APKDock Logo
Sampul Novel My Absurd Ning

My Absurd Ning

9.4 / 10.0
Zora Alifia adalah santriwati pembuat onar yang kerap memicu kekacauan di pesantren. Tingkah lakunya sering kali membuat sang sepupu, seorang Gus bernama Emir, merasa kewalahan. Meski berulang kali ditegur, sikap membangkang Zora justru memicu ketegangan di antara mereka. Demi mendisiplinkannya, Emir akhirnya melontarkan ancaman pernikahan. Tak disangka, gertakan tersebut berhasil mengubah Zora menjadi sosok yang jauh lebih rajin dan taat menjalani kehidupan di pondok.

My Absurd Ning Bab 1

Seorang gadis berhijab putih yang di sampirkan ke pundaknya, nampak sedang makan dengan sebelah kakinya di angkat naik ke kursi.

Seorang laki-laki setengah baya datang sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan putrinya itu. Ia mendekati anak gadisnya sambil geleng-geleng kepala.

"Astaghfirullah Zora. Anak perempuan gak boleh gitu kakinya." Tegur sang Papah.

"Enak tau Pah pas makan kaki di angkat satu kaya gini. Lagian Zora kan udah terbiasa." Acuhnya.

Pria itu merasa kesal dengan perilaku putrinya yang nampak tak mau mendengarkan nasehatnya sama sekali. Mata pria itu terarah pada ujung hijab gadis itu yang kini di sampirkan ke pundak.

Ia pun menarik ujung hijab itu dan merapihkannya hingga pada posisi yang benar.

"Cara kamu berjilbab salah Zora. Kamu jangan ikut-ikutan trend anak jaman sekarang, yang harus kamu ikuti dalam berpakaian adalah ajaran Rasulullah. Rasullullah memerintahkan bagi seorang wanita untuk melebarkan jilbabnya agar menutup seluruh tubuh mereka. Bukan menjadikan jilbab kamu ini, hanya kain yang kamu kira untuk penutupi kepala saja." Gadis bernama Zora itu terdiam menunduk.

"Maaf Pah." Balasnya merasa bersalah.

"Ilmu agama adek tuh kurang Pah, pondokin ajalah." Seorang laki-laki tampan berperawakan tinggi datang sambil merapihkan almamater kampusnya.

"Apaan si Bang Aldan ih." Kesal Zora dengan Abang nya itu.

"Kelakuan kamu makin hari makin absurd tau gak. Jangan pikir kalo Abang gak tau kalo kemarennya kamu pulang di anterin cowok." Celetuk Aldan. Sontak Zora langsung melotot terkejut mendengar pernyataan abangnya itu. Tau dari mana dia?

Mendengar itu Respati sang Papah pun melotot terkejut. Apa iya Putri nya sampai nekad melanggar larangannya sampai ke hal yang selama ini paling di larangnya?

"Benar itu Zora?" Respati pun terbangun dengan hati dongkol. Matanya menatap tajam ke arah sang putri dengan serius.

"Enggak Pah." Sangkal Zora namun, di matanya masih bisa terlihat dengan jelas kebohongan yang Ia sembunyikan.

"Jawab jujur!" Sentak Respati membuat Zora kaget dan memejamkan mata.

Isak tangis terdengar dari mulutnya. Badannya bergetar ketakutan melihat Papahnya semarah itu. Makanan yang awalnya sedang Zora nikmati pun menjadi tak nafsu lagi rasanya.

"Pah udah pah." Almi sang Mamah pun datang dan mengelus pundak sang suami mencoba meredam amarahnya.

"Gimana Papah gak marah Mah? Zora pulang di anterin cowok loh. Papah kecolongan ini!"

Suasana menjadi panas dan menegangkan. Amarah Respati semakin memuncak dengan tatapan mengarah ke Zora yang kini sedang menunduk ketakutan.

"Jawab jujur Zora! Papah gak pernah mengajarkan kamu untuk berbohong, kan?" Jantung Zora semakin terpacu mendengar sentakan Papah nya.

"I__iya Pah." Akui Zora akhirnya, walaupun gemetaran.

"Siapa dia?". Tanya Respati dengan nada rendah dan dingin.

Zora terdiam sesaat hingga akhirnya Ia pun mengumpulkan keberanian untuk menjawab.

"Rayan." Balas Zora.

"Dia siapa kamu?"

"Pacar."

Prang....

Mendengar ucapan yang keluar dari mulut putrinya, semakin membuat emosi Respati tak stabil. Ia sampai refleks tak sadar membanting piring.

Semuanya memekik terkejut dengan tindakan Respati barusan. Terutama Zora yang sudah terisak-isak.

Sedangkan Aldan sang Abang hanya terdiam dengan rasa bersalah. Ia pikir ucapannya tadi tak akan membuat masalah sebesar ini, Ia fikir Papahnya hanya akan memarahi Zora ringan dan menasehatinya saja. Tapi siapa sangka masalahnya malah menjadi serumit dan sepanas ini.

Ia pun awalnya menduga bahwa laki-laki yang bersama Zora hanyalah teman sekelasnya saja. Tapi Aldan benar-benar terkejut dengan pengakuan Zora barusan yang menyatakan bahwa laki-laki itu adalah pacarnya.

"Pah, istighfar turunkan emosi Papah. Kita bisa bicarakan ini baik-baik." Nasehat Almi merasa tak tega melihat sang suami yang terpuruk dan sang Putri yang nampak ketakutan

"Astaghfirullah hal'adzim." Respati mengusap dadanya pelan sambil melafadzkan istrigfar beberapa kali.

Tiba-tiba saja terdengar isakan dari mulut Respati hingga membuat semuanya terdiam.

"Papah minta Maaf mah. Papah gagal dalam prihal mendidik Zora, Papah kecolongan. Papah minta Maaf." Respati menunduk dengan rasa bersalah. Melihat hal itu, Almi semakin merasa tak tega dengan suaminya.

Ia tau bagaimana hancurnya hati suaminya itu saat larangan yang selama ini selalu di wanti-wanti nya untuk tidak di lakukan kedua anaknya, kini di langgar oleh putrinya.

Sedari dulu Ia dan Respati selalu mewanti-wanti kedua anaknya untuk tidak berdekatan dengan lawan jenis secara berlebihan apalagi sampai menjalani hubungan haram semacam pacaran. Sedangkan kini tanpa sepengetahuan mereka, Zora melanggar larangan itu. Pantas saja, kan mereka marah dan kecewa?

Kini Almi yang mulai menatap Zora tajam. Tatapannya sangat mengintimidasi hingga membuat Zora kembali gemetaran.

"Mamah gak mau tau, putuskan pacar kamu sekarang! Dan mulai sekarang tidak boleh ada penolakan lagi untuk mamah dan Papah tempatkan kamu di pesantrennya Om Razka." Sontak mendengar itu Zora langsung menangis dan menghampiri Almi.

"Mah jangan dong Mah, Zora gak mau di pesantren... Zora mau di rumah aja." Zora menatap sang Mamah dengan tatapan memohon.

Almi memalingkan wajahnya tak mau termakan rasa kasihan lagi. Kali ini Ia harus tega demi kebaikan putrinya.

"Nurut atau Mamah nikahkan kamu dengan Emir." Ancam Almi.

"Kan Kak Emir sodara Zora Mah mana bisa?" Almi menatap ke arah Zora dengan ketus.

"Siapa bilang gak bisa? Dia bukan mahram kamu, lagian kalian juga sepupu jauh. Jadi sah-sah saja kalo Papah kamu nikahin kamu sama dia." Balas Almi santai.

"Mah jangan dong Mah." Mohon Zora sambil memegangi tangan Mamah nya mencoba membuatnya iba.

Almi dengan kesal langsung menarik tangannya membuat Zora terkejut dan mengerjap.

"Pokoknya kalo kamu gak mau putusin pacar kamu dan kamu gak mau masuk pondok, mau gak mau Papah akan menikahkan kamu dengan Emir. Biarkan dia yang memberikan pemahaman untuk kamu." Kini Respati kembali berbicara dengan tegas.

"Pah jangan dong Pah, Zora kan masih sekolah masa mau di nikahin." Zora kini berpindah memegang tangan Papah nya.

"Pilihan kamu hanya dua, masuk pesantren atau menikah dengan Emir." Zora berdecak malas dengan pilihan itu. Pilihan yang sama-sama tak Ia harapkan.

"Kalo kamu diam Papah anggap kamu memilih menikah. Okeh besok Papah ke rumah Om Razka dan meminta putranya untuk kamu." Sontak mendengar hal itu Zora langsung melotot.

"Papah.... Jangan dong Pah Zora gak mau nikah sama Kak Emir, Zora masih sekolah Pah. Lagian Zora juga gak cinta sama dia." Rengek Zora.

"Jadi kamu mau masuk pesantren?" Tanya Respati lagi. Dengan berat hati akhirnya Zora pun mengangguk saja.

"Putuskan pacar mu" kata Almi kali ini terdengar lembut.

"I__iya Mah"

Lanjut Membaca

Daftar Isi My Absurd Ning

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Akulah Cintamu
9.3
Pasca panggilan video terakhir, suami Kayra lenyap tanpa jejak, meruntuhkan dunianya dan memaksanya membesarkan dua anak sendirian. Di tengah perjuangan berat ini, ia dipertemukan kembali dengan Damar, adik ipar yang menaruh dendam padanya akibat skandal masa lalu yang melibatkan saudari kembar Kayra. Sempat menolak mengakui sang keponakan, kemiripan fisik bayi tersebut akhirnya meluluhkan kerasnya hati Damar. Mampukah takdir baru ini mengembalikan kebahagiaan Kayra yang sempat sirna?
Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika, ibunya yang butuh biaya medis besar dan donor organ langka, Alya terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran Niko, seorang miliarder yang sangat mendambakan anak, untuk menjadi ibu pengganti. Meski awalnya didasari keputusasaan, kedekatan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan ini pun diuji saat sebuah rahasia besar terkuak, memaksa keduanya memaknai ulang arti cinta serta keluarga.
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Dunia dokterku hancur saat merawat Evelyn Santoso, pasien VIP yang menangisi tunangannya. Pria di foto itu adalah Bima, suamiku, yang ternyata bernama asli Brama Wijaya, seorang taipan kejam. Saat Brama datang, ia sama sekali tidak mengenaliku. Ia memeluk Evelyn dan membisikkan janji manis yang dulu sering ia katakan padaku. Melalui tatapan matanya yang sangat dingin, Brama menegaskan bahwa pernikahan kami hanyalah sebuah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan