APKDock Logo
Sampul Novel Kematian Anakku, Perceraianku!

Kematian Anakku, Perceraianku!

9.2 / 10.0
Kematian tragis Louis di bilik kamar mandi dengan luka kepala parah menjadi awal kehancuran rumah tangga ibunya. Thomas, sang suami sekaligus kepala sekolah, justru mengabaikan putranya yang sekarat demi menyelamatkan anak dari cinta pertamanya. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Louis hanya meminta ibunya untuk memercayainya. Di hari pemakaman, Thomas yang tidak tahu putranya telah tiada justru menelepon dan mengancam akan menghabisi Louis. Keputusan bulat pun diambil untuk mengakhiri pernikahan mereka.

Kematian Anakku, Perceraianku! Bab 1

Putraku meninggal di bilik kamar mandi yang sempit. Kepalanya pecah.

Ketika suamiku yang merupakan kepala sekolah datang, dia malah menggendong putra cinta pertamanya ke ambulans dan pergi begitu saja.

Sebelum meninggal, putraku menghiburku, "Mama, jangan nangis. Nggak apa-apa kalau Papa nggak percaya padaku. Aku sama sekali nggak sedih. Aku cuma butuh Mama percaya padaku ...."

Pada hari pemakaman putraku, aku menelepon Thomas.

Thomas malah membentakku, "Lengan Xander harus dijahit gara-gara dilukai putramu! Kalau terus buat masalah, aku bakal menghabisinya setelah pulang nanti!"

Putramu? Aku menatap kepala putraku yang berlubang dan tidak mengeluarkan darah lagi. Mata putraku terpejam.

Benar, Louis putraku. Jadi, Thomas, karena putraku sudah meninggal, aku dan kamu tidak punya hubungan apa-apa lagi.

"Louis, jangan takut. Mama sudah telepon ambulans. Bertahan sebentar lagi ya!"

Di lantai, terlihat noda darah yang panjang sampai bilik kamar mandi. Mataku sakit melihatnya. Itu adalah darah anakku saat melarikan diri ke kamar mandi.

Entah setakut dan sesakit apa anakku saat itu .... Aku menahan luka di kepala Louis, tetapi darah mengalir keluar tanpa henti. Aku tidak bisa menghentikan darahnya.

Di luar, terdengar sirene ambulans. "Louis, ambulans sudah tiba! Kamu bakal selamat!"

Pada saat yang sama, Thomas menggendong seorang anak laki-laki dan berlari ke arah ambulans dengan cepat. "Xander, jangan takut. Aku nggak bakal membiarkanmu kenapa-napa."

Ambulans datang dan pergi dengan cepat. Aku tidak bisa memercayai penglihatanku. Aku buru-buru berseru, "Jangan pergi! Aku yang panggil ambulans! Thomas, Louis nggak kuat lagi! Cepat kembali! Thomas, kumohon ...."

Tidak ada yang memperhatikan bahwa korban yang sesungguhnya sudah sekarat. Aku menelepon Thomas sekali dua kali, tetapi tidak ada jawaban.

Kali ketiga aku ingin menelepon, tangan Louis yang dipenuhi darah menggenggam pergelangan tanganku. "Mama, nggak usah telepon lagi .... Papa nggak bakal kembali ...."

Air mataku sontak berderai. "Mama nggak telepon dia. Mama telepon ambulans. Ambulans akan segera datang."

"Aku sudah sesak ...." Tangan Louis terasa dingin, lebih dingin daripada ubin. "Maafkan aku, Mama. Kelak aku nggak bisa melindungimu lagi. Di kehidupan selanjutnya, kamu harus jadi mamaku lagi ya? Tapi, aku nggak mau Papa lagi ...."

Usai berbicara, tangan Louis sontak terkulai lemas. Jantungku seolah-olah berhenti berdetak. Saat berikutnya, aku merasakan sakit yang dahsyat di hatiku.

Aku tidak memedulikan darah yang terus mengalir itu. Sambil menggendong Louis, aku berlari ke rumah sakit. Darah Louis mengalir mengenai leherku. Rasanya panas.

"Jangan takut, Louis. Kalau ambulans nggak menunggumu, Mama bakal gendong kamu ke rumah sakit."

Untungnya, ada orang baik yang mengantar kami ke rumah sakit. Aku berlutut dan memohon, tetapi dokter menggeleng kepadaku.

"Anakmu sudah meninggal sejak tadi. Aku turut berduka."

"Sembarangan! Dia nggak mungkin mati! Dia jelas-jelas bicara denganku tadi! Dokter, kumohon .... Selamatkan dia ...."

Pandanganku kabur. Hatiku terasa sakit. Sinar matahari jelas-jelas begitu terik, tetapi pandanganku tiba-tiba menggelap.

....

Pada hari pemakaman Louis, aku menelepon Thomas. Setelah tiga hari berlalu, panggilan akhirnya tersambung.

"Thomas, Louis ...."

"Jangan sebut nama itu di depanku! Anak sialan itu membuat Xander hampir kehilangan lengannya! Gimana Xander bisa main piano lagi? Raya sampai pingsan beberapa kali karena menangis. Entah gimana kamu mendidik anak ...."

Aku tidak ingin mendengar makian Thomas lagi, jadi langsung mengakhiri panggilan. Nyawa harus dibayar dengan nyawa. Aku akan membuat mereka merasakan penderitaan Louis berkali-kali lipat! Selain itu, Thomas, sudah saatnya pernikahan konyol ini diakhiri!

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kematian Anakku, Perceraianku!

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Kali Ini, Aku Pilih Pergi
9.5
Unggahan viral mengungkap pengkhianatan Bondan yang merayakan ulang tahun cinta sejatinya bersama putra mereka di hari jadi pernikahannya dengan Sofia Jayadi. Saat membereskan dekorasi yang sia-sia, Sofia menerima telepon suaminya yang mencoba mencari alasan. Namun, mendengar tawa sang anak yang ingin menginap di rumah wanita itu membuat Sofia tersadar. Tanpa kemarahan, Sofia memilih merelakan segalanya. Kali ini, dia memutuskan pergi dan meninggalkan suami serta anaknya.
Sampul Novel Pesona Bodyguard Tampan
9.7
Pernikahan yang batal di hari H membuat July hancur hingga jatuh sakit. Namun, usai keluar dari rumah sakit, ia bertekad bangkit dan melupakan masa lalu yang kelam. Dalam upaya menyembuhkan luka hatinya, July justru menemukan kenyamanan baru. Ia mulai menjalin hubungan dekat yang tak terduga dengan David, sosok pengawal pribadi setia yang selalu ada untuk menjaga dan mendampinginya melewati masa-masa sulit tersebut.
Sampul Novel Rahasia Suami Terbongkar di Meja Pendaftaran
8.0
Demi sekolah internasional sang putra, Edy, Anida Kusuma menyiapkan berkas selama setahun. Namun di hari pendaftaran, suaminya, Eric Sudrian, justru menuduhnya bertindak sepihak. Situasi memanas saat staf administrasi mengungkap bahwa Anida bukan istri sah Eric di sistem. Tanpa diduga, Viona Hakana muncul membawa akta nikah sah dengan Eric sejak empat tahun lalu—tepat di hari pertunangan Anida dan Eric. Kebohongan manis yang dipercayai Anida selama tujuh tahun kini hancur tak bersisa.
Sampul Novel REVENGE OF OFFENDED
9.4
Kehidupan damai Darrendra Smith hancur total sejak sang ibu tiada. Walau sudah berjuang keras menyelamatkannya, ia malah dituduh sebagai pembunuh dan pembawa petaka oleh ayah serta kelima kakak laki-lakinya. Kebencian yang membara membuat keluarga Smith memutuskan hubungan darah secara sepihak. Darrendra pun diusir paksa dari rumahnya sendiri, menanggung fitnah kejam atas tragedi yang tidak pernah ia lakukan.
Sampul Novel Tante, mau kan jadi Mamaku?
9.7
Kehidupan tenang Intan, seorang mahasiswi, terusik sejak Mahardika menjadi tetangga barunya. Meski duda tersebut sangat tampan, ulah nakal putrinya yang bernama Bella justru kerap membuat Intan naik darah. Bella sangat terobsesi menjadikan Intan sebagai ibu tirinya, tetapi Intan bersikeras menolak demi kedamaiannya. Saking nekatnya, Bella bahkan menghasut sang ayah memakai pelet agar rencana itu berhasil. Sanggupkah Intan bertahan menolak tawaran konyol ini?
Sampul Novel WEDDING TEARS
9.7
Relia Wijaya harus merelakan sang kekasih akibat perjodohan sepihak dari paman dan bibinya. Alih-alih mendapatkan kebahagiaan, ia justru terikat pernikahan dengan lelaki arogan bermuka dua yang penuh dendam. Kehidupan Relia hancur saat menyadari perasaannya sengaja dipermainkan. Di balik kepedihan dan air mata yang terus mengalir, ia akhirnya tahu bahwa dirinya hanyalah korban dari skenario keji sang suami yang bertekad merusak hidupnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan