APKDock Logo
Sampul Novel Pemuas Nafsu Tuan Muda 21+

Pemuas Nafsu Tuan Muda 21+

8.6 / 10.0
Demi memperbaiki taraf hidup neneknya, Nada, siswi SMA, rela mengambil pekerjaan tidak biasa untuk menyusui Daffa yang sedang lumpuh. Interaksi ini terus berjalan sampai fisik Daffa pulih total. Begitu tugasnya selesai dan Nada hendak melangkah pergi, Daffa justru menolak melepaskannya. Rupanya, pemuda itu telah terobsesi dan kecanduan pada sosok Nada. Akankah Nada berhasil meloloskan diri, atau justru terperangkap selamanya dalam jerat Daffa?

Pemuas Nafsu Tuan Muda 21+ Bab 1

"Astaga, Nada. Lihat apa yang terjadi sama payudara kamu!" Nek Siti membelalak dengan suara tercekat. Wanita tua itu menatap pada payudara cucunya dengan raut wajah terkejut.

"A ... ada apa, Nek?" Gadis berwajah cantik alami bernama Nada itu terlihat sangat terkejut mendengar pertanyaan dari neneknya.

"Nada, susu kamu keluar lagi?" tanya Nek Siti lagi, saat ia melihat Nada yang tengah bersiap untuk pergi ke sekolah.

Nada merasakan debaran hatinya meningkat. Wajahnya tertunduk, matanya tertuju pada seragam sekolah yang telah basah oleh rembesan air susu. Sebuah kondisi hormonal yang tidak biasa yang telah menimpa dirinya di usia remaja, meskipun ia belum pernah menikah atau memiliki anak.

"Astaga! Iya, Nek. Aduh, bagaimana ini?" kepanikannya makin menjadi, sambil memandang jam dinding yang menunjukkan waktu sudah sangat siang, sedangkan dia tak ada baju ganti lain.

Dengan tenang, Nek Siti mendekat dan merangkul bahunya.

"Sabar, Nak. Coba sekarang kamu ganti seragamnya, pakai kain tebal di payudara . Semoga itu bisa menahan susu kamu," sarannya dengan lembut.

Nada menggeleng cepat, kebingungan masih terlukis jelas di wajahnya, berat menerima kenyataan yang dihadapinya. Gadis itu menghela nafas berat, matanya nanar menatap seragam sekolah yang sudah basah karena rembesan susu.

"Ini seragam terakhir yang aku punya, Nek," suaranya pelan, hampir tak terdengar.

Rasa cemas bercampur kepasrahan tergambar jelas di wajah tanpa riasan itu. Di sudut rumah yang sederhana tersebut, Nek Siti menggumam keras, mencoba mengumpulkan solusi.

"Coba kamu kenakan seragam SMP-mu, Nak. Itu lebih baik daripada kamu tidak sekolah sama sekali. Para guru pasti akan mencarimu, dan kamu tidak ingin kehilangan beasiswa hanya karena sering absen kan?"

Meskipun tawaran itu keluar dari mulutnya, dalam hati, Nek Siti sendiri terasa hampa, sama kesulitan menemukan jalan keluar bagi cucu tercintanya yang hanya bermodalkan keuletan dan tekad kuat demi masa depan yang lebih baik.

"Nenek benar. Lebih baik aku pakai seragam SMP saja, daripada aku nggak masuk sekolah."

"Cepatlah, Nak!"

Setelah mendapat saran dari Nek Siti, Nada cepat-cepat masuk ke kamar untuk berganti seragam. Baju seragam SMP nya sudah polos dan tak ada atribut apapun, sehingga Nada bisa mengenakannya untuk pergi ke SMA.

Beberapa saat, gadis berwajah cantik dan imut itu sudah keluar dari kamarnya. Baju SMP di tubuhnya terlihat sangat pas, dan bahkan terkesan kekecilan sehingga memperlihatkan dada Nada yang menonjol sangat bes4r. Wajar saja, karena di usianya yang baru 16 tahun, ia sudah memiliki dada besar dengan ukuran 38.

Pinggangnya ramping, leher dan kakinya jenjang dalam balutan kulit putih mulus. Pinggulnya juga besar, membuat bentuk tubuh Nada sangat sempurna bak gitar spanyol paling mahal.

"Kamu sudah siap, Nada?" tanya Nek Siti dengan lembut.

"Sudah, Nek. Mana sumpalannya?" jawab Nada dengan antusias.

"Biarkan Nenek yang memasangkannya," ujar Nek Siti sambil menyumpal kedua dada Nada dengan kain tebal, membuat penampilannya terlihat lebih penuh.

Kancing baju di bagian dada Nada bahkan tak muat untuk dikancingkan, namun hal itu tak mengurangi semangat Nada untuk pergi ke sekolah. Meskipun kini tubuhnya terlihat semakin seksi dan menantang.

"Sudah siap, sekarang kamu bisa berangkat ke sekolah," kata Nek Siti sambil merapikan penampilan Nada.

"Iya, Nek. Aku berangkat dulu. Hati-hati di rumah," balas Nada sambil berlalu menuju sekolah.

Setelah berpamitan kepada neneknya, Nada cepat-cepat berangkat ke sekolahnya dengan berjalan kaki. Karena kebetulan jarak sekolahnya juga tak terlalu jauh.

***

"Astaga! Kenapa rasanya nggak nyaman banget? Apa susu ku merembes lagi?" Nada berjalan cepat melalui koridor sekolah dengan perasaan cemas, karena ia merasa bahwa baju seragamnya mulai basah lagi.

Nada berjalan cepat, melalui beberapa cowok yang kini sedang mematung menatapnya. Tatapan mereka sangat liar dan tak bisa berkedip saat melihat keindahan tubuh Nada dalam balutan seragamnya yang kekecilan.

"Wow, Nada," ujar salah seorang cowok yang tiba-tiba langsung menghadang langkahnya.

Nada tersentak kaget. Namun, ia berpura-pura tidak ketakutan dan justru tersenyum menatap pada cowok itu.

"Hey, Kak Aldo. Apa aku bisa lewat? Maaf, tapi kamu menghalangi jalanku," tegur Nada dengan sopan.

Tatapan Nada terlihat risih saat berhadapan dengan Aldo, karena ia tahu bahwa Aldo adalah cowok yang terkenal paling nakal di SMA nya. Di SMA favorit seperti ini, tentu cowok sekelas Aldo bisa saja diterima karena dia adalah anak orang kaya.

"Oh mau lewat ya?" Aldo menyeringai dengan senyum liciknya.

"Iya."

"Boleh saja, asalkan ...." Aldo mengusap bibir bawahnya dengan ibu jarinya.

Matanya tak hentinya memandang dada Nada yang membusung sangat besar dan kencang.

"Asalkan apa?" Firasat Nada mulai tak enak.

"Asalkan aku boleh menyentuh milikmu yang sangat menggoda itu," tunjuk Aldo yang bersiap mengarahkan telapak tangannya ke payudara Nada yang super jumbo itu.

Nada terkejut dengan perlakuan Aldo. Refleks ia langsung mengangkat tangannya tepat di wajah cowok tampan itu.

Plakk!

"Jangan kurang ajar, Kak!" sentak Nada marah.

"Ah, sialan kamu, Nada!" pekik Aldo marah, karena Nada baru saja menamparnya.

Nada gemetar ketakutan dan segera berlari meninggalkan Aldo beserta kawan-kawannya.

"Bos Aldo, lo baik-baik saja?" tanya seorang temannya.

"Gue baik-baik saja, tapi awas aja tuh cewek. Gue pasti akan beli harga dirinya," geram Aldo marah.

"Iya, Bos. Cewek kayak gitu emang harus dikasih pelajaran," kata yang lain menimpali.

Aldo terus menatap ke arah Nada yang sedang berlari menjauh. Sejurus kemudian, sebuah seringai aneh tercipta di bibirnya.

"Aku pasti akan dapetin kamu, Nada," desis Aldo licik.

Setelah hampir mendapatkan pelecehan dari Aldo, seharian ini Nada memilih untuk tidak istirahat keluar kelas. Dia takut jika sampai bertemu dengan Aldo di luar kelas, dan cowok itu akan kembali melakukan perbuatannya yang tertunda.

Nada memilih untuk tetap berada di kelasnya walaupun jam istirahat. Ia yang masih kelas 2 SMA itu, tentu takut pada Aldo yang merupakan kakak kelasnya karena sudah kelas 3.

Akhirnya tak terasa jam pulang pun tiba. Semua siswa berhamburan pulang, dan begitu juga dengan Nada. Ia pulang berjalan kaki bersama sahabatnya yang bernama Ayu.

"Ayu, kenapa kamu nggak minta dijemput saja sama sopirnya papa kamu?" tanya Nada saat berjalan berdua di bawah terik matahari bersama Ayu.

Nada merasa tak enak, karena sebenarnya Ayu adalah anak orang kaya. Tapi ia malah memilih menemani Nada berjalan kaki dan panas-panasan seperti ini.

"Nggak apa-apa kok, Nada. Nanti setelah sampai di depan rumah kamu, aku juga bakalan dijemput kok. Lagian aku kasihan karena kamu jalan kaki sendirian." Aruna tersenyum.

"Terima kasih banyak ya, Ayu. Kamu sangat baik."

"Sama-sama, Nada."

Sambil terus ngobrol, tanpa terasa kedua gadis itu pun sudah tiba di gang dekat rumah Nada. Benar saja!

Tak lama, datanglah sebuah mobil yang menjemput Ayu. Nada melambaikan tangan pada sahabatnya itu dan bergegas hendak memasuki gang ke rumahnya.

Namun, baru saja Nada melangkah, tiba-tiba ia merasakan sepasang tangan yang membekap mulutnya dengan sesuatu hingga membuat Nada merasa pusing. Gadis itu pun berontak dan meronta-ronta, tapi tubuhnya mulai terasa lemas.

"Lepas!" teriak Nada tertahan, dan setelah itu ia tak tahu lagi apa yang terjadi padanya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Pemuas Nafsu Tuan Muda 21+

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Ashes Of Love (Abu Cinta)
8.3
Tumbuh di panti asuhan, Arkan dan Dinar berjanji untuk menikah. Namun, nasib buruk menjebloskan Arkan ke penjara. Begitu bebas, ia terpukul mendapati Dinar telah menjadi istri orang lain. Pengkhianatan ini mengubah cinta tulus Arkan menjadi kebencian mendalam. Takdir lalu mempertemukan Arkan dengan Kirana, anak tiri Dinar. Pertemuan tersebut membangkitkan dendam lama dan memicu konflik baru yang tak terduga di antara mereka.
Sampul Novel Dosen ku
9.8
Zahra, gadis sederhana berusia 22 tahun, bertekad hidup mandiri tanpa membebani ayahnya yang kaya dengan bekerja di perusahaan Alvino Daffa Haidar. Penampilan anggun Zahra yang syar'i dan natural sukses memikat perhatian. Sementara itu, Alvino dikenal sebagai pewaris dingin dari keluarga terkaya di Indonesia. Tanpa disangka, ayah Alvino telah merencanakan perjodohan dirinya dengan putri dari sahabat lamanya. Siapakah sosok wanita yang akan mendampingi takdir Alvino?
Sampul Novel MEMBAKAR GAIRAH
9.4
Tragedi hotel sepuluh tahun lalu memisahkan cinta Joshua dan Reinata. Kini, takdir mempertemukan mereka lagi dalam situasi rumit: Joshua kembali sebagai kekasih Kayla, putri tiri Reinata. Didorong cemburu dan rasa cinta yang belum mati, Reinata berniat menggoda Joshua untuk merebutnya kembali. Akankah Joshua terjerat gairah terlarang dengan calon ibu mertuanya? Bagaimana nasib hati Kayla jika rahasia kelam masa lalu calon suaminya ini terbongkar?
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando memendam obsesi kelam pada Laily, adik tirinya yang santun. Suatu malam, ia nekat mencoba melecehkan Laily saat gadis itu hendak beribadah. Beruntung, Abdi yang sedang mabuk datang menolong. Namun nasib malang menimpa Abdi ketika ia justru difitnah sebagai pelaku asusila tersebut. Akibat salah paham yang berkembang, Abdi pun terpaksa menikahi Laily demi bertanggung jawab atas tuduhan keji yang menjerat dirinya.
Sampul Novel Satu-PD176
9.5
Sinta dan putrinya terdesak oleh serangan musuh Leo, suaminya. Di tengah bahaya, pengawal dari Leo justru melarikan diri. Sinta mencoba menghubungi suaminya berkali-kali tanpa hasil, hingga Yosan sang kakak datang menyelamatkan. Ketika panggilan ke-99 akhirnya dijawab, Leo malah mengampuni si pengawal walau putri mereka telah tewas. Kecewa berat atas pengkhianatan ini, Sinta yang merupakan pengusaha senjata terbesar memilih bercerai dan memutus seluruh pasokan senjata untuk Leo.
Sampul Novel Terpaksa Kawin Kontrak
9.1
Aletha terjebak situasi pelik setelah membatalkan pernikahan dengan Ronald yang ketahuan telah beristri. Kini, ia harus mengembalikan mahar besar yang telanjur dipakai melunasi utang keluarganya. Jika gagal, ia terpaksa menjadi istri kedua pria itu. Di saat kritis, Athala, atasannya di kantor, datang menawarkan kawin kontrak dengan imbalan fantastis. Aletha pun didera dilema antara menjaga kesucian pernikahan atau menerima tawaran sang bos demi lepas dari Ronald.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan