APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Ternyata Adalah Bosku

Suamiku Ternyata Adalah Bosku

Demi sang kakek, Sabrina nekat menikahi pria asing lewat kontrak. Setahun hidup terpisah, sang suami tiba-tiba meminta cerai via pesan singkat. Sabrina setuju lalu bekerja sebagai staf humas di Grup Seja di bawah pimpinan CEO bernama Mario. Siapa sangka, Mario adalah suami misteriusnya yang dikenal setia. Saat Sabrina berusaha bersikap profesional, Mario justru mendekatinya dan menolak bercerai. Rahasia identitas ini pun memicu dilema besar di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Di Bandara Kota Sema, Sabrina Andarias berdiri menunggu di area tunggu dengan koper besar di kakinya.

Dia melirik jam tangannya lagi. Sudah tiga puluh menit berlalu sejak dia turun dari pesawat. Namun, suami yang menikahinya setahun yang lalu tidak terlihat di mana pun.

Dia mengipasi dirinya dengan jari-jarinya sambil mengernyit. Sabrina sudah memiliki kesan buruk terhadap seseorang yang belum pernah dia temui.

Seharusnya ini menjadi pertemuan pertama mereka. Bagaimana pria itu bisa datang terlambat?

Saat Sabrina menyaksikan orang-orang datang dan pergi, dia pun mengingat pernikahannya yang dilaksanakan secara terburu-buru.

Itu terjadi setahun yang lalu setelah kakeknya menderita penyakit parah.

Sabrina yang saat itu sedang berada di luar negeri bergegas pulang menemuinya. Saat itulah kakeknya menyatakan bahwa dia berharap melihatnya segera menikah.

Sabrina ingin menolak permintaannya. Namun, ketika dia teringat bagaimana kakeknya telah mengadopsinya dari panti asuhan dan membesarkannya hingga menjadi dewasa, dia tidak sampai hati untuk mengecewakannya.

Karena itulah, dia menikah dengan pria yang dipilihkan kakeknya untuknya, seorang pria yang belum pernah dia temui.

Calon suaminya tidak hadir pada hari pernikahan mereka. Ada orang lain yang turun tangan untuk mendaftarkan pernikahan mereka.

Sabrina sama sekali tidak mengenal suaminya sendiri. Yang dia ketahui hanyalah namanya dan pria itu adalah seorang pengusaha.

Sampai hari ini, Sabrina tidak yakin apakah pilihan yang tepat baginya untuk berkompromi. Orang yang menjadi suaminya tidak benar-benar memberinya sesuatu yang bisa Sabrina sukai.

Dia melirik jam tangannya untuk yang keseratus kalinya. Sepuluh menit lainnya telah berlalu.

Sabrina menghela napas dengan putus asa. Saat dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubunginya kakeknya, suara melengking menembus udara dan hampir memecahkan gendang telinganya.

Mobil Aston Martin berwarna perak berhenti di depannya. Jendela di bagian kursi pengemudi diturunkan.

Sabrina mundur selangkah. Begitu dia melihat wajah yang dikenalnya, dia berseru, "Kenapa kamu ada di sini?"

Di belakang kemudi adalah orang yang paling tidak diharapkannya untuk ditemuinya sekarang, sepupunya, Ogi Patris.

"Aduh! Perkataanmu menyakiti hatiku!" Ogi memegangi dadanya seolah dia benar-benar terluka. Setelah keluar dari mobil, ekspresinya berubah cemberut. "Kembalinya kamu ke sini sangatlah penting. Kita berdua sudah lama tidak bertemu. Sebagai sepupumu, aku tidak bisa menahan diri untuk datang menjemputmu sendiri, tapi kamu sangat jahat padaku. Ini sungguh tidak adil!"

Sabrina sudah terbiasa dengan aktingnya yang buruk.

Dia memutar bola matanya ke atas dan mengatupkan gigi, menolak untuk berbicara.

"Masuklah, Sabrina. Kamu pasti lelah dan lapar. Ayo, aku akan mentraktirmu makan siang." Setelah meraih kopernya dengan satu tangan, Ogi meletakkan tangan lainnya di bahunya dan mendorongnya ke mobil.

"Tunggu! Aku tidak bisa ikut denganmu." Sabrina menghentikannya.

"Kenapa?" Ogi berhenti. Dia mendengus ketika beberapa saat kemudian dia memahami jawabannya. "Apa itu karena suamimu? Kamu masih ingin menunggu kedatangannya?"

Sabrina tidak mengucapkan sepatah kata pun, tetapi ekspresi wajahnya menjelaskan semuanya.

Ogi mendengus. "Jangan menunggunya lagi. Perlukah aku mengingatkanmu bahwa dia tidak pernah menghubungimu sejak kalian berdua menikah? Bukankah itu sudah cukup memberitahumu yang perlu kamu ketahui?"

Sabrina tidak mampu menemukan kata-kata yang tepat untuk menjawabnya.

"Jika dia ingin datang menjemputmu, dia pasti sudah datang sebelum aku. Bagaimana kamu bisa memercayai pria yang telah mengabaikan keberadaanmu selama satu tahun?" tambah Ogi dengan nada yang lebih sinis.

Setelah memikirkan itu dalam-dalam, Sabrina membalas dengan nada membela diri, "Tapi Kakek bilang Marko akan datang menjemputku."

Dia pikir Marko akan menepati janjinya karena pria itu telah berjanji pada kakeknya.

Ogi memegangi pangkal hidungnya dan menghela napas tidak berdaya. "Bahkan jika kamu masih ingin menunggunya, kamu tidak perlu berdiri di bawah sinar matahari. Masuklah ke mobil. Di luar panas."

Saat mereka berdua sedang berdebat, sesosok tubuh tinggi muncul di tengah kerumunan dan berjalan menuju ke arah mereka.

Mario Korius sedang berbicara di telepon. "Aku sudah sampai di bandara. Minumlah obat Nenek sekarang."

Suara lembut wanita terdengar dari ujung telepon, "Ingat, Rina mengenakan gaun merah hari ini. Rambutnya panjang dan ikal. Juga, kopernya berwarna hitam ...."

"Aku sudah melihatnya, Nek. Sekarang, bisakah Nenek berhenti khawatir?" Mata Mario mengarah pada dua orang yang berjarak beberapa meter darinya. Dia mengernyit.

Ada seorang wanita yang cocok dengan deskripsi yang diberikan neneknya, warna kopernya pun sesuai.

Akan tetapi, wanita itu baru saja masuk ke mobil seorang pria sementara pria itu membukakan pintu untuknya.

Nada suara Mario tiba-tiba berubah dingin. "Aku harus pergi dulu, Nek. Nanti aku akan menghubungi Nenek lagi."

Wajah Mario berubah suram. Pada saat yang sama, kilatan dingin muncul di matanya yang dalam.

Dia meletakkan ponselnya, berbalik, dan pergi.

Kembali ke dalam mobilnya, cengkeraman Mario pada kemudi semakin erat saat dia memperhatikan dua orang di dalam mobil sport tersebut.

Pria asing yang tidak dia kenali menyerahkan sebotol air pada wanita itu. Saat dia meminumnya, pria itu merapikan rambutnya dengan penuh kasih sayang. Meskipun Mario tidak bisa melihat wajahnya, itu tidak lagi penting baginya.

Amarahnya memuncak dalam dirinya.

Tiba-tiba, dia menertawakan dirinya sendiri.

Kenapa dia menganggap ini mengejutkan? Seharusnya dia sudah mengetahui hal ini sejak lama.

Wanita yang disebut sebagai istrinya telah meninggalkan kota selama setahun penuh setelah pernikahan mereka. Mereka belum pernah bertemu atau mengenal satu sama lain melalui panggilan telepon. Dapat dimengerti jika istrinya mencari pacar lagi.

Mario membentuk garis muram di bibirnya. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengetik sebuah pesan.

Begitu dia menekan tombol kirim, dia menyalakan mobilnya dan mengebut di jalan.

————

Sore harinya, Sabrina mengenakan setelan bisnis berwarna terang yang sederhana dan elegan, lalu pergi ke Grup Seja.

Grup Seja merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Sema. Para karyawan di sana adalah bakat elit di kota.

Sabrina masuk ke gedung megah yang menjadi kantor utama perusahaan itu. Dengan resumenya yang luar biasa, dia mendapatkan pekerjaan sebagai staf humas pribadi untuk CEO perusahaan itu, Mario.

Pengawas Departemen Humas, Legina Juniarta, mengantarkan Sabrina menemui Mario.

Tanpa sepengetahuan Sabrina, pria yang akan menjadi bosnya adalah suaminya sendiri, Marko.

Mario tidak percaya pada orang lain. Dia menggunakan nama aslinya saat menandatangani buku nikahnya. Hanya orang-orang terdekatnya yang mengetahui nama aslinya, yaitu Marko Korius.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Biaya Pengkhianatan
8.2
Tujuh tahun lalu, Lorna, seorang ahli waris kaya raya, menyelamatkan bisnis Rhett dari kebangkrutan total. Berkat bantuan penuh dari Lorna, Rhett mampu bangkit hingga keduanya berujung di pelaminan. Namun, kebahagiaan malam pernikahan mereka hancur seketika. Di momen romantis tersebut, Rhett secara mengejutkan menunjukkan sebuah kontrak misterius yang membongkar niat terselubung di balik pernikahan manis mereka selama ini.
Sampul Novel Impian Dongengku Hancur: Pengkhianatan Kejamnya
9.3
Sembilan tahun pernikahan indah seorang arsitek hancur setelah kecelakaan merenggut ingatan suaminya, taipan Adrian Wijaya. Di bawah kendali Helena yang licik, Adrian berubah kejam: membunuh adik sang istri, melumpuhkannya, hingga merebut pita suaranya untuk Helena. Pengkhianatan ini menyulut dendam membara. Setelah memalsukan kematian, sang istri siap bangkit menghancurkan kerajaan Adrian dan membalas semua kekejamannya.
Sampul Novel Istri yang Lari di Hari Pernikahannya
9.3
Siti Maemunah terpaksa menikah karena perjodohan yang diatur pamannya. Tepat setelah akad nikah selesai, ia memutuskan melarikan diri dan meninggalkan sang suami dengan keyakinan mereka tak akan pernah bertemu lagi. Namun takdir berkata lain. Setahun kemudian, Maemunah justru kembali dipertemukan dengan Alga. Kini, ia tidak punya pilihan selain menghadapi kenyataan pahit dari masa lalu yang sempat dihindarinya.
Sampul Novel Kekayaanku, Keluarga Benalunya
9.0
Sebagai dokter bedah saraf kaya, aku membiayai suami kaptenku dan keluarganya yang parasit, bahkan melunasi utang 75 miliar mereka. Namun saat liburan mewah ke Monako, suamiku malah memberikan kursi jet pribadiku pada mantan kekasihnya, Dahlia, dan membuangku ke penerbangan berbahaya. Setelah menyaksikan pengkhianatan mereka di ranjangku sendiri di tengah persekongkolan jahat itu, kini saatnya aku membalas dendam dan menghancurkan segalanya.
Sampul Novel Kematian Anakku, Perceraianku!
9.2
Kematian tragis Louis di bilik kamar mandi dengan luka kepala parah menjadi awal kehancuran rumah tangga ibunya. Thomas, sang suami sekaligus kepala sekolah, justru mengabaikan putranya yang sekarat demi menyelamatkan anak dari cinta pertamanya. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Louis hanya meminta ibunya untuk memercayainya. Di hari pemakaman, Thomas yang tidak tahu putranya telah tiada justru menelepon dan mengancam akan menghabisi Louis. Keputusan bulat pun diambil untuk mengakhiri pernikahan mereka.
Sampul Novel Misi; Mengandung Benih Tuan Vince
9.3
Qiara Selena Odelia sangat mendambakan sebuah pernikahan yang tulus dan bahagia. Sayangnya, impian itu harus tertunda saat ia terikat kontrak dengan Vincenzo Nick Emyr. Pria dingin tersebut telah menutup rapat hatinya akibat luka mendalam dari cinta pertamanya di masa lalu. Berawal dari sebuah misi rahasia, takdir justru menjebak mereka dalam komitmen formal yang disepakati bersama. Di tengah trauma masa lalu Vince, mampukah hubungan sandiwara ini berubah menjadi cinta yang nyata?