APKDock Logo
Sampul Novel Godaan Maut Ipar dan Mertua

Godaan Maut Ipar dan Mertua

8.9 / 10.0
Temukan pelarian sempurna dari penatnya rutinitas lewat rangkaian kisah yang menghibur ini. Dirancang khusus tanpa konflik berat, narasi ini menjadi teman istirahat ideal bagi pembaca dewasa yang ingin melepas stres. Nikmati alur ringan namun sarat makna mendalam yang siap membawa Anda hanyut dalam kesenangan murni. Sebuah karya pemulih jiwa yang adiktif, menyajikan kedamaian dan kesegaran di setiap lembarnya.

Godaan Maut Ipar dan Mertua Bab 1

Namaku Fitri Andriyani atau biasa disapa Fitri saja. Usiaku menginjak dua puluh enam tahun dan telah menikah dengan Mas Panji Gumilar kurang lebih tiga tahun yang lalu. Ingat ya suamiku namanya Panji Gumilar bukan Panji Gumilang.

Mahligai rumah tangga kami bisa dikatakan cukup harmonis, adem, ayem tentrem nyaris tidak ada gangguan yang berarti dan terbukti cukup langgeng, walau sampai saat ini kami masih tinggal di pondok mertua indah dan belum dikarunia momongan. Ibu mertua memang menyarankan agar kami tidak lekas-lekas punya anak.

Aktifitas ranjangku dengan Mas Panji pun terbilang sangat baik dan menyenangkan. Bertahun-tahun kami menjalani kehidupan ranjang yang sangat bagus. Mas Panji benar-benar sanggup memuaskan libido dan gairah seksualku yang meletup-letup dan cenderung hypersex. Aku sendiri tidak tahu mengapa aku sangat menyukai aktivita seksual, bahkan jika sehari saja tidak melakukannya, rasanya ada sesuatu yang hambar.

Hal tersebut mungkin juga dikarena kami sama-sama rajin membaca berbagai literatusi yang berkaitan dengan urusan ranjang. Id-ide dan gaya kreatif dalam bercinta selalu kami praktikan seperti yang kami baca di beberapa cerita novel online yang banyak tersedia di Bakisah.

Aku dan Mas Panji sama-sama penikmat novel online. Terutama novel-novel dewasa yang disuguhkan dengan sangat detail dan enak untuk disimak, disamping mengandung alur cerita yang tidak terlalu berat, alias cerita-cerita keseharian yang dirasa sangat familiar dengan kehidupan nyata. Cerita-cerita jenis demikian aku rasa jauh lebih mengibur dibanding dengan yang alurnya terlalu berat. Mungkin karena tujuan kami membaca cerita memang murni buat hiburan semata.

Setiap selesai membaca cerita-cerita dewasa itu, kami pasti langsung melanjutkan dengan aktivitas bercinta yang sangat bergairah. Bahkan sanggup melakukannya beberapa kali dalam satu malam, dan tentu saja dengan pencapaian kepuasan yang maksimal pula. Oh iya aku juga sengaja memakai alat kontrasepsi karena memang kami pun tidak terlalu ngotot ingin segera punya anak.

Setelah selesai bercinta yang panas dan menggebu-gebu tu biasanya kami iseng ngobrol dan berdiskusi mengenai cerita yang kami baca dan membayangkan apa yang akan kami rasakan jika benar-benar semua fantasi itu terwujud dalam kehidupan nyata. Beberapa kali Mas Panji bahkan menyuruhku untuk mencoba membuat cerita kehidupan kami, namun aku rasa belum waktunya karena belum terlalu menarik. Mungkin nanti pada tahap berikutnya, ketika dirasa jalan kehidupan rumah tanggaku mulai menarik.

Berawal dari obrolan iseng-iseng itulah lama-lama suamiku jadi sedikit terobsesi dengan cerita-cerita yang agak sedikit menyimpang yang justru lebih sering kami baca. Cerita menyimpang itu semisal hubungan terlarang yang tak biasa antara ipar, mertua dan menantu atau dengan orang-orang yang ada ikatan persaudaraan semisal keponakan, sepupu atau sejenisnya.

Keseruan membaca cerita tentang seorang istri yang bercinta dengan lelaki yang bukan suaminya, sering dilontarkan Mas Panji ketika kami hendak tidur. Beberapa kali dia bahkan terang-terangan ingin melihatku selingkuh atau bahkan bercinta dengan lelaki lain.

Jujur saja pada awalnya aku sangat kaget, namun lama-lama jadi biasa. Aku pikir dia hanya sedang terbawa suasana cerita-cerita dewasa yang biasa dibacanya di berbagai paltform online. Dan aku pun menduga obrolan Mas Panji itu hanya sebatas di situ saja. Benar-benar hanya obsesi gila yang cukup menjadi bahan diskusi saja. Namun ternyata tidak demikian dengan diriku.

Dalam berbagai kesempatan Mas Panji selalu melontarkan obsesinya itu baik dalam bentuk usul, ide, bercandaan atau juga obrolan serius. Lama kelamaan obrolan aneh suamiku itu secara tidak langsung telah menumbuhkan benih-benih obsesi aneh dan imajinasi liar dalam pikiranku. Terkadang aku pun suka membayangkan sensasi nikmatanya bercinta dengan lelaki lain yang mungkin lebih segalanya dari Mas Panji. Namun sama sekali tidak pernah aku utaran.

Sebagaimana aku ceritakan di awal jika saat ini kami tinggal di rumah mertua. Pak Dahlan nama ayah mertuaku, usianya kurang lebih 55 tahun. Beliau seorang PNS dengan tanpa jabatan tinggi dan sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Wajah ayah metuaku sangat teduh namun kahrismatik walau dia senang bercanda.

Ibu mertuaku bernama Marni usia 53 tahun. Namun dalam usianya yang sudah lebih setengah abad itu beliau masih sangat cantik dan energik. Dia rajin merawat diri disamping dia juga punya usaha warung makan yang lumayan besar dan ramai. Dalam menjalankan usahanya itu, beliau dibantu oleh banyak karyawannya.

Pak Dahlan dan Bu Marni mempunyai lima orang anak, tiga laki-laki, dua perempuan. Tak usah aku jelaskan terlalu detail nanti akan ada adik iparku yang akan lebih jauh menjelaskannya. Suamiku akan keempat dari lima bersaudara. tinggal si bungsu yang belum menikah karena masih kuliah di Jakarta.

Ibu mertuaku, terbilang sangat sibuk dan ngoyo dalam mencari uang. Berangkat jam tujuh pagi pulang jam sembilan malam. Kalau pun ada libur, pasti dimanfaatkan dengan jalan-jalan atau belanja dengan teman-teman arisannya. Terkadang juga mengajakku berwisata ke tempat-tempat tertentu bersama romobongan emak-emaknya. Jarang sekali dia pergi-pergian dengan suaminya.

Ayah mertuaku, walau usianya lebih dari setengah abad, namun masih aktif berolah raga, rajin bekerja dan pembawaannya selalu ceria, pandai membuat celetukan-celetukan segar yang tak terduga dan sontak membuat kami tertawa bahagia. Namun beliau pun terkenal sangat tegas dan disiplin terutama untuk hal-hal yang bersifat serius.

Pak Dahlan dianugerahi postur tubuh yang tegap dan gagah. Menurut hematku, sebenarnya dia lebih cocok jadi komandan tentara. Atau sekurang-kurangnya jadi komandan Satpol PP, atau Satpam. Kulitnya sawo matang, raut wajahnya tegas walau senantiasa dihiasi senyuman, apalagi jika sedang bercanda. Rambutnya sudah beruban, namun secara keseluruhan dia terlihat sepuluh tahun lebih muda dari usianya.

Percaya atau tidak, sampai sejauh ini Pak Dahlan, alias ayah mertuaku adalah satu-satunya lelaki dewasa yang selalu masuk dalam angan dan imajinasi liarku. Jika aku dan suamiku sedang ngobrol atau berdiskusi sesuatu yang berbau mesum, terutama tentang obsesi liarnya yang ingin melihatku bercinta dengan lelaki lain, itu justru di benakku yang hadir adalah sosok ayah mertuaku.

Apakah mungkin itu karena penampilan, raut wajah dan postur mereka tidak terlalu jauh berbeda, walau sebanrnya ayah mertuaku jauh lebih gagah dan matang dibanding suamiku. Tentu saja karena usia mereka pun jauh berbeda. Aku sendiri tidak tahu sejak akapan tepatnya jadi mulai mengagumi ayah mertuaku yang gagah dan kharismatik itu.

Sejatinya aku merasa sedikit bimbang dan ketakutan sendiri dengan imajinasi gilaku yang aneh itu. Mengapa harus membayangkan ayah mertuaku. Aku yakin walau suamiku ingin melihatku bercinta dengan lelaki lain, tapi tidak mungkin mengizinkan istrinya bersetubuh dengan ayahnya sendiri. Aku pun tidak pernah menceritakannya imajinasi gilaku itu pada siapapun dan berusaha membuangnya jauh-jauh.

Tapi apala dayaku. Imajinasi itu semakin hari semakin tumbuh subur dan liar. Bahkan ketika aku sedang nikmat-nikmatnya bersetubuh dengan suamiku, bayangan Pak Dahlan justru yang mendominasi fantasi liar seksualku. Dengan membayangkan Pak Dahlan yang sedang menyetubuhiku, aku bahkan bisa mencapai orgasme yang dahsyat hingga berkali-kali. Dan itu tetap aku rahasiakan.

‘Astaga! apakah yang sesungguhnya terjadi dengan diriku?’ Sering aku bertanya-tanya dalam hati dengan keanehan diriku yang tak wajar ini.

Aku sangat sadar apa yang kuhayalkan dan kubayangkan ini benar-benar sangat salah? Aku pun terus berusaha menggunakan berbagai cara untuk menghilangkan pikiran-pikiran aneh itu. Menantu apa namanya yang berani-beraninya berkhayal dan berpikiran jorok atas tubuh mertuanya sendiri.

Namun, semakin aku berusaha membuang obsesi gila itu, semakin berkeyakinan jika Pak Dahlan masih sangat perkasa dan aktif melakukan hubungan seks dengan ibu mertuaku.

Meskipun aku belum pernah melihat atau mendengar aktifitas mereka saat bercinta, namun aku bisa melihat dari sikap ibu mertuaku yang selalu romantis dan manja pada suaminya itu. Hal itu bisa menunjukan jika selama ini ibu mertuaku memang selalu terpuaskan kebutuhan bathinnya oleh suaminya.

Ada satu lagi yang semakin memperkuat obsesi dan imajinasku terhadap ayah mertuaku. Karena dengan alasan selalu kegerahan, saat berada di rumah Pak Dahaln biasanya hanya memakai celana pendek atau kain sarung dan kaos oblong saja.

Dan aku sangat yakin jika dia adalah salah seorang lelaki yang tidak menyukai sempak, alias celana dalam. Hal tersebut bisa aku ketahui saat mencuci pakaiannya yang tidak pernah menemukan sempaknya hanya beberapa celana pendek dan kolor saja.

Aku pun cukup sering curi-curi pandang pada tonjolan yang terlihat begitu besar dan menyembul di selangkangannya, terutama jika sedang hanya memakai celana kolor yang agak ketat.

Pernah juga secara tidak sengaja aku mendapati siluet benda bulat panjang di balik kain sarungnya yang tampak besar walau sedang tidak berdiri. Bisa dibayangkan seperti apa jika benda ajaib itu sedang ereksi. Aku bahkan sangat yakin ukurannya pun berbeda jauh dengan milik Mas Panji, suamiku.

Ah gila, mengapa aku jadi semakin terobsesi dengan ayah mertuaku sendiri? Mungkinkah aku bisa mewujudkan obsesi gila itu?

Sepertinya akan sangat sulit dan berat. Sejauh ini aku menilai ayah mertuaku tipe suami yang sangat setia pada pasangannya. Dan selama ini juga belum pernah aku dengar gosip tentang kenakalannya. Bahkan dia juga tidak pernah berbuat kurang ajar pada diriku, pada menantunya yang lain, pada tetangga, rekan kerja atau siapapun.

Pak Dahlan malah terkesan alim, soleh dan religius di mata para tetangga, kolega dan rekan kerjanya. Ya mungkin karena dia senantiasa sarungan dan memang nyaris tidak pernah ketinggalan dalam berbagai kegiatan keagamaan, termasuk ritula ibadah berjamaan di Masjid.

^*^

Jangan lupa bila ingin selalu mendapat info tentang kelanjutannya setiap hari, masukan cerita ini ke dalam rak perpustakaan atau setidaknya memberikan label 'love' sebgai pengikut atau yang mengikuti.

Terima kasih dan selamat melanjutkan membaca untuk hiburan sampai tuntas.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Godaan Maut Ipar dan Mertua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Kau Pilih Dia Saat Aku Mengandung Anakmu
9.4
Kehamilan Sarah terasa hampa saat suaminya, Dimas, justru sibuk memedulikan Citra. Luka hatinya kian dalam ketika sahabatnya sendiri mulai meluncurkan rencana licik untuk menggeser posisinya sebagai istri. Di tengah situasi pelik ini, Sarah dihadapkan pada dilema besar. Apakah ia harus mempertahankan rumah tangga yang hancur demi anak dalam kandungannya, atau melangkah pergi demi harga diri? Kisah perjuangan batin seorang wanita demi kedamaian hidupnya.
Sampul Novel KEJUTAN UNTUK SUAMIKU
8.7
Divonis menderita kista ovarium membuat Ulfa pesimis bisa memiliki keturunan. Namun, setelah enam tahun menanti bersama sang suami yang tampak tulus menerima keadaannya, keajaiban hamil itu akhirnya datang. Sayangnya, kebahagiaan Ulfa seketika hancur saat ia mengetahui rahasia besar bahwa suaminya telah berpoligami secara diam-diam. Kini, di tengah kebimbangan, Ulfa harus memilih antara bertahan demi calon bayinya atau menyudahi pernikahan mereka.
Sampul Novel Kutukan Cinta Sang CEO
9.7
Khaidar Wijaya hidup dalam bayang-bayang kutukan mematikan: orang yang mencintainya dengan tulus akan celaka hingga tewas. Usai kehilangan orang tuanya, ia memilih mengisolasi diri. Namun, demi mengabulkan keinginan terakhir neneknya yang sekarat, Khaidar terpaksa menikahi Viona, mantan teman sekolah yang sangat membencinya. Pernikahan tanpa cinta ini menjadi satu-satunya jalan. Mampukah Viona bertahan tanpa rasa cinta, atau ia akan menjadi korban kutukan maut berikutnya?
Sampul Novel Main Api
9.8
Mengejar sensasi mendebarkan yang memacu adrenalin, seorang remaja mengambil langkah nekat dalam novel modern Main Api. Secara rahasia, ia mengirimkan rekaman video pribadi yang intim menggunakan mainan dewasa kepada teman semeja di kelasnya. Aksi berani ini sengaja dilakukan demi memantik dan menggoda hasrat pemuda tersebut secara perlahan. Keputusan impulsif ini pun memulai permainan godaan yang penuh risiko di antara mereka berdua, di mana batas antara fantasi dan realitas mulai mengabur.
Sampul Novel Sangkar Emas Pernikahan
9.4
Kehidupan Kayla yang menawan terasa hampa dan terkekang. Meski bersuamikan Bryan, seorang pria kaya dan terpandang, sifat pelit sang suami justru menyiksa batinnya. Di tengah perjuangan untuk melepaskan diri dari pernikahan yang menyengsarakan tersebut, takdir mempertemukannya dengan Kenan. Pemuda tampan dan bergelimang harta ini jatuh hati serta sangat memuja Kayla, membawa secercah harapan baru bagi kebebasannya dari sangkar emas tersebut.
Sampul Novel TRAUMA  YANG BERUJUNG PADA KEHANCURAN KU
9.6
Maretsya kini dihadapkan pada pergolakan batin yang hebat saat kemarahan serta dendam masa lalunya meluap tanpa kendali. Walau sempat berniat menjauhi dendam, batas kesabarannya runtuh akibat ulah provokatif seseorang. Roger pun berjuang keras menahan aksi nekat Maretsya agar ia tidak melangkah terlalu jauh menjadi pembunuh dan menghancurkan masa depannya di sekolah. Sayangnya, hasrat gelap untuk menghabisi nyawa musuh kini telah menguasai akal sehat Maretsya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan