APKDock Logo
Sampul Novel TAKDIR CINTA DARI ALLAH

TAKDIR CINTA DARI ALLAH

9.2 / 10.0
Syifa dan Devan harus menghadapi kenyataan pahit ketika dipaksa menikah dengan orang asing yang baru mereka kenal dalam hitungan jam. Pernikahan mendadak tanpa landasan cinta ini kian rumit karena Devan sebenarnya sudah punya kekasih dan siap bertunangan. Di tengah situasi pelik yang mengancam masa depannya, mampukah mereka menerima takdir pernikahan tanpa rasa ini, atau justru memilih untuk menentangnya?

TAKDIR CINTA DARI ALLAH Bab 1

“Kriiinnngg.....kriinnnggg...kriiinggg..” suara jam berdering pukul 03.00 membangunkan gadis cantik dari tidurnya.

As-Syifa Anaya Khumaira, atau yang sering disapa Syifa. Gadis berparas cantik dengan mata yang meneduhkan, pipi yang sedikit berisi, dan bibir yang mungil.

Setelah mendengar jam berbunyi dia bangun dan bergegas kekamar mandi untuk mandi dan mengambil wudhu. Setelah itu dia menunaikan shalat tahajud dan membaca Al-Qur’an sembari menunggu adzan subuh berkumandang. Saat sudah memasuki waktu subuh Syifapun menunaikan sunnah dua rakaat sebelum subuh dan dilanjutkan shalat subuh.

Setelahnya Syifa kembali Mengulang hafalan Al-Qur’annya, biasanya dirinya akan melakukan murajaah hinggah waktu dhuhah tiba, tapi untuk kali ini dirinya hanya sampai pukul 06.00 saja karena Syifa harus bersiap untuk mengikuti peragaan busana di kota Jakarta.

Yaa, Syifa adalah seorang desainer muda yang berbakat. Setelah menyelesaikan pendidikannya selama empat tahun di Istanbul Turki, kini syifa telah menyandang gelar S1 tafsir Al-Qur’an dan D2 tata busana, Syifa kembali ke negara kelahirannya dan menjadi seorang desainer muda sekaligus membantu Abinya di pesantren sebagai guru tafsir Al-Qur’an.

Syifa adalah putri pertama dari Pak Rahmad dan ibu Nisa, pemilik salah satu pesantren di kota Bandung. Dia memiliki adik perempuan yang kini telah menempuh pendidikan di Kairo Mesir.

“Assalamualaikum Abi, umi.” Ucap Syifa menghampiri abi dan uminya yang berada di ruang makan.

“Waalaikum salam neng geulis, tumben anak umi jam segini udah turun ? Bukanya hari ini kamu nggak ada jadwal ngajar ?” Tanya umi yang heran karena baru pukul 07.30 tapi syifa sudah turun. Biasanya dia akan turun pukul 08.30, kecuali saat ada jam mengajar pagi dia akan turun pukul 07.00 dan menunaikan dhuha di Mushola pondok bersama santriwati disana.

“Iya umi, hari ini Syifa nggak ada jadwal ngajar, tapi masa umi lupa kalo hari ini Syifa ada jadwal peragaan busana di salah satu Mall di kota Jakarta.” Jawab Syifa dengan cemberut karena uminya tidak mengingat jika hari ini adalah hari penting untuk Syifa.

“Oh iya Umi lupa, hampura ya Neng Umi lupa.” Ucap umi.

“Ini ada apa atuh pagi-pagi kok udah ada yang cemberut aja, kumaha anak gadis pagi-pagi kok udah cemberut pamali loh, nanti jodohnya Om-om”. Goda Abi saat melihat Syifa yang sedikit badmood.

“Nggak papa Om-om yang penting sholeh, faham agama dan bisa bimbing Syifa menujuh Jannah.” Jawab Syifa bercanda.

“Awas loh Neng omongan adalah Do’a.” Goda umi.

“Sudah-sudah, ayo kita sarapan, kamu jadi berangkat jam berapa Neng ?” Tanya Abi pada Syifa.

“Nanti jam 08.00 Bi, soalnya nanti peragaan busananya jam 10.00, Abi sama Umi jadi datang kan ?” Tanya Syifa memastikan jika abi dan uminya bisa menghadiri acara pentingnya itu.

"Iya, Inshaa Allah nanti Abi sama Umi datang, kalau kamu berangkat sekarang berarti nggak bareng sama Abi sama Umi dong Syif ?” Tanya umi pada Syifa.

“Iya umi syifa kan harus cek in akhir juga sama model-model Syifa yang akan mengenakan baju rancangan Syifa, siapa tau nanti ada yang kurang pas, jadi Syifa masih bisa memperbaikinya.” Jelas syifa pada uminya.

“Lah terus kamu berangkat sama siapa Fa, dianter sama kang Giman ya.?” Tawar Abah yang tidak tega jika melihat putrinya harus menaiki kendaraan umum.

“Iya Bi nggak papa.” Ucap Syifa mengiyakan tawaran abinya, jika tidak akan jadi panjang urusannya nanti.

“Yaudah ayo sarapan dulu, nanti kamu terlambat lagi.” Ucap umi.

Mereka pun sarapan bersama dan sesekali membahas tentang kemajuan pesantren yang dipimpin oleh Abinya Syifa.

Setelah sarapan Syifapun bergegas pamit dan minta do’a pada abi dan umi agar diberi kelancaran segalanya.

“Abi, Umi Syifa pamit dulu ya, maaf ya Umi Syifa nggak bisa bantuin Umi hari ini.” Ucap Syifa tidak enak, pasalnya biasanya dirinya yang membantu umi mengurus pekerjaan rumah, tidak ada asisten disana karena rumah Syifa juga tidak terlalu besar.

“Tidak apa-apa sayang, Syifa berangkat aja, hati-hati ya dijalan jangan lupa berdoa biar semua dilancarkan. Nanti kalau Abi sama Umi sudah sampai disana Umi bakal hubungi Syifa.” Ucap Umi.

“Iya Umi, kalau gitu Syifa pamit dulu ya Umi Abi, mohon doanya ya.” Ucap Syifa kemudian menyalami tangan kedua orang tuanya.

“Iya Neng hati-hati ya “ ucap Abi.

“Assalamualaikum.” Pamit syifa kemudian berangkat.

“Waalaikum salam.” Jawab Abi dan Umi bersamaan.

Disepanjang perjalanan menuju Mall, Syifa memandangi jalanan dari jendela mobil dan menikmati hamparan kebun teh, hingga sampai akhirnya sampai di kota Jakarta, dia melihat berbagai gedung-gedung tinggi di sana, dirinya tidak menyangka jika dirinya bisa sampai dititik ini.

Menjadi seorang desainer adalah cita-citanya sedari kecil. Dirinya sering membuat gambar-gambar desain baju yang begitu cantik, meski baju tertutup tapi tidak tertinggal zaman. Dan kini akhirnya dirinya bisa mengikuti peragaan busana dengan baju rancangannya sendiri. Didalam hatinya tak henti-hentinya dirinya mengucap syukur pada Allah Swt.

Saat asyik dengan lamunannya, Syifa melihat seorang bapak-bapak yang sepertinya sedang kesakitan dipinggir jalan, dengan memegangi dadanya. Syifa yang tidak tegapun menyuruh supirnya untuk berhenti sebentar dan menghampiri bapak tersebut.

“Kang, kang maaf berhenti dulu kang.” Ucap Syifa.

“Kenapa neng, ada yang ketinggalan ?” Tanya kang Giman kemudian memberhentikan mobilnya tepat di belakang mobil bapak-bapak tadi yang dilihat Syifa.

“Enggak kang, kang Giman tunggu sebentar ya disini.” Ucap Syifa lalu keluar dan berjalan kearah laki-laki tersebut.

“Astaghfirullah bapak, bapak kenapa pak ?” Tanya Syifa yang mencoba menolong bapak tersebut yang sudah tergeletak di jalan.

Namun, laki-laki tersebut sudah tidak sadarkan diri.

“Astaghfirullah, kumaha ini ya Allah.” Ucap Syifa bingung.

Kemudian Syifa memanggil kang Giman agar keluar dari mobil.

"Kang, kang Giman, keluar kang tolongin Syifa kang.” Teriak Syifa.

“Astaghfirullah ini kenapa neng, neng kenal ?” Tanya kang Giman yang juga panik.

“Udah nanti saya jelasin, sekarang tolong bantuin saya bawa masuk bapak ini kemobil kita, lalu kita antar ke rumah sakit terdekat dulu.” Ucap Syifa.

Kemudian kang Giman memampa bapak tersebut kedalam mobil mereka, sedangkan Syifa mengambil hp bapak tadi yang tergeletak di jalan dan mengamankannya terlebih dulu.

Dan mereka berjalan menuju ke rumah sakit terdekat.

“Ayo kang cepetan, tapi hati-hati ya.” Ucap Syifa tegang.

“Iya neng siap.” Ucap kang Giman lalu menginjak gas mobilnya.

Saat sampai di rumah sakit kang Giman keluar terlebih dulu untuk meminta pertolongan suster untuk membawa bapak tersebut ke UGD.

“Maaf ya Mbak, Mbak gak bisa masuk, silahkan Mbak urus administrasi juga pendaftaran dulu di resepsionis, biar dokter yang memeriksa keadaannya, apakah Bapak tadi keluarga Mbak ?” Tanya suster.

“Eum, bukan Sus tadi saya melihat Bapak tersebut di jalan terus saya bawa kesini.” Jawab Syifa.

"Kalau begitu mbak bisa menghubungi keluarga pasien dan mengurus administrasinya dulu.” Ucap suster.

“Baik Sus, terima kasih.” Ucap Syifa, yang kemudian berjalan menuju meja resepsionis.

Saat berjalan menuju meja resepsionis, Syifa mendapat telvon dari sahabatnya yang saat itu akan menjadi modelnya.

Kriiiiiiiiinnnnggggg.......

“Halo Syifa, kamu kemana ? katanya udah berangkat, kok nggak sampai-sampai ? Kamu nggak apa-apa kan Syif ?” Ucap sahabat Syifa khawatir.

“Assalamualaikum Zell, iya aku nggak papa Zell, ini aku lagi dirumah sakit, sebentar lagi aku nyampai kesana.” Jawab Syifa.

“Hah,,,, kok bisa dirumah sakit? Siapa yang sakit Syiff ?” Tanya zella panik.

“Kalau ada yang ngucapin salam itu dijawab dulu Zell.” Tegur Syifa.

“Eh iya, waalaikum salam Syiff.” Jawab Azell.

“Nanti aku ceritain, sekarang aku mau ngurus administrasi dulu, kamu siap-siap dulu ya. Tenang aja, inshaa Allah semuanya baik-baik aja kok” ucap Syifa menenangkan sahabatnya.

“Yaudah, kamu hati-hati ya Syiff.” Ucap Azell.

“Iya, inshaa Allah Zell, yaudah sampai ketemu disana ya Zell, Assalamualaikum”. Ucap Syifa kemudian mematikan telvonya.

“Waalaikumsalam” jawab Azell.

Sebelum menuju meja resepsionis, Syifa ingat kalau tadi dia memegang hp bapak tersebut.

“Aku buka nggak ya, tapi kalau nggak aku buka aku nggak bisa nungguin Bapak ini disini terus, aku harus ke tempat peragaan sekarang. Emmmm.... yaudah deh, aku coba cari nomor keluarganya. Bissmillah, maaf ya Pak saya izin buka hp Bapak buat nyari nomor keluarga Bapak.” Ucap Syifa yang berdialog sendiri.

Setelah menyalakan hp tersebut, untungnya nggak dikunci hpnya jadi dia bisa membukanya.

“Alhamdulillah nggak ada password-nya.” Ucap Syifa.

Setelah mencari cari, Syifa menemukan nomor yang sering dihubungi oleh bapak tersebut dengan nama “Putraku Devano”, Syifa yakin jika itu nomor anak dari bapak tersebut. Tanpa pikir panjang lagi Syifa langsung memanggil nomor tersebut.

Terdengar bunyi telpon tersambung, tak lama kemudian ada jawaban dari panggilannya tersebut.

Lanjut Membaca

Daftar Isi TAKDIR CINTA DARI ALLAH

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dendam seorang Janda
9.5
Kehidupan Mutia hancur setelah suaminya tewas dalam kecelakaan. Alih-alih mendapat simpati, ia malah difitnah menggoda pria beristri oleh keluarga mendiang suaminya, lalu diusir hingga mengalami insiden tragis yang merusak wajahnya. Lewat operasi rekonstruksi wajah, Mutia terlahir kembali dengan identitas baru. Kini, ia siap menuntut keadilan dan membalaskan dendamnya kepada setiap orang yang telah merusak hidupnya. Simak aksi berani Mutia dalam membalas rasa sakitnya.
Sampul Novel Hati yang Sedang Berperang
8.9
Bahar Asian menjalani hidup penuh tekanan di Midyat akibat kebencian kakeknya, Nasuh, yang memandang rendah statusnya sebagai anak luar nikah. Di tengah penderitaan itu, ia bertemu Emir Demir, pria yang bertekad membalas dendam atas kematian orang tuanya kepada keluarga Asian. Hubungan mereka rumit karena terjebak intrik perjodohan dan manipulasi, namun cinta perlahan tumbuh. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit antara loyalitas keluarga atau perasaan cinta.
Sampul Novel Istri yang Terabaikan
9.7
Lima tahun pernikahan kulalui tanpa kehadiran suami di hari ulang tahunku, yang selalu mengganti kehadirannya dengan uang. Ironisnya, ia justru sibuk menyiapkan pesta untuk Fiona dengan alasan hanya dialah yang Fiona miliki. Saat melihat kemesraan mereka di media sosial pascatragedi kebakaran yang menyisakan trauma mendalam, batasan sabarku habis. Aku pun menuliskan komentar tegas bahwa kini aku merelakan pria tak berguna itu sepenuhnya untuk Fiona.
Sampul Novel Luna Tak Terikat
8.0
Lima tahun memimpin suku, Kaitlin tetap menjaga kesuciannya. Ketika Rosalyn, kakaknya, pulang tanpa keturunan, Phillip Elliott mendadak menuntut seorang pewaris. Hati Kaitlin hancur saat mengetahui niat busuk Phillip yang hanya ingin menjadikannya rahim pengganti untuk menyokong posisi Rosalyn. Merasa dikhianati, Kaitlin memilih pergi dan kembali ke orang tua angkatnya. Tak disangka, Phillip yang biasanya bersikap dingin kini justru memohon padanya untuk kembali dengan penuh keputusasaan.
Sampul Novel Possessive Wife
8.3
Kehidupan pernikahan Ana berubah total sejak ia menemani Andra, suaminya yang merupakan seorang polisi, bertugas di pedalaman Papua. Terpengaruh oleh berbagai rumor, Ana yang semula tangguh kini menjadi sangat posesif, mudah cemburu, dan emosional. Ia kerap memicu pertengkaran hanya untuk mendapatkan perhatian. Meski demikian, Andra selalu menghadapi sikap labil sang istri dengan kesabaran ekstra, menjadi sosok penenang di tengah kobaran api kecemburuan Ana.
Sampul Novel Tuan, Aku Hamil!
9.0
Demi merebut takhtanya kembali, seorang wanita menyamar jadi pembantu di keluarga Hartanta. Meski dihina, ia bertahan demi membalas dendam. Devan dan Talitha terpikat pesonanya, sementara Gavin menyeretnya dalam gairah hingga ia mengandung anaknya. Semua dilakukan demi kekuasaan, bukan cinta. Namun, saat kendali ada di genggamannya, ia ragu apakah identitasnya akan hancur bersama rahasia besar yang tengah dipertaruhkan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan