APKDock Logo
Sampul Novel Terjerat Cinta Dosen

Terjerat Cinta Dosen

8.9 / 10.0
Kisah asmara Ryan dan Amelia kini terancam hancur akibat restu sang ibu yang tak kunjung mereka genggam. Meski Ryan bersikap keras menolak perjodohan sepihak pilihan ibunya, intimidasi tidak lantas mereda. Sang ibu malah melancarkan beragam intrik licik agar keduanya terpisah selamanya. Di tengah pusaran manipulasi serta tekanan keluarga yang terus memuncak, akankah ketulusan cinta Ryan dan Amelia sanggup bertahan, atau justru rencana jahat tersebut yang akan menang?

Terjerat Cinta Dosen Bab 1

Kepala sekolah mengumumkan  kelulusan siswa   SMA  Negeri  10 kota kecil di Jawa Tengah. Para siswa   berderet menunggu pengumuman itu. Anak-anak Deg-deg an menunggu pengumuman. Tatkala kepala sekolah mengumumkan hasil kelulusan, mereka lulus seratus persen. Anak- anak bersorak sorai menyambut pengumuman dari kepala sekolah. Suasana hening, saat kepala sekolah mengumumkan juara satu sampai sepuluh. Amelia masuk dalam sepuluh besar.  Mendengar itu ia mengucap alhamdulilah,Selesai pengumuman Siswa membubarkan diri, ada yang masuk  kelas masing- masing. Siswa terutama yang pria membawa  pilox untuk mencorat-coret seragam sekolah. 

Tapi Amelia tak ikut corat- coret sebagai euforia kelulusan. Ia lebih suka masuk kelas. Duduk di bangkunya. Shinta yang di sampingnya heran, ia adalah sahabat Amelia, heran dengan tingkah laku Amelia. 

"Amel, kenapa malah duduk di sini? Nggak ikut corat- coret?" tanya Shinta. 

"Aku bukan orang kaya, Shin. Nanti seragam ini aku lengserkan ke adiku. Ia baru lulus SMP. Sebentar lagi mau masuk SMA," ucap Amelia sendu.

"Kamu juga kenapa duduk di sini, seragamnya nggak ikut corat-coret?" Amelia tanya balik. 

"Aku di wanti-wanti sama Mama, nggak boleh ikutan baju di corat-coret." Shinta menjelaskan alasannya tidak bergabung bersama teman yang lain. Merayakan euforia kelulusan. 

"Oh ya shin, aku  pingin kuliah. Semoga ada beasiswa  masuk ke Universitas!" Amelia sangat berharap bisa kuliah. 

"Amiin!" ucap Shinta tanganya menengadahkan keatas. 

"Ya dah, jangan sedih terus. Ikut ke kantin yuk!" Shinta meraih tangan Amelia dan mengandengnya. Mereka menuju ke kantin. Tapi ketika baru berjalan beberapa langkah Mereka di hadang Roni. 

"Mau kemana kalian?" tanya Roni berkacak pinggang. Sebenarnya Roni berwajah tampan, dia juga anak orang kaya di kota ini. Sayangnya ia termasuk  bandel. Suka membolos, tak jarang  di kantin tempat ia merokok. Roni sudah lama menyukai Amelia, tapi Amelia tak menganggapnya teman biasa saja. 

"Pergilah Ron, kami tak ingin di ganggu!" kata Shinta sewot, Sedang Amelia hanya diam menatap Roni kesal. 

Shinta kemudian menarik tangan Amelia untuk menjauh dari Roni. 

Roni pun mengejar mereka berdua. 

"Hei, tunggu aku!"  Roni mengejar mereka berdua. 

Mereka berhenti dan menoleh. 

"Amel, nanti kita pulang bareng ya!" ajak Roni. Mendengar ucapan Roni, Amelia sewot. Tapi di tahan emosinya. Tak  ingin bertengkar dengan Roni.

"Maaf Ron, Aku akan pulang bersama Shinta!" tolak Amelia halus. 

Roni hanya menghela nafas berat, kecewa. Ia selalu menghindari dirinya, pujaan hatinya berlalu dari hadapanya. 

****

    Guru wali kelas membagikan pengumuman surat kelulusan,  Itu sebagai bukti bahwa siswa itu telah lulus dari sekolah juga surat sementara untuk mendaftar kuliah. Mereka semua mendapatkan surat itu tak terkecuali Amelia, ia bersyukur mendapatkan sepuluh besar di sekolahnya. Angan-angan melanjutkan kuliah melintas di kepalanya. Ia bercita-cita menjadi dokter. 'Semoga ada beasiswa masuk ke jurusan itu Amin' ucap dalam hati Amelia.

Mereka pulang bersama  Karena memang rumah mereka juga searah. Shinta lebih dulu sampai di rumahnya. Ia melambaikan tangan pada Amelia. Saat sampai di depan gerbang rumahnya, Amelia pun membalasnya. 

Angkutan umum berhenti di depan gang rumah Amelia. Setelah membayar angkutan ia  turun. Amelia berjalan menyusuri gang. Akhirnya ia sampai di rumahnya. 

Ibunya Amelia sibuk melayani konsumen. 

"Assalamualaikum," sapa Amelia melangkah masuk rumah. 

Ibunya walaupun sibuk menjawab salam Amelia. 

"Walaikum salam!" jawab Ibu Amelia. 

Amelia berjalan ke kamarnya. Ia berganti pakaian. Segera membantu ibunya melayani pembeli. 

Tak lama kemudian. Para pembeli itu pulang. Mama Ning ibunya Amelia menoleh ke arah Amelia.

"Makan dulu Amel, Ibu udah masak!" perintah Ibunya lembut. 

"Ibu udah makan belum?" tanya Amelia. 

" Udah nak," jawab Ningsih.

Amelia beranjak dari duduknya. Ia segera ke ruang makan. Lauk sederhana terhidang di meja. Sayur asem, Ikan goreng, tempe serta sambel kesukaan Amelia. Orang tua Amelia orang biasa. Ibunya membuka toko sembako di depan rumahnya. Namanya Ningsih,sedang Ayahnya bernama  pak Trisno seorang petani. Walaupun mengarap lahan sendiri tapi hasilnya tak bisa tiap bulan menghasilkan. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga Pak Trisna bekerja sambilan sebagai ojek.

"Bu.. Ayah mana, ke sawah atau pergi ngojek?" tanya Amelia di sela- sela makanya.

"Ayahmu ngojek!" Mendengar jawaban Ibunya Amelia kembali melanjutkan makanya. Setelah makan Amelia mencuci piring, lalu duduk di sebelah ibunya dan membantu merapikan dagangan.

"Bu!" panggil Amelia.

"Hemm..." Balas ibunya Tak menoleh, tanganya sibuk merapikan dagangan. 

"Bu, aku udah lulus ujian, tapi aku ingin cari beasiswa untuk melanjutkan kuliah," kata Amelia pelan tak ingin mengganggu Ibunya merapikan dagangan. 

  Ningsih  langsung menoleh kearah Amelia. Ia senang anak sulungnya lulus sekolah. Tapi ini, Amelia ingin melanjutkan kuliah. Dari mana biaya? Sedangkan adiknya mau lulus sekolah SMP. Dari hati yang terdalam, ia ingin Anaknya sekolah yang tinggi. Tidak seperti dirinya hanya lulusan SMP.  Ningsih mengusap kepala anaknya. 

"Maaf Nak, orang tuamu tak bisa menyekolahkan kamu. Ku harap kau mengerti dengan keadaan kita," ucap Ning sendu.

Air mata seakan ingin terjun bebas dari matanya. Ingin Ningsih seperti orang tua lainya, menyekolahkan anak sampai tinggi. 

    Amelia menghela nafas panjang. Ia semakin bertekad ingin merubah nasibnya. Cita-cita sebagai dokter harus diwujudkan. 

"Bu, aku minta restu Ibu. Aku ingin mencari beasiswa." Air muka Ningsih tambah sendu. Ia semakin merasa bersalah. Ningsih kemudian memeluk anak sulungnya. 

"Ibu, merestuimu nak!" Air mata Amelia lolos begitu saja membasahi pipinya. Amelia kemudian mengusap air matanya. 

"Bu, aku kekamar dulu."    Ningsih menganguk. 

Amelia beranjak menuju ke kamarnya. Ia mulai browsing dari laptopnya mencari beasiswa di Universitas. Ada beberapa Universitas mengadakan beasiswa, salah satunya Universitas Dharma Bakti. Universitas swasta bonafid di Semarang. yang Membuka beasiswa untuk semua jurusan. Amelia tertarik. Ia mengisi form mengajukan diri sebagai calon mahasiswa secara online. 

'Semoga diterima, Amin.' doa Amelia dalam hati. Ia melirik jam di dinding menunjukan pukul satu siang. Merasa dirinya belum sholat ia keluar kamar, menuju kamar mandi. Melepas jilbabnya dan wudhu. 

"Kamu mau sholat nak," tanya Trisno sambil meletakan cangkul di pojokan ruangan dapur. 

"Iya Ayah." Melihat baju Ayahnya penuh dengan lumpur. Amelia merasa kasihan. Ia membuat teh hangat untuk Ayahnya. lalu menyajikan di meja. 

"Ayah, tehnya udah di meja. Amel sholat dulu."

"Iya nak. Terima kasih." 

Amelia mengangguk. Ia kemudian melangkah ke kamar menunaikan sholat dhuhur. Amelia menghamparkan sajadah. Menghadap kiblat, kemudian melafalkan surat pendek. Empat rokaat ia tunaikan dengan khusuk. Selesai sholat ia berdoa untuk orang tuanya. Juga untuk dirinya sendiri. Semoga ada beasiswa penuh untuk dirinya. Ada ketenangan setelah melakukan kewajiban. Ia melepas mukenanya dan menaruh di captok. Kembali duduk di depan laptopnya. Mencari informasi tentang Universitas membuka beasiswa penuh untuk calon siswa yang kurang mampu. Ada beberapa Universitas yang membuka beasiswa. Di antaranya Universitas Jakarta, Yogyakarta juga Surabaya. Amelia mengisi form dari semua Universitas itu. 

Bersambung.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Terjerat Cinta Dosen

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Biarkan Aku Pergi, Suami CEO-ku yang Sombong
9.1
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya, Averie rela mengorbankan segalanya untuk menikah dengan Brayden, meskipun suaminya itu mencintai wanita lain. Saat kejayaan diraih Brayden di Grup Fowler, tragedi justru menimpa Averie yang kehilangan bayinya dan hampir kehilangan nyawa di laut. Trauma berat ini mendorong Averie menuntut perceraian demi menata hidupnya kembali. Namun, Brayden yang kini dipenuhi penyesalan menolak melepaskan Averie dan bersikeras mereka ditakdirkan bersama selamanya.
Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
9.7
Divonis mandul membuatku dicampakkan oleh suamiku, seorang Wakil Bos Mafia. Ia tega membawa ibu pengganti dan memperlakukannya penuh kasih, mengkhianati pernikahan kami. Bahkan, ia membiarkanku terluka parah demi menyelamatkan wanita itu. Di dunia hitam, perceraian biasa tidak pernah ada. Demi menghancurkannya, aku merekayasa kematianku sendiri agar ia membusuk di tengah kehancuran takhta yang ia banggakan.
Sampul Novel Jejak Cinta Terlarang di Kampus Perjuangan
8.0
Di tengah dinamika kampus perjuangan, Adrian nekat menjalin hubungan terlarang dengan Maya. Padahal, Maya telah bertunangan dengan Romeo, yang berjuang keras menjaga komitmennya dari kejauhan demi norma keluarga. Situasi kian rumit saat Rina memanfaatkan kekecewaan Romeo demi menghidupkan kembali cinta masa lalu mereka, yang justru memicu luka baru. Ketika kebenaran terungkap, mereka terjebak dilema besar antara cinta, idealisme, dan tanggung jawab dalam pencarian jati diri.
Sampul Novel Married by Accident
8.7
Kehidupan Clara runtuh akibat pelecehan oleh sang dosen, yang justru memfitnah Dev, seorang mahasiswa hukum. Terdesak keadaan, Clara terpaksa menikahi Dev walau ia sudah punya kekasih. Di tengah rumitnya situasi, janji Dev untuk memperjuangkan keadilan lewat jalur hukum perlahan menumbuhkan rasa cinta di hati Clara. Namun, bahtera rumah tangga mereka seketika goyah saat rahasia masa lalu Dev terkuak. Sanggupkah Clara bertahan menghadapi misteri suaminya?
Sampul Novel Ranjang Panas Istri Kedua
8.2
Di dalam kamar yang sunyi dan terasa sesak, Bella terbuai dalam pusaran gairah hangat bersama Bram. Dekapan erat sang suami membuatnya meremas sprei dengan kuat, seiring napas mereka yang saling memburu. Bella tidak mampu lagi menahan rintihan nikmat yang dipicu oleh setiap sentuhan intim dari suaminya. Bram pun terus memacu hasrat sang istri, menikmati setiap getaran tubuh Bella. Malam itu, derit ranjang menjadi saksi bisu bagi keintiman membara yang mereka lalui.
Sampul Novel With Mr. Old
7.9
Marlon, pria mapan berusia 37 tahun, belum juga berkeluarga karena terobsesi mengejar Belle. Gadis pemalu berumur 17 tahun itu sangat takut pada laki-laki dan belum pernah jatuh cinta. Hubungan beda usia dua dekade ini memuncak saat Marlon nekat menemui orang tua Belle untuk melamarnya secara resmi. Akankah Belle menerima pinangan pria dewasa berjenggot tersebut dan menjalani pernikahan yang tak pernah ia bayangkan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan