APKDock Logo
Sampul Novel Bisakah Untuk Tidak Memilih

Bisakah Untuk Tidak Memilih

7.9 / 10.0
Hidup kerap berjalan di luar rencana dan menyodorkan berbagai pilihan rumit. Walau satu jalan tampak menjanjikan, selalu ada konsekuensi di balik setiap keputusan. Kita pun dituntut bijak menyikapi situasi demi hari esok. Bahkan, bersikap pasif dan sekadar mengikuti arus tetap membawa risiko tersendiri. Oleh karena itu, pertimbangkan setiap langkah dengan matang agar terhindar dari penyesalan mendalam akibat salah memilih arah di masa depan.

Bisakah Untuk Tidak Memilih Bab 1

Hidup tidak bisa dijalani sesuai dengan keinginan kita. Semua ada pilihan-pilihannya dan setiap pilihan itu pasti ada konsekuensinya. Kita yang menjalani hidup itu harus bisa memilih yang terbaik. Apakah kita mau memilih dari salah satu pilihan yang diberikan dengan konsekuensinya masing-masing? Atau kita bisa saja tidak memilih namun pasti akan tetap ada konsekuensinya? Pikirkanlah itu semua, jangan menyesal karena telah salah menjatuhkan pilihan ….

***

“Chel, sudah sampai?” ucap seseorang dari telepon yang digenggam gadis manis itu.

“Aku lagi nungguin barang di bagasi Yadi, nanti kalau aku duluan yang sampai di ruang tunggu pasti aku telpon kamu.” Gadis itu terlihat agak repot dengan koper dan ransel yang dia gendong serta HP yang memenuhi tangannya.

“Oke deh.” Lelaki itu mematikan hpnya dan langsung melesat menuju tempat di mana dia dan gadis itu sudah berjanji untuk bertemu.

Dengan setengah berlari, lelaki itu mendapati gadis manis itu yang ternyata sudah sampai di ruang tunggu duluan, “Sorry Chel, aku tadi bingung jalan masuk ruang tunggunya yang mana makanya agak lama nyampe sini,” ujar lelaki itu ngos-ngosan.

“Ya ampun sampai ngos-ngosan gitu, nggak apa-apa kok, Yadi. Eh kita langsung pulang aja yah, nggak usah singgah-singgah lagi, aku capek banget nih.” Gadis itu masih mengulas senyum manis walau sangat terlihat kalau dia sudah sangat lelah.

“Oke deh tuan putri,” balas lelaki itu lalu membantu gadis itu membawa barangnya ke mobil.

***

Setelah agak lama di perjalanan gara-gara macet, mereka berdua pun sampai di rumah besar yang terlihat mewah tapi tampaknya tidak ada siapa-siapa di rumah itu. “Papa sama mama aku belum pulang dari kerja yah, Yadi?! Nggak sadar apa mereka kalau anaknya pulang hari ini, masih kerjaan aja yang diurusin!” Rachel memasang wajah masam.

“Masuk ajalah dulu Chel, nanti di dalam baru ngobrolnya biar enakan,” jawab Yadi cuek, dia terus berjalan masuk ke rumah itu dengan membawa seluruh barang-barang Rachel. Rachel masih dengan mode ngambek tetap mengikuti Yadi berjalan masuk ke rumahnya.

Terlihat dalam rumah itu sangat gelap, “Yadi nyalain lampunya dong, gelap banget ini nggak bisa lihat apa-apa!” teriak Rachel. Sayangnya nihil, tak ada satu pun balasan dari Yadi atau lampu yang menyala terang, ‘Yadi mana sih?!’ batinya.

Tiba-tiba lampu menyala, “SUPRAISE!!! Selamat datang Rachel … kami semua kangen sama kamu!!!” teriak sahabat-sahabatnya dan langsung memeluk gadis manis itu.

Rachel membalas pelukan sahabatnya itu dengan perasaan senang, dia tidak menyangka kalau sahabat-sahabatnya bakalan menyambut kepulangannya, “Thank you, ya ampun … aku juga kangen banget loh sama kalian. Aku pikir bakalan cuma Yadi aja yang nyambutin aku pulang bahkan aku nggak mikir kalau mama sama papa bakalan sempatin waktu kasih kejutan buat aku.” Rachel melayangkan pandangannya kepada orang tua dan sahabat-sahabatnya itu, sudah berapa lama dia tidak bertemu dengan mereka bahkan hal itu hampir membuat Rachel meneteskan air matanya.

“Kita nggak bakalan mungkin biarin kamu pulang ke rumah sendirian tanpa ada sambutan dari kita kan, sayang. Makanya mama sengaja nyuruh Yadi buat jemput kamu dengan alasan sibuk supaya mama bisa bantu teman-teman kamu untuk nyiapin pesta penyambutan kamu.” Mama Rachel langsung memeluk anaknya haru begitu juga dengan papanya, sudah berapa lama mereka tidak tinggal dalam satu rumah dan membuat papa dan mamanya harus pulang balik untuk menemuinya. Rachel juga tidak kuasa untuk menahan air matanya, jujur dia sangat rindu dengan orang tuanya walau mereka sering pulang balik untuk menemui Rachel tapi tidak akan sama seperti Rachel tinggal bersama mereka.

“Sekarang Chel, kamu bersih-bersih dulu sama ganti baju terus ikut makan yah. Aku dah siapin makanan kesukaaan kamu di halaman belakang,” ujar salah satu sahabatnya yang bernama Liora.

“Emang Liora deh sahabat aku yang paling jago masak, makasih yah, Liora. Semuanya aku tinggal dulu yah bentar, nanti langsung aku nyusulin ke halaman belakang kok.” Rachel segera menuju kamarnya yang sudah sangat lama dia tinggalkan sementara yang lainnya berjalan ke halaman belakang rumah Rachel.

Rachel memasuki kamarnya, tidak ada yang berubah, semua tampak sama seperti terakhir dia meninggalkan kamar itu. Papa dan mamanya sangat mencintainya dan dia yakin kalau mereka sebenarnya berat melepaskan Rachel yang tiba-tiba memutuskan pergi waktu itu karenanya mereka tidak mengubah tatanan kamar Rachel agar mereka masih merasa Rachel selalu ada dekat mereka.

Rachel anak tunggal keluarga itu tapi Rachel sangat merasa kalau orang tuanya tidak pernah memanjakannya. Segala sesuatu yang Rachel inginkan harus diputuskan dengan dibicarakan dulu oleh semua anggota keluarga. Seperti keputusannya yang ingin meninggalkan rumah waktu, dia yakin kalau orang tuanya merasa konyol dengan alasan Rachel untuk pergi tapi melihat Rachel yang sepertinya memang membutuhkan suasana baru, akhirnya mereka sepakat merelakan Rachel berjauhan dari mereka selama tiga tahun lebih.

Rachel membuka kotak berdebu yang selalu dia simpan di laci paling bawah lemarinya, setidaknya itu adalah salah satu tempat yang tidak akan dibuka sama sekali oleh mamanya. Beberapa mainan anak-anak, aksesoris anak-anak serta foto-foto kenangannya bersama sahabatnya selalu dia simpan di kotak itu. Tidak ada yang berubah dari semua sahabat-sahabatnya, tidak ada yang berubah kecuali satu. Ada yang menghilang, memutuskan pergi tanpa berkata apapun dan membuat Rachel juga harus memutuskan untuk pergi menjauh.

***

Setelah makan, Rachel lalu berjalan membawa minumannya dan duduk di bawah pohon rindang di belakang rumahnya. Dia termenung sambil memandang rumah besar yang berada pas di samping rumahnya. Dia tak sadar bahwa ada Yadi, cowok yang tadi menjemputnya di bandara, mendatanginya, “Chel, Rachel … Rachel!!!” teriak Yadi sambil melambai-lambaikan kelima jari tangannya di depan muka Rachel yang sedang termenung.

“Eh, iya Yadi, kenapa?” tanyanya bingung.

“Masih kangen yah sama dia?” Yadi ikut memandang rumah besar yang tadi juga dipandang oleh Rachel.

Rachel menunduk, wajahnya berubah sendu, “Iya tapi aku harus melupakan dia, kan? Aku nggak tau dia di mana tapi di manapun dia, aku tau kalau dia lebih bahagia di sana dibandingkan di sini bersama kita.” Rachel menarik napas dalam, berusaha menenangkan dirinya.

“Aku yakin dia sebenarnya tidak bermaksud seperti itu, dia pasti punya alasan kenapa tiba-tiba berjalan pergi dari kita. Mau alasannya masuk akal atau tidak tapi Chel, aku mau kamu kembali ke sifat ceria kamu yang dulu sebelum dia pergi. Aku sama anak-anak sangat khawatir saat kamu memutuskan untuk pergi juga dan sebenarnya kita tidak ingin kamu pergi tapi kita yakin kalau itu bisa membuat kamu tenang dan kembali seperti dulu lagi, aku rindu Rachel yang dulu.” Yadi mengacak-acak rambut Rachel sambil mengulas senyum, menenangkan hati sahabatnya ini adalah prioritas utama Yadi sekarang.

Rachel tersenyum memandang Yadi, sahabatnya dari kecil ini selalu menjadi orang yang paling sabar untuk menenangkan dan menghibur dia saat sedih. Salah satu sahabatnya yang sudah tiga tahun dia tinggalkan ke Jogja untuk menenangkan diri tapi tidak pernah berubah dari sejak itu. Yadi selalu menelponnya, menanyakan keadaannya bahkan tidak segan-segan ke Jogja kalau Rachel sedang sakit, sedang sedih atau saat Yadi sedang banyak waktu senggang. Sebenarnya sahabat-sahabatnya yang lain juga seperti itu tapi Yadi yang paling sering menanyakan keadaannya. Sebenarnya Rachel menyematkan nama Guardian Angel buat Yadi tanpa Yadi ketahui karena Rachel betul-betul merasa dijaga oleh Yadi, Rachel bahkan tidak peduli entah Yadi suka apa tidak dengan nama itu.

“Tapi Chel, jangan pernah benci sama dia, dia masih tetap sahabat kita dan kita akan berusaha memahami apa sebab dia pergi. Anak-anak yang lain juga selalu kangen kok sama dia dan selalu berharap kalau suatu hari dia memutuskan buat kembali ke kita. Udahlah kita nggak usah bahas itu lagi, kamu udah siap kan buat masuk kampus bareng-bareng kita.” Lihatlah, Yadi mempunyai hati seperti malaikat bukan? Sejahat apapun sahabatnya, meninggalkannnya tanpa alasan apapun bahkan tanpa salam apapun tapi dia akan terus berusaha mengerti semuanya.

Rachel mengulas senyum lebar, “Iya, aku mau rasain ngampus bareng kalian.”

“Woi berduaan mulu, ayo sini, tiramisu bikinan Liora udah jadi ini!” teriak salah satu sahabat mereka, Jovan.

Yadi berdiri dan mengulurkan tangannya ke Rachel, “Ayo, kita isi perut dulu sebelum menghadapi hari-hari selanjutnya.” Rachel tersenyum dan membalas uluran tangan Yadi, mereka kemudian berlari menuju sahabat-sahabatnya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Bisakah Untuk Tidak Memilih

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cowokku Lebih Muda
8.9
Hubungan cinta Andini dengan Alex, pria yang terpaut usia jauh lebih muda, kini berada di ujung tanduk. Badai menerpa asmara mereka saat sosok masa lalu yang sangat dinanti-nantikan oleh Andini mendadak datang kembali. Kehadiran pria tersebut seketika memicu dilema besar dalam batin Andini. Ia pun terdesak di antara dua pilihan sulit. Akankah jalinan kasihnya bersama Alex mampu bertahan, atau justru cinta lama yang akan kembali bertahta di hatinya?
Sampul Novel Hasrat Yang Tertunda
8.2
Hidup penulis naskah terkenal, Megan White, berubah drastis setelah kecelakaan tragis yang menimpanya. Ia terbangun di kediaman mewah milik seorang miliarder dingin bernama Riley Charles. Secara mengejutkan, Riley langsung mengklaim Megan sebagai istrinya. Kini, ketenangan hidup Megan sirna sepenuhnya karena ia terjebak dalam status baru sebagai nyonya di istana megah Riley yang penuh dengan misteri.
Sampul Novel My Absurd CEO
8.8
CEO berusia 28 tahun, Enzo Delwyn, membuat heboh karena mendekati Aylin, siswi kelas XI SMA. Berbeda dari bos korporat biasa, Enzo berpenampilan sangat tidak lazim. Namun, di balik keunikannya, ia dan sang kakak membawa misi terselubung untuk membalas dendam kepada Aylin atas peristiwa masa lalu. Kini, Enzo pun terjebak dalam dilema besar antara menuntaskan rencana pembalasan tersebut atau menyerah pada perasaannya. Apakah ia akan tetap melanjutkan ambisi dendamnya?
Sampul Novel My Destiny (Pewaris untuk Sang Kaisar)
9.1
Putri Xiara dari Kerajaan Guangshu harus rela menikahi Kaisar Li Qiang yang kejam demi kedamaian rakyatnya. Di dalam Istana Jin yang penuh intrik dan kebencian para selir, ia berjuang bertahan hidup sendirian. Selain melindungi diri, Xiara mengemban misi berat untuk melahirkan pangeran penerus takhta. Mampukah ia menghadapi kerasnya kehidupan istana dan meluluhkan hati dingin sang kaisar demi menuntaskan takdirnya?
Sampul Novel RAHASIA SANG BODYGUARD
8.3
Hidup Kinara berubah menjadi teror mengerikan. Demi keselamatan, ia menyewa bodyguard tampan bernama Satria. Meski begitu, Nara tetap waspada karena baginya ketampanan adalah tipu daya. Saat Satria mulai mendekatinya, sebuah rahasia gelap perlahan terungkap. Identitas asli sang pengawal ternyata adalah Ghazi Ammar Fahrezi, sosok misterius yang terhubung erat dengan trauma masa lalu Nara yang sangat kelam.
Sampul Novel Sugar Daddy I Love You (21+)
9.0
Clara menaruh hati pada Mark, ayah tirinya yang berkebangsaan Amerika. Meski tahu ini salah, ia nekat ingin merebut pria itu dari sang ibu. Di luar dugaan, Mark merespons perasaan Clara, memicu hubungan gelap yang penuh gairah di antara mereka. Di tengah pengkhianatan ini, Clara bertekad untuk sepenuhnya mengikat hati Mark. Bisakah ia memilikinya lebih dari sekadar kekasih rahasia? Kisah romansa dewasa khusus pembaca usia 21 tahun ke atas.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan