APKDock Logo
Sampul Novel Anak Kembar Rahasia Milyader

Anak Kembar Rahasia Milyader

9.2 / 10.0
Akibat kekeliruan kecil di depan Ben Clayton, CEO New York yang sangat berkuasa, hidup Ivy Anderson kini terancam. Ben yang terobsesi mulai melancarkan siasat licik untuk menjebak Ivy, bahkan mendekati anak kembar Ivy, Terra dan Terry. Demi melindungi buah hatinya, Ivy terpaksa menyerah pada ancaman kejam pria tersebut. Mampukah Ivy melarikan diri dari jeratan berbahaya ini, atau ia akan selamanya terjebak dalam kendali dominasi Ben yang gelap?

Anak Kembar Rahasia Milyader Bab 1

"Ben, kau harus segera menikah. Mommy menginginkan cucu darimu," ujar seorang wanita paruh baya yang kini berkacak pinggang tepat di hadapan seorang pria bernama Ben.

Pria yang dipanggil Ben itu memutar mata malas disertai dengan dengusan kesal. Ia mengalihkan tatapannya dari ponsel yang saat ini sedang ia pegang.

"Mom, aku masih berumur 29 tahun! Jangan terus menekanku untuk menikah!" Teriak Ben menimpali perkataan ibunya dengan urat leher yang menonjol.

"Lagipula, jika Mommy mau memaksa untuk menikah, maka suruhlah Steve karena ia adalah kakakku," balas Ben lagi sambil memalingkan tatapannya ke arah lain.

Ini adalah bahasan yang sangat ingin ia hindari. Pernikahan. Hanya satu kata itu saja berhasil membuat Ben yang notebene adalah seorang pria penyuka kebebasan menjadi kesal.

Pria itu tak menginginkan ikatan yang akan membelenggunya. Ben tidak suka di atur oleh orang lain. Karena menurut Ben, pernikahan berarti sama saja dengan menyerahkan setengah kebebasan yang ia miliki pada istrinya nanti.

Sang ibu menghela napas kesal melihat tingkah laku anaknya yang sering membuatnya naik darah. Wanita paruh baya itu mengepalkan tangan dan segera mengambil tas jinjing dengan merek ternama dari atas meja, lalu melemparkannya pada Ben tanpa belas kasih.

"Mommy!" Teriak Ben kaget sekaligus kesakitan karena lemparan wanita itu mengenai tubuhnya. Sang ibu melotot hingga matanya hampir keluar, membuat nyali Ben untuk melawan ibunya menciut saat itu juga.

"Mommy menyuruhmu menikah karena Mommy khawatir pada pergaulanmu, Ben. Mommy hanya tak mau kau pergi ke klub malam dan membawa wanita jalang ke rumah ini,"

"Kalau begitu aku akan memanggil para pelacur itu ke apartemenku saja,"

"Bukan itu maksudku,"

Wanita itu memijat kepalanya karena merasa pusing dengan tingkah laku anak bungsunya yang semakin menjadi jadi. Ia merasa gagal menjadi ibu karena Ben menjadi anak yang pembangkang dan sangat sulit untuk diatur. Mungkin salahnya juga karena selalu memanjakan anak itu.

"Ben, ibu melakukan hal ini demi kebaikanmu. Jika kau memiliki istri, setidaknya kau tak akan berteriak marah saat para pelacur itu tak bisa memuaskanmu,"

Omongan ibunya terdengar frontal dan sangat vulgar, membuat Ben yang mendengarnya langsung malu. Wajah Ben memerah sempurna sampai ke telinga dengan tangan mengepal. Pria dewasa yang hampir mencapai umur tiga puluh tahun itu tak menyangka jika ibunya akan tahu akan rahasia kecilnya yang satu ini.

"Ibu, aku tidak—"

"Ibu akan mencarikan calon istri untukmu. Suka tidak suka, kau harus menerimanya Ben. Ibu tidak mau lagi mendengar alasanmu,"

Ben mengerang kesal mendengar keputusan ibunya. Dengan amarah yang membludak, Ben segera berdiri dan meninggalkan ruang tamu menuju ke garasi mobil. Ia harus menenangkan pikirannya yang saat ini tengah kacau balau.

"Ben! Jangan pergi!"

Ben tak mendengar perkataan ibunya. Ia segera mengendarai mobil Lamborghini mewah yang baru saja ia beli seminggu yang lalu menuju ke sebuah bar ternama di kota New York. Mobil mewah itu melesat membelah jalanan dengan apik, membuat decakan iri bagi para pengendara lain yang melewatinya.

Tak membutuhkan waktu yang lama, cukup 10 menit saja mobil Lamborghini milik Ben kini telah tiba di sebuah bar ternama di kota New York. Setelah memarkirkan mobilnya ditempat parkiran khusus, Ben pun segera melangkahkan kakinya menuju  ke dalam bar itu.

Saat baru saja masuk, Ben langsung disambut oleh teman lamanya, Archer yang merupakan pemilik bar mewah paling bergensi di kota New York. Ben mengenal Archer sejak sekolah menengah atas karena merasa memiliki hobi yang sama, yakni mengoleksi para perempuan cantik untuk di "mainkan".

"Wow dude. Aku tak menyangka kau akan datang lagi ke barku," ujar Archer dengan senyuman ramah. Ia segera mengalungkan tangannya di pundak milik Ben dan segera menyeret pemuda itu menuju kemeha bartender.

"Apa yang ingin kau minum?"

"Vodka satu botol,"

Archer melotot saat mendengar pesanan dari kawan lamanya. Ia segera menolehkan kepalanya dan menatap Ben dengan tatapan tak percaya.

"Satu botol? Kau mau membunuh dirimu sendiri?"

"Tidak perlu banyak bertanya dan berikan pesananku. Aku ingin meringankan kepalaku yang terasa berat ini,"

Archer menghela napas kasar lalu segera meminta bartender untuk menyiapkan pesanan milik Ben. Pria berambut cepak dengan kebangsaan Kanada itu berjanji akan menghentikan Ben apabila pria itu sudah mabuk berat.

"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu untuk menyambut tamu lainnya. Kau diamlah disini dan minumlah dengan tenang. Jika butuh sesuatu, panggil aku,"

Archer menepuk bahu milik Ben dan segera pergi dari tempat duduknya setelah mengatakan hal itu. Ben yang tak peduli mengendikkan bahu, lalu segera meminum minumannya seperti tengah meneguk air putih.

Saat sudah meneguk setengah botol dari minuman alkohol itu, kepala Ben terasa berat dan matanya berkunang kunang. Pria itu merasa tubuhnya sangat ringan. Wajahnya memerah dengan bau Vodka yang begitu menyengat dari mulutnya.

Karena merasa pusing luar biasa, Ben pun meninggalkan bar milik Archer setelah membayar Vodka yang belum habis. Pria itu berjalan menuju parkiran dengan langkah sempoyongan. Sedikit saja ditepuk, sepertinya Ben akan jatuh.

Saat berada di dalam mobil, mata cokelat miliknya tanpa sengaja menangkap seorang gadis cantik yang melintas di depannya. Gadis itu mengenakan sweater putih dengan celana jeans yang membentuk lekuk tubuhnya yang begitu indah. Wajah boneka itu membuat Ben merasakan sesuatu yang ingin meledak dalam dirinya.

Tanpa ragu, Ben segera menghampiri gadis itu, lalu menyeretnya ke gang sepi yang sangat jarang dilalui oleh orang lain. Gadis itu memberontak dan berteriak, namun Ben tampaknya tak peduli.

"Diamlah, jalang sialan. Lebih baik kau mendesahkan namaku saja daripada memberontak seperti ini," ujar Ben dengan nada kesal karena gadis di hadapannya terus menerus melakukan perlawanan.

"Tidak! Aku akan melawanmu untuk menjaga kehormatanku, Tuan. Lebih baik lepaskan aku!" Ujar gadis itu berteriak.

Ben yang merasa pusing dengan ocehan itu segera membungkam mulut gadis yang tak ia kenal itu dengan sebelah tangan, lalu merobek paksa baju yang dikenakan oleh gadis itu dengan tangan lainnya. Gadis itu menangis dalam dekapan Ben.

"Jangan menangis, sayang. Karena aku akan membuatmu melupakan segalanya malam ini," Ben berkata dengan nada seduktif untuk menenangkan gadis itu. Namun sayang, bukannya tenang, air mata gadis itu malah semakin deras.

Dan peristiwa mengerikan di malam itu pun dimulai. Ben memperkosa gadis itu tanpa rasa kasihan, mengabaikan teriakan dan umpatan yang dilayangkan oleh gadis itu padanya.

Yang ada dalam kepala Ben saat ini hanyalah memuaskan napsunya saja. Pria itu bahkan tak menggunakan pengaman untuk kegiatan gilanya ini.

Setelah selesai, Ben pun pingsan karena kelelahan sekaligus efek dari alkohol yang ia minum. Pria itu langsung terbaring di gang kecil di sana.

Gadis yang diperkosa oleh Ben memeluk tubuhnya sendiri sambil menangis. Dengan tubuh gemetar dan rasa sakit yang menjalar pada bagian bawahnya, ia mengambil pakaian milik Ben dan menggunakan benda itu pada tubuhnya. Gadis itu pun berjalan dengan terpincang meninggalkan Ben sendirian di gang mengerikan itu.

Pada pukul 3 pagi, Ben pun terbangun dari pingsannya. Pria itu memegang kepalanya yang terasa berdenyut. Rasa pusing yang mendera kepalanya terasa semakin menjadi jadi. Dengan sisa kesadaran yang ada, ia pun segera memanggil Archer itu membawa dirinya ke apartemen.

Archer pun datang tak lama kemudian. Pria berambut cepak itu terlonjak kaget saat melihat Ben yang tampak begitu berantakan, dengan bau sperma yang menguar dari tubuh pria itu. Selain itu, Archer juga menemukan tetesan darah dan juga sweater putih milik wanita di tanah.

"Sialan! Kau sudah melakukan apa sampai seperti ini, Ben? Apa kau memperkosa seseorang?"

"Jangan banyak bicara dan bawa aku ke apartemenku. Kepalaku sakit," bentak Ben sambil memegang kepalanya yang terasa berat.

Archer mendengkus kesal lalu segera membopong sahabatnya itu menuju ke garasi, dan mengantarkan pria itu pulang ke apartemen miliknya, melupakan kegiatan panas dan gadis cantik itu begitu saja.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Anak Kembar Rahasia Milyader

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Gairah Cinta Crazy Rich Muda
8.9
Pernikahan paksa Satria Abraham dan Alira Maulidina sejak awal dirancang untuk selesai dalam satu tahun. Namun, situasi berubah total setelah kekasih Satria mengkhianatinya melalui skandal video viral. Satria berbalik mengejar cinta Alira dan bertekad membatalkan kesepakatan cerai mereka. Hambatan terbesar Satria kini adalah Adam, sosok pria yang sangat dicintai oleh Alira. Satria pun harus berjuang keras demi mempertahankan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Hukuman atas Impulsif Mahasiswi Tercantik
9.2
Seorang mahasiswi yang terbiasa menikmati kehidupan bebas dengan banyak pria mengira takdirnya akan terus seperti itu. Namun, pandangannya berubah total setelah ia bertemu dengan pacarnya saat ini, sosok yang ia yakini sebagai cinta sejati. Sayangnya, hubungan romantis mereka terbentur sebuah rahasia intim yang sulit diungkapkan, karena sang kekasih ternyata memiliki keterbatasan fisik di ranjang. Kisah romantis remaja modern ini menyoroti perjuangan batin dan komitmen di tengah ujian yang tak terduga.
Sampul Novel Mundur Setelah Dipoligami
9.5
Sembilan tahun lebih menikah, Khanza Almira dikhianati oleh Bram Radita yang melakukan poligami secara rahasia dengan gadis yang lebih muda. Enggan berbagi suami dan demi mempertahankan kehormatannya, Khanza memilih berpisah dan melayangkan gugatan cerai. Setelah resmi menjalani hidup masing-masing, apakah perpisahan ini akan menjadi titik akhir hubungan mereka, ataukah takdir justru akan mempertemukan mereka kembali di masa depan?
Sampul Novel My Sugar Daddy is a Monster
8.4
Demi bertahan hidup, Lylia Prozky yang lugu terpaksa menjadi sugar baby bagi Dante Prime, pengusaha kejam sekaligus monster dunia bawah yang tak kenal ampun. Di saat Lylia mendambakan cinta sejati, ia justru terjebak dalam obsesi dan sikap posesif Dante yang kian membara saat ada pria lain mendekat. Kini, Lylia harus berjuang menghadapi ancaman musuh yang mengintai sekaligus jeratan perasaan dari sang monster yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Terbelenggu Obsesi Sang CEO
9.1
Lima tahun berlalu, dendam Xavier pada Clara akibat patah hati masa lalu belum juga padam. Namun, krisis keluarga justru memaksa sang CEO menjadi pelindung bagi wanita yang dibencinya itu. Di tengah berbagai ancaman berbahaya, kebencian Xavier bergeser menjadi obsesi yang begitu kuat. Terjebak dalam situasi rumit, hubungan keduanya kian intens hingga batas antara rasa benci dan cinta yang membara perlahan-lahan mulai memudar.
Sampul Novel The Ex Brother
9.3
Sebagai pemberontak di keluarga Oxley, ZeeZee Dimitri sangat membenci ketidakadilan. Namun, hidupnya berubah drastis saat Rhys, kakak sulungnya yang kejam, mulai mengendalikan dirinya secara penuh. Alih-alih terus merasa terancam, ketakutan ZeeZee perlahan sirna dan berubah menjadi kenyamanan. Situasi kian rumit ketika rahasia bahwa ia bukan anak kandung terungkap. Di tengah krisis identitas dan ketertarikan mendalam pada Rhys, mampukah cinta mereka bersatu?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan