantakan. Sejak dulu Reres yang bisa menenangkan Saga. Gadis itu bersenandung menemani Saga hingga pria pucat itu memejamkan mata.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Oh My CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Balas Dendam Seorang Janda
9.6
Ardena Alverio, anggota pasukan khusus yang tewas dikhianati, hidup kembali dalam tubuh Lyra Elvine, janda bisu beranak kembar tiga. Publik gempar saat Lyra yang semula lemah mendadak bisa bicara dan menunjukkan taringnya. Dari mantan tentara bayaran hingga peretas andal kini tunduk padanya. Meski piawai bertarung dan menyusun strategi, Ardena kini menghadapi misi tersulit: menjadi ibu bagi ketiga anaknya di tengah intrik yang mengancam nyawa.
Sampul Novel Di Hari Nikah, Aku Pergi
9.3
Liana Tandra mengambil langkah ekstrem demi melarikan diri dari pernikahannya dengan miliarder Hansen Gunadi. Melalui panggilan telepon rahasia, ia memastikan persiapan mayat palsu yang sangat mirip dengannya untuk dikirim tepat di hari pernikahan sepuluh hari lagi. Setelah mendapat jaminan bahwa rencana ini tidak akan dicurigai, Liana akhirnya bisa bernapas lega. Namun, ketegangan baru langsung menyambutnya saat ia melangkah masuk ke dalam ruang VIP, di mana keheningan mendadak mencekam seluruh ruangan.
Sampul Novel Janjinya, Penjaranya
9.6
Bebas dari penjara setelah tujuh tahun menebus kesalahan Keysha, kakak angkatnya, sang protagonis justru dikhianati. Orang tua kandung dan Dion, tunangannya, tega membuangnya ke gudang kotor demi Keysha. Di tengah penderitaan ini, sebuah email misterius hadir menawarkan pekerjaan dan identitas baru. Kesempatan emas ini langsung ia ambil untuk melarikan diri, siap menyusun rencana demi membalas dendam atas segala rasa sakit yang mereka perbuat.
Sampul Novel Satu-PD182
8.2
Sembilan kali baju wanita lain ada di loker suamiku, dan ia selalu berdalih. Kali ini, sepasang pakaian bayi ia sebut kepunyaan anak magang yang malang. Sambil merapikan dasinya, aku mengajaknya menemui pemilik baju itu. Wajahnya langsung pucat saat aku menuntunnya ke rumah tetangga baru kami yang mengaku lajang. Di sana, perempuan itu sedang menggendong bayi dengan gaun yang sangat aku kenali. Kebohongan suamiku akhirnya runtuh seketika di depan pintu rumah kami sendiri.
Sampul Novel TEPIAN HATI SEORANG ISTRI
9.5
Kehidupan pernikahan seorang wanita mendadak kacau saat ia terjebak dalam hubungan terlarang dengan sahabat suaminya sendiri. Meski awalnya bukan dia yang memulai kedekatan tersebut, seiring berjalannya waktu, perasaan cinta justru tumbuh kian kuat. Kini, ia harus menghadapi konflik batin yang menyiksa, menguji kesetiaan serta batas nuraninya di tengah situasi rumah tangga yang semakin rumit dan penuh dilema.
Sampul Novel Terjebak Cinta Masa Lalu
9.8
Kecelakaan sang putri memaksa Amanda bertemu kembali dengan Pandu, mantan suaminya, setelah enam tahun berpisah. Selama ini, Amanda sukses menyembunyikan fakta tentang anak kembar mereka. Namun, rahasia besar tersebut kini terancam runtuh saat Pandu menyadari kemiripan fisik yang sangat mencolok pada putra Amanda. Di tengah situasi yang penuh emosi, Pandu pun menuntut penjelasan jujur apakah kedua anak itu adalah darah dagingnya yang sengaja disembunyikan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan