APKDock Logo
Sampul Novel KAMU SINI DONG DEKETAN

KAMU SINI DONG DEKETAN

8.3 / 10.0
Kepergian Wulan ke luar negeri demi pengobatan membuat hubungan asmaranya dengan Darwis, sang wartawan, menjadi rumit. Darwis akhirnya menikahi Marlenna yang tengah mengandung anak Marcel. Di sisi lain, sempat tumbuh rasa cinta antara Darwis dan Arini sebelum maut memisahkan mereka. Konflik memuncak saat Wulan sembuh dan Aldi kembali setelah kecelakaan. Di tengah ujian kesetiaan dan masa lalu, kehadiran bayi bernama Arini menjadi pemersatu pernikahan Darwis dan Marlenna.

KAMU SINI DONG DEKETAN Bab 1

Menjelang siang, Darwis keluar dari area kantornya untuk ngider cari berita. Tepat di depan pintu utama Elis memanggil sambil beranjak menghampiri Darwis,“Bang Darwis.” kata Elis, lalu berdiri tepat di depan Darwis, “Ada pesan dari Pak Bos. Siang ini sekitar jam dua… Abang ada tugas meliput acara ulang tahunnya Mbak Arini.” lanjut Elis, lalu mengatur nafasnya karena tadi sempat lari memburu Darwis,“Ini lokasinya.” lanjut Elis lagi, lalu mengirimkan pesan whatsupp share lokasi ulang tahunnya Arini, tepatnya di area sebuah taman yang indah, namanya Taman Giriloka. Darwis menerima pesan dari Elis, “Wuihhh ultahnya anak orang kaya nih.” Elis tersenyum kecil, “Iya.” Darwis mengangguk, “Oce siap. Jalan dulu ya…” balas Darwis.“Ehmmm Bang Darwis…” sela Elis. “Apaan lagi, neng geulis…?” balas Darwis. “Hati-hati di jalan ya. Kalo jatoh bangun sendiri.” kata Elis bercanda ringan. “Iyaaa makasih perhatiannya.” balas Darwis tersenyum juga. “Ehh abang sini deh deketan.” kata Elis sedikit berbisik, lalu Darwis semakin dekat menghampiri Elis, “Apaan lagi?” Elis hanya tersenyum melihati wajahnya Darwis dari deket. “Kok malah senyam-senyum gitu?” tanya Darwis. “Bang Darwis… Ganteng.” balas Elis singkat sambil menahan senyumnya. “Bisa aja si neng geulis muji abang. Makasih banyak deh kalo gitu.” balas Darwis, lalu kembali pamitan dan beranjak pergi dari hadapan Elis. Sejenak Elis terpaku diam menatap kepergian Darwis, lalu perhatiannya teralihkan dan segera beranjak masuk karena telfon kantor di meja kerjanya berdering.

Darwis beranjak menuju area parkiran ruko, dan menghampiri motor RX-King kesayangannya yang diberinya nama si bongki, “Kita ngider lagi, kawan.” kata Darwis pada motor kesayangannya. Darwis sangat perhatian pada motornya, dan sebelum melaju pergi Darwis sempat mengelus bagian tangki bensin motornya sambil berkata pelan, “Jangan mogok ya.” Perlahan namun pasti Darwis menyela si bongki, dan mesin motor langsung nyala, betapa bahagianya hati Darwis mendengar suara mesin si bongki, “Kita berangkat…” kata Darwis sambil melaju keluar dari area parkiran.

Si bongki melaju lumayan cepat menyusuri jalanan yang tak terlalu macet saat itu. Ntah kenapa setiap kali mengendarai si bongki ada perasaan bahagia terpancar di hatinya Darwis yang selalu teringat kenangannya bersama almarhum babeh ketika melaju dengan si bongki. Beliau pernah berpesan pada Darwis untuk selalu menjaga si bongki karena ia motor kesayangan babeh, “Kalo nanti babeh udah nggak ada, elu jangan pernah jual ini motor.” kata almarhum babeh waktu itu. “Emangnya kenapa, Beh?” tanya Darwis masih duduk di bonceng si babeh. “Karena ini motor banyak kenangannya. Dulu gue sama nyak elu juga pacaran di motor ini. Lahiran elu juga dianter sama ini motor, sampe bolak-balik puskesmas ngecek elu dalam perut nyak elu.” jawab si babeh dalam kenangannya Darwis. Darwis tersenyum kecil teringat kenangan bersama almarhum babeh, lalu dengan nada pelan penuh rasa kebanggan Darwis berkata, “Iya beh… Sampe kapanpun Darwis nggak akan pernah jual si bongki. Darwis akan terus rawat ini motor sampe anak cucu Darwis nanti.”

***

Matahari udah ada di atas ubun-ubun kepala Darwis ketika sampai di area jalanan yang dipenuhi siswa-siswa SMA yang sedang tawuran. Bongkahan batu dan serpihan kayu berterbangan di langit yang memisahkan dua kubu mereka yang sedang tawuran. Kata-kata makian bercampur umpatan serta ancaman keluar dari mulut anak-anak SMA itu. “Maju lu semua kalo berani.” teriak seorang siswa. “Nyali elu ciut. Maju sini semua.” balas siswa lainnya, diiringi riuh teriakan teman-temannya. Situasi berubah tegang ketika mereka saling berhadapan sekitar lima meter. Darwis melihat semua itu, lalu memarkirkan si bongki di pinggiran jalan. Instingnya sebagai wartawan bilang jika ini moment bagus memotret kejadian real tawuran. Darwis mengeluarkan kameranya dan tanpa pikir panjang langsung terjun beberapa meter agak jauh dari arena tawuran. Sebenarnya ada rasa takut dalam diri Darwis jika nanti ada batu atau kayu yang mengarah langsung ke kepalanya, tapi saat itu Darwis sedikit lebih tenang ketika ia masih memakai helmnya, meskipun begitu Darwis harus tetap hati-hati menjaga kamera dan juga badannya jangan sampe terkena lemparan batu. Disana tak hanya Darwis yang merekam moment tawuran itu, ada juga beberapa wartawan lain yang tak kalah nyali memotret puluhan siswa garang yang sedang tawuran. Sesekali Darwis tersenyum puas karena ia merasa telah merekam beberapa foto bagus dan sempat memvideokan juga kejadian itu. Suara gerungan sebuah motor sport terdengar, lalu Darwis segera memutar kepalanya dan melihat jelas motor itu melaju kencang kearahnya. Darwis reflex minggir kanan, tapi motor itu udah keburu minggir kanan juga, tapi si pengendara motor sport yang memakai helm tertutup rapat segera membanting stang motornya ke kiri sehingga tak jadi menabrak Darwis, hanya saja motornya oleng, tapi untung saja skill mengendarai motornya lumayan sehingga motornya tak jatuh. Perasaan Darwis udah ketar-ketir, namun ia lega karena telah lepas dari kejadian tertabrak motor mahal. “Woiii…” teriak kesal Darwis, dan memicu si pengendara motor sport menghentikan lajunya. “Mentang-mentang motor bagus ngebut sembarangan aja. Nggak tau apa ini jalanan umum.” lanjut Darwis melampiaskan kesalnya. Si pengendara motor turun dari motornya dan menghampiri Darwis, sehingga membuat Darwis beranjak mundur beberapa langkah, “Ehhh mau ngapain lu.” kata Darwis sambil menyiapkan jurus alakadarnya, “Mau nyobain kebisaan gue, apa.” kata Darwis lagi berusaha tak bergeming. Si pengendara motor sempat tertegun melihat konyolnya tingkah si Darwis.

Sementara itu kondisi tawuran masih seperti semula. Dua kubu siswa yang hendak tawuran masih saja saling mengejek dan mengancam satu sama lainnya tanpa ada yang bergerak menyerang lebih dulu meskipun emparan batu dan kayu masih tetap berlangsung. Tanpa Darwis sadari ada sebuah batu yang melayang di belakangnya, si pengendara motor melihatnya lebih dulu, dan Darwis baru nyadar ketika melihat bayangan batu terbang itu dari pantulan bayangan kaca helm. Kedua matanya Darwis terbelalak dan refleksnya saat itu tak bergeming. Dengan cekatan si pengendara motor segera menarik Darwis dan memeluknya sehingga batu itu mengenai tepat di bagian belakang helm. Brukkk… Si pengendara motor jatuh menindih Darwis di permukaan aspal jalan. Untung saja keduanya tak pingsan. Darwis segera beranjak berdiri dengan kedua kakinya, begitu juga dengan si pengendara motor yang langsung mencopot helm dan memeriksa kondisi helm yang lecet akibat benturan keras melawan batu. Rambutnya yang panjang terurai keluar dari ketatnya helm motor sport. Darwis terpaku dengan mulut sedikit menganga melihat si pengendara motor itu ternyata cewek. Wajahnya cantik dengan kulit putih memikat hati.“Elu cewek?” tanya Darwis masih menganga. “Kenapa emangnya kalo gue cewek?” balas tanya si cewek pengendara. “Nggak apa-apa sih. Gue pikir cowok. Gaya lu tomboy banget.” kata Darwis tak lepas memandang si cewek, “Nama elu siapa?” lanjut Darwis lagi. “Kepo lu.” balas si cewek singkat, padat, dan jelas. “Ehhh bukan gue doang yang kepo.” sela Darwis, “Noh elu lihat orang-orang pada liatin elu.” Si cewek melihat sekitarnya, dan benar saja orang-orang yang berkerumun disana melihatinya dengan pandangan mata penuh pesona, begitu juga dengan dua kubu siswa yang hendak tawuran langsung menghentikan tawuran mereka melihati si cewek cantik pengendara motor, dan membuat si cewek jadi salah tingkah. Mendadak hp nya berdering, si cewek langsung menerima panggilan telefon dari Oma-nya, “Halo, Oma.” Tak sengaja ia memencet tombol speaker ketika menempelkan hp itu ke telinganya dan membuat speaker hp-nya langsung aktif, sehingga mereka bisa mendengar suara Oma dengan sangat jelas memanggil nama si cewek, “Marlenna.” kata Oma di ujung telefon, sehingga Darwis dan mereka semua yang ada disekitaran akhirnya tahu siapa nama si cewek, yaitu Marlenna.“Marlenna, nama yang cantik. Sama cantik kayak orangnya.” gumam Darwis pelan, namun terdengar oleh Marlenna, sehingga membuat Marlenna melotot manja pada Darwis, “Berisik.” sentak Marlenna pada Darwis, namun malah membuat orang-orang disekitarnya tertarik godain Marlenna, “Haiiii Marlenna…” sahut mereka satu per satu, lalu serempak menyapa Marlenna bersamaan, sehingga membuat Marlenna tambah bete, “Apaan sih!” Mereka yang mau tawuran malah sepakat menikmati cantiknya Marlenna yang penuh pesona.

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi KAMU SINI DONG DEKETAN

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Hasrat Liar Sang PILOT
9.6
Kehidupan Adrian, kapten pilot tampan berumur 35 tahun sekaligus seorang ayah, penuh dengan godaan di dunia penerbangan. Dikelilingi para pramugari menawan, ia tak mampu membendung hasrat liarnya dan mulai mendekati rekan-rekan kerjanya demi memuaskan nafsu terpendam. Di sisi lain, sang istri yang bernama Dewi tentu tidak tinggal diam menghadapi perselingkuhan ini. Akankah rumah tangga mereka bertahan di tengah badai pengkhianatan? Simak konflik panas pernikahan mereka.
Sampul Novel Mr. Quick
8.4
Pascapernikahan yang kandas, Bunga Humaira mengasingkan diri ke luar negeri untuk memulihkan hatinya. Namun, impiannya akan ketenangan terusik oleh Afrain Derson. Miliarder mapan tersebut hadir membawa kepribadian serba cepat yang penuh paksaan. Walau Bunga merasa sangat tertekan dengan segala tindakan impulsif Afrain, pria kaya itu tetap teguh meyakinkan bahwa dialah sosok pasangan terbaik yang tidak seharusnya ditolak oleh Bunga.
Sampul Novel Pindahnya Jiwa Permaisuri Ke Tubuh Siluman Rubah
9.3
Dalam kondisi kritis, jiwa Permaisuri Chou Zui Ran berpindah secara misterius ke raga seekor siluman rubah di masa depan. Di era baru ini, ia berjumpa dengan Kim Daehyung, pemuda yang berwajah sangat mirip dengan suaminya dahulu. Berharap merasakan kasih sayang yang selama ini tak pernah didapatkannya, Zui Ran pun merajut hubungan indah bersamanya. Namun, takdir mendadak menarik jiwanya kembali ke raga aslinya. Akankah cinta mereka tetap bertahan walau terhalang dimensi dan waktu?
Sampul Novel Suamiku adalah guruku
9.2
Masa muda yang penuh mimpi dan keseruan bersama teman-teman harus kurelakan demi perjodohan pilihan ayah. Di usia yang sangat belia, aku terpaksa mengubur ambisi serta cita-cita untuk menikah dengan sosok yang tak terduga. Kini, kebebasanku lenyap berganti tanggung jawab baru sebagai istri. Alur hidupku berubah total, meninggalkan kegembiraan masa remaja yang seharusnya masih kunikmati.
Sampul Novel Suamiku Menghamili Sahabatku
9.0
Demi mengatasi krisis keuangan, Kara menerima tawaran Nadia untuk merusak rencana pernikahan ayahnya, Ryan, dengan perempuan matre. Namun, misi yang semula hanya demi uang ini menjadi kacau ketika benih cinta mulai tumbuh di hati Kara terhadap Ryan. Sandiwara yang mereka rancang kini justru mengancam hubungan persahabatannya dengan Nadia. Kara pun terjebak dalam dilema besar antara perasaan tulus, ambisi pribadi, dan ancaman pengkhianatan.
Sampul Novel Yang Tersisa Hanyalah Kenangan
9.8
Rencana pernikahan yang dirancang setelah lima tahun bertunangan seketika runtuh saat cinta pertama Gavin kembali hadir. Segala janji manis yang pernah diucapkan Gavin menguap begitu saja, digantikan oleh rasa jemu dan penolakan terhadap setiap tindakan pasangannya demi membela sang cinta pertama. Sadar dirinya tidak lagi memiliki arti, tokoh utama memilih untuk menyerah, merestui hubungan mereka, dan lenyap tanpa jejak. Kepergian ini menyisakan penyesalan besar bagi Gavin yang kini mencarinya dalam tangis.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan