APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak dalam Tipu Daya

Terjebak dalam Tipu Daya

Kehidupan pernikahan Sarah Gibson yang berusia 30 tahun mulai terganggu oleh insomnia parah akibat tekanan pekerjaan yang luar biasa. Atas rekomendasi penuh perhatian dari adik sepupunya, Sarah akhirnya menemui seorang hipnoterapis profesional yang diharapkan mampu meredakan stres dan membantunya tidur nyenyak kembali. Namun, sesi terapi tersebut justru membawa dampak yang tidak terbayangkan. Sarah kini terjebak dalam situasi yang menguji pertahanan dirinya di hadapan sang terapis.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah mendapatkan persetujuanku.

Henry mengeluarkan satu per satu barang dari kotak kecil seperti alas sekali pakai, handuk kecil, minyak esensial, dan sebagainya.

Dia juga mengeluarkan sebatang lilin.

Setelah lilin dinyalakan, aroma segar dan wangi segera memenuhi ruangan.

"Silakan gunakan handuk ini untuk menutupi tubuh Anda, lalu panggil saya."

Melihat wajahku yang tampak canggung, Henry tersenyum dan berkata, "Kami sebagai terapis sudah melihat terlalu banyak tubuh, nggak akan timbul pikiran macam-macam. Di mata kami semua sama saja, seperti sebuah model anatomi."

Usai berkata begitu, dia pun berbalik keluar dari kamar.

Melihat sikapnya yang tenang, aku pun menghapus keraguan di hati.

"Tenang saja, kami semua profesional."

Henry yang menyadari kecemasanku kembali menenangkanku sambil tersenyum.

"Yang perlu Anda lakukan hanya rileks dan menikmatinya."

Setelah mengatakannya, Henry menyingkap handuk yang menutupi tubuhku, lalu naik ke ranjang. Dengan posisi duduk di samping kakiku, dia menuangkan minyak esensial ke punggungku.

Rasanya dingin dan licin.

Belum sempat bereaksi, begitu tangannya menyentuh kulitku, tubuhku refleks bergetar.

Aku menggertakkan gigiku dan menenggelamkan wajahku ke bantal.

"Nggak disangka, Nona Sarah bukan hanya cantik, tapi juga punya tubuh yang sangat indah."

Ucapan yang tiba-tiba itu membuat wajahku memerah.

Tubuhku memang nyaris sempurna.

Tinggi 165 sentimeter, wajah cantik, kulit putih, payudara proporsional, dan kaki jenjang.

Sejak menikah, suamiku sering dinas ke luar kota dan jarang di rumah.

Sepertinya, dia juga tidak terlalu berminat pada hal-hal seperti itu.

Kalaupun ingat, dia selalu melakukannya dengan terburu-buru, sehingga aku kerap merasa tidak pernah terpuaskan.

Sekarang, mendengar perkataannya, aku hanya bisa tersenyum pahit dalam hati.

Aku tidak sengaja menoleh dan menyadari bahwa Henry sudah bertelanjang dada.

Henry jelas terlihat sering berolahraga. Otot dadanya bidang, ditambah delapan otot perut yang sempurna.

"Kenapa kamu melepas bajumu?"

Dia dengan lembut menekan tubuhku yang semula kutopang dengan tangan, membuatku perlahan kembali terbaring.

"Baju terlalu membatasi gerakan saya saat memijat. Jangan khawatir, cukup pejamkan mata dan nikmati saja."

Sambil berkata begitu, tangannya tetap lincah bergerak.

Setiap gerakan penuh dengan godaan.

Hembusan napasnya mengenai kulitku, menimbulkan rasa kesemutan yang menjalar.

"Belum pernah saya lihat pinggang seramping ini di usia Nona Sarah, sungguh sempurna." Henry memegang pinggangku, lalu meremasnya pelan sambil berbicara.

Belum sempat aku bereaksi, tangannya sudah meluncur dari pinggang ke pangkal paha.

Aku sontak menegang, otakku seakan kosong. Aku hanya berbaring di ranjang tanpa berani bergerak.

Aku tidak bisa menahan diri, tubuhku merinding dan kedua kakiku bergetar pelan.

Saat aku hendak marah, tangannya kembali ke punggung, sambil mengucap pujian tanpa ragu.

Melihat dia tidak melangkah lebih jauh, aku menghela napas lega, tubuhku pun mulai rileks.

Anehnya, meskipun tadi Henry sempat menyentuh pahaku, aku tidak terlalu marah. Justru setelah tangannya kembali, ada rasa kehilangan yang sulit dijelaskan.

Terdengar tawa kecil di belakang, diiringi hembusan hangat yang menyapu kulitku. "Jangan tegang, saat pijat wajar kalau ada reaksi, itu normal.

Saat Henry menebak isi hatiku, napasku tersengal dan jantungku berdegup kencang. Kedua kakiku tanpa sadar menegang.

Dalam keheningan kamar, suara napasku yang terengah dan dentuman jantung terdengar begitu jelas.

Tiba-tiba, ponselku berdering. Itu telepon dari suamiku.

Suamiku hanya menanyakan di mana letak pisau cukurnya, belum sempat aku berkata lebih banyak, dia sudah buru-buru menutup telepon.

Melihat itu, Henry pura-pura berkata santai, "Sepertinya hubungan Anda dengan suami nggak begitu baik. Maaf kalau lancang, apa kehidupan di ranjang juga nggak terlalu memuaskan?"

Begitu kata-katanya terucap, pipiku langsung merona merah.

"Anda salah paham. Maksud saya, hal itu terkadang juga memengaruhi kualitas tidur. Sebagai hipnoterapis, memahami kondisi pasien secara menyeluruh adalah prosedur dasar."

"Terkadang, ketika masalah itu teratasi, gejala insomnia pun menghilang. Pernahkah Nona Sarah terpikir untuk mencoba dengan orang lain?"

Nada suaranya entah kenapa memunculkan kesan ambigu, yang terus-menerus membangkitkan hasratku.

Aku mencintai suamiku, aku tidak boleh melakukan hal seperti itu. Itu pengkhianatan terhadap pernikahan.

"Sudahlah, aku nggak mau pijat lagi."

Aku menundukkan kepala dengan panik, berusaha diam-diam menyingkirkan tangannya.

Begitu hendak turun dari ranjang dengan berselimut kain, aku kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Henry, yang membuatnya ikut terjatuh ke lantai.

Seluruh tubuhku menimpanya, aroma hormon maskulinnya memenuhi indraku, membuat pipiku memerah hebat.

Aku buru-buru hendak bangkit, tetapi aku malah terpeleset lagi dan hampir terjatuh dari ranjang.

Aku menjerit pelan dan refleks melingkarkan tanganku ke lehernya. Seketika kepalaku terasa berputar dan napasku tersengal-sengal.

Henry merangkul pinggangku, menahan tubuhku agar berdiri. Jari-jarinya yang lain kembali menyentuh pahaku. Seketika tubuhku seperti tersengat listrik, lemas tidak bertenaga.

Malu dan marah bercampur jadi satu, aku menatapnya tajam.

Suara Henry terdengar menggoda, "Nona Sarah, sikap Anda yang menolak, tapi seolah mengundang ini... Apa Anda sengaja memancing hasrat saya?”

Seluruh dirinya memancarkan daya tarik seksual. Baik otot-otot yang berisi maupun sorot mata yang menggoda, cukup membuat wajahku memanas seketika.

Aku menarik napas dalam-dalam, benakku dipenuhi bayangan-bayangan yang tidak pantas, sementara hatiku diliputi rasa yang campur aduk.

Begitu pikiran itu muncul, wajahku mendadak memerah. Aku buru-buru mengibaskan tangan sambil berkata, "Nggak... bukan begitu."

Meskipun Henry tampan dan berkarisma, aku sudah menikah, jadi tidak boleh berbuat yang melampaui batas.

Melihatku seperti ini, senyum di sudut bibirnya makin lebar, suaranya terdengar ambigu dan menggoda.

"Apa Rosie pernah memberitahu Anda kalau saya punya cara ketiga untuk hipnotis?"

Aku begitu tegang hingga gigiku gemeretak. Jemariku mencengkeram ujung kain, aku sama sekali tidak berani bergerak.

Henry terkekeh pelan, lalu menekan tubuhku ke ranjang. Otot perutnya yang hangat menempel erat.

Dalam sekejap, udara dipenuhi aroma hormon yang menggetarkan.

Mataku terbelalak dan pikiranku kosong. Aku hanya bisa pasrah ketika kedua kakiku perlahan dipisahkan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B20952" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B20952
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menyerah, Memilih Pergi
9.8
Bertahun-tahun Naira tulus mengabdi menjadi istri Danang sekaligus ibu tiri bagi Arka. Malangnya, segala pengorbanan itu hanya dibalas kebekuan sikap dan cercaan. Batas kesabarannya habis ketika sebuah serangan keji mengancam nyawanya, namun suami dan anak tirinya justru tega mengabaikan jeritan minta tolongnya. Kecewa berat akibat pengkhianatan kejam di saat kritis tersebut, Naira akhirnya memutuskan bangkit dan melangkah pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menganggapnya ada.
Sampul Novel Ambil Kembali Hatiku
9.7
Hari ulang tahun Sena yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam ketika sang ibu mengembuskan napas terakhir. Namun, kepedihan Sena kian berlipat ganda karena sikap dingin suaminya. Pria itu tidak hanya mengabaikan hari lahir Sena, tetapi juga memilih absen dari upacara pemakaman ibu mertunya. Sang suami justru melangkah pergi ke bandara demi menjemput wanita yang selama ini menjadi dambaan hatinya, meninggalkan Sena dalam kesendirian dan luka batin yang mendalam.
Sampul Novel Istri Tercampakkan, Legenda Hukum Bangkit
8.9
Demi menjadi istri idaman Baskara Wijoyo, aku rela melepas karier hukum selama tiga tahun. Namun, pengorbananku sia-sia saat Baskara membiarkan lenganku melepuh demi melindungi mantan kekasihnya, Aurelia, dari tumpahan kopi. Kecewa dengan sikapnya, aku memilih pergi. Kini, aku terlahir kembali di ruang sidang sebagai Nemesis, pengacara tangguh tak terkalahkan. Aku siap meruntuhkan reputasi Baskara dalam kasus terbesar yang tengah ia hadapi.
Sampul Novel Mantan Istriku yang Penurut Adalah Seorang Bos Rahasia?!
9.4
Tiga tahun Emilia menjadi istri yang patuh bagi Brandon, namun diceraikan demi perempuan lain. Pasca-perceraian, Emilia bangkit sebagai sosok kuat yang sangat berbeda. Brandon terkejut mendapati identitas rahasia mantan istrinya sebagai peretas, dokter, hingga pembalap. Saat Brandon berusaha mengejarnya lagi, Emilia memilih menikmati kebebasan dan memamerkan keahliannya yang luar biasa. Brandon harus menerima fakta bahwa Emilia adalah bos rahasia.
Sampul Novel Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur
9.3
Akibat kesalahpahaman di hotel, Almira terpaksa menikah dengan Adrian Elvano karena desakan keluarga besar. Meski Adrian menolak keras dan bersikap dingin akibat trauma masa lalu, pernikahan tetap terjadi. Almira yang bekerja sebagai guru les anak Adrian pun dianggap sebagai beban tak kasat mata. Di tengah kepedihan batin tinggal di rumah asing tersebut, Almira mendapat peluang emas untuk kuliah di luar negeri. Kini ia dilema: bertahan dalam luka atau pergi demi lembaran baru.
Sampul Novel Tunanganku Menikah dengan Sainganku
8.4
Akibat alkohol oplosan, Julia pingsan dan terancam lumpuh akibat kerusakan saraf. Saat menguji kesetiaan Cayden Hewitt, sang tunangan justru bersikap dingin dan menyebut rivalnya, Liam, sebagai calon suaminya. Kecewa melihat Cayden bermesraan dengan Vivian, Julia pun memutuskan untuk menikahi Liam. Namun, ketika Julia hendak melangkah pergi, Cayden yang didera penyesalan mendalam memohon agar ia bertahan dan mengakui tidak bisa hidup tanpanya.