APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak dalam Tipu Daya

Terjebak dalam Tipu Daya

Kehidupan pernikahan Sarah Gibson yang berusia 30 tahun mulai terganggu oleh insomnia parah akibat tekanan pekerjaan yang luar biasa. Atas rekomendasi penuh perhatian dari adik sepupunya, Sarah akhirnya menemui seorang hipnoterapis profesional yang diharapkan mampu meredakan stres dan membantunya tidur nyenyak kembali. Namun, sesi terapi tersebut justru membawa dampak yang tidak terbayangkan. Sarah kini terjebak dalam situasi yang menguji pertahanan dirinya di hadapan sang terapis.
Bab
Bagikan

Bab 1

Namaku Sarah Gibson, seorang perempuan berusia 30 tahun yang sudah menikah.

Tekanan pekerjaan yang terlalu besar, membuatku mengalami insomnia dan sudah berhari-hari tidak bisa tidur nyenyak.

Setelah mengetahui hal itu, adik sepupuku dengan perhatian mengenalkanku pada seorang hipnoterapis.

Katanya, dia bisa membantu meredakan kesulitan tidur dan stres yang aku alami.

Memikirkan bahwa insomnia ini makin parah dan sudah memengaruhi kehidupanku, aku pun memutuskan untuk mencobanya.

Hanya saja, yang tidak pernah kuduga adalah...

Hipnoterapis ini membuatku begitu sulit untuk menahan diri...

Baru saja aku selesai mandi dan keluar dari kamar mandi, terdengar suara bel pintu dari luar.

Setengah jam sebelumnya, aku menerima kabar dari adik sepupuku, Rosie Cox bahwa dia akan datang menemuiku. Tanpa pikir panjang, aku segera mengenakan handuk dan buru-buru membuka pintu.

Tidak disangka, begitu pintu terbuka, yang kulihat adalah seorang pria tinggi dan tampan berusia sekitar 27 atau 28 tahun.

Dia mengenakan pakaian santai dan di tangannya membawa sebuah koper kecil.

"Apa Anda Nona Sarah? Saya hipnoterapis yang diperkenalkan oleh Nona Rosie, sepupu Anda. Nama saya Henry Mason."

Dia menyapaku sambil tersenyum, suaranya lembut dan penuh daya tarik.

Tubuhnya tegap dan gagah, parasnya tampan dengan garis wajah tegas. Lengan kemeja yang digulung memperlihatkan otot yang proporsional dan indah.

Melihat tatapannya yang sedikit menghindar, aku refleks menunduk dan menatap diriku sendiri.

Saat itu, aku baru menyadari handuk yang kupakai sedikit melorot beberapa sentimeter. Bagian yang sebelumnya tertutup rapat kini samar-samar memperlihatkan lekuk tubuh.

Pipiku terasa menghangat, rona merah perlahan muncul di wajahku.

Tubuhku... juga mulai diliputi sensasi panas yang tidak terkendali.

Bukankah janji pertemuannya jam tiga sore? Kenapa baru pukul satu dia sudah datang?

Untuk memastikan tidak ada kekeliruan, aku memintanya menunggu sebentar di depan pintu, lalu diam-diam memotret dirinya dan menghubungi Rosie.

"Rosie, sudah lihat foto yang kukirim? Hipnoterapis yang kamu kenalkan padaku itu benar dia?"

"Iya, Kak, memang dia. Malam nanti dia masih punya klien lain, makanya aku minta dia datang lebih awal."

"Henry ini hipnoterapis yang hebat banget. Aku sudah menunggu lama untuk bisa menjadwalkannya untukmu."

Setelah menutup telepon, aku menarik napas panjang.

"Maaf membuatmu menunggu. Silakan masuk."

"Duduklah sebentar, aku ganti baju tidur dulu..."

Baru saja hendak masuk ke kamar, Henry tiba-tiba menarikku.

Tingginya yang mencapai 185 sentimeter berdiri di hadapanku, memberi tekanan yang begitu kuat.

"Sebenarnya... tidur tanpa baju sangat bermanfaat untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik. Nona Sarah, mengapa Anda nggak mencobanya?"

Setelah mengatakannya, tangannya yang besar menyusuri pinggangku, lalu jemarinya menekannya dengan pas.

Aku terpaku di tempat.

Pikiran yang sejak tadi menggelayut di benakku menjadi makin kuat.

"Anda hanya perlu menyelimuti tubuh Anda, lalu berbaring dengan posisi yang Anda suka."

Mengingat kondisiku yang makin buruk dan mendengar penjelasannya yang terdengar masuk akal, aku ragu sejenak, lalu memutuskan untuk mengikuti sarannya.

Setelah mempersiapkan semuanya, aku memanggil Henry masuk ke kamar.

Dia duduk di tepi ranjangku, lalu mulai melakukan hipnotis padaku.

Sepuluh menit kemudian, meskipun ada rasa kantuk, aku tetap tidak bisa tertidur.

Namun, karena di balik selimut tipis ini aku hampir sepenuhnya telanjang, perasaan malu sekaligus berdebar membuatku sama sekali tidak bisa tidur.

Melihat bulu mataku masih bergetar saat menutup mata, Henry menghela napas pelan. "Masih nggak bisa tidur? Sepertinya insomnia Anda memang cukup parah."

Aku tersenyum getir. "Ya, agak parah. Nggak apa-apa, hanya saja nggak kusangka akan sampai seperti ini."

Baru saja aku ingin mengatakan untuk mengakhirinya saja, Henry sudah memotong ucapanku, "Kalau menidurkan Anda dengan cara ini nggak berhasil, kita harus ganti cara lain."

"Cara apa?" tanyaku dengan nada heran.

"Pijatan adalah salah satu cara paling efektif untuk membuat seseorang benar-benar rileks. Dengan meredakan tekanan dan kecemasan, tubuh dan pikiran menjadi lebih santai, sehingga dapat memperbaiki kualitas tidur."

Aku menatapnya dengan kaget. "Kamu juga bisa memijat?"

Henry menaikkan alisnya. "Apa Rosie nggak memberitahu Anda?"

Tiba-tiba aku teringat, Rosie memang pernah menyebutkan bahwa Henry punya satu kemampuan lain yang sangat hebat.

Jangan-jangan, yang dimaksud adalah ini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menyerah, Memilih Pergi
9.8
Bertahun-tahun Naira tulus mengabdi menjadi istri Danang sekaligus ibu tiri bagi Arka. Malangnya, segala pengorbanan itu hanya dibalas kebekuan sikap dan cercaan. Batas kesabarannya habis ketika sebuah serangan keji mengancam nyawanya, namun suami dan anak tirinya justru tega mengabaikan jeritan minta tolongnya. Kecewa berat akibat pengkhianatan kejam di saat kritis tersebut, Naira akhirnya memutuskan bangkit dan melangkah pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menganggapnya ada.
Sampul Novel Ambil Kembali Hatiku
9.7
Hari ulang tahun Sena yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir. Namun, kepedihan Sena kian berlipat ganda karena sikap dingin suaminya. Pria itu tidak hanya mengabaikan hari lahir Sena, tetapi juga memilih absen dari upacara pemakaman ibu mertunya. Sang suami justru melangkah pergi ke bandara demi menjemput wanita yang selama ini menjadi dambaan hatinya, meninggalkan Sena dalam kesendirian dan luka batin yang mendalam.
Sampul Novel Istri Tercampakkan, Legenda Hukum Bangkit
8.9
Demi menjadi istri idaman Baskara Wijoyo, aku rela melepas karier hukum selama tiga tahun. Namun, pengorbananku sia-sia saat Baskara membiarkan lenganku melepuh demi melindungi mantan kekasihnya, Aurelia, dari tumpahan kopi. Kecewa dengan sikapnya, aku memilih pergi. Kini, aku terlahir kembali di ruang sidang sebagai Nemesis, pengacara tangguh tak terkalahkan. Aku siap meruntuhkan reputasi Baskara dalam kasus terbesar yang tengah ia hadapi.
Sampul Novel Mantan Istriku yang Penurut Adalah Seorang Bos Rahasia?!
9.4
Tiga tahun Emilia menjadi istri yang patuh bagi Brandon, namun diceraikan demi perempuan lain. Pasca-perceraian, Emilia bangkit sebagai sosok kuat yang sangat berbeda. Brandon terkejut mendapati identitas rahasia mantan istrinya sebagai peretas, dokter, hingga pembalap. Saat Brandon berusaha mengejarnya lagi, Emilia memilih menikmati kebebasan dan memamerkan keahliannya yang luar biasa. Brandon harus menerima fakta bahwa Emilia adalah bos rahasia.
Sampul Novel Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur
9.3
Akibat kesalahpahaman di hotel, Almira terpaksa menikah dengan Adrian Elvano karena desakan keluarga besar. Meski Adrian menolak keras dan bersikap dingin akibat trauma masa lalu, pernikahan tetap terjadi. Almira yang bekerja sebagai guru les anak Adrian pun dianggap sebagai beban tak kasat mata. Di tengah kepedihan batin tinggal di rumah asing tersebut, Almira mendapat peluang emas untuk kuliah di luar negeri. Kini ia dilema: bertahan dalam luka atau pergi demi lembaran baru.
Sampul Novel Tunanganku Menikah dengan Sainganku
8.4
Akibat alkohol oplosan, Julia pingsan dan terancam lumpuh akibat kerusakan saraf. Saat menguji kesetiaan Cayden Hewitt, sang tunangan justru bersikap dingin dan menyebut rivalnya, Liam, sebagai calon suaminya. Kecewa melihat Cayden bermesraan dengan Vivian, Julia pun memutuskan untuk menikahi Liam. Namun, ketika Julia hendak melangkah pergi, Cayden yang didera penyesalan mendalam memohon agar ia bertahan dan mengakui tidak bisa hidup tanpanya.