APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Pria Bayaran

Terjerat Cinta Pria Bayaran

Akibat gagal melupakan Megan, Saga nekat menjadi pria panggilan untuk janda-janda kaya hingga reputasinya melejit. Suatu hari, Bella, seorang istri muda yang tidak pernah mendapat kepuasan batin dari suaminya, memutuskan menyewa jasa Saga dengan bayaran fantastis. Seringnya pertemuan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta di hati Bella terhadap Saga. Akankah Saga membalas cinta sang klien atau memilih tetap menjaga profesionalisme kerjanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Drt! Drt! Drt!

“Sayang, kamu bisa kan ketemu aku hari ini?”

Suara Wanita setengah baya itu terdengar di seberang telepon, Saga yang baru saja membuka mata dari lelap tidurnya seketika terhenyak.

“Maaf, Tan, sepertinya aku tidak bisa,” tolak Saga.

Tentu saja, bukan penolakan yang sesungguhnya, dia hanya ingin menggoda Wanita itu.

“Panggil aku Helda, mengerti!” sentak Helda.

“Oke, oke, Helda, malam ini aku tidak bisa menemuimu.”

“Kenapa? Apa ada orang lain yang membayar lebih tinggi?” tanya Helda penasaran.

“Sayangnya begitu, hari ini aku akan bertemu dia di Bali,” sahut Saga.

“Berapa Wanita jalang itu membayarmu, hah?” Helda penasaran.

“Lima juta,” kilah Saga.

“Datanglah ke Hotel Diamond, aku akan membayarmu tiga kali lipat.”

“Everything for you, muach.”

Akhirnya apa yang diingankan Saga pun terpenuhi, dia tahu jika Helda tak akan membiarkannya pergi dengan yang lain ketika sedang menginginkan sentuhan nikmat yang Saga lakukan. Panggilan pun berakhir sampai di sana. Ditutup dengan panggilan video singkat yang menunjukkan senjata satu sama lain.

Ya, Saga merupakan pria muda pengangguran yang hidupnya terlihat begitu santai dan lebih memilih memepermainkan wanita setengah tua saja. Hidupnya cukup berantakan setelah Megan meninggalkannya dan menikah dengan pria lain.

Saga nyaris gila karena dia sangat mencintai Megan. Sampai pada suatu malam dia bertemu Helga di sebuah bar di pusat kota. Malam itu, Saga sedang benar-benar terpuruk dan frustrasi.

Tiga bulan yang lalu ….

Saga tengah minum di sebuah bar, dia duduk di meja yang berhadapan langsung dengan barista. Sementara di sudut lain ada seorang wanita dewasa yang tengah memerhatikannya dengan saksama. Ya, wanita itu Helda. helda merasa tertarik pada Saga, lantas dia menghampirileleki muda yang memiliki postur tubuh tinggi tegap itu. Bahkan, hanya dengan melihat badannya saja, Helda sudah mulai berfantasi. Dia menggigit bibirnya dengan gemas, saat menyadari sesuatu di dalam sana berdenyut.

Helda yang tak tahan dengan Hasrat ingin bercintanya pun, mulai memberanikan diri untuk menghampiri Saga. Setidaknya dia memiliki sosok untuk berfantasi liar di toilet, kalau-kalau Saga tak memberi respon baik padanya. Begitu pikir Helda.

Sejurus, wanita berparas cantik dengan tubuh tinggi berisi itu perlahan menghampiri Saga yang masih menikmati pahitnya alcohol dalam tiap sesapannya.

“Hai, boleh aku menemanimu?” Helda mendekati Saga yang setengah mabuk seraya mengelus punggungnya begitu lembut.

Helda yang tak kuasa menahan diri pun menempelkan dadanya ke tubuh bagian belakang Saga. Pria muda maskulin itu sedikit terkejut saat merasakan himpitan kenyal di punggungnya.

“Bebas,” jawab Saga sekenanya seraya menoleh ke arah Helda.

“Sepertinya di dalam sini sedang tidak baik-baik saja?” goda Helda seraya membelai lembut dada Saga yang berbulu.

Kebetulan kancing bagian atas kemeja yang dikenakan Saga terbuka, itu membuatnya tampak seksi dan membuat Helda semakin tak karuan.

“Apa kau mau berbagi kesenangan denganku, Manis?” celetuk Saga melayani godaan di hadapannya.

Pemuda itu seolah tahu jika Helda sangat menginginkannya.

“Tentu saja, Sayang,” lirih Helda berbisik di telinga Saga.

Wanita berambut panjang bermodel blonde itu pun mengendus tengkuk Saga dengan beraninya. Lantas, dia berdesis dan mendesah sebab sudah tak tahan lagi. Aroma tubuh Saga sudah membuatnya mabuk kepayang.

“Jangan di sini, ayok kita lakukan dengan santai di tempat lain,” anjur Saga lalu beringsut dari duduk.

Kini keduanya berdiri berhadapan, dengan tubuh yang saling menempel. Saga tak ingin menolak itu. Pikirannya yang sedang kacau memilih untuk menikmati tubuh montok Helda.

“Kenapa kau begitu seksi?” lirih Helda terus merapatkan tubuhnya pada tubuh Saga.

Saga tersenyum menimpali godaan Helda, kemudian dia menuntun Helda ke tempat yang lebih privasi, dengan posisi masih berpelukan. Diselingi dengan sentuhan-sentuhan nakal pada titik sensitive Helda yang berhasil membuat wanita itu semakin liar bahkan tak malu-malu untuk merintih. Walaupun di tempat tersebut banyak orang.

Keduanya pun masuk ke sebuah ruang privasi yang dikhususkan untuk tamu VIP di tempat tersebut. Sesaat setelah pintu tertutup, Helda langsung melancarkan aksinya. dia memagut bibir Saga dengan begitu liar dan bersemangat. Saga pun tak segan membalas ciuman itu dengan tak kalah bersemangat. Lampu kelap-kelip menambag gairah untuk keduanya.

Saga menggerayangi tubuh Helda yang membuat Helda semakin tak karuan. Sejurus keduanya menuju sofa dengan kemeja Saga yang sudah melayang entah ke mana. Setelah puas dengan bibir, Helda berpindah mencumbui tubuh Saga. Dia yang tak sabar lalu membuka celana Saga.

Seperti dugaannya, senjata milik Saga sudah tegang, begitu besar dan kokoh. Helda langsung saja mengulum benda kokoh itu, tak ingin untuk terlalu lama membiarkannya. Dia memainkan dengan lidahnya sangat liar. Membuat Saga tak mampu berkata-kata. Desiran birahinya memuncak.

“Aah,” desah Saga seraya memejamkan mata, menikmati kehangatan pada senjatanya.

“Teruskan, Sayang, lebih kuat,” racau Saga.

Mendengar itu Helda semakin gila, mamacum pusaka Saga yang semakin lama semakin kokoh saja, bahkan urat-uratnya menonjol, membuat Helga ingin segera menjejalkan itu pada lubang kenikmatannya yang sudah basah.

Helda menghentikannya sejenak, lalu menatap sayu ke arah Saga dengan sedikit menengadahkan wajah.

Dilihatnya wajah Saga yang begitu menikmati itu. Hal tersebut membuat gairahnya semakin memuncak.

“Call me Helda, Honey, please,” ucap Helda dengan manja.

“Helda, lakukan lagi,” sahut saga.

Permainan pun semakin panas, kini keduanya sudah dalam ritual inti.

“Aaah, ssh.”

Hanya itu yang terdengar di sela musik DJ yang bergemuruh, Saga menaik-turunkan tubuhnya untuk mempompa pusaka yang masuk. Gerakannya cepat tetapi ritmis, seiring dengan musik yang menambah suasana semakin romantis.

“Owh, Eumh, Helda.”

“Enak, Sayang.“

“Lebih dalam, sayang.”

Helda yang tak mau kalah, meladeni permainan lelaki yang membuatnya kenikmatan itu. Dia terus merintih seraya menggerayangi tubuh kekar Saga. Sesekali pinggulnya meleok-leok di tengah himpitan tubuh Saga.

“Kau ingin di atas?” tawar Saga menyadari jika Helda begitu mendominasi permainan.

“Eumh,” jawab Helda seraya mengangguk manja.

Saga menghentikan genjotannya, lalu mengecup lembut bibir ranum Helda sebelum keduanya beralih posisi.

Kali ini Saga telentang di sofa dan Helda menduduki tepat di pusakanya yang keras dan kokoh. Perlahan Helda menuntun pusaka Saga untuk masuk kembali ke terowongan hangat itu. Helda menjerit begitu nikmat saat pusaka ajaib itu menjejali terowongan, yang sudah lama tak tersentuh pria itu.

Melihat itu, Saga bangkit dan kini posisinya terduduk. Tentu saja itu merupakan posisi yang paling menguntungkan untuk Helda.

"Aaah, aah, aaah," rintih Helda.

Saga tersenyum, dalam setengah kesadarannya, dia melihat Helda sebagai Megan. Mendengar rintihan itu, seperti rintihan Megan saat dia mencumbuinya. Disambarnya bibir ranum yang sedari tadi menjerit, lalu digigitnya dengan gemas, membuat Helda semakin menggelinjang hebat.

“Aaah, aku enggak kuat lagi,” racau Helda dengan napas memburu dan menggoyangkan pinggulnya begitu lincah.

Mendengar itu Saga berpindah mencumbu hati kembar Helda yang masih kenyal dan kencang, dikulumnya dengan penuh nafsu.

Sejurus kemudian, terowongan hangat itu berdenyut disertai rintihan nikmat Helda. Ya, dia sampai pada klimaks dengan nikmat.

“Aah."

Saat sedang pada puncaknya, Saga mengubah posisi Helda untuk berada di bawah lagi. Kali ini, dia menyiasati titik lemah Helda dan sesekali menggigitnya. Helda menjerit nikmat lagi. Lava kenikmatan yang keluar dari jalan cinta itu membuat Saga semakin bernafsu.

Melihat itu, Saga kembali memasukan rudal kokohnya. Mennggauli Helda kuat-kuat. Tak ada reaksi lain dari Helda selain rintihan nikmat.

Kini, aliran darah Saga semakin terasa memanas, sesuatu itu terasa semakin nikmat, hingga jiwanya terasa melayang ke awan. Semakin lama semakin tak kuasa untuk ditahan. Saga pun mengerang dengan mata terpejam, dan akhirnya dia pun sampai pada puncak kenikmatan.

"Argh."

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cintai Aku, Suamiku
9.2
Rumah tangga Suci dan Ricko didera konflik tajam ketika Ricko menuding sang istri telah banyak berubah. Sebaliknya, Suci merasakan sikap suaminya yang justru kian dingin setelah pernikahan mereka. Ricko pun tidak menampik hal itu dan memberi isyarat tentang penyebabnya. Suci akhirnya sadar bahwa kehadiran Lona kembali merusak keharmonisan mereka. Sambil berurai air mata, ia terpaksa menghadapi kenyataan pedih bahwa masa lalu suaminya belum juga usai.
Sampul Novel Dendam Menantu Kaya Raya
9.2
Tiga tahun Liam Hanza bertahan dalam penderitaan, dihina dan diperlakukan seperti budak oleh mertuanya demi cintanya pada Yolanda Liandra. Namun, kesetiaan itu hancur seketika saat ia mendapati sang istri berselingkuh. Di tengah rasa kecewa yang mendalam, Liam memutuskan mengungkap jati dirinya yang sebenarnya sebagai pewaris tunggal takhta triliunan rupiah. Kini, saat keluarga Liandra bersujud memohon maaf, Liam siap mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk membalas dendam.
Sampul Novel Godaan Maut Ipar dan Mertua
8.9
Temukan pelarian sempurna dari penatnya rutinitas lewat rangkaian kisah yang menghibur ini. Dirancang khusus tanpa konflik berat, narasi ini menjadi teman istirahat ideal bagi pembaca dewasa yang ingin melepas stres. Nikmati alur ringan namun sarat makna mendalam yang siap membawa Anda hanyut dalam kesenangan murni. Sebuah karya pemulih jiwa yang adiktif, menyajikan kedamaian dan kesegaran di setiap lembarnya.
Sampul Novel KAMU SINI DONG DEKETAN
8.3
Kepergian Wulan ke luar negeri demi pengobatan membuat hubungan asmaranya dengan Darwis, sang wartawan, menjadi rumit. Darwis akhirnya menikahi Marlenna yang tengah mengandung anak Marcel. Di sisi lain, sempat tumbuh rasa cinta antara Darwis dan Arini sebelum maut memisahkan mereka. Konflik memuncak saat Wulan sembuh dan Aldi kembali setelah kecelakaan. Di tengah ujian kesetiaan dan masa lalu, kehadiran bayi bernama Arini menjadi pemersatu pernikahan Darwis dan Marlenna.
Sampul Novel Ke(m)bali Mengejar Cinta Pelangi
8.3
Sebuah peristiwa tak terduga menghubungkan takdir Laskar dan Pelangi, walaupun penolakan demi penolakan terus terjadi. Pelangi sadar perasaan ini sulit bersatu karena Laskar telah bertunangan dengan Natalia. Di tengah kebimbangan, apakah tautan misterius ini sanggup mendekatkan mereka atau malah memisahkan keduanya selamanya? Meski Pelangi mencoba ikhlas untuk merelakan Laskar pergi, batinnya tetap tidak mampu berbohong bahwa melepaskannya adalah hal yang sangat berat.
Sampul Novel Menghancurkan Keluarga Suaminya untuk Membalas Dendam
9.5
Selama lima tahun, Dinah Flynn bertahan mendampingi Jeffrey Scott walau ditentang banyak pihak. Buta oleh ketampanan sang suami, Dinah bahkan memaklumi perselingkuhan Jeffrey yang dilakukan secara terbuka. Namun, situasi berbalik saat kecelakaan tragis merusak wajah Jeffrey secara permanen. Kehilangan pesona suaminya, Dinah memilih pergi. Ketika Jeffrey yang kini cacat memohon penjelasan, Dinah hanya bisa meratapi hilangnya sosok tampan yang dulu ia puja.